ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kaltim

January 22, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Vivaborneo.com – Kebijakan Pemerintah dalam rangka pengendalian COVID-19 yang bertujuan untuk keselamatan rakyat, di antaranya melalui konsistensi kepatuhan protokol kesehatan dan pengaturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dengan mengeluarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 1 tahun 2021 pada 6 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19.

“Mencermati perkembangan pandemi COVID-19 yang terjadi akhir-akhir ini, di mana beberapa negara di dunia telah memberlakukan pembatasan mobilitas masyarakat, dan dengan adanya varian baru virus COVID-19, diperlukan langkah-langkah pengendalian pandemi COVID-19,” ujar Tito.

Dalam rangka konsistensi meningkatkan pengendalian penyebaran pandemi COVID-19, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, dan terpadu antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk itu Tito menginstruksikan kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan penularan virus COVID-19.

“Selain pengaturan pemberlakuan pembatasan sebagaimana dimaksud, agar daerah tersebut lebih mengintensifkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan), di samping itu memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina),” ujar Tito.

Di propinsi Kalimantan Timur, sejumlah daerah sudah menjalankan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 dengan menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kota Balikpapan dan Kota Bontang yang pertama melakukan kebijakan itu karena tingginya angka positif di kedua kota tersebut.

Gubernur Kaltim Isran Noor mendukung langkah kepala daerah di wilayah wewenangnya untuk melaksanakan PPKM mengingat semua kabupaten/kota di Kaltim sudah masuk zona merah semua.

Isran Noor menyerahkan kewenangan kepada masing-masing daerah untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Untuk melaksanakan PPKM, kepala daerah cukup melapor saja ke Gubernur,” tegas Isran Noor, Senin (18/01/2021).

Untuk melaksanakan PPKM lanjut Isran Noor, tidak perlu minta ijin atau persetujuan gubenur, karena itu kewenangan daerah dan cukup melapor. “Daerah yang sudah melaksanakan PPKM yakni Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, termasuk Berau yang akan menyusul melaksanakan,” ujar Ketua Satgas Covid-19 Kaltim ini.

Walaupun PPKM hanya pembatasan, bukan pelarangan. Masyarakat masih tetap bisa melakukan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Namun dengan sejumlah pembatasan. Misalnya pembatasan waktu operasi untuk warung dan kafe hingga pukul 21.00 Wita.

Isran Noor kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kaltim, untuk tidak menganggap enteng dan mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dengan menerapkan disiplin dan taat 3M yaitu memakai masker, menjaga kebersihan (rajin mencuci tangan) serta hindari kerumunan dan menjaga jarak.

“Mengabaikan protokol kesehatan berarti membuka peluang untuk terjadinya penularan. Kewaspadaan dengan tetap konsisten melakukan protokol kesehatan harus diutamakan pada setiap aktivitas di luar rumah untuk mencegah Covid-19 secara efektif,” papar Isran Noor.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto menambahkan, dari Balikpapan dilaporkan, dalam upaya penanganan pasien Covid-19 yang terus meninggi, mereka menambah dua rumah sakit lagi untuk penanganan pasien Covid-19. Yakni RS TNI AU Lanud Balikpapan dan RS Medika Utama Manggar.

Kebijakan PPKM di Balikpapan dikeluarkan atas empat pertimbangan. Pertama, tingkat kematian akibat Covid-19 di Balikpapan 4,2 persen, di atas rata-rata tingkat kematian nasional, yakni 3 persen. Kedua, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 Balikpapan hanya 79,3 persen, lebih rendah dari tingkat rata-rata kesembuhan nasional yang di atas 80 persen.

Ketiga, tingkat keterisian ICU di rumah sakit sudah 100 persen, sedangkan angka rata-rata keterisian ICU nasional 70 persen. Terakhir, tingkat keterisian kamar isolasi di rumah sakit Balikpapan 90 persen, lebih tinggi dari angka rata-rata keterisian kamar isolasi nasional 70 persen.

Update Kamis (21/01/2021) terdapat tambahan kasus positif sebanyak 496 kasus. Selesai isolasi sebanyak 297 kasus, dan 11 kasus meninggal dunia. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 35.468 kasus, sembuh 28.539 kasus dan meninggal dunia 912 kasus. Sementara tingkat kesembuhan kembali anjlok ke angka 80,46 persen.

PPKM terdiri dari:

  1. membatasi tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dan Work Form Officesebesar 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
  2. melaksanakan kegiatan belajar/mengajar secara daring/online;
  3. untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
  4. melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan:

– kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25 persen) dan untuk layanan makanan melalui pesan antar/bawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran; dan

– pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 19.00 WIB.

  1. mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  2. mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan protokol kesehatan secara lebih ketat. (Hel/*)

Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.