ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Musda APKASINDO Kukar Diharapkan Hasilkan Pokok Pikiran Penguatan Pembangunan Perkebunan Sawit Rakyat

February 3, 2024 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

TENGGARONG – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kutai Kartanegara (Kukar) Akhmad Taufik Hidayat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kukar tahun 2024, di Ballroom Mulawarman Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Sabtu (3/1/2024).

Acara tersebut juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Perkebunan Kukar Muhammad Taufik dan Ketua DPW APKASINDO Kaltim Betman Siahaan.

Asisten I yang membacakan sambutan Bupati Kukar berharap pada acara itu APKASINDO Kukar tidak hanya memilih Ketua dan Pengurus, namun juga dihasilkan Pokok-Pokok Pikiran dan Rekomendasi dalam Penguatan Pembangunan Pertanian khususnya Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kukar.

APKASINDO Kukar diminta bisa menjadi wadah berkumpulnya petani kelapa sawit dan juga dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan petani kepala sawit.

Keberadaan lembaga/organisasi DPD APKASINDO dapat meningkatkan posisi tawar (bargaining position) petani-petani kelapa sawit di Kukar. Selain membantu petani kepala sawit dalam meningkatkan kemampuan dan ketrampilan khususnya sistem budidaya, pengolahan, pemasaran kelapa sawit dan penguatan kelembagaan (advokasi) termasuk koperasi, juga diharapkan dapat menjembatani kepentingan petani kelapa sawit dengan pihak pengusaha dan pemerintah/pemerintah daerah.

Terkait dengan komitmen Pemkab terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas, ia menegaskan bahwa Pemkab akan fokus dan sungguh-sungguh dalam mengawal kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara sesuai Visi dan Misi Kukar Idaman (INOVATIF, DAYA SAING dan MANDIRI).

Menurut Taufik, Program Prioritas/Unggulan dan Program Dedikasi Kukar Idaman sudah sangat jelas dan tegas salah satu fokusnya adalah Pertanian dalam Arti Luas termasuk Sub Sektor Perkebunan melalui Program Pembangunan Pertanian dalam Arti Luas Berbasis Kawasan dan Program Hilirisasi Produk Pertanian.

“Selain fokus terhadap ketahanan pangan, Pemkab Kutai Kartanegara dalam RPJMD Tahun 2021 – 2026, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian khusus dalam pengembangan sub sektor perkebunan khususnya perkebunan rakyat,”ungkapnya.

Dukungan Pemkab dalam rangka mengembangkan usaha kelapa sawit rakyat dapat dilihat dari Penetapan kawasan pengembangan Inventarisasi dan pemetaan kebun kelapa sawit rakyat yang dilanjutkan dengan penerbitan Tanda Daftar Usaha Budidaya Fasilitasi pengembangan kebun baru dan pembinaan teknis budidaya, pengendalian OPT dan aspek lainnya.

Selain itu Fasilitasi/pendampingan penguatan kelembagaan pekebun, Fasilitasi pengembangan dan pembinaan terhadap pekebun miskin, Fasilitasi penciptaan dan pengembangan kemitraan antara usaha perkebunan rakyat dengan perusahaan perkebunan besar juga pelan-pelan di benahi oleh Pemkab Kukar.

Dalam mendorong pengembangan perkebunan rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara peran Pemerintah Daerah selain memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi, pendampingan (penyuluhan/diseminasi/bimtek) termasuk membantu pekebun dalam kejelasan status lahan khususnya yang berada dalam wilayah Kawasan Budidaya Kehutanan/Kawasan Lindung melalui Program Tanah Obyek Agraria (TORA), maupun Program Perhutanan Sosial karena Status lahan ini menjadi sangat penting.

Sosialisasi dan perluasan cakupan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sangat membantu dalam proses perencanaan dan monitoring perkebunan oleh Pemerintah/Pemerintah daerah dan bagi pekebun sendiri, STDB akan membantu mendapatkan berbagai fasilitas pembinaan dari pemerintah/pemda seperti program penyaluran bibit, peremajaan, pemasaran dan program lainnya.

Percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan program strategis nasional sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat, dengan menjaga luasan lahan agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus menyelesaikan masalah legalitas lahan yang terjadi.

Diakhir ia sangat mengapresiasi dan menyambut baik pelaksanaan Musda APKASINDO Kukar, hal ini bisa membawa manfaat bagi kemajuan daerah Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya pembangunan pertanian dalam arti luas termasuk sub sektor perkebunan dalam Mewujudkan Masyarakat Kutai Kartanegara yang Sejahtera dan Berbahagia.

Sementara itu Ketua DPD APKASINDO Kab. Kutai Kartanegara Daru Widiyatmoko mengatakan bahwa terbentuknya APKASINDO di dasari untuk mempersatukan seluruh Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Kutai Kartanegara agar menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan Kesejahteraan yang merata untuk Petani Kelapa Sawit.

Selain itu Membangun Ekonomi Kerakyatan Di Pedesaan dengan menumbuh kembangkan usaha Petani Kelapa Sawit di tingkat Desa agar Petani Sawit Naik Kelas.

Ia juga mengatakan bahwa dengan Teknik Budidaya Kelapa Sawit yang baik mulai dari Hilir sampai Hulu seperti Bibit Unggul, Pupuk Asli dan PKS Khusus Petani Swadaya diharapkan dapat membantu petani

meningkatkan dan memberdayakan SDM Petani Kelapa Sawit yang lebih maju, Menjembatani kepentingan Petani Kelapa Sawit, Pengusaha dan Pemerintah Kukar dengan pola Kemitraan untuk menjaga Harga TBS dan Penjualan TBS serta Melindungi Petani Kelapa Sawit dari segala bentuk perbuatan yang dilakukan oleh pihak manapun atau yang akan merugikan Petani Kelapa Sawit.

Ia juga menerangkan bahwa beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah maupun APKASINDO yaitu Validasi data (inventarisasi dan pemetaan) sebaran petani, Peningkatan SDM Petani, Peningkatan dan Pengembangan Budidaya Kelapa Sawit dan Fasilitasi pendampingan penguatan kelembagaan petani serta Pengembangan kemitraan bagi petani. (kk08)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.