ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Disnakkeswan Kukar Lakukan Pengobatan Massal Gratis

March 21, 2013 by  
Filed under Kesehatan

Share this news

TENGGARONG – vivaborneo.com, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali melakukan pengobatan massal gratis terhadap hewan ternak sapi. Kali ini dilakukan di Desa Separi, Tengggarong Seberang, Selasa (19/3) untuk yang ke-5 kalinya.

Pengobatan massal ini dipimpin langsung oleh Dokter Hewan (drh) Sugeng Boedi Iswanto yang didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disnakkeswan Tenggarong Seberang, dan para tenaga medis lainnya.

Sugeng Boedi Iswanto, mengatakan pengobatan ini diberikan kepada kelompok ternak Gunung Keluludi (Desa Separi, Tenggarong Seberang, red) dengan jumlah ternak sebanyak 80 ekor sapi. Pengobatan yang diberikan berupa suntikan bekompleks (obat cacing), multi vitaman, salep anti biotik, serta ivopek (obat koreng).

Dengan maksud membantu petani ternak yang tidak mampu karena tidak terjangkaunya pelayanan medis, memonitor perkembangan penyakit hewan yang menular ataupun sebaliknya, meningkatkan pelayanan hewan itu sendiri. Kemudian, meningkatkan partisipasi ternak dalam hal pemeliharaan kesehatan hewan, membudayakan peternak yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Dokter yang disapa pak Sugeng ini , menambahkan kendala selama ini yang dialami para peternak kita dilangan terhadap hewan ternaknya adalah penyakit cacing kulit, penyakit mata (cacing mata), dan penyaki koreng. Karena kurangnya pemeliharaan baik itu dari segi kebersihan kandang maupun hewan itu sendiri, serta pakan ternak (makan ternak),” tegasnya.

“Kami berharap kepada seluruh petani ternak di Kukar, agar selalu memperhatikan kebersihan kandang maupun lingkungan disekitarnya, serta pemberian pakan ternak yang cukup. Sehingga hewan ternak tersebut terhindar dari sega penyakit,” pungkasnya.

Sementara Kepala UPT Disnakkeswan Tenggarong Seberang, Marbanu SP, menuturkan bahwa jumlah kelompok tani peternak sapi di kecamatan tersebut berjumlah 37 kelompok yang tersebar diberbagai desa. Untuk meningkatkan produktif tidaknya kelompok ternak ini kami melakukan pertemuan sebulan sekali dengan maksud mengevaluasi perkembangan dilapangan.

Kemudian, memberikan pemahaman bagaimana cara beternak yang baik, dan meningkatkan tarap kesejahteraan kelompok itu sendiri, sehingga produksi ternak yang dihasilkan menjadikan Kabupaten Kukar penghasil daging sapi terbesar di Kaltim. ” Seperti di bidang pertanian yang mana Kukar juga menjadi lumbung padi penghasil terbesar di Kaltim dari 14 Kabupaten/Kota,” harap Banu. (vb/rahman).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.