ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Ketua DPRD Kaltim Harapkan Pencairan Insentif Nakes Segera Direalisasikan

March 27, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

 SAMARINDA -Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK berharap agar pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) bisa secepatnya direalisasikan. Hal tersebut dikatakan Makmur Menanggapi kabar belum cairnya insentif tenaga kesehatan (nakes) sejak Agustus hingga Desember 2020

Makmur menilai insentif tentu bukan hal yang berlebihan apalagi mengingat yang mereka hadapi saat ini virus yang berbahaya. Banyak hal yang mereka korbankan selama menjalankan profesinya.

“Mereka merupakan petugas di garda terdepan, terutama di masa Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung,” ungkap Makmur.

Oleh karena itu, ia meminta agar perhatian terhadap tenaga kesehatan khususnya di Kalimantan Timur mendapatkan hak dengan sebaik-baiknya. Seperti hak mendapatkan insentif sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku serta dengan nilai besaran yang layak.

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK

Politisi Golkar ini sangat menyayangkan hal itu, padahal menurut Makmur ini sudah pergantian tahun. Semestinya kejadian ini tidak terjadi pada petugas kesehatan yang jelas-jelas melayani pasien Covid-19.

Makmur berharap supaya dilakukan upaya serius menyelesaikan persoalan insentif nakes tersebut. Dirinya menyarankan agar pihak yang terkait melakukan upaya tertentu agar pencairan bisa dilakukan, misalnya jika kendala di persyaratan maka segera di penuhi persyaratannya. Makmur meyakini bahwa insentif tersebut sangat diharapkan bagi nakes untuk memenuhi keperluan keluarga yang mereka tinggalkan selama bertugas.

Makmur juga mengingatkan agar jangan sampai akibat Insentif yang tertunda tersebut menyebabkan Insentif pada bulan berikutnya turut tertunda. (**/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.