ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati PPU Hadiri Sosialisasi Kebijakan Percepatan Numerasi Pendidikan Sekolah Dasar

April 7, 2023 by  
Filed under PPU

Share this news

JAKARTA – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Indonesia melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG). Kegiatan tersebut merupakan sosialisasi kebijakan percepatan Numerasi pada Pendidikan dasar di daerah di dilaksanakan di Gedung A Kemendagri Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2023).

Rapat dipimpin Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Dr. H. Suhajar Diantoro, M.Si, dan Fisikawan Indonesia, Profesor Yohanes Surya, Ph.D.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Ir. H. Hamdam dan didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah (Disdikpora) Kabupaten PPU, Drs. H. Alimuddin,M.Ap.

Dalam Rapat ini Yohanes Surya menjelaskan apa yang dimaksud pembelajaran matematika dengan metode GASING,

“Metode GASING adalah suatu metode pembelajaran matematika dengan langkah demi langkah yang membuat anak menguasai matematika secara gampang, asyik dan menyenangkan,” Kata Yohanes.

Pembelajaran dengan metode GASING, anak anak akan diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga, sehingga benar benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan.

Dalam Kegiatan ini juga Bupati PPU, Hamdam merespon positif metode GASING dan berharap bisa dilaksanakan segera mungkin di Daerah Kabupaten PPU. “Saya pikir ini memang harus disebarluaskan kepada anak didik di daerah masing – masing Kabupaten/ Kota. Saya harap metode GASING ini dapat diterima lebih baik,” ujar Hamdam

Penerapan metode GASING ini ditargetkan mencapai 514 di Kabupaten/ Kota di Indonesia. Nanti akan dimulai di Bulan Desember tahun ini. (adv hms/diskomindo PPU)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.