ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

DPRD Kutim Bakal Awasi Penggunaan DAK 

June 4, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA –  Pemanfaan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperoleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (PAD) di daerah ini, bakal memperoleh pengawasan dan pengawalan dari para wakil rakyat. Jangan sampai dana yang diperuntukkan secara khusus itu tidak dimanfaatkan sebagaiman mestinya.

Selaku leading sektor pengawasan, DPRD Kutim akan mengawasi penggunaan DAK yang diperoleh beberapa OPD. Hal itu dilakukan agar dalam pelaksanaan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan.

“Ini sudah menjadi tugas DPRD sebagai pengawasan. Kami akan memaksimalkan fungsi ini dengan baik,” ujar Ketua DPRD Kutim, H Joni.

Politisi  PPP Ini menuturkan, salah satu OPD yang memperoleh DAK adalah Dinas Pendidikan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga program pendidikan berkelanjutan menjadi salah satu visi misi dari Bupati dan Wakil Bupati yang baru. Sehingga wajar saja jika Pemkab terus mengupayakan untuk merealisasikan visi dan misinya selama menjabat.

Ketua DPRD Kutim, H Joni

“Tentu kita akan ikut melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap penggunaan anggaran DAK ke Dinas Pendidikan Kutim, agar tidak terjadi kebocoran dalam pelaksanaannya,” ucapnya.

Joni menambahkan penggunaan DAK itu harus sesuai dengan peruntukan dan petunjuk teknis DAK. Dari pembangunan ruang kelas, perpustakaan sekolah, laboratorium dan ruang praktik siswa, prasarana gedung olahraga.

“Yang terpenting dalam pemanfaatan DAK sesuai aturan dan juknis yang telah ditentukan, jangan ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran,” tutup Joni.

Demikian juga DAK yang ada di BPBD, harus dimanfaatkan secara baik untuk kepentingan masyarakat luas. (adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.