ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Gagalnya Panen Padi di Kaubun Perlu Dilakukan Penelitian

June 25, 2023 by  
Filed under Kutai Timur

Share this news

SANGATTA – Gagalnya panen padi petani di Kecamatan Kaubun, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam. Apakah hanya akibat serangan hama semata, atau lantaran diapit sejumlah perkebunan kelapa sawit.

“Apakah gagalnya panen itu semata-mata disebabkan hama atau memang ada hubungannya dengan tanaman kelapa sawit yang ada di sana. Sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam,” kata Faizal, anggota DPRD Kutim Faizal Rachman.

Faizal Rachman

Dikatakan, apakah ada dampaknya tanaman sawit yang mengeliling tanaman padi di kawasan Kaubun tersebut. Tentunya diperlukan  solusi sehingga petani di Kaubun bisa tetap eksis dan semangat dalam bercocok tanamn padi.

Kemudian dia memberikan contoh terkait gagalnya panen seorang petani di kawasan Kaubun tersebut. Sekitar lahan pertanian padi sawah 10 hektare warga gagal panen, gara-gara diserang hama.

Menurut Faizal, Kutai Timur yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit menjadi kebanggaan. Di sisi lain, lahan pertanian juga tetap diperlukan, agar para petani, terutama lahan sawah masih tetap eksis.

Pihaknya meminta kepala Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk melakukan penelitian terkait hal tersebut. Dari hasil penelitian nantinya bisa diketahui penyebab gagalnya panen petani itu.

“Dalam melakukan penelitian,  bisa menggandeng STIPER (Sekolah Tingg Ilmu Pertanian). Maksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, guna membangkitkan produksi pertanian di sini (Kutim),” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Sebagai contoh menurut Faizal, sebagian besar lahan pertanian di Kecamatan Kaubun berdampingan dengan perkebunan kelapa sawit. Apa kah hal itu berdampak terhadap taman tumbuh padi atau tidak, perlu dilakukan penelitian lebih jauh.

“Rata-rata sawah di sini, posisinya di antara perkebunan kelapa sawit. Sehingga banyak serangga yang sewaktu-waktu meneyrang tanaman padi petani. Ini menjadi keluhan mereka (petani) harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli obat pembasmi hama,” jelas Faizal.

Selain itu, petani di Kaubun juga mengeluhkan kelangkaan pupuk dan harganya cukp mahal. “Banyak petani, terutama di kawasan Kaubun mengeluhan tingginya biaya produksi padi sawah. Untuk itu, saya meminta bisa intervensi terkiat hal ini,” ujar Faizal.(adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.