ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Sri dan Musim Ketua Alumni

June 25, 2023 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

SEKRETARIS Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim  Dra Sri Wahyuni, MPP punya jabatan baru. Dia terpilih sebagai ketua Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Kaltim masa bakti 2023-2028. Dia menggantikan Prof Dwi Nugroho Hidayanto, yang berakhir masa tugasnya setelah 5 tahun.

Prof Dwi tampak puas karena yang terpilih Sri Wahyuni. “Alhamdulillah Bu Sri yang meneruskan, pasti IKAL lebih maju ke depannya,” kata ketua Ikatan Sarjana Pendidikan (ISPI) Kaltim ini memuji.

Sri sendiri mengaku merasa terhormat diberi amanah sebagai ketua IKAL. “Ini kebanggaan sekaligus menjadi tantangan tidak hanya membesarkan IKAL Lemhannas, terlebih lagi harus mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” tandasnya.

Wanita kelahiran Samarinda, 27 Desember 1970 ini, punya karier yang hebat. Karena pernah menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), Lurah Long Ikis Kabupaten Paser, masuk ke Pemkab Kukar, Pemprov Kaltim sampai akhirnya dilantik menjadi Sekdaprov sejak 30 Maret  2022. Lalu mengikuti pendidikan Lemhannas selama 7 bulan,  PPRA Angkatan LXIV (ke-64).

Acara pemilihan IKAL Lemhannas berlangsung  dalam Musyawaran Daerah (Musda) pertama  di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (17/6) lalu. Pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Isran Noor  bersama  Wakil Ketua II Pengurus Pusat IKAL Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, yang pernah menjabat kapolda Kaltim tahun 2000. Pak Togar senang bisa “pulang kampung” dan bernostalgia.

Hadir juga Dewan Pembina IKAL, Prof Awang Faroek Ishak, yang juga mantan gubernur Kaltim. Ia terbilang alumnus Lemhannas cukup senior. Kalau tidak salah dia mengikuti Lemhannas ketika masih menjadi anggota DPR RI pada era Presiden Soeharto. Dia alumnus Lemhannas PPRA XXV tahun 1992. Gelar Magister Ketahanan Nasional diraih Pak Awang di Universitas Indonesia (UI) tahun 1998.

Lemhannas memang sangat populer pada era presiden ke-2 RI tersebut. Maklum penerimaan pesertanya sangat selektif dan menjadi jaminan atau tiket jadi pemimpin bangsa. Meski Lemhannas sendiri didirikan pada zaman Presiden Soekarno. Tanggal 20 Mei 1965 diperingati sebagai hari berdirinya Lemhannas bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Pada hari itu juga dimulakan penyelenggaraan Kursus Reguler Angkatan I.

Lemhannas mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader pimpinan tingkat nasional yang berpikir komprehensif, integral, holistik, integrati, dan profesional memiliki watak, moral dan etika kebangsaan, negarawan, berwawasan nusantara serta mempunyai cakrawala pandang yang universal.

Selain menjadi sekolah bagi calon pemimpin bangsa, Lemhannas juga bertugas menyelenggarakan pengkajian yang bersifat konsepsional dan strategis mengenai berbagai permasalahan nasional, regional, dan internasional guna menjamin  keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tugas lainnya adalah menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan guna meningkatkan dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam rangka membangun karakter bangsa (nation characters building).

Karena begitu strategisnya tugas dan fungsi Lemhannas, maka mereka yang mengikuti program ini adalah orang-orang pilihan yang memenuhi syarat tertentu. Kalau di TNI ada yang bilang, perwira yang terpilih dan sudah digodok di kawah Lemhannas, maka punya jaminan kuat jadi jenderal dan memegang jabatan strategis.

Ada dua program pendidikan di Lemhannas. Ada Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA), ada juga Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA).  Yang reguler ini yang cukup lama. Sekitar 7 bulan. Kalau PPSA sekitar 5 bulan. Selain itu, Lemhannas juga menyelenggarakan Pendidikan Kebangsaan atau Kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi pejabat eksekutif (termasuk kepala daerah) dan legislatif, yang  berlangsung hanya 2 minggu.

Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada Andi Widjajanto sebagai gubernur Lemhannas sejak 21 Februari 2022. Dia orang  lingkaran Istana, yang masih muda. Usianya 52 tahun. Dia pernah menjadi sekretaris kabinet dan penasihat senior KSP. Ayahnya  mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Theo L Syafei, yang bergabung ke PDI Perjuangan.

Mantan pangdam VI/Mulawarman Letjen TNI (Purn) Moetojib pernah menjadi Gubernur Lemhannas 1994-1996. Saat ini ada mantan Danlanud Dhomber Balikpapan, yang sudah marsekal berbintang dua, Marsda TNI Heddezul, S.Sos menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas.

Jumlah anggota IKAL Lemhannas ribuan orang. Mereka alumni PPRA, PPSA, TOT, TAPLAI (Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan), dan P3DA (Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan). Ada yang mengabdi sebagai perwira TNI dan kepolisian, birokrat, akademisi, politisi, agamawan, praktisi, jurnalis dan sebagainya. Di Kaltim terdata 72 orang, termasuk 10  alumni Reguler.

Ketua PWI Kaltim  Endro S Effendi adalah alumni Lemhannas PPRA ke-57 atau biasa ditulis PPRA LVII tahun 2018. Dia lolos seleksi yang berlangsung ketat. Setelah mengikuti pendidikan selama 7 bulan, dia dinyatakan lulus bersama 100 peserta lainnya. “Meski pendidikannya ketat,  dengan berbagai fasilitas yang disediakan pelaksana, kita malu jika  tak berhasil,” katanya.

Saat ini Brigjen TNI Dendi Suryadi, SH, MH   melepas jabatannya sebagai komandan Korem 091/ASN karena harus mengikuti Pendidikan PPSA XXIV di Jakarta. Dendi  tumbuh besar di Samarinda. Mulai SD sampai kuliah di daerah ini, sebelum meneruskan pendidikan di Kediri dan Malang. Lalu bertugas di berbagai tempat hingga akhirnya pulang kampung. Orang bilang, setelah Lemhannas, Dendi berpeluang meraih bintang dua dengan jabatan baru yang lebih strategis.

SEMUA KETUA

Dengan terpilihnya Sri Wahyuni sebagai ketua IKAL Lemhannas, maka lengkaplah tiga figur utama di Gedung Putih Kantor Gubernur Kaltim menjadi ketua alumni. Sebelumnya Gubernur Isran Noor menjadi ketua IKA Universitas Mulawarman (IKA Unmul). Menyusul kemudian Wagub Hadi Mulyadi menjadi ketua IKA SMP Negeri I Samarinda (Spansa) 2022-2025.

Brigjen Dendi sebelum meninggalkan Samarinda, juga sempat dikukuhkan Gubernur Isran Noor sebagai ketua Alumni SMA Negeri I Samarinda (IKA Smansa) periode 2023-2028. Dia memang anggota IKA Spansa dan IKA Smansa bersama sejumlah tokoh Kaltim lainnya. Isran sendiri alumnus Smansa Angkatan tahun 1977.

Pengukuhan Hadi Mulyadi sebagai ketua IKA Spansa bersamaan dengan reuni akbar yang dilaksanakan akhir Oktober 2022 lalu. Mereka juga menggelar deklarasi yang meminta nama Taman Samarendah menjadi Taman Pemuda.

Sedang Isran sendiri menjadi ketua IKA Unmul memasuki periode kedua. Sebelumnya dia menjadi ketua 2016-2021 dan pada Munas IV 12 April 2021, dia terpilih kembali secara aklamasi menjadi ketua untuk masa bakti 2021-2026.

Gara-gara semua menjadi ketua alumni, saya akhirnya ikut didaulat menjadi ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul 2023-2026. Saya menggantikan Dr Hj Meiliana,SE, MM, yang juga menjadi pengurus IKA Unmul. Tidak gampang menjadi ketua alumni, selain menjadi wadah berhimpunnya alumni,  juga wajib ikut memajukan sekolah atau almamaternya. “Peran alumni sangat penting dalam memberikan marwah dan martabat bagi sekolah atau almamater.  Semakin banyak peran yang diberikan, semakin aktif para alumni, maka semakin bagus sekolah atau almamater kita,” kata Gubernur Isran.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.