ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Askab PSSI Investigasi Insiden Sepakbola di Muara Tae

July 22, 2023 by  
Filed under Berita

Share this news

SENDAWAR – Askab PSSI Kutai Barat (Kubar) melakukan investigasi ke Kampung Muara Tae menyusul meninggalnya pemain sepakbola usai terjadi benturan pada pertandingan klub Kampung Sangsang FC vs Kampung Betung FC, Jumat(21/7/2023) lalu.

Pertandingan sepakbola antar kampung ini digelar untuk merayakan HUT Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia. Pada pertandingan tersebut , penjaga gawang Kampung Betung FC Ferdi berbenturan dengan Kevin, striker Kampung Sangsang FC saat akan mengamankan gawangnya menjelang akhir babak pertama.

Sebelumnya, Betung FC telah memimpin dengan skor 4-0. Insiden terjadi ketika bola dari tengah lapangan diumpan ke sayap. Bola kemudian diteruskan ke Kevin di depan gawang. Bola berhasil diperoleh Kevin dan membuahkan gol dan terjadi benturan. Wasit menyatakan gol tersebut sah karena tidak terjadi pelanggaran dan skor menjadi 4-1.

Usai terjadi benturan, wasit Christofer Willu mendekati Ferdi yang masih tergeletak dan menanyakan kondisi untuk melanjutkan pertandingan. Penjaga gawang Betung FC tersebut ternyata menyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan dan dibantu tim medis dibawa ke tribun panitia, Dalam kondisi sadar, pemain dibawa ambulan ke Puskesmas Siluq Urai di Kampung Blusuh.

Ketua panitia penyelenggara Urbanus Udek Yanto saat ditemui mengatakan, pertandingan yang digelar Kamis 20 Juli 2023 tersebut akhirnya dihentikan. Panitia terpaksa menghentikan pertandingan setelah 30 menit kemudian mendapat kabar dari tim medis pemain tersebut meninggal dunia di Puskesmas.

Setelah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan PT ARI dan juga Kampung Betung, Kampung Sangsang serta tuan rumah Kampung Muara Tae, panitia sepat memulangkan korban ke tempat asalnya di Lebak Banten.

Petinggi Kampung Muara Tae Santi saat memberikan keterangan mengatakan turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa kiper dari salah satu pemain klub Kampung Betung FC. Menurutnya, insiden murni kecelakan yang terjadi di lapangan. Kedua pemain bertabrakan saat belaga di lapangan. Tidak ada unsur kekerasan maupun kesengajaan yang terjadi.

“Kami semua dari pihak penyelenggara maupun panitia tidak menginginkan ini semua terjadi,” katanya.

Ia mengatakan, secara pribadi petinggi Santi sangat terpukul dan kaget melihat kejadian tersebut. Baru pertama kali ini Kampung Muara Tae menyelenggarakan turnamen sudah dihadapkan dengan kejadian yang sama sekali di luar dugaannya.

Dikatakannya, ke depan pihak kampung maupun panitia akan lebih hati hati lagi dan akan selalu mengevaluasi agar lebih baik lagi. Hasil mediasi dengan dengan pihak perusahaan PT ARI tempat korban bekerja hanya meminta korban atau jenazahnya di pulangkan ke Kampung halamannya yang berada di daerah Lebak Provinsi Banten.

“Pihak kampung dan panitia penyelenggara berkoordinasi dengan klub serta perusahaan sepakat mengumpulkan sumbangan untuk menanggung biaya pemulangan jenazah ke tempat asalnya,” jelasnya.

Sementara wasit yang memimpin pertandingan menyatakan tidak melihat adanya pelanggaran dan mengesahkan gol ke gawang Kampung Betung FC.  Setelah kiper menyatakan tidak sanggup melanjutkan pertandingan dan ditangani tim media, pertandingan masih berlanjut hingga tiga menit kemudian mengakhiri babak pertama.

Kapolsek Jempang, Iptu Sunarto saat di konfirmasi terkait penanganan insiden tersebut berharap pihak panitia penyelenggara dan juga pihak PSSI punya rasa empati untuk membantu keluarga korban. Tentunya keluarga korban memerlukan biaya untuk acara saat korban telah tiba di kampung halaman.

“Kami mohon kepedulian dari pihak panitia penyelenggara,” ungkapnya.

Dikatakan, jika melihat kejadian di lapangan ia menilai memang insiden murni kecelakaan  dan tidak ada unsur kekerasan maupun kesengajaan. Ke depannya apabila pertandingan mau dilanjutkan agar segera di evaluasi lagi. Terutama dari medis, perangkat pertandingan dan sebagainya yang berhubungan dengan acara tersebut.

“Kami berharap ke PSSI menghentikan gelaran pertandingan tersebut,” katanya.

Sementara itu ketua Askab PSSI Kubar, Tedy Rakhmat menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban atas kejadian insiden yang terjadi di lapangan.  Saat ini Askab  PSSI masih mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai pihak terkait insiden tersebut. Secara kasat mata Askab PSSI menelaah peryataan sementara dari beberapa pihak bahwa insiden tersebut adalah murni kecelakaan tanpa unsur sengaja .

“Untuk sementara turnamen antar kampung tersebut kita hentikan,”kata Tedy Rakhmat di dampingi wakilnya  Arifin sekretaris Suwanto dan bendahara Norman. (ar)


Share this news

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Askab PSSI Investigasi Insiden Sepakbola di Muara Tae"

  1. Suriansyah,ketua pbvsi kubar. on Sat, 22nd Jul 2023 8:25 pm 

    Yg pertama ats nama peribadi dan pengurus cabor pbvsi kutai barat kami menyampaikan ungkapan bele sungkawa dan dua yg mendalam atas meninggal nya almarhum.
    Sy berpendapat panitia KONI dan pssi kita semua sewajarnyalah ber empati terhadap tim kp betung secara khusus keluarga almarhum dgn bergotong royong memberikan sumbangan tentu hal tersebut tidak bisa menghapus rasa duka tapi itulah ujud dari rasa kebersamaan kita sebagai insan olah raga.mengenai keputusan apakah turnamen di lanjutkan atau tidak.mari kita secara bijak melihat bahwa kejadian itu seperti apa kronologis nya.apakah murni tidak ada unsur kesengajaan atau ada keributan yg terjadi.maka dari sanalah kita bisa mengambil keputusan.sekian pendapat sy salam damai utk kita semua.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.