ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Fasilitas Kesehatan Harus Pastikan Keakuratan Surat Pemeriksaan Covid 19

July 7, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Share this news

SAMARINDA – Awal bulan Juli 2021 lalu, Rumah Sakit Umum Daerah AW Syahrani Samarinda kedatangan seorang pasien dengan kondisi sesak napas dan batuk. Sesuai standar pelayanan dirumah sakit pasien pun menunjukkan surat dari Lab PCR dengan hasil tertulis negatif covid-19.

“Karena pasien cukup parah maka setelah dari UGD langsung dimasukan ke ruangan untuk diberikan perawatan lebih lanjut, sesuai prosedur normal,” kata Muhammad Faisal Kadiskominfo Kaltim mengutip pernyataan dr David Hariadi Mansjhoer Direktur RSUD AW Syahrani.

Saat di opname, beberapa saat kemudian petugas melakukan ricek surat dari lab PCR dari pasien bersangkutan, melalui barcode surat hasil Lab tersebut ternyata hasil lab PCR nya adalah terkonfirmasi positif terpapar covid-19.

Selanjutnya petugas medis melakukan tindakan sesuai protokol penanganan pasien covid-19 dan hal ini dilakukan mengingat tindakan pasien yang memalsukan surat hasil lab PCR, bisa sangat membahayakan tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD AW Syahrani.

“Entah apa maksud pasien tersebut, tapi memanipulasi data ini sangat membahayakan tenaga kesehatan di rumah sakit dan orang orang disekitarnya,” ujarnya.

Menurut Faisal Ini jadi pembelajaran semua tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada di Kaltim, untuk melakukan cek dan ricek kembali hasil Laboratorium, sebelum penanganan pasien yang membawa surat dari luar dengan hasil negatif bukan diperiksa Rumah sakit bersangkutan.

“Ricek dari barcode yang ada sudah cukup akurat melihat hasil yang sebenarnya, pengalaman ini bisa saja nanti dibuat standard untuk hasil laboratorium, wajib dilengkapi barcode, kalo ini tidak bisa di rubah-rubah lagi oleh pasien atau siapa pun serta memudahkan melakukan ricek,” ungkap Faisal.

Sementara itu, dr Hj Padilah Mante Runa Kadis kesehatan Kaltim kepada vivaborneo.com mengatakan terkait pasien yang memalsukan hasil lab PCR memang ada terjadi di RSUD AW Syahrani Samarinda.

Dari kejadian itupun Padillah mengharapkan semua laboratorium memakai Barcode agar tidak mudah dipalsukan oleh pasien mengingat jika hanya menampilkan tulisan bisa saja bisa diedit dan dipalsukan.

Sedangkan Labkes Pemprov Kaltim yang berada dibawah pengawasannya, Padillah mengungkapkan selalu menyertakan Barcode setiap mengeluarkan hasil PCR untuk terasuk kepentingan penerbangan atau melamar kerja.

“Semoga laboratorium yang lain, dengan kejadian ini bisa mengadop sistem dari Labkes Pemprov dengan mencantumkan Barcode,” harapnya.

Terpisah, menanggapi kasus pemalsuan hasil lab PCR ini, Lukman Hakim Owner klinik Sakata Foundation mengatakan bahwa apa yang dilakukan pasien dengan memalsukan hasil lab adalah tindakan yang membahayakan orang lain dan melakukan pemalsuan maka bisa saja ini dinaikan menjadi masalah hukum nantinya.

“Bukan saja bisa berurusan dengan hukum tapi ini saya yakin termasuk hukumnya haram,” tegas Lukman.

Untuk di laboratorium Klinik Sakata, Lukman mengungkapkan bahwa mereka sejak awal menerapkan standard penggunaan Barcode pada setiap hasil laboratorium nya, agar tidak mudah disalah gunakan. (hel)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.