ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

MUI Berperan Sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

July 16, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Share this news

SAMARINDA – MUI sebagai lembaga yang berperan sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). MUI menjadi bagian penting serta mitra bagi pemerintah dalam rangka mendukung pembangunan  nasional untuk menyejahterakan rakyat dan menjaga prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan umat Islam.

“MUI diharapkan dapat menjadikan kedua peran ini untuk mewujudkan  samarinda kota peradaban,” kata Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso pada acara pengukuhan pengurus MUI Samarinda di Hotel Grand awit Samarinda, (15/7/2023).

Dikatakan Rusmadii tugas MUI  semakin berat . Selain fokus dalam bidang pendidikan, bimbingan dan dakwah,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) diharapkan dapat meningkatkan peran untuk membantu mengatasi permasalahan sosial kemasyarakatan yang akhir-akhir ini semakin marak. Misalnya , penanggulangan bahaya narkoba maupun HIV/AIDS, kenakalan remaja, pergaulan dan seks bebas, pornografi serta pornoaksi. Selain itu juga polemik aliran agama dan kepercayaan, halal-haram jenis makanan dan masalah KDRT.

Menurut Rusmdai, berbagai permasalahan dalam kehidupan sosial terus meningkat dan memerlukan kepedulian semua pihak tidak terkecuali MUI. Kehadiran MUI mampu membawa masyarakat tenang, tentram, adem sehingga membawa daerah ini yang  baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Pengukuhan pengurus MUI Samarinda dilakukan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kaltim  KH. Muhammad Rasyid. Pengukuhan dirangkai Musyawarah  Kerja Daerah I (Mukerda 1) MUI Kota Samarinda ini digelar dengan tema “Ukhuwah Memajukan dan mewujudkan samarinda sebagai kota peradaban,” dan Sub tema” Meneguhkan Peran MUI mewujudkan dan Memajukan Samarinda  Kota Pusat Peradaban”

Kepada pengurus MUI Samarinda KH Muhammad  Rasyid mengingatkan akan fungsi MUI sebagai wadah pengabdian dan pengkhidmatan(melayani). Tujuan utamanya menjadi pengurus MUI untuk pengabdian dan melayani umat dengan ikhlas. Meski demikian  bukan berarti tidak boleh terima uang, tetapi sikap ikhlas itulah yang diutamakan.

Mantan Ketua Baznas Kaltim ini menyampaikan salah satu tugas yang diamanahkan kepada MUI yaitu menjaga umat Islam  dari paham pemikiran dan aliran sesat. Aliran sesat  banyak muncul di Kaltim seperti kifayatul islam di Kukar.

“Upaya kita di MUI adalah untuk menjaga umat Islam bukan memberantas atau bahkan menghakimi mereka yang diduga bahkan dipastikan sesat,” ujar KH Muhammad Rasyid.

Rasyid memberikan resep kepada pengurus MUI Samarinda untuk kelancaran kegiatan salah satunya, mengadakan kerjasama, kolaborasi dengan pihak ketiga .Kemudian bikin kemasan program yang baik, dengan begitu pemerintah tidak akan ragu untuk membantu atau kerjasama.

Sementara Ketua MUI Samarinda Kh Muhammad Mundzir  mengingatkan  kepada pengurus yang baru dikukuhkan agar berpedoman kepada janji yang baru diucapkan ketika pengurus MUI dikukuhkan selama 5 tahun untuk mengutamakan organisasi daripada keluarga. Ia mengupas tentang tema Mukerda  yaitu  meneguhkan peran ulama dalam membangun kota Samarinda , ini tugas MUI Samarinda untuk mewujudkanya.(roghib)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.