ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau Luncurkan Aplikasi SIAP Sekolah

October 23, 2023 by  
Filed under Nusantara

Share this news

SANGGAU – Sebagai upaya mendukung kelancaran tugas penurunan anak putus sekolah di Kabupaten Sanggau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Anak Putus Sekolah (SIAP Sekolah. Launching aplikasi SIAP Ssekolah dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, Kukuh Triyatmakah di Aula Hotel Harvey Sanggau, Senin (13/10/2023) pagi.

Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmakah menyampaikan launching aplikasu SIAP Sekolah merupakan inovasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau yang akan membantu pemerintah daerah mengatasi salah satu tantangan terbesar di bidang pendidikan terutama bagi anak anak putus sekolah.

“Anak anak adalah aset beharga dan masa depan negara kita, dan kewajiban kita adalah bagai mana memastikan bahwa setiap anak mendapatkan akses terbaik ke pendidikan yang layak,” ujar Kukuh Triyatmakah.

Kukuh menyayangkan, saat ini  kenyataan menunjukan masih ada anak anak uang terpaksa putus sekolah karena berbagai alasan. Sngka putus sekolah disebabkan dari ekonomi hingga masalah keluarga.

“Hal ini merupakan tanggung jawab kita semua yang harus kita selesaikan bersama sama,”  katanya.

Kukuh Triyatmakah mengatakan pemerintah daerah memiliki kewajiban memberikan akses yang berkualitas kepada setiap anak untuk terus melanjutkan pendidikanya. Adanya aplikasi SIAP Sekolah diharapkan dapat membantu pemerintah daerah untuk memonitoring dan mengambil langkah tepat bagi anak anak untuk bisa melanjutkan pendidikannya.

Sementara Kepala Dinas Pemdidikam dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Alipius menerangkan Aplikasi Siap sekolah diluncurkan sesuai dengan visi Pemerintah Kabupaten Sanggau, yakni Sanggau maju dan terdepan. Salah  misi yang tergambar dalam 7 brand image Kabupaten Sanggau yakni ‘Sanggau pintar’.

“Secara umum putus sekolah dapat diartikan sebagai kondisi dimana peserta didik keluar dari suatu system pendidikan formal sebelum mereka menamatkan pendidikan sesuai dengan jenjang waktu system persekolahan yang diikuti,” terang Alipius.

Alipius mengatakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupatn Sanhgau saat ini masih menghadapi permasalahan terkait masih rendahnya tingkat Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sanggau, yakni masih pada angka 66,91 dan menduduki peringkat 10 dari 14 Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat.

Menurut Alipius salah satu penyebabnya adalah sektor pendidikan yang diukur melalui angka harapan lamanya anak sekolah di Sanggau tahun 2022 masih di angka 11,65 tahun atau masih di Kelas 2 SMA. Sedangkan rata-rata lama sekolah di tahun 2022 masih pada angka 7,41 tahun atau masih di Kelas 2 SMP.

Oleh sebab itu, dalam penanganan anak putus sekolah tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Dinas Dikbud Kabupaten Sanggau. Nnamun harus melibatkan semua stakeholders terkait dalam membangun kolaborasi dan kerjasama lintas sektoral baik dengan Forkopimda, OPD, lembaga masyarakat dan insan pendidikan lainnya.

“Ini agar bisa lebih efektif dan optimal dalam mengatasi anak putus sekolah,” pungkasnya. (ariya)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.