ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

MUI Kaltim Ingatkan Umat Islam Dispilin Prokes 3M

November 22, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SAMARINDA – Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur mengingatkan agar umat muslim Kalimantan Timur agar tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Muh. Roghib – Komisi Informasi MUI Kaltim kepada vivaborneo.com menyampaikan, sesuai dengan fatwa MUI nomer 14 tahun 2020, dalam menggelar setiap kegiatan keagamaan di wilayah Kaltim harus mengginakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

M Roghib

“Hingga saat ini fatwa MUI nomer 14 Tahun 2020 belum dicabut, sehingga MUI kembali mengimbau dan mengingatkan kembali tentang protokol kesehatan disetiap kegiatan ibadah dan keagamaan lainnya,” katanya di Samarinda, Sabtu (21/11/2020).

Hingga kini angka penyebaran terkonfirmasi virus covid-19 masih tinggi dan cenderung meningkat di Kaltim. Bahkan berdasarkan hasil survei tingkat kepatuhan Protokol Kesehatan (Prokes) 3M masih rendah seperti yang diungkapkan oleh Kepala BNPB Doni Monardo (9/11) lalu di Balikpapan.

Tingkat kepatuhan perilaku 3M di Kaltim di berdasarkan hasil survei nasional hanya di angka 59 persen. Disamping tingkat kepatuhan yang rendah, juga ditemukan sebanyak 14 persen masyarakat yang mengklaim tidak mungkin tertular Covid-19 atau tidak percaya adanya Covid-19.

Lebih lanjut dikatakan Roghib yang juga wakil ketua PWI Kaltim ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya disipilin terhadap Protokol Kesehatan diantaranya adalah ada asumsi zona hijau aman di masyarakat karena di lingkungannya tidak ada yang terpapar covid-19, sehingga mereka kembali bebas seperti sedia kala.

Ada juga umat yang merasa sudah berdoa yang terbaik maka akan dilindungi dan doa nya akan diijabah oleh Alloh SWT.

“Mereka juga merasa sudah bersih dengan berwudhu, mulai mencuci tangan, membasuh wajah hingga membasuh kaki, sehingga bebas tidak mengikuti protokol kesehatan memakai masker,” ujar Roghib yang juga alumnus IAIN Samarinda ini.

Roghib kembali mengingatkan bahwa Fatwa Nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan ibadah dalam wabah COVID-19 bukan melarang ibadah, tapi justru pada kesempatan wabah ini ibadah harus ditingkatkan sebagai bentuk ikhtiar batin.

“Tetapi untuk kontribusi kita menyelamatkan jiwa maka protokol kesehatan yang dijaga secara dispilin bersama-sama, dengan harapan akan meminimalisir penyebaran Covid-19,”tandasnya.(Hel)*


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.