ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Waspada dan Deteksi Dini Faktor Risiko Komorbid

December 4, 2020 by  
Filed under Kesehatan

Share this news

Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima kunjungan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

SAMARINDA. Berdasarkan rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Kamis per 3 Desember 2020 bahwa jumlah terkonfirmasi kembali meningkat mencapai 20.364 kasus, dengan bertambahnya kasus harian sebanyak 313 kasus. Sedangkan meninggal 597 kasus (2.9 persen dari terkonfirmasi).

Tingginya angka kematian pasien Covid-19 ini salah satunya disebabkan oleh faktor komorbid atau penyakit penyerta dan faktor ini menjadi perhatian serius Gubernur Kaltim H Isran Noor.

Perhatian serius ini disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima kunjungan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipimpin dr Cut Putri Arianie, M.H.Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular/P2PTM), didampingi dr Edduwar Idul Riyadi, Sp. KJ (Kasubdit Gangguan Indera dan Fungsional) dan 2 staf Kemenkes, di kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Kamis (3/12/2020).

Isran Noor, menyampaikan dukungan atas program dan penganggaran P2PTM. “Terima kasih sudah memberikan penjelasan secara rinci tentang besarnya pengaruh komorbid terhadap kematian pasien Covid-19. Kita dukung program ini untuk mencegah kasus ini semakin parah,” ujar mantan Bupati Kutim ini.

Gubernur berharap agar deteksi dini faktor risiko PTM ini dilaksanakan di semua tempat sampai ke masyarakat, sehingga bisa cepat diketahui dan pantau agar jumlah kematian Covid-19 karena komorbid PTM dapat dicegah dengan baik.

Secara sederhana komorbid juga dikenal sebagai penyakit penyerta. Komorbid adalah penyakit atau kondisi yang muncul secara bersamaan pada seseorang atau individu.

Secara umum komorbid didominasi penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes millitus, jantung, asma, dan lain-lain. PTM ini dapat memperparah Covid-19 karena merusak fungsi jaringan dan menurunkan sistem imun tubuh.

Hadir mendampingi Gubernur Isran Noor, Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim Andi M. Ishak dan Kasi P2PTM dan Keswa Rochmad Koesbiantoro. (Hel/vivaborneo.com)*


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.