Telkomsel 5G Serentak di Kota Balikpapan, Medan, dan Surakarta

June 4, 2021 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Telkomsel melanjutkan komitmennya untuk membuka dunia penuh peluang dengan meluncurkan 5G di tiga kota lainnya, yaitu Balikpapan, Medan, dan Surakarta. Peluncuran dilakukan secara serentak di GraPARI Telkom Group Medan, Kantor Balai Kota Surakarta, dan GraPARI Balikpapan (3/6/2021).

Dengan demikian, jaringan 5G dari Telkomsel kini sudah tersedia di beberapa titik di wilayah setempat yang cakupannya akan terus diperluas secara bertahap. Langkah ini merupakan bagian dari upaya bertahap yang dilakukan Telkomsel dalam melakukan percepatan pengembangan teknologi jaringan 5G dan menghadirkan berbagai produk, layanan, serta solusi digital yang lebih inovatif dan customer-centric.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam mengatakan, sebagai the first 5G operator in Indonesia, Telkomsel terus melakukan upaya bertahap dan terukur dalam memperluas ketersediaan layanan Telkomsel 5G di Indonesia sehingga kedepannya siapa pun dapat merasakan the best 5G experience dengan dukungan jaringan 5G yang andal. Hadirnya jaringan 5G di tiga kota ini merupakan awal dari upaya berkelanjutan yang dilakukan secara terukur, dengan harapan kedepannya dapat mengakselerasi pengalaman gaya hidup digital masyarakat, serta digitalisasi aktivitas yang dilakukan mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga lintas sektor industri untuk dapat meningkatkan produktivitas yang lebih tinggi, mendorong efisiensi dan menghadirkan inovasi yang lebih banyak.

“Hadirnya Telkomsel 5G ini merupakan simbol komitmen kami untuk memajukan setiap daerah sebagai pondasi ekosistem digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Hendri.

Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah turut berkontribusi dalam membantu Telkomsel mengimplementasi percepatan perluasan jaringan 5G di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan ini, peluang kolaborasi strategis antara Telkomsel sebagai connectivity provider dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sebagai entitas pendukung terdepan.

Dalam peluncuran layanan 5G di Kota Balikpapan, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud, menyampaikan apresiasi terhadap Telkomsel atas hadirnya 5G di Kota Balikpapan sekaligus menjadi kota pertama di Kalimantan yang dapat menikmati layanan 5G. Ini menunjukkan pentingnya posisi Kota Balikpapan dalam peta bisnis di Indonesia karena seringnya menjadi salah satu spot yang diprioritaskan untuk dituju dan sangat strategis bagi perkembangan usaha di tanah air.

“Dengan pemanfaatan broaband dengan teknologi terkini menjadi Langkah maju bagi perkembangan teknologi informasi di Kota Balikpapan, sekaligus mendukung keberadaan Kota Balikpapan sebagai salah satu Smart City di Indonesia,” ungkapRahmad.

Pada fase awal peluncuran ini, layanan Telkomsel 5G di ketiga kota tersebut tersedia di beberapa wilayah yang cakupannya akan terus diperluas secara bertahap. Di Kota Balikpapan, jaringan Telkomsel 5G sudah dapat dinikmati di GraPARI Balikpapan.

Selain itu, masyarakat setempat juga bisa mencoba dan merasakan secara langsung pengalaman menggunakan layanan digital terkini yang didukung dengan jaringan 5G dari Telkomsel di area GraPARI Telkom Group Medan, GraPARI Surakarta, dan GraPARI Balikpapan. Hadir di GraPARI tersebut berbagai demo yang kedepannya dapat dimanfaatkan oleh segmen pelanggan umum dalam mendukung aktivitas keseharian, seperti seperti Cloud Gaming, VR, 5G Roaming, dan 5G FWA (Fixed Wireless Access).

Untuk perangkat yang mendukung layanan Telkomsel 5G adalah perangkat dengan kemampuan teknologi 5G NSA (non-standalone) pada frekuensi 2300 MHz, di antaranya yaitu Oppo Reno5 5G, Huawei Mate 40, Vivo X60 dan Vivo X60 Pro. Telkomsel akan terus memperluas kerjasama dengan berbagai mitra device untuk menghadirkan pilihan yang bervariasi bagi seluruh pelanggan Telkomsel, termasuk dengan Apple dan Samsung.

Pada tahap awal ini, pelanggan perlu melakukan proses penyesuaian di perangkat lunak/software smartphone agar smartphone tersebut dapat terhubung dengan layanan Telkomsel 5G, yang mana prosedurnya akan disediakan oleh masing-masing produsen smartphone.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati layanan Telkomsel 5G, terlebih dahulu harus memastikan beberapa hal berikut:

  1. Menggunakan kartu bertipe uSIM (kartu SIM 4G)
  2. Berada di lokasi yang sudah terlayani jaringan Telkomsel 5G
  3. Menggunakan perangkat smartphone yang telah mendukung jaringan dan layananTelkomsel 5G, serta memastikan fitur 5G sudah aktif pada perangkat tersebut
  4. Memastikan nomor ponselnya telah aktif fitur 5G

Untuk saat ini nomor ponsel sejumlah pelanggan telah diaktifkan fitur 5G secara langsung (bertambah secara bertahap). Pelanggan juga dapat mengunjungi telkomsel.com/5G dan mengisi form registrasi dan memberikan aspirasi sebagai bahan pertimbangan pengembangan jaringan Telkomsel 5G.

 

“Kedepannya, Telkomsel berkomitmen akan terus menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak yang dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan teknologi mutakhir untuk dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Sebagai operator 5G pertama di Indonesia, Telkomsel akan mengoptimalkan kesempatan ini untuk dapat berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa melalui inovasi terdepan,” ucap Hendri.

Informasi lebih lanjut dan untuk memberikan aspirasi serta masukan mengenai layanan Telkomsel 5G dapat diakses melalui telkomsel.com/5G. (*/adv)

Ini Kata Guntur, Terkait Usulan GPS

June 4, 2021 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Peduli Sungai (GPS) Talang Sari melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Samarinda bahas persoalan banjir dan sidementasi drainase yang kerap memicu banjir di kawasan Sidodamai dan sekitarnya.

Sementara kata Guntur selaku anggota Komisi III DPRD Samarinda ditemui saat usai RDP bahwa pihaknya bakal melakukan monitoring lapangan untuk memastikan laporan GPS Talang Sari tersebut.

Guntur

“Kami menyambut baik ada komunitas masyarakat yaitu GPS yang peduli terhadap lingkungan di Samarinda, pada intinya bahwa semua masukan tersebut kami terima”, ujarnya

Dia mengapresiasi Lurah Sidodamai yang mengantarkan warganya untuk melakukan RDP dengan pihak Komisi III DPRD Samarinda, sehingga aspirasi warga dapat tersalurkan dengan baik.

Selain itu, data-data visual yang dimiliki oleh GPS saat mempersentasikan dalam RDP tersebut sangat akurat dan lengkap dengan kondisi lingkungan memprihatinkan. Oleh karena itu, Guntur mangatakan usulan ini direkomendasikan kepada Pemkot jika hal itu sangat dibutuhkan oleh warga Sidodamai serta menuntaskan permasalahan banjir di kawasan tersebut

“Miris juga banyak oknum masyarakat yang membangun usaha di atas trotoar, hal ini sudah melanggar aturan yang ada”, sebut Guntur

Kendati demikian, pihak komisi III DPRD Samarinda setelah melakukan monitoring di lapangan bakal memanggil Dinas PUPR untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai ada beberapa bangunan yang tidak semestinya dibangun melanggar aturan.(Man)

Terima DPRD Paser bersama Dirjen GTK, Hetifah Minta Agar Tenaga Kependidikan Juga Diperhatikan

June 4, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

JAKARTA – Wakil rakyat asal Kalimantan Timur Hetifah Sjaifudian menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Paser ke gedung DPR RI, Kamis (3/6/2021). Rombongan tersebut terdiri dari 15 orang, dan diketiai oleh Fadli Imawan selaku Wakil Ketua DPRD Paser dari fraksi Partai Golkar. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Iwan Syahril selaku Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, para anggota DPRD Paser menyoroti isu-isu pendidikan, terutama terkait perekrutan guru PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan pembangunan infrastruktur sekolah. Dua hal tersebut dianggap sebagai isu yang paling krusial dalam sektor pendidikan di Kabupaten Paser.

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membawahi pendidikan ini mengatakan, prinsip empati, kemanusiaan, dan keberpihakan harus dijunjung tinggi dalam penyelesaian isu guru honorer. “Guru-guru harus diberi semangat dan motivasi agar optimistis dalam mengikuti seleksi PPPK. Kemendikbud juga mengadakan semacam bimbel khusus untuk belajar, agar guru-guru honorer yang ada dapat sukses menjalani tes yang ada”, ujarnya. Hal tersebut diamini oleh Iwan Syahril yang mengatakan hal tersebut dapat dilakukan melalui portal guru belajar.

Iwan menekankan bahwa untuk menunjang pembangunan SDM unggul, sistem rekrutmen guru harus diperbarui. “Pemenuhan kebutuhan guru adalah kunci. Seharusnya saat ada yang pensiun, ada mekanisme yang otomatis menggantikan dengan guru yang kompeten”, paparnya.

Iwan menambahkan bahwa pemda tidak perlu khawatir, karena anggaran PPPK sepenuhnya akan ditanggung pemerintah pusat. “Sudah ada pagu anggaran yang tidak bisa diotak atik dari pusat untuk pengangkatan guru PPPK. Ada surat langsung dari Kemenkeu yang telah disebar ke 548 pemda,” jelas Iwan.

Hetifah berharap, dengan info ini pemda tidak perlu ragu lagi dalam mengajukan formasi. Selain itu, Hetifah juga menekankan agar juga ada mekanisme pengangkatan bagi tenaga kependidikan. “Mereka juga berperan besar di dunia pendidikan, tidak boleh terlupakan,” pungkasnya. (*/bas)

Hetifah Dorong Sinergi Warga Kaltim untuk Promosikan Parekraf Kaltim

June 3, 2021 by  
Filed under Artikel

JAKARTA – Pentingnya sinergi seluruh warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang tinggal di Jakarta dalam mempromosikan pariwisata Kaltim sebagai Ibukota Negara (IKN), melatarbelakangi pelaksanaan bimbingan teknis pariwisata yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bertajuk “Strategi Promosi Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Media Digital” di Hotel Bidakara Jakarta (1/6/2021).

Acara yang diinisiasi oleh Hetifah Sjaifudian, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur ini dihadiri oleh 100 orang warga Kaltim yang tinggal di Jakarta dengan berbagai profesi, diantaranya penggiat ekonomi kreatif, fashion model, content creator, videografer, peneliti, advokat, dan mahasiswa. Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Nia Niscaya (Deputi Bidang Pariwisata), Hetifah Sjaifudian (Wakil Ketua komisi X DPR RI), Sri Wahyuni (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim), Abdul Munif (Kepala Badan Penghubung Prov. Kaltim di Jakarta), dan Heri Margono (Ahli branding).

Dalam sambutannya, Abdul Munif tekankan pentingnya peran warga Kaltim di Jakarta untuk bersinergi bersama mempromosikan pariwisata Kaltim. “Kita harus bersama membuktikan bahwa destinasi pariwisata Kaltim layak jual baik untuk skala nasional maupun internasional” paparnya.

Nia Niscaya turut sampaikan bahwa pariwisata merupakan sektor potensial yang harus dikembangkan, salah satunya melalui optimalisasi promosi di media sosial. “Melalui media digital, kita posting kekayaan pariwisata di Kaltim dengan postingan yang positif. Postingan positif akan mempengaruhi sentimen positif, karena pariwisata ini merupakan bisnis persepsi” ucapnya.

Selanjutnya, Sri Wahyuni paparkan pentingnya digital pariwisata dalam memberikan dukungan bagi wisatawan sebelum, selama, dan setelah aktivitas wisata. “Kalau kita mau tingkatkan pariwisata, maka digital pariwisata nya harus diperkuat. Meskipun baru merencanakan perjalanan wisata, orang sudah mencari rujukan. Diantaranya melalui: aplikasi pemandu wisata, E-commerce pariwisata, informasi online paket wisata, promosi di sosial media, pengalaman multimedia,” jelasnya.

Hetifah Sjaifudian, menyampaikan pentingnya peranan warga Kaltim, dengan segala latar belakang dalam mempromosikan pariwisata Kaltim. “Semua warga Kaltim, mulai dari pelaku Parekraf, pemerintah, mahasiswa, bahkan masyarakat umum, dapat berpartisipasi dalam mempromosikan Parekraf Kaltim. Memulihkan sektor Parekraf hanya bisa tercapai dengan kerjasama semua pihak, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hetifah yang juga berpengalaman sebagai Ketua Panitia Kerja Pemulihan Pariwisata DPR RI ini berikan beberapa contoh sederhana yang dapat dilakukan warga Kaltim yang sedang berada diluar kota. “Sekarang, kita sangat dimudahkan dengan sosial media. Walaupun teman-teman Kaltim kini sedang berada di Jakarta, kita tetap dapat menggunakan sosial media untuk promosi pariwisata Kaltim dengan aktif mengunggah foto-foto liburan di Kaltim atau restories account pariwisata,”tambahnya.

 

Terakhir, Hetifah tegaskan pentingnya konsistensi dalam menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa untuk review penerapan CHSE destinasi wisata di kolom-kolom review E-Commerce agar membantu meningkatkan rasa percaya calon wisatawan lainnya. Selain itu, tidak kalah penting, jadilah contoh wisatawan yang baik yang dapat berwisata dengan menerapkan protokol kesehatan,” tandas Wakil Ketua Umum Golkar tersebut. (*/bas)

AGM Ajak Komitmen Bersama Dalam Penurunan dan Pencegahan Stunting di PPU

June 3, 2021 by  
Filed under Artikel

PENAJAM,- Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud (AGM) membuka secara resmi Rembuk Stunting (Aksi 3) yang dilaksanakan oleh Bapelitbang Kabupaten PPU, Kamis, (3/5) pagi di Aula lantai I Kantor bupati PPU. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Sekda PPU, Muliadi dan sejumlah pimpinan Forkopinda di lingkungan PPU.

Dalam sambutannya AGM mengatakan bahwa seperti diketahui bersama, persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan kabupaten PPU menjadi salah satu kabupaten prioritas, dari 100 kabupaten/kota di Indonesia.

Sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting, telah ditetapkan lima pilar pencegahan stunting, diantaranya Komitmen dan Visi Kepemimpinan, Kampanye Nasional dan Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Koordinasi dan Konsolidasi Program antara Pusat, Daerah dan Desa, Ketahanan pangan dan yang terakhir adalah Pemantauan dan Evaluasi.

Tingkat prevalensi stunting yang masih tinggi tambah dia, perlu segera diatasi bersama. Baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah kelurahan/desa, individu, komunitas, CSR maupun lembaga swasta harus bersinergi dan bersatu dalam upaya penanggulangan stunting.

“Stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terlambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang dibawah rata-rata dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk, “bebernya.

 

.

“ Oleh karenanya dalam rangka pelaksanaan strategi tersebut, maka pada hari ini kita mengadakan rembuk stunting yang ketiga, yang mana setelah pelaksanaan kegiatan ini saya harapkan dapat meningkatkan komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting di kabupaten PPU, “ tambah dia.

Lanjut pria ramah ini bahwa kunci pencegahan dan penanganan kasus stunting adalah di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita dibawah dua tahun, baik melalui intervensi gizi spesifik, maupun intervensi sensitive perlu terus diupayakan.

Terkait hal ini ucapnya, AGM minta agar intervensi ini tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Tetapi juga harus dilaksanakan oleh sektor yang lain. Karena tingkat keberhasilan program tersebut sangat dipengaruhi sektor non kesehatan dengan proporsi dukungan mencapai 70 persen.

Dukungan tersebut diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi dan utamanya pemahaman secara baik, serta kepedulian masing-masing individu maupun masyarakat untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan stunting.

Pandemi Covid-19 yang terjadi hingga saat ini kata AGM, telah dirasakan dampaknya, terutama di bidang kesehatan dan gizi masyarakat. Kondisi ini dapat dilihat dari layanan posyandu balita maupun ibu hamil yang mengalami penurunan, baik karena penghentian penyelenggaraan posyandu maupun faktor ketakutan masyarakat untuk mengunjungi posyandu dan fasilitas kesehatan ibu dan balita.

Dampak tersebut tentunya sangat berpotensi dalam meningkatkan kasus stunting dan berpotensi mengancam target menurunkan angka stunting baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Di sisi lain, masalah gizi tetap harus menjadi prioritas yang tidak boleh di abaikan. Pemerintah daerah tetap memiliki kewajiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat.

“Oleh karenanya, saya minta kepada seluruh Perangkat Daerah bersama stake holder terutama dalam melakukan inovasi-inovasi dalam kondisi pandemi, agar upaya pemenuhan gizi masyarakat, utamanya bagi mereka yang rentan seperti ibu hamil dan anak balita, bisa tetap terpenuhi dengan tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan, “ pinta dia. (*/adv).

« Previous PageNext Page »

  • vb