Mundurnya “Si Terajana”

July 29, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PERRY WARJIYO tentu tak kenal saya secara pribadi. Dia orang hebat. Salah satu “panglima” penjaga moneter negeri ini. Jabatannya adalah Gubernur Bank Indonesia (BI). Dia diangkat sejak 2018, di saat saya menjadi Wali Kota Balikpapan periode kedua 2016-2021.

BI punya hubungan khusus dengan kepala daerah. Ada misi bersama yang diusung. Yaitu menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi. Karena itu dibentuk lembaga yang namanya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Presiden Jokowi bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur BI Perry Warjiyo berfoto bersama peserta Kongres ISEI di Solo.

Di tingkat provinsi, TPID dipimpin seorang gubernur dengan wakilnya dari Kepala Perwakilan BI. Sedang di tingkat kabupaten/kota dipimpin seorang bupati atau wali kota dengan wakilnya dari pejabat Kepala Kantor Perwakilan BI setempat.

Ketika saya jadi Ketua TPID, banyak program yang dilakukan BI dengan Pemkot Balikpapan. Misalnya  Gerakan Menanam Lombok dan Bawang tiap rumah, menyelenggarakan sekolah inflasi dan pemuka agama sampai berbagai rapat koordinasi.

Gerakan ini sangat penting apalagi Balikpapan termasuk sebagai salah satu dari 10 kota termahal di Indonesia.  Menuru  BPS, rata-rata nilai konsumsi atau pengeluaran harian keluarga di Balikpapan mencapai Rp9,87 juta per bulan. Bayangkan jauh di atas gaji atau upah pekerja.

Selain soal inflasi, saya juga satu perahu di kegiatan organisasi dengan Perry Warjiyo. Dia juga Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI). Dia pernah melantik saya sebagai Ketua ISEI Balikpapan dan saya pernah memilih dia sebagai Ketua Umum ISEI yang ketiga kalinya, periode 2024-2027.

Waktu itu Kongres ISEI berlangsung di Solo, September 2024. Presiden Jokowi datang. Teman-teman berebut foto dengan Jokowi. Saya malah foto dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Selain juga dengan Perry Warjiyo.


Sempat berfoto bersama Perry Warjiyo di Kongres ISEI di Solo, September 2024

ISEI adalah organiasi profesional yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis di Indonesia. Terdiri dari 52 cabang dengan anggota dari para sarjana ekonomi sebanyak 13.227 orang.

ISEI didirikan pada tanggal 14 Januari 1955 dengan tujuan utama untuk memajukan bidang ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi, serta meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan para sarjana ekonomi di Indonesia.

Salah seorang mantan Ketua Umum ISEI adalah Prof Sumitro Djojohadikusumo, yang tak lain adalah ayah kandung Presiden Prabowo Subianto. Ada juga Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur BI yang sekarang menjadi penasihat ekonomi Prabowo.

Saya termasuk orang yang sangat takjub dengan profil Perry. Dia orang desa yang sukses. Dia dilahirkan di Sukoharjo, Jateng, 25 Februari 1959. Jadi usianya 67 tahun atau lebih muda setahun dari saya. Sebagian usianya dia habiskan mengabdi di BI. Hampir 40 tahun dia berkiprah di sana.

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) dan Iowa State University ini, sebelumnya menjadi Deputi Gubernur BI. Dia juga pernah menjadi Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional, serta Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI.

Profil orang desanya masih terlihat. Penampilannya sangat sederhana. Tak terlihat gaya mewahnya. Saya lihat beda sekali kalau dia duduk berdampingan dengan Bendahara ISEI, Jahja Setiaatmadja yang sekarang adalah Presiden Komisaris BCA.

Sepatu dan jam tangan yang dikenakan Jahja sangat berkelas, tidak seperti Perry yang kelihatan biasa-biasa saja. Yang menarik, meski memimpin lembaga yang dituntut bekerja keras dan sangat serius, Perry tetap punya semangat humor yang tinggi. Dia suka bercanda termasuk menyanyi. Apalagi suaranya agak bariton.

KOK MENDADAK MUNDUR?

Sampai hari ini orang masih mereka-reka ada apa di balik pengunduran dirinya yang dilakukan Perry Warjiyo mendadak. Surat resminya menyatakan mundur secara sukarela karena alasan pribadi. Itu saja tak ada penjelasan lain.

“Apa ada tekanan?,” tanya wartawan.

“Siapa yang berspekulasi begitu. Pertanyaaan Anda yang membuat spekulasi,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Wajar berbagai pertanyaan miring berseliweran. Sebab, Perry mundur di tengah tekanan nilai rupiah yang memang sangat berat.

Mensesneg mengatakan Presiden Prabowo menerima pengunduran diri Perry disertai ucapan terima kasih. Lalu menunjuk Destry Damayanti, yang sekarang sebagai Deputi Gubernur Senior  BI sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai terpilihnya pejabat definitif.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI pada 18 Mei 2026, Primus Yustisio, anggota Dewan dari Fraksi PAN bersuara keras. Dia mempersilahkan Perry Warjiyo mundur secara gentleman.

“Pak Perry yang saya hormati,  kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman, ini saatnya Bapak mengundurkan diri. Ini bukan penghinaan.  Bapak malah dihormati seperti di Korea dan Jepang, tidak ada salahnya,” kata mantan aktor film tahun 1990-an ini bersuara tegas.

Editorial mediatrust menyebut mundurnya Perry Warjiyo secara mendadak 25 Juli 2026 bukan sekadar urusan pribadi. “Ini merupakan tragedi politik moneter,” tandasnya.

Menurut media ini, Gubernur BI dijadikan kamping hitam atas ambruknya nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.150 per dolar AS. Padahal, akar masalah sebenarnya berasal dari ugal-ugalan pengelolaan fiskal.

Hal yang sama juga dinyatakan Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Media Group. Tulisan Eko mengungkap adanya “paksaan” di mana Perry dipanggil secara “halus” untuk meletakkan jabatan sebagai Gubernur BI.

Pakar ekonomi bergaya eksentrik, Prof Ferry Latuhihin mengungkapkan, mundurnya Perry Warjiyo diduga tidak lepas dari sosok Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Selama Purbaya menjabat Menkeu, tekanan terhadap ekonomi Indonesia semakin tinggi.

“Rumor yang beredar, beliau dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Diduga Purbaya ingin merebut jabatan itu,” kata mantan Chief Economist di Bank International Indonesia (BII) ini memberikan analisis.

Meski mundur dari jabatan Gubernur BI, saya yakin Perry tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PP ISEI. Masa jabatannya masih setahun lagi. Beda dengan saya yang harus melakukan rapat penggantian pengurus ISEI Balikpapan yang habis masa baktinya. Saya sudah didesak oleh Korwil ISEI Timur untuk segera memilih pengurus baru.

Saya tak pernah bisa melupakan Perry Warjiyo. Ada yang menarik dari setiap acara pertemuan besar ISEI. Dia selalu menghibur kita dengan menyanyi lagu dangdut Rhoma Irama yang berjudul “Terajana.” Itu semacam “lagu kebangsaannya.” Meriah sekali. Sampai ada yang memberi tambahan nama untuk mantan Gubernur BI ini. “Kita panggil saja beliau Bapak Perry Warjiyo Terajana,” kata dia tertawa.

Tapi ada juga yang usul agar nama beliau dipanggil “QRIS” Perry Warjiyo. Soalnya teknologi pembayaran dengan QRIS yang luar biasa itu, adalah karya besar dari Perry Warjiyo. Tetap sukses dan sehat Pak Perry.(*)

Keluarga Soroti Dugaan Salah Diagnosis di Puskesmas Lempake

July 29, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Seorang anak di Samarinda harus menjalani operasi usus buntu setelah sebelumnya dua kali mendapat diagnosis maag dan diare saat berobat ke Puskesmas Lempake. Peristiwa tersebut mendorong keluarga pasien mempertanyakan proses pemeriksaan yang dilakukan, khususnya tidak adanya pemeriksaan penunjang ketika kondisi pasien terus memburuk.

Orang tua pasien, Sulung, menjelaskan anaknya pertama kali mengeluhkan sakit perut pada 7 Juli 2026. Sehari kemudian, ia membawa putranya ke Puskesmas Lempake untuk diperiksa. Saat itu, dokter mendiagnosis pasien mengalami maag dan diare serta memberikan obat untuk menjalani perawatan di rumah.

Meski telah mengonsumsi obat, kondisi anaknya tidak menunjukkan perkembangan. Pada 11 Juli, ia kembali mendatangi Puskesmas Lempake karena keluhan nyeri perut masih berlanjut dan kondisi fisik putranya semakin melemah.

Menurutnya, kunjungan kedua tersebut seharusnya menjadi dasar bagi tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun, ia mengaku tidak ada pemeriksaan laboratorium maupun pemeriksaan penunjang lain yang dilakukan, sementara diagnosis yang diberikan tetap sama.

“Saya tidak mempermasalahkan saat pemeriksaan pertama karena mungkin gejalanya belum mengarah ke sana. Tetapi ketika kami datang lagi dengan kondisi anak yang semakin lemas dan tidak membaik, seharusnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bukan hanya memberikan obat yang sama,” ujarnya, Senin (27/7/26).

Ia menilai pemeriksaan tambahan diperlukan untuk memastikan penyebab sakit yang diderita anaknya, sehingga penanganan yang diberikan dapat lebih tepat.

Karena kondisi pasien terus memburuk, keluarga kembali membawa anak tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Lempake hingga akhirnya memperoleh surat rujukan ke rumah sakit.

Pada 13 Juli 2026, pasien menjalani pemeriksaan di RS Dirgahayu Samarinda. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter menyatakan pasien mengalami radang usus buntu yang telah bernanah. Keesokan harinya, pasien langsung menjalani tindakan operasi.

Dirinya mengaku mendapat penjelasan dari dokter di rumah sakit bahwa saat operasi dilakukan, usus buntu anaknya sudah dalam kondisi pecah sehingga penanganan dinilai sudah terlambat.

 

“Dokter menyampaikan saat operasi dilakukan usus buntunya sudah pecah. Padahal sejak awal kami selalu berusaha membawa anak kami berobat setiap kali kondisinya memburuk,” tuturnya.

Ia juga mengatakan tenaga medis di rumah sakit sempat menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpeluang diketahui lebih cepat apabila dilakukan pemeriksaan penunjang ketika keluhan pasien tidak kunjung membaik. Karena itu, ia mempertanyakan alasan tidak dilakukannya pemeriksaan laboratorium saat kunjungan kedua di Puskesmas Lempake.

Selain itu, ia mengaku baru mengetahui bahwa dokter yang menangani putranya merupakan dokter internship setelah mengikuti pertemuan dengan pihak Puskesmas. Dalam pertemuan tersebut, dokter yang menangani pasien disebut tidak hadir dan hanya diwakili oleh dokter pendamping.

“Saya ingin bertemu langsung dengan dokter yang menangani anak saya supaya mendapat penjelasan mengenai keputusan medis yang diambil saat itu. Saya juga berharap pihak terkait mengawal proses pemulihan anak saya sampai benar-benar sembuh,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lempake, Komang Ayu Indah Ardhani, menegaskan pelayanan terhadap pasien telah dilaksanakan sesuai standar operasional yang berlaku di fasilitas kesehatan tersebut.

“Pelayanan yang kami berikan sudah sesuai dengan prosedur. Itu yang dapat kami sampaikan,” ujar Komang, Rabu (29/7/26).

Saat dimintai tanggapan mengenai dugaan adanya kekeliruan dalam penanganan pasien, Komang kembali menegaskan seluruh tindakan telah mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia juga menyatakan pihaknya tidak dapat mengungkapkan rincian kasus karena berkaitan dengan kerahasiaan data medis pasien.

“Maaf, karena ini menyangkut kerahasiaan medis pasien, kami tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Yang bisa kami pastikan, pelayanan sudah dilakukan sesuai prosedur,” pungkasnya. (yud)

PSSI Kubar Gelar Piala Soeratin U 13 & 15

July 29, 2026 by  
Filed under Sepakbola

SENDAWAR – Pagelaran piala Soeratin U 13 dan U 15 Tahun 2026 akan digelar PSSI Kutai Barat (Kubar), Agustus mendatang. Saat ini tercatat tim yang mendaftar di U 13 sebanyak 13 tim, sedangkan U 15 ada 17 tim. Panitia membuka penyerahan berkas daftar pemain (DSP) dan official tim ke PSSI tanggal 29 Juli 2026 hingga 3 Agustus 2026.

Sedangkan usia kelahiran pemain (U 13) ditetapkan 1 Januari 2013 samoai 30 Desember 2014. Sedangkan usia kelahiran pemain (U 15) mulai 1 Januari 2011 hingga 30 Desember 2012.

Ketua PSSI Kubar Teddy Rakhmat menyampaikan, pendaftaran pemain minimal 11 orang dan maksimal 22 pemain. Klub dapat melakukan pendaftaran official sebanyak 7 orang, terdiri dari pelatih kepala, asisten pelatih, pelatih kiper, medis, kitmen. Setiap team menyiapkan 2 set baju jersey, untuk (home & away).

“Semua team wajib memiliki tenaga medis dan pelengkapanya masing-masing saat pertandingan,”ujar Teddy, Rabu (29/7/2026).

Dikatakannya, SSB atau klub wajib menggunakan pelatih berlisensi PSSI nasional. Pelatih hanya boleh melatih di satu team saja. Panitia tidak menerima pendaftaran dan penyerahan berkas setelah tanggal 3 Agustus 2026.

“Untuk peserta wajib klub anggota PSSI Kubar yang sudah disahkan dalam Kongres, dan juga SSB yang sudah terafiasi,”ungkapnya.

Verifikasi berkas pemain dan official tim dilakukan PSSI Kubar pada 4 – 6 Agustus 2026. Sementara teknikal meeting 7 Agustus 2026. Turnamen akan dilakukan pembukaan dan kick off pertandingan 10 Agustus 2026. Format turnamen ini menggunakan sistem setengah kompetisi. (arf)

Angklung Menggema Sambut MAXI Yamaha Day 2026 Jawa Barat, Padukan Touring dan Budaya dalam Satu Perjalanan Menuju Kuningan

July 29, 2026 by  
Filed under Artikel

Kuningan– Setelah sukses berlangsung di Kota Bone, Tawangmangu, Jakarta, Bali, dan Medan, rangkaian MAXI Yamaha Day 2026 kembali menyapa para pengguna skutik premium MAXI Yamaha di Pulau Jawa. Kali ini, event tahunan tersebut digelar di Open Space Gallery, Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu (25/7), dan diikuti oleh lebih dari 800 biker dari berbagai kota di Jawa Barat.

Kuningan dipilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan MAXI Yamaha Day Jawa Barat karena selain memiliki pesona alam yang luar biasa dengan Gunung Ciremai sebagai ikon wisata utamanya, wilayah Priangan Timur juga telah berkembang menjadi salah satu market penting bagi MAXI Yamaha. Pertumbuhan pengguna yang terus meningkat serta tingginya antusiasme komunitas dalam mengikuti berbagai aktivitas berkendara menjadi alasan kuat Yamaha menghadirkan perhelatan ini di kota tersebut.

Mengusung tema “More Than Ride”, MAXI Yamaha Day Jawa Barat tidak hanya menghadirkan aktivitas touring, gathering, dan kontes modifikasi, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari pengalaman berkendara. Melalui opening ceremony, para peserta diajak memainkan alat tradisional angklung secara bersama-sama yang diiringi penampilan Tari Buyung, tarian khas yang biasa dipentaskan dalam rangkaian upacara adat Seren Taun sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan air serta hasil bumi.

Tidak hanya itu, dukunga Yamaha terhadap kelestarian budaya dan dunia pendidikan juga ditunjukan melalui kegiatan CSR, berupa pemberian ratusan alat musik tradisional Angklung ke sepuluh Sekolah (SD dan SMP) di wilayah Kabupaten Kuningan. Kolaborasi budaya dan otomotif ini tentu menciptakan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara para peserta MAXI Yamaha Day Jawa Barat.

“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Antusiasme komunitas dan para pengguna di wilayah ini juga sangat tinggi dalam mengikuti berbagai aktivitas yang kami selenggarakan. Karena itu, penyelenggaraan MAXI Yamaha Day di Kuningan menjadi bentuk apresiasi Yamaha kepada seluruh konsumen di Priangan Timur. Di sisi lain, karakter skutik premium MAXI Yamaha yang uspens dengan aktivitas touring dan eksplorasi juga sangat selaras dengan keindahan alam yang dimiliki Kuningan. Kami berharap pengalaman baru ini mampu memberikan kesan yang berbeda, lebih berkesan, dan menyenangkan bagi seluruh peserta,” ungkap Fitri Agustadhi, Chief Yamaha Area Jawa Barat.

Pelaksanaan MAXI Yamaha Day Jawa Barat juga mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kehadiran ratusan biker dari berbagai daerah dinilai tidak hanya menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antar komunitas sepeda motor di Jawa Barat, tetapi juga turut memperkenalkan berbagai destinasi wisata unggulan Kuningan kepada masyarakat luas. Dampak positif tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan komunitas MAXI Yamaha Jawa Barat di Kabupaten Kuningan. Kami mengapresiasi Yamaha Jawa Barat yang telah mempercayakan Kuningan sebagai tuan rumah MAXI Yamaha Day 2026. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya semakin mempererat tali silaturahmi antar komunitas, tetapi juga mampu mendukung promosi pariwisata serta menggerakkan perekonomian daerah. Semoga melalui event ini, Kabupaten Kuningan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat,” ujar Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan.

Touring Ke Priangan Timur
Seperti penyelenggaraan di kota-kota sebelumnya, MAXI Yamaha Day Jawa Barat juga diawali dengan kegiatan touring yang diberangkatkan dari tiga titik keberangkatan, yaitu Bandung, Majalengka, dan Kuningan. Bandung menjadi titik kumpul terbesar dengan jumlah peserta mencapai sekitar 400 motor yang terdiri dari pengguna LEXi, AEROX, NMAX, XMAX, hingga TMAX lintas generasi.

Tidak hanya komunitas, awak media nasional dan regional juga turut meramaikan jalannya MAXI Yamaha Day Jawa Barat tahun ini. Mereka ikut melakukan touring eksplorasi dari Bandung menuju Kuningan menggunakan jajaran skutik premium MAXI Yamaha untuk merasakan langsung pengalaman berkendara di jalur khas Priangan Timur.

Perjalanan touring sejauh lebih dari 300 kilometer tersebut berhasil menguak pesona alam Priangan Timur. Para peserta diajak menikmati panorama Waduk Darma, kawasan Linggarjati yang berada di kaki Gunung Ciremai, hingga hamparan Terasering Panyaweuyan yang terkenal dengan lanskap perbukitannya yang eksotis.

Karakter jalur Priangan Timur yang didominasi dataran tinggi dengan tanjakan, turunan, dan tikungan berkelok menjadi lintasan ideal untuk menguji performa line up skutik premium MAXI Yamaha. Berbekal teknologi YECVT (Yamaha Electric Continuously Variable Transmission) yang terdapat pada model NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO”, pengendara dapat memanfaatkan T-Mode untuk karakter berkendara yang lebih halus maupun S-Mode yang menghadirkan akselerasi lebih uspense e ketika menaklukkan tanjakan dan keluar dari tikungan. Fitur Y-Shift pun memberikan dorongan tenaga instan saat dibutuhkan, sementara karakter uspense yang kokoh dan rigid serta handling yang stabil membuat skutik-skutik MAXI Yamaha tetap lincah bermanuver di jalur berkelok seperti Terasering Panyaweuyan, sekaligus menjaga kenyamanan sepanjang perjalanan.

Rangkaian keseruan MAXI Yamaha Day 2026 masih akan terus berlangsung. Selanjutnya, event tahunan kebanggaan para pengguna skutik premium MAXI Yamaha tersebut akan menyambangi wilayah Sumatera Selatan pada awal bulan Agustus mendatang. Yamaha pun kembali mengajak para pengguna MAXI untuk menikmati pengalaman berkendara yang tidak hanya sekadar touring, tetapi juga menjadi wadah mempererat solidaritas, mengeksplorasi keindahan destinasi lokal, serta menciptakan pengalaman yang semakin berkesan bersama keluarga besar MAXI Yamaha. (*)

Jurusan Administrasi Bisnis Polnes Bekali Siswa SMA Negeri 6 Samarinda Keterampilan Public Speaking

July 29, 2026 by  
Filed under Pendidikan

Vivaborneo.com, Samarinda — Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan “Elevasi Public Speaking: Pelatihan Komunikasi Fokus Verbal, Vocal, dan Visual” bagi siswa kelas X SMA Negeri 6 Samarinda pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang efektif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian Jurusan Administrasi Bisnis Polnes yang terdiri atas Rika Ismayanti, S.Kom., M.Kom. selaku ketua, bersama Johan Lucas Away, SE., MM. dan Della Olivia Caterina Kalangit, S.S.T., MBA. sebagai anggota tim. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis sebagai pendamping selama sesi praktik.

Pelatihan menghadirkan Christie Stephanie Piar, S.IP., M.M. sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai teknik komunikasi verbal, vocal, dan visual.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara menyampaikan pesan secara efektif, mengatur intonasi dan artikulasi, memanfaatkan bahasa tubuh, serta membangun rasa percaya diri saat berbicara di depan audiens. Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti praktik dan simulasi public speaking untuk mengasah kemampuan komunikasi mereka secara langsung.

Ketua tim pengabdian, Rika Ismayanti, S.Kom., M.Kom., mengatakan kemampuan public speaking merupakan salah satu soft skill yang penting dimiliki pelajar.

“Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu menyampaikan ide secara lebih terstruktur, percaya diri, dan komunikatif dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan SMA Negeri 6 Samarinda, Hamrin Karim, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat karena memadukan penyampaian materi dengan praktik secara langsung.

“Sehingga diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi yang akan berguna baik di lingkungan sekolah maupun di Masyarakat pada masa mendatang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan soft skill generasi muda sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.(vb/yul/adv)

Next Page »

  • vb