Semesta Academy Berbagi Inspirasi Kepemimpinan

July 3, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Semesta Academy kembali dipercaya menjadi mitra pengembangan sumber daya manusia. Kali ini, lembaga pelatihan dan pengembangan diri tersebut diundang sebagai narasumber dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Semester Pertama Tahun 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman, yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur Samarinda.

Pada kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan fakultas tersebut, Semesta Academy menugaskan Master Trainer Endro S. Efendi, untuk menyampaikan materi bertajuk “Peningkatan Motivasi Kerja Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan Koordinator Program Studi S1, S2, S3, serta Profesi.”

Sesi motivasi yang digelar pada Selasa (30/6/2026) itu dihadiri Dekan, Wakil Dekan, Ketua Senat, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, hingga para koordinator program studi di lingkungan FKIP Universitas Mulawarman.

Dalam pemaparannya, Endro menekankan kepemimpinan di lingkungan perguruan tinggi memerlukan kemampuan membangun motivasi diri, komunikasi yang efektif, serta budaya kerja kolaboratif agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.

“Seorang pemimpin bukan hanya bertugas mengelola pekerjaan, tetapi juga membangun semangat, menciptakan kepercayaan, dan menginspirasi tim untuk terus berkembang. Ketika motivasi tumbuh dari dalam diri, maka kinerja organisasi juga akan meningkat,” ujarnya.

Selain menyampaikan materi, sesi pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi, refleksi, dan berbagai pendekatan yang mendorong peserta melihat tantangan organisasi dari perspektif yang lebih luas.

Salah seorang peserta, Mustamiroh, salah satu Koordinator Prodi, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini luar biasa menurut saya karena bisa mengetahui dan memotivasi diri untuk bisa melihat segala masalah dan situasi yang tidak sesuai dengan harapan itu bisa dilihat dari banyak sudut pandang dan fokus ke mencari solusinya,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Widya Indriati yang merupakan Sekretaris Dekan. Menurutnya, “Pelatihan yang disampaikan oleh pemateri dari Semesta Academy relevan dengan kebutuhan peserta, disampaikan secara jelas, sistematis, dan mudah dipahami. Pemateri juga interaktif serta mampu menciptakan suasana sharing yang menarik, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan dengan antusias,” katanya.

Di akhir acara, Sudarman, selaku Ketua Senat FKIP Universitas Mulawarman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Semesta Academy yang telah memfasilitasi sesi pengembangan diri yang luar biasa ini. Tema ‘Bekerja dengan Hati’ yang diangkat bukanlah sekadar slogan, melainkan fondasi utama bagi semua yang berkecimpung di dunia pendidikan.

“Paparan yang disampaikan sangat menyentuh substansi terdalam dari tugas sebagai pendidik dan pelayan publik. Bekerja dengan hati adalah bentuk integritas tertinggi, mengubah rutinitas menjadi pengabdian, dan mengubah kewajiban menjadi sebuah panggilan jiwa. Sangat terkesan dengan cara materi ini dikemas secara aplikatif, yang tentunya akan menjadi stimulus positif bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan di lingkungan FKIP untuk bekerja lebih ikhlas, kreatif, dan berorientasi pada kemajuan mahasiswa.” tambahnya.

Rapat Tinjauan Manajemen FKIP Universitas Mulawarman merupakan agenda evaluasi rutin yang membahas capaian kinerja semester pertama sekaligus merumuskan strategi pencapaian target fakultas pada tahun 2026. Selain sesi motivasi, kegiatan juga diisi dengan paparan perkembangan bidang akademik, kemahasiswaan, kerja sama, keuangan, hingga evaluasi dan rencana tindak lanjut peningkatan kinerja fakultas.

Kepercayaan yang diberikan FKIP Universitas Mulawarman menjadi bukti semakin luasnya kolaborasi Semesta Academy dengan berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan dalam mendukung pengembangan kepemimpinan, komunikasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur. (esf)

Komisi III DPRD Samarinda Dorong Pembangunan Pintu Air Selili untuk Atasi Banjir Rob

July 3, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Romadhony Putra Pratama

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda mendorong percepatan pembangunan pintu air di kawasan Selili sebagai salah satu solusi untuk mengatasi banjir rob yang kerap melanda wilayah Samarinda Ilir hingga berdampak ke kawasan Samarinda Kota.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan penanganan banjir di daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Samarinda Ilir dan Samarinda Kota harus menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, banjir rob yang terjadi saat air Sungai Mahakam pasang, terutama pada periode bulan purnama, masih menjadi persoalan yang berulang setiap tahun.

“Persoalan banjir di Samarinda Ilir dan Samarinda Kota memang harus segera ditangani. Ketika terjadi air pasang saat bulan purnama, banjir rob hampir selalu terjadi,” ujarnya, Jumat (3/7/26).

Romadhony menjelaskan, salah satu langkah yang dinilai efektif mengurangi dampak banjir rob adalah pembangunan pintu air di kawasan hilir Sungai Karang Mumus, tepatnya di wilayah Selili. Program tersebut, kata dia, juga telah masuk dalam rencana Pemerintah Kota Samarinda dan saat ini terus didorong agar segera direalisasikan.

“Salah satu solusi penanganan banjir rob adalah pembangunan pintu air. Itu juga sudah dicanangkan oleh Wali Kota Samarinda. Kami di DPRD terus mendorong agar pintu air tersebut bisa segera dibangun di daerah Selili, di ujung Sungai Karang Mumus,” katanya.

Menurutnya, seluruh anggota DPRD dari Dapil I memiliki komitmen yang sama agar mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir tersebut. Ia menilai keberadaan pintu air akan menjadi langkah strategis untuk meminimalkan masuknya air pasang ke Sungai Karang Mumus yang selama ini menyebabkan genangan di sejumlah kawasan.

Ia menambahkan, meski titik awal banjir rob berada di kawasan Samarinda Ilir, dampaknya meluas hingga ke wilayah Samarinda Kota yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi di ibu kota Kalimantan Timur.

“Air pasang masuk dari kawasan hilir Sungai Karang Mumus di Samarinda Ilir, tetapi dampaknya sampai ke Samarinda Kota. Padahal kawasan itu merupakan salah satu pusat perekonomian, ada pusat perbelanjaan, hotel, dan berbagai aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Dirinya mengingatkan, apabila persoalan banjir rob tidak segera ditangani, maka dampaknya tidak hanya dirasakan warga setempat, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, investasi, hingga kenyamanan masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Kota Samarinda.

Karena itu, pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan pintu air sebagai salah satu proyek pengendalian banjir. Namun, ia menilai realisasi pembangunan tersebut memerlukan koordinasi yang kuat antara DPRD dan Pemerintah Kota Samarinda, termasuk terkait skema pembiayaannya.

“Pada prinsipnya kami mendukung pembangunan pintu air tersebut. Tinggal bagaimana nanti koordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda, apakah pembiayaannya melalui APBD Kota Samarinda atau juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (yud/adv)

Teras Samarinda Tahap ll dan lll Belum Bisa Dinikmati Warga

July 3, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, menilai pembangunan infrastruktur Teras Samarinda tahap II dan III pada dasarnya telah rampung. Namun, fasilitas tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena pembangunan jembatan penghubung di atas Sungai Karang Mumus belum terealisasi.

Menurutnya, berdasarkan hasil peninjauan, sebagian besar pekerjaan fisik telah selesai. Kendati demikian, belum tersambungnya jalur penghubung antarkawasan membuat Teras Samarinda belum layak dibuka untuk masyarakat.

“Hasil sidak kami menunjukkan bahwa secara infrastruktur pembangunan Teras Samarinda tahap II dan III sebenarnya sudah siap. Hanya saja masih ada jembatan penghubung yang melintasi sungai dan hingga kini belum dibangun,” ujarnya, Jumat (3/7/26).

Romadhony menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses yang menghubungkan kawasan Teras Samarinda di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan kawasan Pasar Pagi hingga area lanjutan di sekitarnya.

Tanpa adanya jembatan penghubung, menurutnya, masyarakat akan kesulitan mengakses seluruh kawasan secara menyeluruh.

“Kalau dibuka sekarang tentu kurang efektif. Masyarakat yang berjalan dari kawasan depan Kantor Gubernur menuju Pasar Pagi tidak memiliki akses penghubung. Ini justru akan membingungkan pengunjung,” katanya.

Ia menduga belum dibangunnya jembatan tersebut berkaitan dengan belum tersedianya anggaran. Karena itu, Romadhony menilai keputusan untuk belum membuka Teras Samarinda kepada publik merupakan langkah yang tepat hingga seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun.

“Lebih baik sementara belum dibuka sampai jembatan penghubung itu selesai. Dengan begitu, ketika diresmikan nanti masyarakat bisa langsung menikmati seluruh fasilitas secara utuh,” tuturnya.

Politisi partai PDIP tersebut menambahkan, penyelesaian seluruh infrastruktur menjadi faktor penting agar fungsi Teras Samarinda sebagai ruang publik dan kawasan wisata tepian sungai dapat berjalan maksimal.

Menurutnya, keberadaan akses yang terintegrasi tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mendukung efektivitas pemanfaatan kawasan yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

“Kami berharap pembangunan jembatan penghubung dapat segera direalisasikan sehingga Teras Samarinda tahap II dan III bisa difungsikan secara maksimal. Tujuannya agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dan kenyamanan saat memanfaatkan kawasan tersebut,” pungkasnya. (yud/adv)

Jual Pentol dan Cireng Hasilkan Rp2 Juta Per Hari

July 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Usaha dengan dibarengi ketekunan dan keuletan akan mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan. Hari Setiawan, sukses mengembangkan usaha jualan pentol dan cireng goreng di Samarinda.

Pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur ini merantau ke Kota Samarinda akhir tahun 2022. Sejak menginjakkan kaki di Samarinda, Kalimantan Timur, ia sudah bertekad membangun usahanya sendiri. Ia membuka lapak setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 sore.

“Sehari saya menghabiskan sekitar 14 kilogram adonan pentol dan cireng,” kata pria berusia 25 tahun ini.

“Pembeli tidak hanya membeli yang sudah digoreng, banyak juga yang ingin membeli adonan mentahnya,” tambahnya.

Heri mengaku mendapatkan penghasilan kotor lebih dari Rp2 juta setiap harinya. “Kotornya bisa dua jutaan lebih,” katanya sambil tersenyum.

Sejak akhir 2022 hingga 2026, Heri berjualan di atas sepeda motor dan mangkal di tepi Jalan Urip Sumoharjo, persis di samping SDN 005 Samarinda Ilir. Usahanya itu telah memberinya hasil yang nyata.

“Saya sudah memiliki tabungan untuk masa depan dan juga membeli sebidang sawah di kampung halaman sebagai persiapan hari tua. Di kampung, kami percaya jika memiliki sawah untuk ditanami padi, maka hari tua tidak akan kekurangan,” jelasnya.

Heri tidak ragu membuka kunci keberhasilannya sehingga pembeli terus berdatangan, bahkan ada yang datang dari luar Samarinda. Ia mengutamakan menjaga kualitas bahan adonan. Meskipun dagangan laris dan pelanggan terus bertambah, jangan sembarangan menaikkan harga.

“Selain itu, harus tekun bekerja dan tidak merasa malu meskipun hanya berjualan di pinggir jalan,” pungkasnya. (Misman)

Tokoh Agama Kutai Barat Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kedamaian

July 3, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

‎‎KUTAI BARAT – Tokoh Agama Kristen Kutai Barat, Pdt. Yohanes Traksin, mengajak seluruh masyarakat menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat semangat toleransi antar umat beragama menjelang kegiatan keagamaan yang menghadirkan penceramah Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat.

Yohanes menegaskan tidak perlu ada aksi penolakan terhadap pihak mana pun. Menurutnya, masyarakat perlu menunjukkan sikap saling menghormati dan menjadi tuan rumah yang baik bagi setiap tamu yang datang.

‎“Tidak perlu ada aksi penolakan terhadap siapa pun. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah tuan rumah yang baik. Jangan menabur benih kebencian kepada kelompok mana pun agar kita tidak menuai buah yang sama di kemudian hari,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

‎‎‎Ia menilai upaya menjaga kerukunan lebih penting dibanding melakukan tindakan yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat. Karena itu, Yohanes mengajak seluruh elemen masyarakat mengedepankan kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat persaudaraan.

‎‎“Lebih baik kita mengadakan gerakan doa bersama lintas agama daripada melakukan hal-hal yang justru dapat menciptakan kondisi yang tidak kondusif di Kutai Barat,” katanya.

‎‎Selain menyampaikan imbauan kepada masyarakat, Yohanes juga meminta panitia pelaksana kegiatan bertanggung jawab memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan tidak menyinggung kelompok tertentu.

‎‎Ia berharap materi ceramah yang disampaikan tetap menjaga semangat persaudaraan serta menghormati keberagaman yang ada di Kutai Barat.

‎‎“Saran saya kepada panitia pelaksana agar memastikan ceramah yang disampaikan nanti tidak menyinggung pemeluk agama lain maupun kelompok tertentu. Mohon panitia berkomitmen penuh untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

‎‎Terkait aspek keamanan, Yohanes juga meminta aparat TNI dan Polri terus bersinergi dalam mengantisipasi potensi gangguan ketertiban dan menjaga situasi tetap aman selama kegiatan berlangsung.

‎‎“Kepada TNI dan Polri, saya harapkan dapat menjaga kondusivitas daerah. Segala potensi kerawanan hendaknya diantisipasi sejak dini. Dengan demikian, nilai-nilai toleransi antarumat beragama di daerah kita tetap terjaga dengan baik dan harmonis,” tutupnya.*

Next Page »

  • vb