Kualitas Kafilah Kaltim Diminta Semakin Baik

June 3, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni meminta kualitas kafilah daerah ini harus semakin baik menjelang Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Jawa Tengah yang diselenggarakan 2-5 Juni 2026 mendatang

“Kalau bisa tidak hanya mempertahankan, tapi harus terus meningkat hingga pelaksanaan dan berprestasi di Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN)  mendatang,” kata Sri Wahyuni saat membuka Training Center Peserta Kafilah Kaltim untuk MTQN XXXI Jawa Tengah di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, perjuangan hingga saat ini dengan menyisihkan calon peserta lainnya sudah sangat luar biasa. Karenanya sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik untuk terus meningkatkan kualitas.

“Bagi saya tidak hadir sekali saja membersamai pelaksanaan TC sudah merasa tertinggal. Pun demikian yang kemarin tersisih. Tentu mereka berharap bisa terus membersamai hingga akhir tahapan TC. Maka yang ada disini manfaatkan waktu dengan baik,” timpalannya.

Dia mengemukakan, perjuangan tidak ada yang enak. Harus melewati hal tidak mengenakan.

Dengan begitu perjuangan menjadikan kita menghargai banyak hal. Utamanya waktu yang tidak mungkin kembali. Jangan lengah harus siap dan lebih siap,”katanya.

Sri Wahyuni berpesan agar calon peserta yang mengikuti TC tidak berjuang sebatas sampai mengikuti MTQN. Kedepan jika sudah berhasil juara harus terus berjuang memperdalam ilmu yang digeluti. LPTQ, sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Al Azhar untuk memberi kesempatan para juara nasional untuk memperdalam ilmunya.

Senada dengan itu Wakil Ketua II LPTQ Provinsi Kalimantan Timur Dasmiah mengajak calon peserta untuk berlatih maksimal.

“Tinggal sedikit waktu mempersiapkan diri menjadi peserta terbaik di MTQN. Tapi kita memberikan kepercayaan penuh, karena dengan latihan rutin bisa berikan yang terbaik,” yakinnya. (AM)

Wujud Kepedulian, Gubernur Kaltim Serahkan Sapi Kurban ke PWI Kaltim

May 28, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Bentuk kepedulian terhadap insan pers kembali ditunjukkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Melalui utusan khususnya, Gubernur menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban kepada Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kaltim, Kamis (28/5/2026).

​Penyerahan hewan kurban tersebut dilakukan Ari Wibowo selaku perwakilan Gubernur, dan diterima Wiwid Marhaendra dan Bayu Surya Gandamana, pengurus PWI Kaltim, di Sekretariat PWI Kaltim, Jalan Biola No. 8, Samarinda.

​Ari Wibowo mengungkapkan, bantuan hewan kurban ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian mendalam dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud terhadap dedikasi para jurnalis di Benua Etam.

​”Bantuan satu ekor sapi kurban ini adalah bentuk perhatian beliau atas kerja-kerja jurnalistik dalam mendukung program pembangunan di Kaltim,” ujar Ari usai menyerahkan hewan kurban.

​​Atas nama keluarga besar PWI Kaltim, Wiwid Marhaendra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh orang nomor satu di Kaltim tersebut.

​Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi kebersamaan para anggota PWI Kaltim di momen hari raya.

​”Kami atas nama PWI Kaltim mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan kurban dari Gubernur,” kata Wiwid.

​Ia menambahkan, pihak panitia akan bergerak cepat untuk memproses hewan kurban tersebut agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota yang berhak.

​​”Kami akan segera melakukan pemotongan hewan kurban pada pukul 11.00 WITA siang ini, dan dagingnya akan langsung kami bagikan kepada anggota PWI Kaltim yang berhak menerima,” pungkasnya. (rd)

Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Angkat Potensi Bioprospeksi untuk Pembangunan Berkelanjutan

May 22, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com — Belantara Foundation bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi FMIPA dan Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pakuan menyelenggarakan kegiatan Belantara Learning Series Episode 15 (BLS Eps.15) dengan tema “Bioprospeksi untuk Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia: Menjembatani Konservasi, Inovasi dan Keadilan Manfaat”.

Acara yang berlangsung pada ada Rabu, 20 Mei 2026, BLS Eps.15 secara luring dipusatkan di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Bogor, sedangkan daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube Belantara Foundation. Sebanyak 968 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut.

Kegiatan ini juga didukung oleh Teras Mitra, Perkumpulan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) serta menggandeng tujuh perguruan tinggi lainnya sebagai kolaborator yang mengadakan acara “Nonton dan Belajar Bareng” BLS Eps.15 bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing universitas.

Tujuh universitas tersebut yaitu Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Makassar, Universitas Antakusuma, Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Kuningan.

Kegiatan BLS Eps.15 secara khusus dilaksanakan dalam menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang jatuh pada 22 Mei setiap tahunnya. Tema yang diusung adalah “Acting Locally for Global Impact” atau Bertindak di Tingkat Lokal untuk Dampak Global”, menyoroti pentingnya partisipasi aktif multi pihak dalam menghentikan dan membalikkan laju hilangnya keanekaragaman hayati serta memanfaatkan keanekaragaman hayati secara lestari dan berkelanjutan. Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati tersebut melalui bioprospeksi.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, dalam sambutannya menegaskan bioprospeksi harus dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keadilan bagi masyarakat lokal.

“Bioprospeksi tidak hanya berbicara tentang eksplorasi potensi ekonomi dari kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga tentang bagaimana memastikan masyarakat lokal sebagai penjaga utama hutan dan ekosistem memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan,” ujar Dolly.

Dolly, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Pakuan, menambahkan Belantara Foundation secara konsisten mendorong penguatan pemahaman dan implementasi praktik bioprospeksi yang berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai program edukasi, penelitian, dan konservasi, Belantara Foundation mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari akademisi, pemerintah, sektor swasta, hingga generasi muda—untuk bersinergi dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati secara bijak dan bertanggung jawab.

“Transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta riset berbasis ilmu pengetahuan yang komprehensif. Belantara Foundation meyakini bahwa perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam. Sudah saatnya kekayaan biodiversitas Indonesia menjadi lokomotif bioekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutup Dolly.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab melalui pendekatan yang terintegrasi dari konservasi hingga hilirisasi.

Menurutnya, transformasi dari sekadar bioresources (sumber daya hayati) menuju bioeconomy (ekonomi berbasis hayati) memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat lokal dan adat, serta media sebagai bagian dari pendekatan pentahelix.

“Pengembangan bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, tetapi juga transformasi sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat. Karena itu, pengembangan bioprospeksi harus dilakukan secara terintegrasi,” jelas Deputi Teguh.

Lebih lanjut, Deputi Teguh menyampaikan pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bioprospeksi sektoral melalui inisiatif seperti Peta Jalan Blue Economy Indonesia 2025–2045, Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045, dan penguatan industri bioteknologi berbasis sumber daya hayati.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dalam paparannya menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan bioprospeksi untuk mendukung bioekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui riset-riset berbasis biodiversitas lokal yang menghasilkan inovasi aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat serta dunia industri.

Sementara itu, pada waktu yang sama, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS., menjelaskan bioprospeksi adalah penelusuran, klasifikasi, dan investigasi secara sistematik produk yang berguna seperti senyawa kimia baru, bahan aktif, gen, protein, serta informasi genetik lain untuk tujuan komersil dengan nilai ekonomi aktual dan potensial yang ditemukan dalam keragaman hayati.

“Melalui komersialisasi bioprospeksi diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan, karena kegiatannya dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Dari sistem royalti yang dihasilkannya, bioprospeksi dapat menjadi dukungan finansial bagi kegiatan perlindungan dan pelestarian hutan, termasuk perlindungan masyarakat hukum adat,”, ujar Prof. Hadi S. Alikodra.

Dalam opening speech-nya, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap bahwa seminar/webinar nasional yang dikemas melalui BLS Eps.15 ini dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan baru, tentang bioprospeksi untuk bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam bioprospeksi di Indonesia secara berturut-turut yaitu Ketua LPPM Universitas Pakuan, Dr. apt., Lusi Agus Setiani, M.Farm.; Heads Corporate Advance Research and Evaluation Centre Martha Tilaar Group, Maily, S.Si., M.Biomed.; dan  Marketing Manager PT. Alam Siak Lestari, Fahmi Afdhi Zaky,  Acara BLS Eps.15 ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Majalah Trubus (2020-2023), Sardi Duryatmo.(vb/yul)

 

 

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun

May 20, 2026 by  
Filed under Berita

BONTANG — Indonesia mencatat tonggak baru transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun. Di saat yang sama, pemerintah juga berhasil menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menambah volume pupuk untuk petani nasional, menandai penguatan sektor pupuk dari hulu hingga hilir.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026). Pelepasan tersebut menjadi tonggak baru penguatan kerja sama sektor pupuk melalui skema government-to-government (G2G) antara Indonesia dan Australia.

Mentan Amran menjelaskan ekspor perdana yang dilepas hari ini mencapai 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Ekspor tersebut merupakan tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250.000 ton dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500.000 ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,” ujarnya.

Di saat yang sama, Mentan Amran mengatakan pemerintah juga mencatat kemajuan besar di sektor pupuk dalam negeri melalui kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN. Kebijakan tersebut juga disertai penambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700 ribu ton untuk memperluas akses petani.

“Disaat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Pupuk subsidi untuk petani Indonesia. Kemudian volume pupuk bertambah. Inilah kebahagiaan 160 juta petani Indonesia dan 115 juta petani padi,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan membuka peluang pasar baru di berbagai negara.

“Kami sekali lagi atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Indonesia atas kerja kerasnya dan capaiannya,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sejumlah negara lain juga mulai menunjukkan minat terhadap pupuk Indonesia.

“Selain itu Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500.000 ton dan beberapa negara lain juga berminat yaitu Filipina, Brazil, Bangladesh dan ada beberapa negara lagi. Tadi kami menerima laporan negara yang berminat pupuk urea dari Indonesia. Ini yang kita syukuri dan banggakan,” ungkapnya.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Australia.

“Atas nama Pemerintah Australia saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada Mentan Amran. Australia menghargai hubungan dengan Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan persahabatan dan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia, bukan hanya dengan PT Pupuk Indonesia,” ujar Gita Kamath.

Ia menambahkan kerja sama tersebut juga memiliki manfaat langsung terhadap penguatan ketahanan pangan kedua negara.

“Australia juga bangga dapat mendukung ketahanan pangan dan nilai tambah di Indonesia. Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan. Ini contoh nyata kerja sama Indonesia dan Australia yang menghasilkan manfaat bersama,” katanya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Mentan Amran, tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi tata kelola pupuk nasional dari hulu hingga hilir.

Pada awal pemerintahan, Presiden Prabowo mengambil langkah besar dengan mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4,55 juta ton menjadi 9,55 juta ton guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Kebijakan tersebut memperluas jangkauan penerima manfaat hingga sekitar 160 juta orang yang terkait langsung dengan sektor pertanian.

Pemerintah juga melakukan deregulasi total 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk. Sistem penyaluran dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung Kementan–PIHC–Gapoktan/Koperasi–Petani agar pupuk lebih cepat diterima petani.

Selain itu, pemerintah melakukan reformasi mekanisme subsidi pupuk nasional dengan menghapus berbagai komponen inefisiensi seperti keuntungan bahan baku, beban bunga bank, dan PPN berganda. Reformasi tersebut diproyeksikan mampu menghemat hingga Rp14 triliun sekaligus menurunkan biaya produksi pupuk nasional.

Selain pembenahan tata kelola, pemerintah mendorong revitalisasi besar-besaran industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun, melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang.

 

Modernisasi dilakukan melalui penggantian pabrik lama yang boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien. Efisiensi biaya produksi pupuk baru tercatat mencapai 26 persen lebih rendah dibanding pabrik lama.

Melalui reformasi skema subsidi dan revitalisasi industri, pemerintah memproyeksikan penghematan subsidi pupuk hingga Rp112 triliun sampai tahun 2035 sekaligus menekan potensi pemborosan Rp14,4 triliun per tahun.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, mengurangi impor, serta membangun kemandirian industri pupuk nasional.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegas Mentan Amran. (*)

Waspada Karhutla, PT BIM-PPS Gelar Simulasi di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

May 18, 2026 by  
Filed under Berita

Paser – Ancaman kekeringan panjang akibat fenomena “Godzilla El Nino” mulai meningkatkan kewaspadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Paser Belengkong, Kalimantan Timur. Kondisi cuaca ekstrem yang diperkirakan menurunkan curah hujan dan meningkatkan suhu dinilai dapat memperbesar potensi munculnya titik api di wilayah operasional perkebunan.

Mengantisipasi kondisi tersebut, PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) berkolaborasi dengan TNI-Polri serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) menggelar apel siaga dan simulasi penanganan karhutla di lapangan futsal PT BIM-PPS, Selasa (12/5/2026).

Manajemen PT BIM-PPS Joko Widodo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan lintas pihak dalam menghadapi risiko kebakaran yang meningkat saat musim kemarau.

“Apel dan simulasi ini untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah operasional,” ujarnya.

Kegiatan tidak berhenti pada apel. Personel gabungan langsung melakukan pengecekan peralatan pemadaman, kesiapan tim, serta simulasi pemadaman kebakaran di lapangan. Fire brigade perusahaan, TNI-Polri, dan KTPA dilibatkan dalam skenario penanganan titik api secara cepat dan terkoordinasi.

Usai simulasi, dilakukan juga pengecekan Posko Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT BIM-PPS untuk memastikan kesiapan respons jika terjadi kebakaran di wilayah kerja perusahaan.
Kapolsek Paser Belengkong sekaligus pembina apel, Iptu Widodo, mengingatkan El Nino tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan sosial dan keamanan apabila karhutla terjadi secara meluas.

“Fenomena ini berdampak pada kesehatan, ekonomi, pendidikan, transportasi, hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, seluruh unsur harus terlibat dalam sistem pencegahan sejak dini, mulai dari patroli terpadu, deteksi titik api, hingga edukasi larangan pembakaran lahan.

“Penegakan hukum tetap harus tegas, tetapi pencegahan dan pendekatan humanis harus berjalan seiring,” kata Widodo.

Sementara itu, Asisten Sustainability PT BIM-PPS Anggy Setiawan, menyebut keterlibatan perusahaan, aparat, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan potensi kebakaran di wilayah tersebut.

“Kolaborasi ini penting untuk menurunkan potensi kebakaran di wilayah operasional,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut turut diisi dengan penandatanganan komitmen Zero Fire oleh manajemen PT BIM-PPS, perwakilan KTPA, dan serikat pekerja yang disaksikan TNI-Polri. Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan komitmen seluruh pihak dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah operasional maupun sekitar perusahaan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi prinsip-prinsip terbaik yang dijalankan pemegang saham utama dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia.

Dalam penguatan mitigasi karhutla, Astra Agro menegaskan komitmennya terhadap target zero fire sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan Zero Burn Policy, yakni larangan penggunaan api dalam seluruh tahapan operasional untuk meminimalisasi risiko kebakaran di wilayah kerja maupun lingkungan sekitar.

Perusahaan juga menerapkan Sistem Pencegahan Kebakaran Lahan (Fire Prevention System) yang mengacu pada regulasi serta praktik terbaik pengendalian karhutla. Upaya mitigasi dilakukan sepanjang tahun sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.

Dari sisi operasional, perusahaan memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, termasuk pembentukan serta pelatihan Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD). Sistem ini diperkuat dengan mekanisme Fire Quick Response untuk memastikan penanganan cepat saat titik api terdeteksi di lapangan.

Kesiapsiagaan tersebut juga diperkuat melalui pelatihan dan simulasi rutin guna meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Selain di internal perusahaan, upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla juga diperkuat melalui kolaborasi dengan TNI-Polri, pemerintah daerah, serta kelompok masyarakat peduli api dan KTPA. Sinergi ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas pihak agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Melalui apel dan simulasi bersama ini, perusahaan berharap budaya siaga kebakaran dapat semakin mengakar di seluruh lini operasional maupun masyarakat sekitar. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap potensi titik api sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sosial ekonomi di wilayah Paser Belengkong. (*)

Next Page »

  • vb