KalaFest 2026 Fasilitasi Pembiayaan UMKM oleh Lembaga Keuangan Syariah Senilai Rp3,27 Miliar

May 11, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Rangkaian Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FeSyar KTI), menjadi wujud nyata sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Selama pelaksanaannya, KalaFest 2026 berhasil mencatat total kunjungan sebanyak 24.815 orang melalui berbagai rangkaian kegiatan, antara lain tabligh akbar, seminar, talkshow, edukasi syariah, bazar syariah, dan sharia expo. Kegiatan ini juga menghadirkan 7 syariah competition, 160 tenant sharia expo dengan total penjualan Rp1,29 miliar serta memfasilitasi business matching pembiayaan UMKM oleh lembaga keuangan syariah senilai Rp3,27 miliar kepada 20 pelaku usaha syariah.

Closing Ceremony KalaFest 2026 yang dilaksanakan di Islamic Center Samarinda dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kalimantan Timur, Hj. Wahyu Seno Aji, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Sri Wahyuni, MPP, Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bayuadi Hardiyanto, Minggu (10/5/2026).

”Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi, inklusi, dan penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur melalui penyelenggaraan KalaFest 2026,” kata Bayuadi Hardiyanto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah, KDEKS, BPD Kaltim Kaltara Syariah, Kanwil Kementerian Agama, MUI, Badan Wakaf Indonesia, BAZNAS, LP3H, LPPOM MUI, Hebitren, lembaga keuangan syariah, pelaku UMKM, akademisi, pondok pesantren, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung keberhasilan KalaFest 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam menyelenggarakan KalaFest sejak tahun 2024. Menurutnya, KalaFest tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang kolaborasi yang memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan literasi ekonomi syariah, penguatan kapasitas UMKM halal, perluasan akses pembiayaan syariah, hingga percepatan integrasi ekosistem halal di Kalimantan Timur.

Selain itu, KalaFest 2026 turut mencatat transaksi wakaf dari 1.962  wakif dengan total dana wakaf sebesar Rp53,42 juta untuk tiga proyek wakaf produktif di Samarinda, melibatkan 1.211 peserta literasi dan edukasi ekonomi syariah, serta menjangkau lebih dari 702.483 masyarakat melalui siaran langsung dan konten digital yang tersebar di berbagai platform media sosial dan kanal komunikasi Bank Indonesia.

KalaFest 2026 juga menghadirkan berbagai program strategis, antara lain launching Website KDEKS sebagai pusat informasi halal di Kalimantan Timur, Program Unggulan Wakaf Produktif, Gerakan Pangan Murah Serentak se-Kaltim sebagai pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Adha, penyerahan dan penandatanganan Kesepakatan Bersama Wakaf Goes to Kampus, penyaluran sarana dan prasarana untuk pondok pesantren, fasilitasi penguatan dan pengembangan LP3H, serta serah terima fasilitasi Rumah Potong Unggas Halal dan pelaku usaha syariah. Salah satu agenda utama yang turut menarik antusiasme masyarakat adalah Tabligh Akbar bertema “Wakaf Produktif sebagai Salah Satu Keuangan Sosial Syariah” bersama Ustadz Maulana, serta penampilan sholawat bersama Hadad Alwi yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan.

Penyelenggaraan KalaFest 2026 menjadi bukti konkret sinergi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis dalam mendorong penguatan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dan mitra strategis dalam pengembangan halal value chain, peningkatan literasi masyarakat, perluasan akses keuangan syariah, serta pemanfaatan transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)

Perusahaan di Kaltim Raih Penghargaan P2 HIV/AIDS dari Kemenaker

May 7, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Sejumlah perusahaan di Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS di tempat kerja tahun 2025 dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2026 tentang Perusahaan Penerima Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di Tempat Kerja Tahun 2025.

“Sebanyak 488 perusahaan di Indonesia menerima penghargaan tersebut dengan berbagai kategori pencapaian. Perusahaan asal Kalimantan Timur turut masuk dalam daftar penerima penghargaan, dengan rincian 31 perusahaan meraih kategori Platinum, 54 perusahaan kategori Gold, dan 10 perusahaan kategori Silver,” Kepala Seksi Norma K3 Bidang Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Kaltim, Dedy Nugroho, Kamis (7/5/2026)

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang konsisten menerapkan program edukasi, pencegahan, serta penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, terdapat pula perusahaan sektor energi, perkebunan, dan jasa lainnya yang dinilai aktif menjalankan edukasi, sosialisasi, serta perlindungan kesehatan pekerja terkait HIV/AIDS.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang berhasil menjalankan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sebagai bagian dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Program tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, bebas diskriminasi, serta meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pencegahan HIV/AIDS.

Penghargaan P2 HIV/AIDS sendiri menjadi salah satu indikator kepedulian perusahaan terhadap kesehatan tenaga kerja sekaligus bentuk dukungan terhadap program kesehatan nasional di lingkungan industri dan dunia usaha.

Dedy Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi pekerja.

“Program P2 HIV/AIDS ini merupakan bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan. Kami berharap perusahaan terus meningkatkan edukasi dan pencegahan agar tercipta lingkungan kerja yang bebas diskriminasi serta peduli terhadap kesehatan pekerja,” ujarnya.

Dedy menambahkan pihaknya berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi perusahaan lain di Kalimantan Timur untuk terus memperkuat penerapan program kesehatan kerja, khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di lingkungan perusahaan.

“Dengan adanya penghargaan ini diharapkan semakin banyak perusahaan yang peduli terhadap kesehatan pekerja serta aktif menjalankan program pencegahan HIV/AIDS secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Pengurus PWI Bontang Periode 2026–2029 Dilantik

May 3, 2026 by  
Filed under Berita

BONTANG – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin melantik kepengurusan PWI Kota Bontang masa bakti 2026–2029 dilantik. Acara pelantikan digelar di Auditorium Taman Tiga Dimensi, Sabtu (2/5/2026). Mengangkat tema “Wartawan Profesional, Pers Berintegritas”, acara ini dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Konferensi PWI Bontang yang berlangsung pada 12 Februari 2026, serta mengacu pada Surat Keputusan PWI Provinsi Kalimantan Timur Nomor 49/PWI-KT/KEP/III/2026 tentang pengesahan pengurus baru. Dalam konferensi tersebut, Muhammad Kusnadi terpilih secara aklamasi sebagai ketua, menggantikan Suriadi Said yang telah menyelesaikan dua periode kepemimpinannya. Dalam menjalankan organisasi, Kusnadi didampingi Sekretaris Qadile Fachruddin S dan Bendahara Dahlia, serta jajaran pengurus bidang lainnya.

Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kebenaran fakta dan etika dalam pemberitaan. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong pembangunan melalui karya jurnalistik yang konstruktif.

“Tidak hanya mengejar fakta, tetapi juga menjunjung tinggi kebijaksanaan agar berita yang dihasilkan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kusnadi menegaskan pentingnya peran wartawan sebagai penjaga kebenaran di tengah maraknya informasi yang tidak terverifikasi alias hoaks. Ia juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya insan pers melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan berbagai program pelatihan.

“PWI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga independensi dan kepercayaan publik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus akurat dan berpegang pada Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada kepengurusan baru. Ia menekankan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah sekaligus pilar penting dalam demokrasi.

“Pers berperan besar dalam menyampaikan informasi yang akurat, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengawal jalannya pembangunan daerah,” ucapnya.

Ia juga mendorong seluruh wartawan untuk memiliki sertifikasi UKW guna menjamin profesionalisme. Selain itu, Neni mengajak insan pers menjaga stabilitas daerah, terutama dalam menghadapi isu-isu sensitif dan dinamika politik.

“Bangun sinergi yang sehat. Kritik harus tetap konstruktif dan informasi yang disampaikan harus memberi nilai edukatif. Jangan sampai hoaks atau sensasi merusak kepercayaan publik. Pers harus menjadi penuntun opini yang bijaksana bagi masyarakat Bontang,” pesannya.

Acara pelantikan ini turut dihadiri Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, unsur Forkopimda, Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdhani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abdu Safa Muha, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Eko Mashudi, pengurus PWI Kaltim, perwakilan perusahaan, serta perwakilan organisasi pers. (*)

PFI Tetapkan Arah Strategis 2026, Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional

April 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta —Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menetapkan arah strategis tahun 2026 untuk memperkuat peran filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang diselenggarakan di Gedung IPMI, Jakarta.

Menghadapi tantangan yang kian kompleks—dari perubahan iklim hingga ketimpangan ekonomi—PFI mendorong transformasi filantropi menuju pendekatan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berdampak luas.

Rencana Strategis 2026 PFI difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub nasional, yang tidak hanya menghubungkan aktor, tetapi juga menyelaraskan arah dan mendorong aksi kolektif lintas sektor. Kedua, pengembangan ekosistem kolaborasi melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) dan klaster tematik untuk mempercepat solusi bersama, khususnya dalam isu kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan perubahan iklim.

Ketiga, penguatan infrastruktur pengetahuan dan inovasi pendanaan sosial, termasuk pemanfaatan data, publikasi strategis, serta model pembiayaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasi ketiga pilar tersebut, PFI juga mengembangkan platform strategis yang meliputi platform Philanthropy Directory, Impact, dan Learning. Platform directory akan menjadi basis data terintegrasi untuk memetakan aktor dan inisiatif filantropi di Indonesia guna memperkuat konektivitas dan kolaborasi.

Sementara platform impact difokuskan pada pengukuran dan pelaporan dampak agar praktik filantropi semakin akuntabel dan berbasis data. Adapun platform learning yang ditargetkan rampung pada 2026 akan melengkapi ekosistem platform ini sebagai ruang pembelajaran bersama bagi anggota untuk meningkatkan kapasitas, berbagi praktik baik, serta mendorong adopsi inovasi. Kehadiran ketiga platform ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, efektivitas, dan kualitas kolaborasi dalam ekosistem filantropi nasional.

Untuk memastikan implementasi strategi ini berjalan efektif, PFI juga menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota dalam membangun kolaborasi yang lebih terarah. Pengalaman anggota selama ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang difasilitasi PFI telah membuka peluang sinergi yang lebih luas.

“Kami tidak hanya belajar dari berbagai praktik baik, tetapi juga berkolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas dan memperluas jangkauan program,” ujar Dian A. Purbasari, Direktur Yayasan Bakti Barito .

Sementara itu, Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa menambahkan bahwa “kami merasakan manfaat signifikan dalam memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga.”

Pengalaman ini menjadi landasan bagi PFI untuk terus memperkuat pendekatan kolaboratif yang lebih terintegrasi dan berdampak pada tahun 2026.

Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyampaikan bahwa arah strategis 2026 merupakan kelanjutan dari penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub yang telah dibangun sepanjang 2025. PFI juga mendorong agar kolaborasi yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi aksi kolektif yang lebih terarah, dengan dukungan infrastruktur pengetahuan, platform digital, serta penguatan peran anggota dalam co-creation solusi lintas sektor.

Berangkat dari capaian sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan jumlah anggota, penyelenggaraan puluhan forum diskusi, penguatan chapter daerah, hingga pelaksanaan berbagai inisiatif strategis seperti Filantropi Indonesia Festival, Piagam Budaya Filantropi, dan Multi-Stakeholder Forum (MSF)—PFI menunjukkan peran yang semakin kuat tidak hanya sebagai ruang kolaborasi, tetapi juga sebagai penggerak arah, standar, dan praktik filantropi di Indonesia.

Sebagai bagian dari kelanjutan dari capaian tersebut, PFI akan memperkuat kemitraan lintas sektor—dengan pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional—untuk memastikan bahwa praktik filantropi dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PFI meyakini masa depan filantropi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dihimpun, tetapi oleh kemampuan untuk mengelola, menyelaraskan, dan mengarahkan sumber daya tersebut menjadi dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui RUA 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem dan pendorong budaya filantropi nasional, serta mempercepat transformasi menuju praktik filantropi yang lebih terukur, inklusif, dan berdampak luas.(vb/adv)

 

HUT ke-41 Hermina Hadirkan Penanaman Pohon di Nusantara

April 23, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Hermina Hospitals Group memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 melalui penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajarannya serta berbagai mitra di kawasan Nusantara, termasuk RS Hermina Nusantara.

Dalam sambutan hangatnya, Direktur RS Hermina Nusantara, dr. Stefanus Dony, menyampaikan momentum perayaan HUT melalui penanaman pohon ini merupakan komitmen Hermina dalam mendukung pembangunan Nusantara, salah satunya  melalui kontribusi terhadap lingkungan.

“Kami memilih kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk komitmen bahwa rumah sakit (RS Hermina Nusantara) tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga berperan dalam upaya promotif dan preventif, termasuk menjaga lingkungan yang sehat. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai forest city, sponge city, dan smart city,” sambut direktur tersebut pada Rabu (22/04/2026).

Seiring dengan berkembangnya Hermina yang kini telah mencapai lebih dari 50 rumah sakit di Indonesia, dr. Stefanus Dony menambahkan bahwa kehadiran RS Hermina Nusantara turut menguatkan sistem dan layanan kesehatan di kawasan Nusantara, termasuk pemenuhan tenaga dokter spesialis dan dukungan infrastruktur ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Basuki mengapresiasi inisiatif Hermina Group dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukkan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya menjaga lingkungan yang sehat. Menanam pohon harus menjadi bagian dari gaya hidup kita bersama. Setiap kontribusi kecil akan memberikan dampak besar bagi masa depan Ibu Kota Nusantara,” tutup Basuki.

Penanaman pohon menjadi simbol sederhana dari kolaborasi yang lebih besar. Di kawasan Nusantara, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana setiap pihak, baik itu layanan kesehatan, perbankan, serta berbagai lainnya ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.(vb/hms-oikn)

 

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1783798
    Users Today : 1068
    Users Yesterday : 3830
    This Year : 720308
    Total Users : 1783798
    Total views : 15056312
    Who's Online : 59
    Your IP Address : 216.73.217.39
    Server Time : 2026-05-14