PFI Tetapkan Arah Strategis 2026, Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional

April 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta —Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menetapkan arah strategis tahun 2026 untuk memperkuat peran filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang diselenggarakan di Gedung IPMI, Jakarta.

Menghadapi tantangan yang kian kompleks—dari perubahan iklim hingga ketimpangan ekonomi—PFI mendorong transformasi filantropi menuju pendekatan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berdampak luas.

Rencana Strategis 2026 PFI difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub nasional, yang tidak hanya menghubungkan aktor, tetapi juga menyelaraskan arah dan mendorong aksi kolektif lintas sektor. Kedua, pengembangan ekosistem kolaborasi melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) dan klaster tematik untuk mempercepat solusi bersama, khususnya dalam isu kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan perubahan iklim.

Ketiga, penguatan infrastruktur pengetahuan dan inovasi pendanaan sosial, termasuk pemanfaatan data, publikasi strategis, serta model pembiayaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasi ketiga pilar tersebut, PFI juga mengembangkan platform strategis yang meliputi platform Philanthropy Directory, Impact, dan Learning. Platform directory akan menjadi basis data terintegrasi untuk memetakan aktor dan inisiatif filantropi di Indonesia guna memperkuat konektivitas dan kolaborasi.

Sementara platform impact difokuskan pada pengukuran dan pelaporan dampak agar praktik filantropi semakin akuntabel dan berbasis data. Adapun platform learning yang ditargetkan rampung pada 2026 akan melengkapi ekosistem platform ini sebagai ruang pembelajaran bersama bagi anggota untuk meningkatkan kapasitas, berbagi praktik baik, serta mendorong adopsi inovasi. Kehadiran ketiga platform ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, efektivitas, dan kualitas kolaborasi dalam ekosistem filantropi nasional.

Untuk memastikan implementasi strategi ini berjalan efektif, PFI juga menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota dalam membangun kolaborasi yang lebih terarah. Pengalaman anggota selama ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang difasilitasi PFI telah membuka peluang sinergi yang lebih luas.

“Kami tidak hanya belajar dari berbagai praktik baik, tetapi juga berkolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas dan memperluas jangkauan program,” ujar Dian A. Purbasari, Direktur Yayasan Bakti Barito .

Sementara itu, Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa menambahkan bahwa “kami merasakan manfaat signifikan dalam memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga.”

Pengalaman ini menjadi landasan bagi PFI untuk terus memperkuat pendekatan kolaboratif yang lebih terintegrasi dan berdampak pada tahun 2026.

Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyampaikan bahwa arah strategis 2026 merupakan kelanjutan dari penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub yang telah dibangun sepanjang 2025. PFI juga mendorong agar kolaborasi yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi aksi kolektif yang lebih terarah, dengan dukungan infrastruktur pengetahuan, platform digital, serta penguatan peran anggota dalam co-creation solusi lintas sektor.

Berangkat dari capaian sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan jumlah anggota, penyelenggaraan puluhan forum diskusi, penguatan chapter daerah, hingga pelaksanaan berbagai inisiatif strategis seperti Filantropi Indonesia Festival, Piagam Budaya Filantropi, dan Multi-Stakeholder Forum (MSF)—PFI menunjukkan peran yang semakin kuat tidak hanya sebagai ruang kolaborasi, tetapi juga sebagai penggerak arah, standar, dan praktik filantropi di Indonesia.

Sebagai bagian dari kelanjutan dari capaian tersebut, PFI akan memperkuat kemitraan lintas sektor—dengan pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional—untuk memastikan bahwa praktik filantropi dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PFI meyakini masa depan filantropi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dihimpun, tetapi oleh kemampuan untuk mengelola, menyelaraskan, dan mengarahkan sumber daya tersebut menjadi dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui RUA 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem dan pendorong budaya filantropi nasional, serta mempercepat transformasi menuju praktik filantropi yang lebih terukur, inklusif, dan berdampak luas.(vb/adv)

 

HUT ke-41 Hermina Hadirkan Penanaman Pohon di Nusantara

April 23, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Hermina Hospitals Group memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 melalui penanaman pohon di Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, beserta jajarannya serta berbagai mitra di kawasan Nusantara, termasuk RS Hermina Nusantara.

Dalam sambutan hangatnya, Direktur RS Hermina Nusantara, dr. Stefanus Dony, menyampaikan momentum perayaan HUT melalui penanaman pohon ini merupakan komitmen Hermina dalam mendukung pembangunan Nusantara, salah satunya  melalui kontribusi terhadap lingkungan.

“Kami memilih kegiatan penanaman pohon ini sebagai bentuk komitmen bahwa rumah sakit (RS Hermina Nusantara) tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan kuratif, tetapi juga berperan dalam upaya promotif dan preventif, termasuk menjaga lingkungan yang sehat. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai forest city, sponge city, dan smart city,” sambut direktur tersebut pada Rabu (22/04/2026).

Seiring dengan berkembangnya Hermina yang kini telah mencapai lebih dari 50 rumah sakit di Indonesia, dr. Stefanus Dony menambahkan bahwa kehadiran RS Hermina Nusantara turut menguatkan sistem dan layanan kesehatan di kawasan Nusantara, termasuk pemenuhan tenaga dokter spesialis dan dukungan infrastruktur ke depan.

Senada dengan hal tersebut, Basuki mengapresiasi inisiatif Hermina Group dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Kegiatan ini menunjukkan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya menjaga lingkungan yang sehat. Menanam pohon harus menjadi bagian dari gaya hidup kita bersama. Setiap kontribusi kecil akan memberikan dampak besar bagi masa depan Ibu Kota Nusantara,” tutup Basuki.

Penanaman pohon menjadi simbol sederhana dari kolaborasi yang lebih besar. Di kawasan Nusantara, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana setiap pihak, baik itu layanan kesehatan, perbankan, serta berbagai lainnya ikut mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.(vb/hms-oikn)

 

Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Butuh Strategi Terpadu dalam Pengelolaan Sampah

February 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah mengusung tema Kolaborasi Aksi untuk Gerakan Nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari memilah sampah hingga daur ulang, serta mendorong komitmen semua pihak untuk mengatasi masalah sampah.

Berdasarkan Global Waste Management Outlook 2024, sampah global yang tidak terkelola dengan baik sebanyak 38%, sehingga memberikan kontribusi negatif terhadap Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim (climate change), kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss), dan polusi (pollution) atau timbulan sampah.

Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2025, timbulan sampah nasional di Indonesia sebanyak 24,8 juta ton/tahun dengan capaian pengelolaan sampah nasional tahun 2025 adalah sebesar 34,55 persen atau 8,5 juta ton/tahun terkelola dengan baik dan sebesar 65,45 persen atau 16,3 juta ton/tahun tidak terkelola.

Selain itu, sampah yang masuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sanitary landfill atau controlled landfill sebanyak 36,24% sedangkan 63,76 persen diantaranya masih menerapkan open dumping (penimbunan terbuka).

Masih berdasarkan SIPSN 2025, tercatat penyumbang sampah terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 56,7% atau 7,2 juta ton/tahun adalah sektor rumah tangga. Sumber lain meliputi perniagaan menyumbang 7,58% atau 972,2 ribu ton/tahun, pasar sebesar 1,7 juta ton/tahun, sementara fasilitas publik sebesar 7,03% atau 899,7 ribu ton/tahun dan kawasan sebesar 4,68% atau 598,6 ribu ton/tahun. Kategori lainnya tercatat sebesar 6,13% atau 785,1 ribu. Sektor perkantoran menjadi penyumbang paling kecil dengan persentase 4,22% atau 541,8 ribu dari total timbulan sampah nasional.

Merespon hal tersebut, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengatakan dibutuhkan strategi terpadu dalam pengelolaan sampah untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan  meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kombinasi strategi yang perlu dijalankan mencakup reformasi kebijakan, inovasi teknologi, kampanye kesadaran dan edukasi publik serta partisipasi aktif dari masyarakat luas,” ujarnya.

Reformasi kebijakan menjadi fondasi utama dengan menghadirkan regulasi yang tegas, insentif bagi praktik ramah lingkungan, serta sistem pengawasan yang konsisten agar pengelolaan sampah berjalan secara efektif. Di sisi lain, inovasi teknologi seperti pengolahan sampah berbasis daur ulang, pemanfaatan limbah menjadi energi, dan digitalisasi sistem pengumpulan sampah dapat meningkatkan efisiensi serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Kampanye kesadaran dan edukasi publik berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pengurangan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Seluruh upaya tersebut akan berjalan optimal apabila didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, baik dalam skala rumah tangga, komunitas, maupun sektor industri, sehingga tercipta kolaborasi yang kuat menuju sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Ketika masyarakat diberdayakan untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab, mereka tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi, yang mengarah pada masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan”, imbuh Dolly.

Dolly menegaskan pengelolaan sampah berkelanjutan bukan sekadar kewajiban lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis menuju masa depan yang tangguh dan rendah karbon yang dapat menguntungkan semua pihak baik di tingkat lokal maupun global.

Oleh karena itu, peringatan HPSN ini dapat menjadi momentum penting untuk bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan menerapkan solusi inovatif dalam membangun ekonomi sirkular, untuk merawat Bumi kita, serta sekaligus membantu membuka peluang untuk kesejahteraan masyarakat.(vb/yul)

 

 

Biodiversity Warriors Ajak Generasi Muda Kenali Dan Lindungi Burung Air

February 21, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Di tengah tekanan urbanisasi dan degradasi lingkungan pesisir, upaya menjaga keanekaragaman hayati menjadi semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Biodiversity Warriors mengambil bagian dalam pelaksanaan Asian Waterbird Census (AWC) 2026 melalui kegiatan sensus burung air secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta, yaitu Hutan Lindung Angke Kapuk (HLAK), Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk dan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Sabtu (14/2/26).

Mengusung tema “Kenali dan Lindungi Burung Air di Sekitar Kita”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sensus burung air terbesar di Asia yang dilakukan secara serentak setiap tahun. Di Indonesia, pelaksanaan AWC berlangsung sepanjang Januari–Februari 2026 dan mencakup berbagai habitat lahan basah, diselenggarakan oleh Kementerian Kehutanan, Wetlands International Indonesia/Yayasan Lahan Basah, Yayasan Ekologi Satwa Alam Liar Indonesia, Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Burungnesia, dan Burung Laut Indonesia.

“Asian Waterbird Census bukan sekadar kegiatan pengamatan burung, tetapi bagian dari mekanisme ilmiah pemantauan ekosistem lahan basah yang dilakukan secara serentak di tingkat global. Data yang dikumpulkan dari kawasan pesisir Jakarta akan berkontribusi pada pembaruan basis data nasional dan regional mengenai populasi burung air, yang sangat penting untuk mendeteksi tren penurunan, perubahan pola migrasi, hingga tekanan terhadap habitat’” ujar Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini.

Burung air merupakan indikator penting kesehatan ekosistem lahan basah. Mereka hidup di sungai, danau, tambak, mangrove, rawa gambut, sawah, hingga kawasan pesisir. Keberadaan jenis-jenis seperti kuntul, bangau, bebek, pecuk, burung pantai, camar, hingga pelikan, menjadi penanda keseimbangan ekologi yang harus dijaga bersama.

Melalui kegiatan ini, Biodiversity Warriors berkolaborasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta melibatkan 83 peserta muda yang berasal dari siswa SMA/sederajat dan mahasiswa di Jakarta untuk terjun langsung melakukan pengamatan di tiga kawasan pesisir Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data terbaru mengenai jenis dan jumlah burung air yang terpantau, tetapi juga memperkuat kapasitas generasi muda dalam memahami pentingnya konservasi burung air dan habitat pesisir.

Peserta yang terlibat berasal dari Saka Wanabakti Daerah Provinsi DKI Jakarta, mahasiswa Kelompok Studi Hidupan Liar Comata Universitas Indonesia, Kelompok.

Pengamat Burung (KPB) Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Himpunan Mahasiswa Biologi Rafflesia Universitas Islam As-Syafi’iah. Kegiatan ini turut didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Mangrove Resort TWA Angke Kapuk, TFCA Sumatera dan Yayasan Lahan Basah.

Partisipasi generasi muda dalam AWC menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Selain mendukung pemutakhiran data nasional burung air, kegiatan ini juga mempererat kolaborasi antara komunitas, pemerintah daerah, penggiat lingkungan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Kawasan pesisir Jakarta, yang menjadi lokasi kegiatan, memiliki nilai ekologis penting sebagai habitat burung air sekaligus benteng alami dari ancaman perubahan iklim dan abrasi. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai tekanan seperti pencemaran, alih fungsi lahan, dan aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pengamatan burung secara serentak di tiga kawasan pesisir Jakarta yaitu HLAK ditemukan 38 jenis burung dengan total 289 individu, 18 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 206 individu, TWA Angke Kapuk ditemukan 34 jenis burung dengan total 117 individu, 12 jenis diantaranya masuk dalam jenis burung air dengan total 54 individu dan SMMA ditemukan 27 jenis burung dengan total 126 individu, 13 jenis diantaranya masuk ke dalam jenis burung air dengan total 42 individu.

Beberapa jenis burung air yang ditemukan di tiga kawasan pesisir Jakarta tersebut diantaranya adalah blekok sawah (Ardeola speciosa), pecukpadi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecukular asia (Anhinga melanogaster), cangak abu (Ardea cinerea) dan cangak merah (Ardea purpurea).

Dengan pelaksanaan Asian Waterbird Census 2026, Biodiversity Warriors menegaskan bahwa konservasi tidak hanya soal perlindungan satwa, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan kehidupan manusia yang bergantung pada ekosistem yang sehat.

Melalui pengamatan, pencatatan, dan kolaborasi, generasi muda diajak menjadi bagian dari solusi—bukan sekadar saksi—atas tantangan lingkungan hari ini. “Melibatkan generasi muda dalam proses ini juga berarti membangun kapasitas sains warga (citizen science) yang kredibel dan berbasis metodologi, sehingga konservasi tidak hanya berbasis kepedulian, tetapi juga berbasis data,” tutup Rika.(vb/yul/rls)

Indosat Tanam Pohon Asli Kalimantan di IKN

February 6, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, NUSANTARA — Indosat Ooredoo Hutchison melakukan penanaman pohon asli Kalimantan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem hijau dan mendukung pembangunan kota masa depan yang berkelanjutan.

Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di kawasan Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT) IKN bersama Otorita IKN dan diikuti oleh 85 peserta dari jajaran pimpinan dan karyawan Indosat pada Rabu (04/02/2026).

Melalui kegiatan penanaman pohon ini, Indosat Ooredoo Hutchison menegaskan komitmennya untuk mendukung IKN sebagai kota masa depan yang tumbuh selaras dengan alam dan lingkungan sekitarnya.

Pohon yang ditanam merupakan tanaman endemik Kalimantan yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan Nusantara.

Kawasan MHHT pada mulanya adalah kawasan hutan tanaman industri eucalyptus. IKN dengan konsep kota hutan kemudian mengelola kawasan tersebut dengan pendekatan ekologis. Di sekitar kawasan Istana, eucalyptus tidak lagi ditebang dan dibiarkan tumbuh hingga siklus hidupnya selesai, sementara di bawahnya dilakukan penanaman tanaman asli Kalimantan untuk memperkaya keanekaragaman hayati.

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Onesimus Patiung, menyatakan bahwa penanaman pohon di kawasan IKN dilakukan dengan pendekatan ekologis untuk memulihkan dan memperkaya ekosistem hutan secara berkelanjutan.

“Walaupun berada di tengah hutan, kami berharap semua pihak dapat berpartisipasi dalam kegiatan penanaman ini. Di sekitar Istana, eucalyptus tidak lagi ditebang dan dibiarkan tumbuh secara alami. Oleh karena itu, di bawahnya kami menanam tanaman asli Kalimantan,” ujar Ones.

Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, menegaskan bahwa sebagai perusahaan teknologi, Indosat melihat kemajuan digital dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan.

“Membangun Nusantara bukan hanya soal menghadirkan konektivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan dengan alam. Kami percaya teknologi yang berdampak adalah teknologi yang ikut menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan nyaman untuk generasi hari ini dan masa depan,” ujar Bilal.(vb/yul)

 

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1720338
    Users Today : 2766
    Users Yesterday : 4727
    This Year : 656848
    Total Users : 1720338
    Total views : 14563855
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.5
    Server Time : 2026-04-28