Damkar Berau Siap Beraksi

June 8, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Riuh sirine armada pemadam kebakaran di Kabupaten Berau kini memasuki babak baru. Setelah resmi berdiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mandiri terlepas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas ini mulai berbenah.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Langkah konkret pun diambil. Sebanyak 62 personel dan 5 unit kendaraan operasional yang selama ini menjadi tulang punggung pemadaman di bawah BPBD, kini resmi pindah ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Berau.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan, kepindahan ini bukan sekadar urusan balik nama di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar besar untuk memotong birokrasi yang rumit demi keselamatan warga Bumi Batiwakkal.

“Proses serah terima sudah selesai,” ungkap Said. Minggu (07/06/2026)

Selama ini, ada sebuah paradoks yang terjadi di lapangan. Di satu sisi, petugas Damkar harus berkejaran dengan waktu menjinakkan api, namun di sisi lain. gerak mereka kerap terganjal urusan administrasi.

Sengkarut tumpang tindih inilah yang ingin dipangkas Pemkab Berau. Dengan aset dan SDM yang kini berada dalam satu komando, Dinas Damkar diharapkan tidak ada lagi alasan terlambat respon akibat kendala pemeliharaan armada.

Namun, pekerjaan rumah belum selesai. Efek dari pemisahan ini membuat tata ruang kantor menjadi penuh sesak. Saat ini, satu kompleks sekretariat masih harus berbagi ruang antara BPBD, Damkar, dan KPU Berau.

“Terpenting sekarang administrasinya harus rapi terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan penataan sekretariat agar aktivitas pelayanan masing-masing instansi bisa berjalan lebih optimal,” tambah Said.

Menariknya, kebijakan pemisahan aset ini juga menjadi strategi cerdas Pemkab Berau dalam menyiasati kantong daerah. Menghadapi proyeksi penurunan kemampuan anggaran di tahun-tahun mendatang, pemerintah memilih prinsip maksimalkan apa yang ada, alih-alih membeli yang baru.

Ketimbang menggelontorkan miliaran rupiah untuk pengadaan mobil damkar baru, mengoptimalkan dan merawat 5 unit kendaraan yang sudah ada dinilai jauh lebih bijak.

Sekda Berau menitipkan pesan kuat agar seluruh personel merawat armada tersebut layaknya milik sendiri. Sebab, satu sekrup yang longgar pada mobil pemadam bisa berarti hilangnya hitungan detik berharga saat menyelamatkan rumah warga dari amukan si jago merah.

Kini, setelah garis batas kewenangan ditarik dengan tegas, kedua instansi ini diharapkan bisa memoles taringnya masing-masing di lapangan.

Pemisahan ini adalah sebuah langkah maju. Warga Berau kini tidak perlu lagi peduli pada rumitnya urusan administrasi di balik meja. Yang mereka butuhkan hanyalah satu, saat api berkobar atau ada situasi darurat, sirine Damkar bisa berbunyi lebih cepat, dan petugas datang dengan armada yang prima.(Dy/Ok/Adv)

Mengejar Target Stunting Di Bumi Batiwakkal

June 8, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Di balik keindahan alam Kabupaten Berau yang memesona, ada sebuah perjuangan senyap yang sedang dipertaruhkan di meja-meja Posyandu. Ini bukan sekadar tentang angka atau grafik di atas kertas, melainkan tentang masa depan ribuan anak yang kelak akan memimpin daerah ini.

Pemerintah Kabupaten Berau saat ini sedang berkejaran dengan waktu, memendam mimpi besar menyusutkan angka stunting hingga tersisa 5 persen pada tahun 2045. Namun, jalan menuju ke sana ternyata masih diselimuti kabut tebal tantangan.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru, prevalensi stunting di Berau masih bertengger di angka 23,4 persen. Jika digambarkan secara sederhana, hampir satu dari setiap empat balita di Bumi Batiwakkal mengalami gangguan pertumbuhan. Ironisnya, angka ini justru menunjukkan tren kenaikan dari tahun sebelumnya sebuah alarm keras bagi kita semua.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, dengan nada bicara yang penuh penekanan mengingatkan stunting bukanlah masalah statistik semata. Ini menyangkut masa depan generasi penerus daerah. Penanganan stunting harus dilakukan secara serius, terintegrasi, dan melibatkan seluruh pihak,

“Misi besar Berau untuk memangkas stunting menjadi 14,4 persen di tahun 2029, dan finis di angka 5 persen pada 2045, mendadak menghadapi tembok besar bernama partisipasi masyarakat,” tegasnya, Sabtu (06/06/2026)

Ia membeberkan data, total Balita di Berau ada 23.105 anak, rutin terpantau 40 persen atau  9.242 anak dan belum terpantau optimal 60 persen atau 13.000 anak. Artinya, ada lebih dari 13 ribu balita yang tumbuh kembang dan status gizinya masih misterius karena tidak pernah menginjakkan kaki di Posyandu.

“Bagaimana kami bisa mengobati jika tidak tahu siapa yang sakitnya,” terangnya

Gamalis menilai, jika masyarakat enggan membawa anaknya ke Posyandu, pemerintah akan kehilangan radar untuk melakukan deteksi dini. Sebaliknya, semakin ramai Posyandu, semakin akurat data yang didapat, dan intervensi bantuan gizi pun bisa langsung mengetuk pintu rumah yang tepat.

Di tengah rapor merah kehadiran Posyandu, ada kabar baik yang patut diapresiasi. Berau yang dulunya sempat berada di posisi akhir dalam penilaian kinerja penanganan stunting di Kalimantan Timur, kini telah melompat jauh.

Berkat kerja keras lintas sektor, Berau sukses merangsek naik ke posisi tiga besar kabupaten/kota dengan kinerja terbaik di Kaltim. Sebuah pembuktian mesin kolaborasi pemerintah daerah sebenarnya sudah mulai panas dan berjalan di jalur yang benar.

Prestasi masuk tiga besar tentu membanggakan, namun Gamalis mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Pekerjaan rumah terbesar justru ada di akar rumput: mengetuk hati para orang tua agar mau meluangkan waktu membawa buah hati mereka ke pelayanan kesehatan terdekat.Target Berau bukan sekadar memenangkan penghargaan atau menurunkan persentase angka.

“Target aslinya adalah memastikan anak-anak Berau tumbuh dengan otak yang cerdas dan fisik yang kuat,” pungkasnya

Mimpi tahun 2045 memang masih panjang, namun langkahnya harus dimulai dari sekarang dari setiap kayuhan langkah ibu yang membawa anaknya ke meja Posyandu. Sebab, investasi terbaik suatu daerah bukan pada batu bara atau pariwisatanya, melainkan pada senyum sehat anak-anaknya.(Dy/Ok/Adv)

Enam Belas Kecamatan Jadi Kekuatan Festival Sempekat Harmoni Budaya

June 8, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Keikutsertaan peserta dari 16 kecamatan menjadi salah satu kekuatan utama Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kegiatan tersebut berhasil mempertemukan beragam seni, adat, dan tradisi dalam satu panggung kebersamaan masyarakat Kutai Barat.

Festival yang digelar selama enam hari tersebut ditutup Bupati Kutai Barat Frederick Edwin,  Sabtu (6/6/2026) malam. Ribuan warga hadir menyaksikan rangkaian acara penutupan yang berlangsung meriah.

Berbagai penampilan seni budaya ditampilkan selama festival berlangsung. Mulai dari tarian tradisional, lomba busana adat, lomba kuliner khas daerah, hingga permainan rakyat yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kutai Barat.

Bupati Frederick Edwin mengatakan, keberagaman budaya yang ditampilkan selama festival merupakan kekuatan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Menurutnya, Festival Sempekat Harmoni Budaya menjadi bukti bahwa masyarakat Kutai Barat memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Festival ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong dan persatuan di atas keberagaman suku dan budaya yang ada di Tanaa Purai Ngeriman,” ujarnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama festival dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, budaya daerah harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan global.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat sekaligus Ketua Panitia Festival Sempekat Harmoni Budaya, FX Sumardi, menyebut tingginya partisipasi peserta dari seluruh kecamatan menjadi indikator kuat bahwa budaya masih menjadi identitas yang dibanggakan masyarakat.

Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarmasyarakat dari berbagai wilayah di Kutai Barat.

“Kehadiran peserta dari berbagai kecamatan menunjukkan bahwa semangat sempekat atau kebersamaan masih hidup dan menjadi kekuatan masyarakat Kutai Barat,” katanya.

Melalui Festival Sempekat Harmoni Budaya, pemerintah daerah berharap pelestarian budaya dapat terus berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata. Dengan demikian, budaya tidak hanya terjaga, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (adv/Kominfo).

Diskominfo Kubar Gelar Audiensi bersama Wartawan

June 7, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat kemitraan dengan media online guna meningkatkan efektivitas penyebarluasan informasi pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan audiensi dan silaturahmi yang digelar bersama wartawan dari perwakilan media online mitra pemerintah daerah di Ruang Rapat Lantai II Kantor Diskominfo Kutai Barat, Jumat (5/6/2026).

Kepala Diskominfo Kutai Barat, Yuli Permata Mora mengatakan media memiliki posisi strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, sinergi yang selama ini terjalin perlu terus diperkuat melalui koordinasi yang intensif dan komunikasi yang terbuka.

Menurut Yuli, pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan kerja sama publikasi yang telah disepakati dalam kontrak kerja sama tahun 2026.

“Pertemuan ini merupakan sarana untuk mempererat komunikasi, membangun sinergi, serta menyamakan persepsi terkait pelaksanaan kerja sama publikasi yang telah dituangkan dalam kontrak kerja sama tahun 2026,” ujar Yuli.

Ia menilai keterbukaan informasi publik tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan media yang profesional dan berimbang. Di tengah kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat dan akurat, media berperan penting dalam menyampaikan berbagai program pembangunan dan kebijakan pemerintah secara luas. Yuli juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga hubungan kemitraan yang konstruktif dengan seluruh media yang bekerja sama.

“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat hal-hal yang perlu dikoordinasikan selama pelaksanaan kerja sama, kami membuka ruang komunikasi dan diskusi demi terciptanya kemitraan yang harmonis dan produktif,” katanya didampingi dihadiri Sekretaris Diskominfo Andre Fernanda dan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Sapri

Menurut dia, komunikasi yang baik antara pemerintah dan media akan berdampak langsung pada kualitas penyampaian informasi kepada masyarakat. Informasi yang tersampaikan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami diharapkan dapat meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah.

Pada kesempatan itu, Yuli juga mengingatkan pentingnya menjaga akurasi informasi, profesionalisme, dan etika jurnalistik dalam setiap produk pemberitaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar di ruang publik.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan media, Diskominfo Kutai Barat berharap penyebarluasan informasi pembangunan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus mendukung terwujudnya keterbukaan informasi publik yang berkualitas. (Adv/Diskominfo)

Kabupaten Berau Mengawal Gizi dan Koperasi

June 7, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Angin sepoi Kabupaten Berau hari itu sebenarnya membawa atmosfer yang santai. Di salah satu sudut ruangan, Wakil Bupati Berau, Gamalis, duduk berhadapan dengan Komandan Pusat Penerbangan TNI AD, Mayjen TNI Moch. Masrukin. Obrolan ringan mengawali pertemuan. Namun, bagi dua tokoh ini, urusan kesejahteraan rakyat bukan hal yang bisa dikesampingkan, bahkan dalam suasana paling rileks sekalipun.

Perbincangan hangat itu perlahan bermutasi menjadi sebuah pengarahan penting. Garis wajah sang Jenderal bintang dua berubah serius saat menyinggung dua hajat besar yang sedang bergulir di Bumi Batiwakkal, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagi Mayjen Masrukin, secanggih dan sekokoh apa pun program yang dikirim dari pusat Jakarta, semua taruhannya ada di daerah. Kuncinya hanya satu, Forkopimda harus seirama.

“Kekompakan para pemangku kepentingan akan berdampak langsung terhadap situasi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Mayjen Masrukin, memecah keheningan ruang pertemuan.

Pesan itu menancap kuat. Sang Jenderal mengingatkan jika keamanan daerah goyah dan ego kelembagaan pecah, maka program sebagus apa pun akan berantakan di tengah jalan. KDMP yang digadang-gadang mampu mengerek ekonomi desa, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengincar penurunan angka stunting, butuh tanah yang subur bernama kondusivitas.

Wabup Gamalis tertegun, lalu mengangguk takzim. Baginya, ucapan Danpuspenerbad bukan sekadar basa-basi pejabat berkunjung, melainkan sebuah sentilan keras yang sarat makna.

“Pesan beliau sederhana tetapi sangat penting, yaitu menjaga kekompakan dan kondusivitas internal Forkopimda. Ketika semua unsur pemerintah dan aparat berjalan seirama, maka masyarakat juga akan merasakan ketenangan dan keamanan,” ujar Gamalis dengan nada optimis, Jumat (5/6/2026).

Bagi Berau, menjaga stabilitas bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Gamalis menyadari betul, tanpa adanya jaminan keamanan, jangankan menjalankan program nasional, investor pun akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di Berau.

“Tanpa situasi yang kondusif, pelaksanaan program pemerintah maupun investasi yang masuk ke daerah akan sulit berkembang secara optimal,” tambah Gamalis.

Isu sensitif seperti tapal batas wilayah sempat mengapung ke permukaan. Meski masalah ini sedang bergulir tenang di jalurnya sesuai mekanisme yang ada, kehadiran Mayjen Masrukin di Berau membawa pesan tersirat yang menenangkan, TNI AD selalu ada di garda terdepan untuk mengawal setiap jengkal perbatasan.

Bagi Gamalis, kunjungan ini adalah suntikan moral yang luar biasa bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Berau. TNI terbukti tidak hanya berdiri kaku di garis perbatasan dengan senjata laras panjang, tetapi juga hadir memastikan roda pembangunan dan ekonomi di Berau berputar tanpa hambatan.

Pertemuan pun berakhir, meninggalkan komitmen yang semakin menebal. Harapan besar kini digantungkan pada sinergi antara Pemkab Berau dan TNI. Sebuah harmoni yang dinanti, agar Bumi Batiwakkal tetap aman, tertib, dan pembangunannya melesat tanpa ragu. (Dy/Ok/ADV)

Next Page »

  • vb