Karangan Seberang Bidik PADes Lewat Wisata Pemancingan

February 2, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat meninjau lokasi persiapan pembangunan wisata pemancingan di Karangan Seberang. Foto: Irfan/Pro Kutim

KARANGAN – Pemerintah Desa Karangan Seberang mulai menata arah baru penguatan ekonomi desa dengan bertumpu pada Pendapatan Asli Desa (PADes). Melalui sektor pariwisata, desa ini merancang pengembangan kawasan wisata pemancingan terpadu di atas lahan seluas 1,7 hektare. Sebuah aset milik desa yang dikelola secara mandiri. Rencana besar tersebut dipresentasikan di hadapan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman saat kunjungan kerja ke wilayah Karangan, didampingi Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusrinsyah Ridwan, Sabtu (31/1/2026).

Bagi pemerintah desa, PADes bukan sekadar istilah administratif dalam laporan keuangan. Pendapatan Asli Desa merupakan sumber penerimaan yang diperoleh desa dari hasil pengelolaan aset, usaha desa, jasa pelayanan, maupun pengembangan potensi lokal yang sah dan berkelanjutan. PADes menjadi fondasi kemandirian desa, karena dana yang dihasilkan dapat kembali diputar untuk membiayai pembangunan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat tanpa ketergantungan penuh pada transfer pemerintah di atasnya.

Kepala Desa Karangan Seberang Ahmad Muzahid menegaskan, proyek wisata pemancingan ini sepenuhnya berdiri di atas lahan desa dan dibiayai dari alokasi PADes yang telah dihimpun secara bertahap.

“Lahan yang saat ini dikembangkan seluas 1,7 hektare, dan ke depan masih ada lahan tambahan yang akan kami bebaskan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam rancangan induk yang disusun, kawasan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kolam pemancingan. Muzahid menyebutkan, konsep wisata yang diusung adalah ruang rekreasi keluarga dengan fasilitas penunjang yang beragam.

“Pengunjung nantinya akan dimanjakan dengan fasilitas pendukung yang lengkap. Mulai dari kios suvenir, restoran (resto), kolam renang, wahana kolam bebek, musala, toilet, gazebo, pendopo, panggung hiburan, arena outbound, dan playground untuk anak-anak,” ujarnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengapresiasi keberanian desa mengelola aset secara visioner. Ia menilai konsep yang ditawarkan cukup menyeluruh, namun mengingatkan agar setiap tahap pembangunan disertai kajian teknis dan perencanaan matang.

“Silakan Kepala Desa untuk merancang dan membangunnya dengan baik, tapi tetap saya arahkan harus ada kajiannya,” tegas Ardiansyah.

Perhatian khusus disampaikan terkait aspek keamanan lingkungan. Wilayah Karangan yang dikenal sebagai habitat buaya menuntut mitigasi risiko sejak awal pembangunan.

“Tolong mitigasi, jangan sampai terkoneksi dengan sungai karena banyak buaya di Karangan,” tambahnya.

Selain itu, Ardiansyah menekankan pentingnya uji kelayakan agar investasi desa tidak berakhir sebagai proyek sia-sia.

“Jangan sampai nanti kajiannya tidak ada. Belum tentu apa yang kita maksudkan itu feasibility study (studi kelayakan). Jangan sampai begitu selesai dibangun, tidak ada orang yang ke sana,” ujarnya.

Sebagai langkah awal yang lebih sederhana namun produktif, Bupati menyarankan optimalisasi kolam yang telah tersedia dengan konsep pemancingan berbayar berbasis berat ikan.

“Tebarkan ikan, buatkan tempat duduk untuk memancing. Begitu dapat ikannya, ditimbang, dan pemancing membayar harga ikannya kepada desa. Sederhana sekali seperti itu,” tuturnya, sembari berseloroh tentang potensi wisata pancing yang khas.

Dengan perencanaan cermat dan pengelolaan yang akuntabel, wisata pemancingan Karangan Seberang diharapkan menjadi sumber PADes yang berkesinambungan, sekaligus menumbuhkan denyut ekonomi baru bagi masyarakat desa. Dari kolam pancing, desa menenun harapan menuju kemandirian yang berpijak pada aset dan kearifan lokal. (fj13)

Apel Ops Keselamatan Mahakam 2026, Fokuskan Kedisiplinan Berlalu Lintas

February 2, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 di halaman Markas Komando (Mako) Polres Kutim, Senin (2/2/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutim, Kompol Ahmad Abdullah mewakili Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto dan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para stakeholder terkait.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas, menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutim, menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta apel serta panitia yang telah merencanakan dan mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga dapat berjalan lancar dan tertib.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro pada amanat yang dibacakan Kompol Ahmad Abdullah menegaskan, Apel Gelar Pasukan ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung agar pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026 dapat berjalan optimal dan efektif.

Operasi Keselamatan Mahakam 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcar Lantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas masyarakat serta menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Pola tindakan yang diterapkan meliputi langkah preemtif, preventif, dan represif terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, berdasarkan hasil analisis operasi sebelumnya serta fenomena meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H,” sebut dalam amanat tersebut.

Selanjutnya, sasaran prioritas Operasi Keselamatan Mahakam 2026 meliputi kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan travel, pengemudi angkutan umum, perusahaan otobus dan badan usaha angkutan, hingga pemeriksaan kendaraan atau ramp check menjadi salah satu instrumen utama yang akan dilakukan di lokasi-lokasi strategis, tidak hanya di terminal atau pool bus, tetapi juga di kawasan dengan mobilitas tinggi dan risiko kecelakaan yang besar.

Adapun prioritas pelanggaran yang menjadi fokus penindakan antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, Tidak menggunakan sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan data perbandingan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kutim. Pelanggaran lalu lintas berupa tilang meningkat dari 921 kasus pada 2024 menjadi 1.882 kasus pada 2025 atau naik 104 persen. Sementara pelanggaran berupa teguran meningkat dari 5.384 kasus pada 2024 menjadi 7.783 kasus pada 2025 atau naik 45 persen.

Di sisi lain, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami penurunan dari 24 kejadian pada 2024 menjadi 16 kejadian pada 2025 atau turun 33 persen. Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia mengalami peningkatan dari 3 orang pada 2024 menjadi 5 orang pada 2025.

Korban luka berat menurun dari 15 orang menjadi 14 orang, sedangkan korban luka ringan turun signifikan dari 21 orang menjadi 11 orang.

Kemudian dalam amanat  tersebut, menekankan bahwa permasalahan lalu lintas tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan memerlukan upaya komprehensif dan sinergi lintas sektor antarinstansi pemerintah dan stakeholder terkait.

Beberapa penekanan dan arahan dalam pelaksanaan tugas Operasi Keselamatan Mahakam 2026 antara lain meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam bertugas, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan humanis, menghindari tindakan arogan dan kontraproduktif yang dapat merusak citra institusi, mengedepankan tindakan preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat, melaksanakan penegakan hukum secara selektif, proporsional, dan berorientasi pada keselamatan.

Melalui Operasi Keselamatan Mahakam 2026 ini, diharapkan tercipta budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat serta terwujudnya situasi Kamseltibcar Lantas yang aman, nyaman, dan selamat di wilayah Kabupaten Kutim menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. (fj15)

Banjir Sungai Marah Rendam Dua Desa di Kutai Timur, PT SAP Salurkan Bantuan

January 20, 2026 by  
Filed under Kutai Timur

Kutai Timur, Kaltim — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu Sungai Marah selama berhari-hari memicu banjir besar di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.

Luapan air sungai merendam permukiman warga di Desa Marah Haloq dan Desa Lung Melah. Dua desa yang berada di bantaran sungai ini menjadi wilayah terdampak paling parah.

Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari menjadi terhambat.

Merespons situasi darurat itu, PT Subur Abadi Plantations (SAP), perusahaan perkebunan kelapa sawit grup Astra Agro Lestari, menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan. Bantuan disalurkan kepada warga di kedua desa dengan melibatkan pemerintah desa, aparat kepolisian, serta tokoh masyarakat setempat.

Distribusi bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Marah.

“Kami mewakili masyarakat Desa Marah Haloq menyampaikan terima kasih kepada PT SAP atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami yang terdampak bencana banjir. Bantuan kebutuhan pokok yang diberikan ini sangat membantu kami dalam meringankan beban masyarakat,” ungkap Kepala Desa Marah Haloq, Gusti Mandala, mengapresiasi langkah cepat perusahaan.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Lung Melah, Simon Peres. Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warga di tengah kondisi sulit akibat bencana.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Lung Melah menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Subur Abadi Plantations atas bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat kami yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat membantu warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah kondisi sulit,” ujarnya.

Menurut Simon, bantuan tersebut mencerminkan kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat desa di sekitar wilayah operasional.

“Kami berharap hubungan dan kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin demi menyejahterakan masyarakat Desa Lung Melah,” tambahnya.

Banjir yang melanda Desa Marah Haloq dan Lung Melah terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Marah yang melampaui kapasitas daya tampungnya. Letak geografis kedua desa yang berada di sepanjang bantaran sungai membuat wilayah tersebut sedikit rentan ketika curah hujan tinggi terjadi di kawasan hulu.

Administratur PT SAP, Abdus Syukur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi situasi darurat bencana di sekitar wilayah operasional.

“Kami turut prihatin atas musibah banjir yang dialami masyarakat, khususnya di Desa Marah Haloq dan Lung Melah. Kami berharap bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan,” ujar Abdus Syukur.

Ia menegaskan, PT SAP berkomitmen untuk terus hadir dan bekerjasama dengan pemerintah desa serta masyarakat, tidak hanya dalam situasi normal tetapi juga saat terjadi kondisi darurat.

“Perusahaan berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan mendukung pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut, turut hadir pemerintah desa, Babinsa, tokoh pemuda, serta jajaran manajemen PT SAP. Kegiatan ini menjadi cermin dari upaya bersama dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat pascabencana.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, PT Subur Abadi Plantations menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif mendukung ketahanan sosial masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak bencana alam, sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan yang diusung perusahaan.(*)

Seruan Kedamaian Sultan Kutai di Tengah Sengketa Tapal Batas Bontang-Kutim

October 13, 2025 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Persoalan tapal batas antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih saja membuat penasaran sebagian publik. Sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun itu masih memanas seiring klaim Wakil Walikota Bontang Agus Haris masih ngotot terkait Kampung Sidrap.

Wilayah Sidrap yang berada di Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim, diklaim Pemerintah Kota Bontang sebagai bagian dari administrasinya. Luas lahan yang dipersoalkan sekitar 164 hektare, mencakup permukiman penduduk yang sebagian besar telah memiliki KTP Kota Bontang. Namun secara hukum, wilayah itu masih tercatat dalam peta administrasi Kabupaten Kutim.

Dalam beberapa bulan terakhir, mediasi yang dipimpin Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali digelar. Tim teknis Pemprov bahkan meninjau langsung kawasan Sidrap untuk memastikan kondisi faktual di lapangan. Namun, belum satu pun kesepakatan final tercapai. Kutim menegaskan tidak akan menyerahkan wilayah tersebut, sementara Bontang tetap mempertahankan klaim berdasarkan data kependudukan dan pelayanan publik yang telah berjalan.

Ketegangan administratif itu sempat meluas hingga ke ranah hukum. Mahkamah Konstitusi (MK) sebelumnya menolak permohonan judicial review yang diajukan Pemkot Bontang terkait Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 dan peraturan turunannya. Dalam amar putusannya, MK menyatakan bahwa lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan batas geografis wilayah, karena hal itu merupakan ranah pemerintah pusat dan pembentuk undang-undang.

Putusan MK menegaskan, penentuan batas daerah tidak semata berdasar garis peta atau bentang alam, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah sengketa.

Di tengah memanasnya isu batas wilayah itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura H Aji Muhammad Arifin angkat bicara. Dengan nada tenang, Sultan menilai bahwa persoalan semacam ini bukan hal baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, beberapa daerah lain pun mengalami perbedaan tafsir administratif serupa.

“Masalah tapal batas itu biasa saja. Banyak daerah lain juga mengalaminya. Kalau dibicarakan dengan baik, bisa selesai tanpa harus memanas,” ujar Sultan Kutai dalam keterangannya usai mengikuti puncak peringatan HUT ke-26 Kutim.

Ia menekankan pentingnya niat baik kedua kepala daerah dalam menyelesaikan sengketa. Bagi Sultan, gejolak yang terjadi sering kali dipicu oleh provokasi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan isu wilayah untuk kepentingan politik sesaat.

“Kalau ada yang memanas, mungkin karena ada provokator. Kalau tidak ada provokator, ya tidak panas,” ucapnya menegaskan.

Sultan menyerukan agar Pemkot Bontang dan Pemkab Kutim menempatkan kepentingan masyarakat di atas ego wilayah. Keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat. Jangan sampai masalah batas malah memecah hubungan baik.

Bagi Sultan Kutai, persoalan tapal batas seharusnya tidak menggerus nilai persaudaraan antardaerah. Ia menilai, hubungan historis dan kultural antara masyarakat Kutim dan Bontang terlalu kuat untuk dirusak oleh sekat administratif.

“Yang utama itu menjaga hubungan baik antarwarga. Bontang dan Kutim berasal dari akar sejarah yang sama. Jangan sampai warisan itu rusak karena persoalan batas,” tuturnya.

Seruan damai dari Sultan Kutai seolah menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar tetap menjunjung semangat persatuan di tengah dinamika otonomi. Di tengah geliat pembangunan pesisir timur Kalimantan, ia berharap konflik batas wilayah tidak lagi menjadi batu sandungan bagi kemajuan bersama.

Sementara itu Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman didampingi Wabup H Mahyunadi dan jajaran Forkopimda, lebih memilih bersikap santai. Dari gesturnya nampak mengisyaratkan tidak ada yang perlu dibahas lagi terkait persoalan dimaksud.

Namun pada beberapa kesempatan, Ardiansyah telah menyampaikan kebijakannya menyikapi Kampung Sidrap. Karena Kampung Sidrap merupakan wilayah administrasi Kutim, maka Pemkab tidak akan tinggal diam. Secara bertahap namun pasti, melalui program-program yang dirancang oleh perangkat daerah, Kampung Sidrap bakal menerima sentuhan pembangunan secara menyeluruh. Dimulai dengan pembangunan infrastruktur dasar masyarakat. (k3)

Smansatset Jadi Pusat Berbagi Praktik Baik

September 24, 2025 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA – Dunia pendidikan di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali mencatat langkah kolaboratif. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sangatta Selatan (Smansatset), Kutai Timur (Kutim) menjadi tuan rumah kunjungan silaturahmi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/MA Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu, (24/9/2025).

Pertemuan ini bukan sekadar ajang tatap muka, tetapi juga penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengukuhkan komitmen bersama untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan.

Ketua MKKS SMA/MA PPU Waryono, mengaku terkesan dengan sambutan hangat serta ragam inovasi yang diperlihatkan Smansatset.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Harapan kami, kolaborasi ini menjadi awal berkembangnya praktik baik yang bisa terus kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Menurut Waryono, pengalaman belajar outdoor dan kreativitas seni siswa yang ditampilkan menjadi inspirasi penting bagi pengembangan sekolah di PPU. Ia menekankan bahwa pertemuan lintas wilayah ini membuka ruang luas untuk kemitraan pendidikan. Tidak hanya antarsekolah, tetapi juga dengan orang tua, perusahaan, dan pihak ketiga lain.

“Kami juga sangat mengapresiasi kiprah Pak Rubito yang aktif menginisiasi kegiatan webinar dan berbagai praktik baik di media sosial. Hal ini memberi motivasi bagi kami untuk ikut menggali lebih dalam,” katanya.

Kepala Smansatset Rubito, menyambut baik rombongan PPU dengan memaparkan filosofi sekolahnya yang dijuluki “Seman satset”, cepat belajar, cepat tanggap, dan cepat berkarya.

“Semangat ini adalah visi kami untuk mencetak lulusan tangguh, literat, berkarakter, dan berjiwa entrepreneur,” tuturnya.

Rekam jejak Smansatset memang mengilap. Dengan akreditasi A unggul, predikat Sekolah Literasi Terbaik Kaltim 2023, serta Sekolah Dual Track Terbaik 2024, sekolah ini terus menelurkan inovasi. Seperti program “Celengan Literasi” yang memacu budaya baca. Jaringan kemitraan pun diperluas, melibatkan perusahaan besar seperti PT KPC, PAMA, dan Pertamina, hingga universitas dalam dan luar negeri. Beasiswa penuh ke Tiongkok serta kolaborasi dengan UNESCO Tech, Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember menjadi bagian dari pencapaian tersebut.

Rubito menjelaskan, dukungan mitra telah membawa dampak nyata, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, penguatan program dual track, hingga rencana pembangunan minimarket sekolah oleh PT KPC. Smansatset juga mengembangkan pembelajaran luar ruang dengan memanfaatkan taman, aula kecamatan, hingga rumah jabatan Bupati Kutim.

“Insya Allah, Smansatset akan terus melangkah memperkuat branding, membangun jejaring, dan menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara Smansatset dan seluruh kepala sekolah SMA/MA se-PPU, dilanjutkan penyerahan cinderamata serta sesi foto bersama. Pertemuan ini menandai langkah baru kolaborasi lintas daerah di Kaltim. Mengedepankan praktik baik pendidikan, tak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan mengalir lintas wilayah demi menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. (fj)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1694359
    Users Today : 3949
    Users Yesterday : 4511
    This Year : 630869
    Total Users : 1694359
    Total views : 14397996
    Who's Online : 32
    Your IP Address : 216.73.217.140
    Server Time : 2026-04-22