Jasa Raharja Dukung Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat Provinsi Kaltim

August 18, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya peningkatan kesadaran dan budaya keselamatan berlalu lintas melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026, yang dilaksanakan di Hotel Five Premiere Samarinda, Selasa (11/8/2026)di Hotel Five Premiere Samarinda.

Pada kegiatan tersebut, Jasa Raharja memberikan dukungan melalui Support Event serta menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis melalui Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) bagi para peserta dan tamu undangan. Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi bagian dari upaya Jasa Raharja dalam mendukung kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan sekaligus memastikan kondisi kesehatan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.

Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan, edukasi keselamatan lalu lintas perlu terus ditanamkan sejak usia pelajar karena generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib dan aman berlalu lintas.

“Jasa Raharja akan terus mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap kesadaran akan pentingnya keselamatan tidak hanya diterapkan oleh para pelajar, tetapi juga dapat menjadi contoh dan mengajak lingkungan di sekitarnya untuk lebih tertib dalam berlalu lintas,” ujar Patria.

Melalui dukungan tersebut, Jasa Raharja berharap kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian, pengetahuan, dan komitmen untuk turut menciptakan keselamatan berlalu lintas di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara Jasa Raharja dengan para pemangku kepentingan dalam memperkuat kampanye keselamatan lalu lintas serta membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya keselamatan di jalan. (*)

Astra Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia

August 17, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Perjalanan bersama tersebut telah menjadi fondasi Astra dalam berkontribusi untuk Indonesia dan menyambut usia ke-70 pada 20 Februari 2027 mendatang. Dalam momentum menuju tujuh dekade tersebut, Astra resmi memperkenalkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 dengan tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam acara Alun-Alun Astra yang diselenggarakan di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2026) yang sekaligus menandai awal dari rangkaian perjalanan menuju HUT ke-70 Astra.

Peluncuran logo HUT ke-70 Astra tersebut dilakukan oleh Direktur Astra Djap Tet Fa bersama Executive In-Charge Astra Boy Gemino Kalauserang didampingi Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto, Chief of Human Capital Development Astra Matilda Ester Rotinsulu, Chief of Corporate Finance & Accounting Astra Endro Wahyono, serta Chief of Corporate Information System & Technology Astra Anastasia Krisnawati.

“Astra memiliki filosofi untuk senantiasa tumbuh dan berkembang layaknya pohon rindang yang menjadi tempat bernaung dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Sejalan dengan filosofi tersebut, logo HUT ke-70 tahun Astra digambarkan seperti sebuah pohon, tumbuh dari akar yang kuat, berkembang dari waktu ke waktu, lalu memberi manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Selaras dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Astra turut hadir di tengah-tengah masyarakat dalam mendukung terwujudnya cita-cita dan tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui semangat perjalanan menuju HUT ke-70 Astra dengan memberikan manfaat dan kontribusi nyata serta mendukung terwujudnya Indonesia yang mandiri, berkeadilan, dan sejahtera.

Rangkaian perayaan menuju HUT ke-70 Astra mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” mencerminkan komitmen Astra untuk terus berkarya melalui inovasi, kolaborasi, dan kontribusi nyata yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Tema ini menjadi benang merah seluruh rangkaian perayaan dan menegaskan bahwa memasuki usia ke-70 bukan hanya momentum merayakan pencapaian yang telah diraih, melainkan juga untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan tumbuh bersama Indonesia di masa yang akan datang.

Sementara dalam kegiatan Alun-Alun Astra, terdapat ruang bagi masyarakat untuk ikut merayakan perjalanan Astra sekaligus mengenal lebih dekat berbagai karya dan kontribusi anak bangsa. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari booth interaktif, workshop kreatif, hingga showcase Desa Sejahtera Astra yang menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai karya, inovasi, dan kontribusi Astra dalam menyambut 70 tahun perjalanan bersama Indonesia.

Penyelenggaraan Alun-Alun Astra pada panggung hiburan Semesta Berpesta yang berlangsung selama 15-16 Agustus 2026 juga diramaikan dengan musisi tanah air yaitu Raisa, Tulus, King Nassar, Rizky Febian, Mahalini, RAN, JKT 48, The Adams, dan lainnya.

Semangat saling peduli yang hadir dalam Alun-Alun Astra sejalan dengan upaya Astra untuk terus tumbuh bersama masyarakat dengan menghadirkan manfaat yang lebih luas. Selama hampir tujuh dekade, Astra hadir di dalam perjalanan bersama yang membawa manfaat bagi lebih dari 16 juta masyarakat yang merasakan dampak nyata termasuk di antaranya 6,9 juta tenaga kerja dan keluarganya serta 3 juta penerima manfaat kontribusi sosial melalui program Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 1.533 desa di 35 provinsi.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di wilayah NTT yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) pada Sabtu (15/8) pagi, Alun-Alun Astra juga menjadi momentum untuk mewujudkan semangat saling peduli melalui aksi nyata dengan mendonasikan sebagian dari hasil penjualan tiket yang akan disalurkan melalui Nurani Astra untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana tersebut.

Komitmen tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)

DPD PKS Kutai Kartanegara Gelar Upacara HUT RI

August 17, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA — Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Kutai Kartanegara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat di halaman Kantor DPD PKS Kutai Kartanegara dan diikuti oleh jajaran pengurus, kader, serta simpatisan partai.

Upacara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan bangsa.

Sebagai Pembina Upacara, Ketua DPD PKS Kutai Kartanegara, Ahmad Zainuddin dalam amanatnya menegaskan Kutai Kartanegara membutuhkan pengorbanan dan kesolidan seluruh kader serta simpatisan PKS dalam mengisi kemerdekaan dan membangun daerah.

Ahmad Zainuddin, mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam mengisi kemerdekaan, serta berkontribusi aktif bagi kemajuan daerah dan bangsa. Ia menegaskan bahwa Kutai Kartanegara membutuhkan pengorbanan dan kesolidan seluruh kader serta simpatisan PKS dalam mewujudkan cita-cita bersama tersebut.

Ahmad Zainuddin menegaskan, bekerja merupakan perintah agama. Menurutnya, Islam mendorong umatnya untuk senantiasa aktif, produktif, dan menjauhi kemalasan. Ia menyampaikan, dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, umat Islam diajak memaknai kemerdekaan sebagai amanah yang harus disyukuri melalui tindakan nyata. Kemerdekaan, lanjutnya, perlu dirawat dengan menjaga persatuan, mengisi pembangunan, serta menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa. (RY)

 

Pelatihan Batik Tak Boleh Berhenti di Ruang Kelas

August 13, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR-Dekranasda Kutai Barat (Kubar) tak ingin pelatihan membatik hanya menjadi kegiatan seremonial. Lewat Pelatihan Membatik Motif Khas Kubar 2026, para peserta didorong mampu melahirkan batik tulis berciri daerah yang bernilai jual sekaligus menjadi identitas baru Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Saat membuka pelatihan, di Sekretariat Dekranasda Kubar, Rabu (12/8/2026), Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Asisten 2 Ali Sadikin menegaskan, Kubar memiliki kekayaan budaya yang layak diangkat menjadi motif batik khas. Pelatihan ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga membekali pelaku IKM, UMKM, perajin, dan generasi muda agar mampu menghasilkan karya yang memiliki ciri khas daerah serta bernilai ekonomi.

Frederick berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai kemampuan teknis semata. Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

“Kembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan manfaatkan media sosial maupun platform digital untuk memperluas pemasaran,” pesannya.

Ketua Dekranasda Kubar Maria Christina mengingatkan, batik tulis memiliki makna lebih dari sekadar motif. Ia menilai maraknya batik printing jangan sampai menggeser pemahaman masyarakat terhadap batik yang sesungguhnya. UNESCO mengakui batik sebagai teknik perintangan warna menggunakan lilin panas.

“Karena itu, pelatihan batik tulis merupakan bagian penting dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa,” tegasnya.

Maria optimistis batik tulis Kubar mampu menjadi produk unggulan jika terus dikembangkan. Menurutnya, motif dapat menggambarkan keindahan alam, kekayaan sumber daya, hingga seni budaya berbagai etnis di Kubar. Melalui batik, eksotisme Kubar akan semakin dikenal. Kami ingin masyarakat bangga mengenakan batik tulis Kubar karena memiliki nilai seni sekaligus nilai jual yang tinggi.

Dia juga meminta pelatihan diikuti dengan strategi pemasaran yang serius. Dekranasda bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan membangun jejaring promosi, menjaga keberlanjutan produksi, dan memperluas akses pasar.”Kalau produksinya berkelanjutan dan pemasarannya kuat, batik tulis Kubar bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (yan)

Audiensi LPTQ Kaltim  dan HMI Badko Kaltimtara Batal Terlaksana

August 12, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Agenda audiensi antara Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltimtara) yang dijadwalkan berlangsung, Selasa (11/8/2026) batal terlaksana.

Ketua HMI Badko Kaltimtara, Ashan Putra Pradana, menyesalkan agenda tersebut yang menurutnya dibatalkan secara sepihak. Ia menegaskan, HMI Badko Kaltimtara dalam agenda tersebut bukan sebagai pihak yang mengajukan permohonan audiensi, melainkan pihak yang diundang oleh LPTQ Kaltim.

Ketua HMI Badko Kaltimtara, Ashan Putra Pradana

“Janjiannya jam 2 siang di surat, kami sudah datang tepat waktu, lalu dibatalkan secara sepihak. Tidak pas rasanya bagi instrumen penyelenggara pemerintah,” ujar Putra, Selasa (11/8/2026).

Putra menjelaskan, undangan audiensi tersebut diterimanya pada Minggu (9/8/2026). Dalam surat itu, LPTQ Kaltim mengundang HMI Badko Kaltimtara untuk berdialog. Atas dasar undangan tersebut, ia bersama sejumlah pengurus kemudian mendatangi Kantor Gubernur Kaltim sesuai waktu yang telah ditentukan.

Namun, saat menunggu kepastian mengenai ruangan pelaksanaan audiensi, pihaknya justru mendapat informasi bahwa agenda tersebut dibatalkan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Kaltim.

Menurut Putra, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan tersebut. Kondisi itu kemudian membuat pihaknya mempertanyakan mekanisme komunikasi dan koordinasi dalam agenda audiensi yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Ia mengaku semakin bingung setelah menerima pesan dari narahubung yang sebelumnya berkomunikasi dengannya. Dalam pesan tersebut disebutkan pihak LPTQ meminta arahan Kepala Biro Kesra Kaltim sebelum pelaksanaan audiensi. Hal tersebut karena dalam kepengurusan LPTQ Kepala Biro Kesra itu sebagai Wakil Ketua II LPTQ Prov Kaltim.

Menurut Putra, kondisi tersebut menjadi persoalan karena terdapat keterkaitan jabatan antara struktur LPTQ Kaltim dengan Biro Kesra Pemprov Kaltim. Ia menilai, meskipun terdapat hubungan dalam struktur kepengurusan, fungsi dan kewenangan masing-masing lembaga semestinya tetap dijalankan secara profesional.

“LPTQ dan Kesra merupakan dua instrumen yang berbeda. Jadi semestinya tidak tercampur satu sama lain,” tegasnya.

Ia menilai, tumpang tindih jabatan tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan fungsi organisasi, khususnya terkait pengambilan keputusan dan komunikasi dengan pihak eksternal.

 

Putra mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Menurutnya, organisasi yang berada dalam lingkup pembinaan pemerintah daerah seharusnya mampu menunjukkan profesionalitas dalam menjalankan fungsi maupun membangun komunikasi dengan organisasi masyarakat dan kepemudaan.

“Kalaupun dibatalkan, harusnya yang bicara kan LPTQ, bukan Kesra yang mengambil keputusan,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Biro Kesra Kaltim, Dasmiah membantah pihaknya membatalkan agenda audiensi tersebut. Ia menegaskan, Biro Kesra justru merupakan pihak yang turut memfasilitasi agenda tersebut.

“Kami tidak ada membatalkan. Kami yang buat undangan,” ujar Dasmiah.

Menurut Dasmiah, pihaknya justru menerima informasi dari internal terkait bahwa HMI disebut tidak dapat menghadiri agenda audiensi karena memiliki agenda lain.

Ia juga mengatakan Biro Kesra mengetahui adanya pengurus HMI yang datang ke Kantor Gubernur Kaltim melalui staf. Namun, menurut informasi yang diterimanya, pengurus HMI tidak menuju lantai empat, lokasi yang telah disiapkan untuk pelaksanaan pertemuan.

“Kami tahu ada HMI datang dari staf. Mereka tidak datang ke lantai 4 di tempat kami siapkan pertemuan, tapi mereka di bawah di Indomaret,” ungkapnya.

Karena itu, Dasmiah menilai informasi yang menyebut Biro Kesra membatalkan audiensi tidak sesuai dengan kejadian yang diketahui pihaknya.

“Jadi intinya ini hoaks,” tegas Dasmiah.

Kepala Bagian Bina Mental Spiritual Biro Kesra Kaltim, Hamsani menjelaskan kronologi dari sisi pihaknya. Ia mengatakan Biro Kesra memang telah bersurat kepada HMI Badko Kaltimtara untuk menghadiri audiensi pada Selasa siang.

Menurut Hamsani, agenda tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Biro Pembangunan dan Organisasi Daerah (POD) serta Kesbangpol Kaltim.

“Kami itu sebenarnya sudah bersurat ke teman-teman HMI untuk audiensi di hari Selasa siang ini. Prosesnya itu kami sampaikan, kami juga koordinasikan dengan Biro POD dan teman-teman Kesbangpol,” jelas Hamsani.

Namun, kata dia, sebelum pelaksanaan audiensi pihaknya memperoleh informasi bahwa HMI belum bersedia menghadiri pertemuan tersebut. HMI disebut memilih menyampaikan laporan kepada Kejaksaan.

“Belum bersedia. Artinya mereka hanya menyampaikan laporan ke Kejaksaan. Nah, itu ceritanya,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Kesbangpol Kaltim, Fauzan, memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai awal mula agenda audiensi tersebut. Ia mengatakan rencana pertemuan berkaitan dengan rencana aksi HMI yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (13/8/2026).

Fauzan menjelaskan, Kesbangpol bersama pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Biro POD dan Biro Kesra untuk mencari opsi agar rencana aksi tersebut dapat difasilitasi melalui audiensi.

“Mereka kan mau aksi di tanggal 13 hari Kamis. Maka kita konfirmasilah ke Kesra dan POD bagaimana supaya aksi itu menjadi audiensi saja,” katanya.

Dari hasil koordinasi tersebut, kata Fauzan, pihak biro menyepakati untuk memberikan waktu audiensi pada Selasa (11/8/2026).

Namun, sehari sebelum agenda tersebut, dilakukan konfirmasi kepada pihak HMI melalui kepolisian terkait kesiapan menghadiri audiensi. Dalam komunikasi tersebut, menurut Fauzan, HMI menyampaikan belum berkenan mengikuti audiensi dan memilih menyampaikan laporan kepada Kejaksaan.

“Ketika dikonfirmasi mereka menyampaikan bahwa belum berkenan dan mereka hanya mau menyampaikan pelaporan saja ke Kejaksaan,” ujarnya.

Hasil komunikasi tersebut kemudian disampaikan kepada Biro POD. Fauzan menegaskan, tidak ada keputusan dari Biro Kesra untuk membatalkan audiensi.

“Makanya tidak ada audiensi di Selasa itu. Akhirnya kita sampaikanlah ke POD hasilnya. Karena surat itu mungkin sudah terlanjur terkirim, mereka anggap kita membatalkan. Padahal dari mereka sendiri yang tidak bersedia audiensi waktu dikonfirmasi dengan Polres,” jelasnya.

Menurut Fauzan, persoalan tersebut muncul karena terdapat perbedaan pemahaman terkait status agenda audiensi. Di satu sisi, HMI mengaku telah memenuhi undangan LPTQ dan datang ke Kantor Gubernur Kaltim. Sementara dari sisi pemerintah, agenda tersebut sebelumnya dianggap tidak lagi dilanjutkan setelah adanya informasi bahwa HMI belum bersedia mengikuti audiensi.

“Intinya sebenarnya dari teman-teman biro sudah mau memfasilitasi. Cuma dari HMI tidak berkenan, dikonfirmasi menyampaikan bahwa belum bersedia,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, Biro Kesra dalam persoalan tersebut berperan sebagai fasilitator karena rencana penyampaian aspirasi HMI berkaitan dengan urusan keagamaan dan lokasi yang dituju adalah Kantor Gubernur Kaltim.

“Tidak ada Kesra itu membatalkan. Kami hanya fasilitasi saja. Yang fasilitasi kan Kesra karena urusan keagamaan. Karena mereka demonya maunya di Kantor Gubernur,” katanya.

 

Ia menyebut, apabila HMI ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada LPTQ, maka hal tersebut dapat dilakukan di kantor LPTQ. Namun, karena lokasi yang direncanakan adalah Kantor Gubernur Kaltim, koordinasi dengan Biro Kesra dan Biro POD diperlukan.

“Kalau mereka mau di LPTQ ya silakan di LPTQ. Maunya ke Kantor Gubernur. Mau tidak mau yang fasilitasi Biro Kesra dan POD, karena berkaitan dengan fungsi keagamaan di Biro Kesra,” pungkasnya.

Sementara itu, Putra berujar pihaknya tidak pernah merasa membatalkan agenda, Ia mengatakan siap hadir pada narahubung yang menghubunginya.

“Waktu dihubungi memang saya sempat mempertanyakan urgensi agenda, tapi kami langsung acc, tidak ada kami menolak bertemu,” pungkas Putra.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak LPTQ belum memberi respon apapun, wartawan media ini sudah sempat mengirim pesan melalui whatsapp kepada Ketua LPTQ namun belum mendapat balasan. (*)

Next Page »

  • vb