Ketika Perempuan dan Kreator Lokal Ambil Alih Panggung Yamaha CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta

July 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

YOGYAKARTA – Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026. Berkolaborasi dengan Land of Leisures (LoL), festival kreatif tahunan yang menjadi wadah berbagai komunitas kreatif di Yogyakarta, gelaran penutup ini menghadirkan atmosfer berbeda dengan perpaduan budaya modifikasi, seni, lifestyle, hingga hiburan yang semakin memperkuat karakter lini Classy Yamaha sebagai bagian dari gaya hidup anak muda, sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya karya-karya modifikasi terbaik dari pengguna Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid.

Salah satu hal yang paling menarik pada penyelenggaraan CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta adalah tingginya partisipasi peserta wanita dalam kompetisi modifikasi. Tidak hanya hadir sebagai penikmat, mereka juga menunjukkan kreativitas dan karakter yang kuat melalui karya modifikasi yang mampu bersaing dengan peserta lainnya. Hal ini membuktikan bahwa dunia modifikasi kini semakin inklusif menjadi ruang berekspresi bagi siapa saja.

“Setiap kota selalu menghadirkan cerita yang berbeda, dan Yogyakarta memberikan kejutan yang sangat positif. Meningkatnya partisipasi peserta wanita menunjukkan bahwa budaya modifikasi Classy Yamaha semakin berkembang dan inklusif. Menariknya, karya modifikasi yang ditampilkan peserta tahun ini sangat beragam dengan kualitas yang merata, sehingga dewan juri harus melalui proses diskusi yang cukup intens untuk menentukan para pemenang. Hal ini membuktikan bahwa Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid mampu menjadi kanvas kreativitas bagi siapa saja,” ujar Esra Paseru, selaku Chief Yamaha Area DDS 3.

Persaingan Ketat Lahirkan Juara Terbaik

Pada kategori Yamaha Fazzio Hybrid, gelar Best of The Best berhasil diraih oleh Febry Irwantos melalui motornya, Fazzitos. Mengusung konsep Clean Retro Look, motor ini tampil rapi dengan dominasi warna putih mutiara yang dipadukan grafis minimalis bermotif ombak abu-abu serta aksen papan catur yang memberikan kesan dinamis tanpa menghilangkan nuansa elegan. Dipadukan dengan berbagai aksesori fungsional, Fazzitos berhasil menghadirkan perpaduan estetika klasik dan gaya urban modern yang premium serta berkarakter.

Sementara itu, penghargaan Best of The Best Grand Filano Hybrid berhasil diraih oleh Enggarino Diambona melalui motor bertajuk Filantoise. Mengusung tema Japanese Scooter, motor ini memadukan nuansa tradisional Jepang melalui grafis bergaya Irezumi yang menampilkan ilustrasi ombak, awan, bunga sakura, dan topeng tradisional, dipadukan dengan part premium pada sektor kaki-kaki. Perpaduan tersebut menghadirkan tampilan yang sporty, artistik, sekaligus tetap mempertahankan karakter classy dan premium khas Grand Filano Hybrid.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap tingginya kualitas karya modifikasi Yamaha Fazzio Hybrid, dewan juri juga memberikan empat penghargaan tambahan Best Pick Juri sebagai penutup rangkaian kompetisi.

Dari Warisan Ikonik Hingga Kolaborasi Seni Modern

Tidak hanya menghadirkan kompetisi modifikasi, CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta juga menyuguhkan berbagai aktivitas menarik yang semakin memperkuat gaya hidup para pengguna Classy Yamaha. Pengunjung berkesempatan melihat langsung kehadiran Yamaha Grand Filano Gen 1 bermesin CBU, sebuah unit yang memiliki nilai historis sebagai salah satu cikal bakal perjalanan skutik premium Yamaha.

Semangat kreativitas tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi spesial antara Yamaha Grand Filano Hybrid dan Land of Leisures yang dimodifikasi oleh Disaster Tigabelas dengan mengusung konsep Urban-Art Fusion. Mengedepankan prinsip less is more, modifikasi ini menghadirkan sentuhan sederhana namun fungsional melalui penambahan front rack, grab rail bergaya buddy seat, serta penggunaan maltese mirror end dan wheel dop 12 inci yang memperkuat karakter urban tanpa menghilangkan kesan classy dan premium khas Grand Filano Hybrid.

Yamaha juga menghadirkan sesi Live Painting pada lini Classy Yamaha bersama empat seniman lokal, yaitu @dyeget, @techoooooooooooo, @enaisikey23, dan @zeinsone. Melalui karya yang dibuat secara langsung di atas lini Classy Yamaha, kolaborasi ini menghadirkan perpaduan unik antara dunia otomotif dan seni kontemporer yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Keseruan acara semakin lengkap melalui City Touring bersama pengguna lini Classy Yamaha, kompetisi lifestyle seperti Beyblade dan Fingerboard Competition, serta penampilan modern dance dari Y2C. Yamaha juga menyediakan exclusive parking area bagi pemilik Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid untuk menambah kenyamanan selama acara.

Berakhirnya CLASSY Modifest 2026 di Yogyakarta menjadi bukti bahwa budaya modifikasi skutik lini Classy Yamaha terus berkembang di kalangan generasi muda. Dengan desain ikonik, harga yang kompetitif, serta teknologi Blue Core Hybrid 125cc yang bertenaga dan irit bahan bakar, Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid terus menjadi pilihan skutik stylish untuk mendukung mobilitas sekaligus menjadi media berekspresi. (*)

 

Grup Musik Perwira Bergoyang Guncang Moonverse Festival 2026

July 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Jakarta — Industri musik dangdut koplo Indonesia semakin hangat. Grup Perwira Bergoyang by Jwara Creative meluncurkan single terbaru bertajuk “Senggol Dong Boss”. Ini sebuah karya yang menggabungkan semangat pesta, aransemen modern, serta karakter musikal yang mudah melekat di telinga pendengar.

Perwira Bergoyang yang digawangi Jery Benedick, Rori Perwira, Hexa Aprelia, dan Alvin Spin di bawah naungan Nada Djwara resmi melakukan debut perdana di hadapan publik melalui panggung Moonverse Festival 2026 yang berlangsung pada 28 Juni 2026 di Summarecon Mall Serpong.

Kesempatan tampil dalam festival berskala nasional menjadi penanda keseriusan Perwira Bergoyang untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus mempertegas identitas mereka sebagai salah satu grup koplo yang siap bersaing di industri musik Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan lagu yang mampu menghibur semua kalangan. Senggol Dong Boss lahir dengan semangat kebersamaan, keceriaan, dan energi positif yang menjadi napas utama Perwira Bergoyang,” ujar Jery Benedick.

Keistimewaan “Senggol Dong Boss” terletak pada kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan Perwira Bergoyang dengan Angela Tee, mantan personel grup vokal fenomenal 7 Icons yang pernah merajai tangga lagu melalui hit “Playboy”. Perpaduan karakter vokal Angela dengan aransemen koplo modern menciptakan dimensi musikal yang lebih kaya sekaligus memperluas daya tarik lagu bagi penikmat musik pop maupun dangdut.

Perwira Bergoyang juga melibatkan Farelio, penyanyi muda yang mulai dikenal publik berkat karya “Astaga” dan “Jangan Dipaksa Rindu”. Kehadiran Farelio menghadirkan warna vokal yang segar dan memperlihatkan bagaimana regenerasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam perkembangan musik Indonesia.

Secara musikal, “Senggol Dong Boss” menawarkan perpaduan ritme koplo yang enerjik dengan sentuhan pop kontemporer yang sedang berkembang di industri musik nasional. Pendekatan tersebut membuat lagu terasa ringan, komunikatif, sekaligus memiliki potensi besar menjangkau pendengar lintas usia, mulai dari pencinta dangdut tradisional hingga generasi muda yang akrab dengan musik digital.

Momentum peluncuran lagu juga menjadi panggung pembuktian kualitas performa Perwira Bergoyang. Mereka tampil penuh energi di hadapan ribuan penonton Moonverse Festival dan berhasil membangun interaksi yang hangat melalui aksi panggung yang atraktif serta musikalitas yang solid.

Moonverse Festival 2026 turut menghadirkan sejumlah nama besar seperti NDX AKA, Denny Caknan, Jono Joni, serta sederet musisi populer lain yang menjadi magnet utama festival. Kehadiran Perwira Bergoyang di tengah jajaran penampil tersebut memperlihatkan besarnya kepercayaan industri terhadap potensi mereka sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem musik dangdut koplo Indonesia.

“Kami percaya dangdut koplo terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman. Melalui Senggol Dong Boss, kami ingin membuktikan bahwa musik koplo mampu tampil modern tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya,” kata Alvin Spin.

Perwira Bergoyang optimistis “Senggol Dong Boss” mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan musik dangdut koplo sekaligus memperluas basis penggemar di berbagai daerah. Semangat kolaborasi, eksplorasi musikal, dan kualitas produksi menjadi fondasi yang mereka yakini akan membawa karya tersebut mendapat tempat di hati masyarakat.

Antusiasme penonton selama penampilan perdana menjadi jawaban atas rasa penasaran publik terhadap chemistry Perwira Bergoyang, Angela Tee, dan Farelio. Sambutan hangat yang mengiringi setiap bagian lagu memperlihatkan bahwa “Senggol Dong Boss” memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu lagu koplo yang paling diperbincangkan sepanjang 2026 sekaligus membuka babak baru perjalanan karier Perwira Bergoyang.(rls/Muhammad Fadhli)

PT BIM-PPS Salurkan 43.750 Bibit Bandeng untuk Perkuat Ekonomi Anggota KTPA Desa Lori

June 30, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

PASER – PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS) menyalurkan 43.750 bibit ikan bandeng dan 21 kilogram pakan ikan kepada tujuh anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Desa Lori, Kabupaten Paser, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

‎Penyaluran bantuan dilakukan di Kantor Desa Lori. Setiap anggota KTPA menerima 6.250 bibit ikan bandeng dan 3 kilogram pakan ikan untuk mendukung usaha tambak yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir.

‎Selain bantuan ekonomi, kegiatan tersebut juga disertai pelatihan penanggulangan kebakaran guna meningkatkan kapasitas anggota KTPA dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.

‎Kepala Desa Lori, Sudarmono, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat yang selama ini mengandalkan usaha tambak sebagai sumber penghidupan.

‎“Terima kasih kepada PT BIM-PPS. Bantuan ini sangat meringankan anggota yang memiliki tambak karena ikan bandeng dan udang merupakan komoditas penghasilan terbesar masyarakat Desa Lori,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

‎Sudarmono berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut, termasuk dalam mendukung pengembangan bibit ikan bandeng di Desa Lori. Menurutnya, selama ini kebutuhan bibit masih harus didatangkan dari luar daerah.

‎“Kami masih cukup kesulitan mendapatkan bibit ikan bandeng karena harus dibeli dari luar daerah. Semoga ke depan kami bisa belajar mengembangkan bibit sendiri dan PT BIM-PPS dapat terus memberikan dukungan agar komoditas bandeng di desa kami terus berkembang,” katanya.

‎Manajemen PT BIM-PPS melalui Joko Widodo menjelaskan program bantuan dirancang sesuai dengan karakteristik Desa Lori sebagai kawasan pesisir, di mana sebagian besar anggota KTPA memiliki tambak untuk budidaya ikan dan udang.

‎“Bantuan ekonomi yang kami berikan disesuaikan dengan kebutuhan anggota KTPA Desa Lori. Sebagai desa pesisir, sebagian besar anggota memiliki tambak untuk budidaya ikan maupun udang. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat anggota KTPA dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran,” ujarnya.

‎Asisten Sustainability PT BIM-PPS, Anggy Setiawan, menambahkan bahwa perusahaan tidak hanya berkolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.

‎“Bantuan ini menjadi penyemangat bagi anggota KTPA agar terus aktif menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari usaha tambak yang mereka kelola. Bantuan ini sepenuhnya kami serahkan untuk dikelola oleh penerima manfaat sehingga hasilnya dapat dinikmati secara langsung,” katanya.

‎Sementara itu, salah seorang anggota KTPA Desa Lori, Barake, mengaku bantuan bibit ikan bandeng sangat membantu karena selama ini pasokan bibit harus didatangkan dari Surabaya.

‎“Kami cukup kesulitan dalam pengadaan bibit ikan bandeng karena harus didatangkan langsung dari Surabaya. Ikan bandeng hanya bisa dikelola dalam satu siklus enam bulan karena tidak bisa berkembang biak lagi. Kami hanya bisa menebar bibit, kemudian enam bulan ke depan baru dipanen,” ungkapnya.

‎Program tersebut merupakan bagian dari komitmen PT BIM-PPS dalam membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi dan peningkatan kapasitas pencegahan karhutla guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.*

IPPRISIA Kaltim Jajaki Kolaborasi dengan DPPPA Kutai Timur

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Penata Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melanjutkan agenda silaturahmi dan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kutai Timur pada Jumat (19/6/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi untuk memperkuat program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur.

Rombongan IPPRISIA diterima Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, di Kantor DPPPA Kutai Timur.

Delegasi IPPRISIA Kalimantan Timur dipimpin Ketua DPD Marliana Wahyuningrum, didampingi Wakil Ketua Fitri Eka Dinanti, Trainer Pengembangan SDM Endro S. Efendi, Ketua Bidang Organisasi Violeta, Ketua Bidang Usaha Nuraidah, Ketua Bidang Humas Sahidin Ahmad, Anggota Bidang Humas Taufik Riyadi, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Wita Royani Djaang, serta Wakil Sekretaris Tiwi Latifah.

Dalam audiensi tersebut, Marliana memperkenalkan IPPRISIA sebagai organisasi yang menghimpun berbagai praktisi dan profesi dari beragam bidang keahlian yang berkomitmen mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan lintas profesi.

Ia menjelaskan, IPPRISIA merupakan organisasi mitra Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah hadir di Kalimantan Timur sejak tahun 2009. Organisasi ini sebelumnya bernama Ikatan Pengembang Kepribadian Indonesia, yang berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui kegiatan edukasi, pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan monitoring.

“Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat, pada tahun 2024 kami bertransformasi menjadi Ikatan Penata Indonesia atau IPPRISIA. Transformasi ini dilakukan agar organisasi mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, mulai dari balita, anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia,” ujar Marliana.

Menurutnya, perubahan tersebut juga diikuti dengan penguatan program-program yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.

Beberapa program unggulan yang diperkenalkan kepada DPPPA Kutai Timur di antaranya SIAP BERDAYA, yakni program pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan selama sembilan hingga dua belas bulan. Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memperkuat karakter, mental, dan kemandirian.

Program berikutnya adalah SAPA (Sahabat Peduli Anak) yang berfokus pada penguatan karakter anak usia sekolah melalui pendampingan relawan pendidikan bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, hingga SMP.

Selain itu, IPPRISIA juga memiliki program DICINTAI (Ibu Cerdas Indonesia Tanpa Stunting) yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui edukasi kesehatan, penguatan pola asuh, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta pembentukan lingkungan yang sehat.

“Kami hadir sebagai mitra pemerintah yang siap berkolaborasi. Harapan kami, program-program yang dimiliki IPPRISIA dapat disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Marliana.

Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DPPPA Kabupaten Kutai Timur, Supianti, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kunjungan IPPRISIA Kalimantan Timur.

Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memiliki kesamaan tujuan dengan program-program yang selama ini dijalankan DPPPA Kutai Timur, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Kami menyambut baik kehadiran IPPRISIA Kalimantan Timur. Program-program yang disampaikan sangat relevan dengan tugas dan fungsi kami. Semoga komunikasi ini menjadi awal dari kolaborasi yang baik sehingga dapat menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Supianti.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan berbagai profesi yang tergabung dalam IPPRISIA, diharapkan akan lahir inovasi dan program-program yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih komprehensif.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat untuk terus membangun komunikasi serta menjajaki peluang kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penguatan keluarga, dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kutai Timur. (*)

SMK Teacher Factory Visit to Yamaha Guru SMK Kunjungi Pabrik Yamaha, Siap Sinergi Lahirkan Talenta SMK Kelas Dunia

June 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Sebagai manufaktur sepeda motor global, Yamaha pun turut berkomtimen untuk memberikan kontribusi dan perannya bagi perkembangan dunia pendidikan serta profesi tanah air. Terbaru, Yamaha Indonesia kembali menerima kunjungan pabrik (factory visit) dari para guru SMK di Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Pulo Gadung, Jakarta, 5 Juni 2026.

Kunjungan pabrik ini sendiri merupakan agenda kunjungan resmi yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. Dalam kesempatan ini, pihak kementerian mengundang dan mengajak para guru SMK jurusan pemasaran dari seluruh Indonesia, untuk melakukan studi banding dan mengetahui dinamika industri manufaktur bersama Yamaha.

“Sebagai wujud nyata dan komitmen kami dalam memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan dan profesi, kami terus melakukan inovasi dengan membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pelaku pendidikan untuk datang dan belajar bersama kami di Yamaha. Kunjungan pabrik menjadi salah satu medium-nya, di mana melalui hal ini kami tidak hanya semakin membuktikan kapasitas dan kualitas Yamaha sebagai manufaktur berskala global. Namun, kami juga ingin membuktikan kapasitas kami dalam mendukung pertukaran pengetahuan dan penguatan talenta yang siap terjun ke dunia industri,” ungkap Hendri Kartono, Assistant General Manager Sales PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Inisiasi atas agenda kunjungan ini, merupakan bagian dari partisipasi Yamaha dalam mendukung program 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas. Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah ingin mewujudkan peningkatan kompetensi dan keilmuan guru SMK dengan melibatkan langsung para pelaku industri, melalui penguatan sinergi dunia pendidikan dan bisnis, sekaligus mempelajari dinamika dan tren marketing global yang terus bergerak dinamis.

Dalam kunjungannya di pabrik Yamaha di Jakarta, para guru mendapatkan beragam pemaparan, mulai dari perjalanan sejarah Yamaha di Indonesia, pemanfaatan dan pengembangan teknologi manufaktur, pengendalian mutu, serta inovasi Yamaha Indonesia dalam mengembangkan strategi marketing & sales selama lebih dari 51 tahun, melalui talenta para anak bangsa yang dapat bersaing di tingkat global.

Selain itu, para peserta pun juga berkesempatan untuk melihat langsung proses produksi yang ada di dalam lingkungan pabrik, mulai dari engine assy process, body assy process, hingga final inspection, sekaligus berdiskusi dengan tim dari Yamaha Institute mengenai tantangan, peluang, dan strategi dunia sales serta marketing sepeda motor dari Indonesia yang dapat bersaing hingga ke kancah global.

Kunjungan ini pun kembali menjadi momen penting bagi Yamaha Indonesia untuk terus menunjukkan kapabilitasnya dalam persaingan industri manufaktur di tingkat nasional maupun global, sekaligus juga menegaskan komitmen Yamaha dalam mewujudkan eksosistem pengetahuan, vokasi, dan profesi yang inklusif serta konstruktif bagi perkembangan dunia pendidikan Indonesia. (*)

Next Page »

  • vb