DePA-RI dan Organisasi Advokat Singapura Perkuat Kerja Sama Hukum

May 19, 2026 by  
Filed under Nusantara

Plt Ketum DePA-RI, Irjen Pol (Purn) Dr. Kamil Razak, SH, MH didampingi Sekertaris Jenderal DePA-RI, Dr. Sugeng Aribowo, SH, MH, dan Prof. Dr. Henny Wakil Rektor I, Universitas Langlang Buana Bandung, menerima cindera mata dari Prof. Tan Cheng Han, Presiden The Law Society of Singapore (LSS) di kantor DePA-RI.

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI), TM Luthfi Yazid menyampaikan, kunjungan organisasi advokat Singapura, The Law Society of Singapore (LSS), ke DePA-RI merupakan sebuah kehormatan sekaligus momentum penting untuk mempererat hubungan kerja sama hukum antara Indonesia dan Singapura.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara LSS dan DePA-RI pada 15 Agustus 2025 di Singapura. Kesepakatan itu sebelumnya ditandatangani oleh Presiden LSS saat itu, Lisa Sam, bersama Ketua Umum DePA-RI, Luthfi Yazid.

Delegasi The Law Society of Singapore dipimpin langsung oleh Presidennya, Prof. Tan Cheng Han SC, didampingi 18 advokat dari berbagai firma hukum ternama di Singapura, di antaranya Allen & Gledhill LLP, RCLT Law Corporation, ADTLaw LLC, Kennedys Legal Solutions, Covenant Chambers LLC, Fortress Law Corporation, hingga WongPartnership LLP. Hadir pula sejumlah pengurus dan perwakilan resmi dari The Law Society of Singapore.

Dari pihak DePA-RI, pertemuan dihadiri Pelaksana Tugas Ketua Umum Irjen Pol. Dr. Kamil Razak, S.H., M.H., Penasihat Utama Hayyan ul Haq, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Ketua Umum Dr. Aziz Zein, S.H., M.H., Sekretaris Jenderal Dr. Sugeng Aribowo, S.H., M.H., serta jajaran pengurus pusat dan daerah DePA-RI dari berbagai provinsi di Indonesia. Turut hadir pula sejumlah akademisi dan pimpinan perguruan tinggi hukum dari berbagai universitas.

Kegiatan courtesy visit tersebut dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 14.30–16.30 WIB di DHH Luthfi Yazid, Satrio Tower Lantai 22, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. C-4, RT 07/RW 02, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

Dalam sambutannya secara daring dari Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Luthfi Yazid berharap hubungan kerja sama antara dua organisasi advokat tersebut dapat terus berkembang secara erat, produktif, dan berkesinambungan. Ia menilai hubungan baik antara Indonesia dan Singapura selama ini menjadi fondasi kuat untuk membangun kolaborasi hukum yang saling menghormati dan memberikan manfaat bagi kedua negara.

“Meskipun saya tidak dapat berjabat tangan langsung dengan Prof. Tan Cheng Han maupun sahabat lama saya Lisa Sam, saya yakin pertemuan ini akan menjadi awal yang sangat baik bagi kerja sama kolaboratif yang membawa manfaat bagi kedua organisasi maupun kedua negara sahabat,” ujar Luthfi Yazid.

Sementara itu, Presiden LSS, Prof. Tan Cheng Han SC, menyampaikan apresiasi tinggi kepada DePA-RI atas sambutan hangat yang diberikan. Mantan Dekan Fakultas Hukum National University of Singapore (NUS) tersebut menegaskan bahwa kerja sama hukum antara Indonesia dan Singapura sangat penting dalam mendukung harmonisasi hukum dan perlindungan investasi lintas negara.

 

Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia sangat besar sehingga membutuhkan kepastian dan perlindungan hukum yang optimal. Di sisi lain, banyak pula pengusaha Indonesia yang berinvestasi di Singapura dan memerlukan jaminan perlindungan hukum yang maksimal.

Prof. Tan Cheng Han yang juga pernah menjabat Dekan School of Law City University of Hong Kong menambahkan, ruang kerja sama antara LSS dan DePA-RI sangat luas, mulai dari peningkatan profesionalitas advokat, pengembangan keahlian, penanganan perkara korporasi lintas negara dan yurisdiksi, hingga kolaborasi akademik serta riset hukum.

Pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai perkembangan hukum di Indonesia, termasuk implementasi KUHP dan KUHAP baru, tindak pidana korporasi, pencucian uang, perkara korupsi, serta kejahatan lintas negara. Delegasi kedua organisasi turut bertukar pandangan mengenai pendekatan hukum yang diterapkan di Indonesia maupun Singapura dalam menangani persoalan-persoalan tersebut.

Menanggapi harapan Presiden LSS, Luthfi Yazid menyatakan optimistis bahwa masih banyak program strategis dan prospektif yang dapat dikembangkan bersama antara DePA-RI dan The Law Society of Singapore, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Acara kemudian ditutup dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen memperkuat hubungan kerja sama antarorganisasi advokat kedua negara. (rls)

IKN Fun Day Hadirkan Workshop Membatik Pewarna Alami

May 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menghadirkan workshop membatik dengan pewarna alami sebagai bagian dari rangkaian kegiatan IKN Fun Day dalam momentum libur Kenaikan Isa Almasih.

Kegiatan workshop ini berlangsung pada Kamis–Jumat, 14–15 Mei 2026 pukul 10.00–16.00 WITA di kawasan Sentra Massa IKN dan terbuka gratis untuk umum tanpa pendaftaran.

Workshop ini mengajak pengunjung mengenal teknik membatik sederhana dengan metode shibori atau tie-dye menggunakan pewarna alami dari tanaman khas Kalimantan, seperti mangrove dan ketapang. Seluruh alat dan bahan telah disediakan panitia, dan hasil karya peserta dapat dibawa pulang.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN sekaligus Ketua Panitia Pelayanan Kunjungan Masyarakat periode libur Kenaikan Isa Almasih 2026, Myrna A. Safitri mengatakan, kegiatan ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati kawasan IKN, tetapi juga terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif.

“Melalui workshop membatik ini, masyarakat dapat mengenal bagaimana tanaman di hutan IKN dimanfaatkan sebagai pewarna tekstil alami. Batik merupakan medium untuk mengekspresikan kebudayaan, termasuk memperkenalkan ragam hias khas wilayah IKN,” ujarnya, Kamis (14/05/2026) di Sentra Massa IKN.

Dalam proses pewarnaan, ketapang direbus untuk menghasilkan warna alami, sementara bagian mangrove yang digunakan dapat berupa propagul, kulit, maupun daun yang telah digeprek agar sarinya keluar. Variasi warna dihasilkan melalui proses fiksasi menggunakan kapur, tawas, dan tunjung yang menghasilkan warna merah bata, pink, biru tua, hingga kecokelatan.

Menurut Myrna, batik khas IKN memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi budaya maupun ekonomi kreatif. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke IKN, kebutuhan akan suvenir khas daerah dinilai semakin terbuka.

“Kaos mungkin sudah banyak, tetapi batik khas IKN masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kami berharap peluang ini dapat dimanfaatkan masyarakat lokal,” katanya.

Ia menambahkan, Otorita IKN terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan agar mampu menghasilkan batik dan wastra berkualitas yang memiliki daya saing lebih luas.

Antusiasme pengunjung terliha dari partisipasi keluarga yang mengikuti workshop tersebut. Salah satunya Novita Sandra, pengunjung asal Samarinda, yang datang bersama anaknya.

“Hari ini saya coba membatik dan ternyata di IKN membatiknya versi tie-dye menggunakan cairan dari tumbuhan khas Kalimantan seperti mangrove dan ketapang. Saya baru tahu pewarna bisa berasal dari akar-akar tumbuhan. Kegiatannya seru dan edukatif, apalagi saya bawa anak kecil, jadi bisa menambah pengalaman mereka selain berkeliling di IKN,” ujarnya.

Selain workshop membatik, IKN Fun Day juga menghadirkan berbagai aktivitas lain yang ramah keluarga dan lintas usia, seperti mendongeng, mewarnai satwa liar, permainan tradisional, hingga area bermain catur.

“Harapannya, Sentra Massa dapat menjadi pusat aktivitas yang menyenangkan bagi pengunjung. Kami ingin IKN menjadi ruang yang ramah keluarga, ramah gender, dan ramah usia,” tutur Myrna.

Rangkaian IKN Fun Day akan berlangsung selama 14–17 Mei 2026 dan turut diisi berbagai kegiatan seperti membatik, penanaman pohon, permainan catur, mendongeng dan mewarnai, hingga permainan anak.(vb/oikn)

 

IKN Siapkan Strategi Penanganan Karhutla Berbasis Teknologi Hadapi Dampak El Niño

May 15, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memperkuat kesiapan menghadapi ancaman musim kemarau panjang (El Niño) 2026 melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi.

Selain itu mitigasi juga dilakukan penguatan infrastruktur pemadaman, serta kolaborasi bersama masyarakat dan lintas pemangku kepentingan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan dan aktivitas masyarakat di Nusantara tetap berjalan aman dan berkelanjutan di tengah potensi cuaca ekstrem tahun ini.

Kesiapan tersebut dibahas dalam Koordinasi Pemantapan Musim Kemarau 2026 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar pada Rabu (13/05/2026) di Kantor Otorita IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menyatakan bahwa strategi penanganan yang dilakukan Otorita IKN bertujuan agar aktivitas masyarakat di wilayah IKN tidak terganggu.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy Pantouw.

El Niño merupakan fenomena alam yang terjadi secara siklik dan dapat memengaruhi Indonesia melalui perubahan proses hidrologis serta pola curah hujan. Dampaknya, musim kemarau dapat berlangsung lebih kering dan panjang sehingga perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Berdasarkan data paparan BMKG pada April 2026 menyatakan bahwa sifat musim kemarau di IKN di tahun 2026 sebagian besar bawah normal yang artinya curah hujan saat musim kemarau diperkirakan lebih sedikit dari rata-rata normal.

Sehingga kondisi cenderung lebih kering dan potensi kekeringan atau karhutla bisa meningkat. Berdasarkan prakiraan curah hujan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 mm. Sementara itu, sepanjang 2026 terdapat beberapa titik panas yang terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Otorita IKN telah menggagas strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla, meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat termasuk masyarakat adat, memperluas penyampaian informasi melalui kegiatan keagamaan seperti dakwah, serta memperkuat pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Pada tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla. Pemantauan dilakukan secara langsung melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan.

Selain itu, kesiapan pemadaman juga diperkuat melalui penyediaan pos pemadam kebakaran di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar di kawasan KIPP IKN. Otorita IKN juga telah memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga akan berkolaborasi dengan beberapa desa dan lintas pemangku kepentingan di wilayah delineasi IKN.(vb/oikn)

 

PDC Raih Gold Level 4 WISCA 2026, Penghargaan Kelima di Bidang K3

May 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

PT Patra Drilling Contractor (PDC) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Gold Level 4 pada ajang World Safety Organization (WSO) Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jum’at (8/5).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan PDC dalam mengimplementasikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara konsisten dan terintegrasi di seluruh lini perusahaan. Capaian ini sekaligus menjadi penghargaan kelima yang diterima PDC dalam ajang WISCA.

Penghargaan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Harian(PTH) Direktur Utama PDC, Fitra Adriza, didampingi HSSE Manager PDC, Bagus Uji Widihartono, serta Assistant Manager HSSE System & Performance PDC, Himawan Prabowo.

Fitra mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjadikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai prioritas utama guna mendukung keberlanjutan operasional perusahaan, khususnya di tengah dinamika industri jasa pengeboran dan energi yang terus berkembang.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh perwira PDC dalam menjadikan keselamatan sebagai nilai utama yang tidak dapat ditawar. Kami akan terus memperkuat implementasi budaya keselamatan sebagai fondasi dalam menjaga operasional perusahaan yang andal, aman, dan berkelanjutan,” ujar Fitra.

WISCA merupakan program penghargaan yang diselenggarakan oleh WSO Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di berbagai sektor industri.

Dalam ajang tersebut, perusahaan dinilai berdasarkan sejumlah indikator implementasi K3 dan budaya keselamatan kerja. Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 42 perusahaan dari berbagai sektor industri menerima penghargaan atas komitmen dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, HSSE Manager PDC Bagus Uji Widihartono menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai inisiatif strategis perusahaan dalam memperkuat aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

“Kami secara konsisten mendorong peningkatan kesadaran dan kepatuhan terhadap aspek HSSE melalui berbagai program pelatihan, kampanye keselamatan kerja, serta penguatan peran kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan,” kata Bagus.

Penghargaan Gold Level 4 menunjukkan tingkat kematangan budaya keselamatan PDC berada pada level tinggi, di mana nilai-nilai keselamatan telah menjadi bagian dari perilaku kerja sehari-hari di lingkungan perusahaan.

Capaian tersebut sekaligus mempertegas posisi PDC sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada kinerja operasional, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pilar utama dalam menjalankan bisnis secara berkelanjutan.*

Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA

May 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Wika Tower, Jakarta, Senin (11/5/2026). Dalam rapat tersebut, salah satu keputusan penting adalah penetapan kembali Prof Harris Arthur Hedar sebagai Komisaris Independen perseroan.

Keputusan ini sekaligus menegaskan kepercayaan pemegang saham terhadap peran Harris Arthur Hedar dalam memperkuat fungsi pengawasan, integritas, serta tata kelola perusahaan di lingkungan BUMN konstruksi tersebut.

Di luar jabatannya di WIKA, Harris Arthur Hedar dikenal memiliki sejumlah peran strategis. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Ketua Umum PERADI Profesional periode 2026–2031, serta akademisi dan Guru Besar Universitas Negeri Makassar (UNM). Dalam dunia pendidikan dan organisasi, ia aktif mendorong penguatan profesionalisme, khususnya di bidang hukum dan kelembagaan.

Sebelumnya, Harris Arthur Hedar juga memimpin pelantikan pengurus PERADI Profesional di Jakarta yang dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat penegak hukum. Kehadirannya dalam berbagai forum hukum nasional menunjukkan posisi strategisnya dalam dunia advokat dan organisasi profesi.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menetapkan susunan baru dewan komisaris dan direksi WIKA. Apri Artoto ditunjuk sebagai Komisaris Utama. Sementara itu, posisi Komisaris Independen diisi oleh Suryo Absorotri Utomo, Aditya Warman, dan Harris Arthur Hedar. Adapun Suwarta ditetapkan sebagai Komisaris.

Di jajaran direksi, Ketut Pasek Senjaya Putra resmi menjabat sebagai Direktur Utama WIKA. Ia didampingi oleh Hadjar Seti Adji sebagai Direktur Manajemen SDM dan Transformasi, Hananto Aji sebagai Direktur Operasi I, Sonny Setyadhy sebagai Direktur Operasi II, Vera Kirana sebagai Direktur Manajemen Risiko dan Legal, serta Mulyadi sebagai Direktur Keuangan.

Dengan susunan kepengurusan baru ini, WIKA diharapkan mampu memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kinerja, serta menjaga tata kelola yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri konstruksi nasional.(*)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1807014
    Users Today : 3455
    Users Yesterday : 4998
    This Year : 743524
    Total Users : 1807014
    Total views : 15227224
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 2600:1f28:365:80b0:8598:46ec:afcc:e5d4
    Server Time : 2026-05-19