Michelle Quinessha, Penyanyi Usia 12 Tahun Siap Go Internasional

April 28, 2026 by  
Filed under Profil

Vivaborneo.com, Jakarta – Industri musik Tanah Air kembali diramaikan oleh kehadiran penyanyi pendatang baru dengan potensi besar untuk mendunia, Michelle Quinessha. Ia baru saja merilis single terbaru berjudul “Like A Diamond”, karya Rulli Aryanto dan diproduksi oleh Senada Digital Records.

Peluncuran tersebut menegaskan langkah konsisten penyanyi asal Jakarta tersebut dalam menapaki jalur profesional di usia yang masih sangat muda, seperti disampaikan Michelle Quinessha kepada awak media pada Senin (27/4/2026).

Michelle Quinessha lahir di Jakarta pada 14 Desember 2013 dari pasangan Wong Benny asal Cirebon dan Nelly asal Jakarta. Kedua orang tuanya dikenal sebagai pengusaha di bidang properti yang aktif mendukung perjalanan kreatif sang putri. Dukungan keluarga menjadi fondasi kuat yang membantu Michelle berkembang dengan percaya diri di dunia hiburan. Lagu terbarunya tersebut dirilis pada Rabu, 22 April 2026 diberbagai platform musik digital.

Saat menjalani kehidupan sebagai siswi kelas 6 di Tzu Chi School Indonesia, Michelle tetap memprioritaskan pendidikan di tengah jadwal yang padat. Aktivitas harian berlangsung dari pagi hingga sore di sekolah, lalu dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti les akademik, vokal, piano, dance, hingga renang. Disiplin menjadi kunci utama, sementara sang ibu berperan penting dalam menyusun jadwal agar semua kegiatan berjalan seimbang.

Michelle juga dikenal sebagai penyanyi muda yang mampu membawakan lagu dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Mandarin, dan Inggris. Tantangan terbesar ia rasakan saat menyanyikan lagu berbahasa Mandarin karena membutuhkan ketelitian dalam pelafalan serta pemahaman makna lirik. Proses tersebut justru memperkuat kemampuan interpretasi dan memperkaya karakter vokalnya di atas panggung.

Perjalanan musik Michelle dimulai lewat lagu “Tak Ada Yang Tak Mungkin” yang memiliki makna mendalam bagi dirinya. Lagu tersebut mencerminkan keyakinan bahwa mimpi dapat diraih dengan usaha, kepercayaan diri, dan ketekunan. Pesan inspiratif menjadi benang merah yang terus ia bawa dalam setiap karya, termasuk dalam rilisan terbarunya.

Selain dunia musik, Michelle juga menunjukkan jiwa entrepreneurship sejak duduk di bangku sekolah dasar. Pengalaman berjualan sejak kelas 3 membentuk karakter mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut ia terapkan dalam setiap proses kreatif, mulai dari latihan hingga rekaman, sehingga membentuk etos kerja yang matang di usia muda.

Ke depan, Michelle tengah mempersiapkan mini album berbahasa Inggris dengan tema besar tentang mimpi, proses bertumbuh, dan pentingnya keluarga. Ia ingin menyampaikan pesan tentang percaya diri serta semangat pantang menyerah kepada para pendengar. Nilai berbakti kepada orang tua juga menjadi bagian penting yang ingin ia suarakan melalui karya-karyanya.

Dukungan dari lingkungan sekitar turut memperkuat langkah Michelle di industri musik. Keluarga, guru, dan teman-teman memberikan respons positif dan rasa bangga atas pencapaiannya. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Michelle untuk terus berkarya dan berkembang.

Sang ibu, Nelly, mengungkapkan bahwa bakat Michelle mulai terlihat sejak usia delapan tahun ketika ia dengan inisiatif sendiri meminta mengikuti les vokal, piano, dan dance.

Produser sekaligus pemilik label Senada Digital Records, Rulli Aryanto, menilai Michelle memiliki nilai lebih yang jarang dimiliki artis seusianya. Ia juga melihat potensi besar Michelle sebagai artis masa depan dengan karakter vokal unik dan kemampuan multibahasa yang menjadi kekuatan tersendiri di industri musik Indonesia.

Melalui rilisan “Like A Diamond”, Michelle Quinessha menegaskan eksistensi sebagai penyanyi muda dengan visi besar. Perjalanan yang ia bangun tidak hanya berfokus pada popularitas, tetapi juga pada proses, nilai, dan inspirasi. Dengan dukungan keluarga serta dedikasi tinggi, Michelle membuka peluang untuk menjadi salah satu talenta berpengaruh di generasi mendatang.

Live perform Michelle Quinessha saat membawakan lagu “Like A Diamond” dapat langsung disaksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/ksw3F9kls-c?si=b06w2vIMXQM4xUF0 (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

 

Kisah Ritno Kurniawan, Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai

April 15, 2026 by  
Filed under Profil

Vivaborneo.com, PADANG PARIAMAN, SUMATRA BARAT: Perubahan besar di Desa Sejahtera Astra Nyarai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, bermula dari satu langkah warga desa, Ritno Kurniawan. Dahulu, seperti sebagian besar masyarakat di desanya, Ritno menggantungkan penghidupan dari aktivitas penebangan kayu di kawasan hutan. Kini, ia justru menjadi salah satu penggerak utama Desa Sejahtera Astra Nyarai pengembang ekowisata yang mengedepankan pelestarian alam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Pada masa sebelumnya, sebagian besar masyarakat desa memperoleh penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan pendapatan sekitar Rp100 ribu per sekali angkut, dengan frekuensi rata-rata tiga kali dalam seminggu. Aktivitas tersebut tidak hanya memiliki risiko keselamatan yang tinggi, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di kawasan lindung Bukit Barisan.

Melihat potensi alam Nyarai yang memiliki keindahan trekking, lubuk dan kolam alami, hingga jalur arung jeram, Ritno mulai mendorong pengembangan wisata berbasis masyarakat. Melalui pendekatan yang persuasif dan pendampingan langsung di lapangan, masyarakat secara bertahap mulai terbuka terhadap peluang baru dalam pengelolaan potensi wisata alam.

“Kawasan Nyarai yang berada di wilayah Bukit Barisan I merupakan kawasan dengan potensi wisata alam yang besar. Sebelumnya sekitar 80% masyarakat menggantungkan penghasilan dari aktivitas penebangan kayu dengan risiko tinggi terhadap keselamatan serta dampak kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan pendampingan yang konsisten, masyarakat mulai terbuka dan percaya diri menjadi pemandu wisata penghasilan rata-rata mencapai Rp400–500 ribu per minggu,” ujar Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan.

Perubahan tersebut mulai terasa yang diawali dengan dukungan program Desa Sejahtera Astra, yang memberikan penguatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan peralatan pendukung, serta pengembangan atraksi wisata baru seperti arung jeram. Dalam waktu sekitar tiga bulan, masyarakat yang sebelumnya belum memahami standar pengelolaan pariwisata mampu mengembangkan keterampilan sebagai pemandu wisata alam secara profesional.

Saat ini tercatat sebanyak 45 pemandu arung jeram dan lebih dari 100 masyarakat terlibat aktif dalam pengelolaan kawasan wisata, dengan 25 orang di antaranya menjadi pengurus inti. Masyarakat yang sebelumnya bergantung pada aktivitas penebangan kayu kini bertransformasi menjadi pemandu wisata alam yang profesional dan tersertifikasi.

Seiring meningkatnya aktivitas wisata, ekosistem ekonomi desa turut berkembang melalui hadirnya homestay, layanan pemandu wisata, serta berbagai usaha pendukung lainnya. Peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara termasuk dari Malaysia, turut memperkuat keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.

“Astra berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi desa berbasis potensi lokal. Pengembangan ekowisata berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Nyarai menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Ketika masyarakat memperoleh akses terhadap pelatihan, penguatan kapasitas, serta dukungan ekosistem yang tepat, mereka tidak hanya memiliki sumber penghidupan yang lebih stabil dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian kawasan secara berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro.

Tokoh Penggerak Desa Sejahtera Astra Nyarai Ritno Kurniawan yang menginisiasi transformasi masyarakat dari aktivitas penebangan kayu menjadi pelaku ekowisata berbasis komunitas.

Ke depan, pengembangan Desa Sejahtera Astra Nyarai diharapkan terus memperkuat ekosistem ekonomi desa berbasis pariwisata alam yang berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagaimana pengelolaan potensi lokal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan upaya pelestarian lingkungan.

Semangat Astra untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat desa melalui kolaborasi multipihak dan pengelolaan potensi lokal yang berkelanjutan adalah sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta komitmen mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(vb/yul)

 

Integritas di Pers, Kedalaman di Spiritualitas, Ketangguhan di Alam

February 25, 2026 by  
Filed under Profile

Dar Edi Yoga

Jakarta – Lebih dari tiga dekade menapaki dunia pers, Dar Edi Yoga memaknai profesinya bukan sekadar ruang kerja, melainkan ruang kontemplasi. Baginya, menulis adalah cara merawat nurani sekaligus menjalin dialog dengan kehidupan. “Menulis bagi saya bukan sekadar profesi, tapi cara berdialog dengan kehidupan,” ujarnya, Rabu (24/2).

Pernyataan itu menggambarkan karakter Dar Edi yang tenang, reflektif, namun konsisten dalam pengabdian. Di dunia jurnalistik, rekam jejaknya terbilang panjang. Ia kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, anggota Pokja Pendataan Dewan Pers, serta Wakil Sekretaris Jenderal Confederation of ASEAN Journalists (CAJ). Di internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), ia pernah dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum PWI Pusat dan saat ini mengemban amanah sebagai Bendahara PWI Jaya periode 2023–2028.

Tak hanya itu, Dar Edi juga memimpin Askara.co sebagai Pemimpin Redaksi dan terpilih sebagai Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia periode 2024–2029. Pada peringatan Hari Pers Nasional 2022, ia menerima penghargaan Pers Card Number One dari PWI Pusat. Penghargaan tersebut ia maknai sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar simbol prestise.

Kiprahnya juga menjangkau forum internasional. Empat kali menghadiri World Press Freedom Day di Seoul, Korea Selatan, ia membawa perspektif jurnalisme Indonesia ke panggung global. Namun, menurutnya, esensi jurnalisme tetap bertumpu pada integritas pribadi. “Yang terpenting adalah tetap jujur pada hati, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” katanya.

Di luar aktivitas redaksional, Dar Edi dikenal aktif dalam pembinaan spiritual. Ia merupakan Master Sahaja Yoga sekaligus praktisi hipnoterapi. Pada periode 2004–2010, ia melatih tenaga dalam Rasa Jati dan bahkan dipercaya membimbing personel Detasemen Deteksi Paspampres serta Kolinlamil. Baginya, spiritualitas bukan sesuatu yang terpisah dari keseharian, melainkan kesadaran yang dihadirkan dalam setiap tindakan.

Kecintaannya terhadap alam tumbuh sejak masa sekolah. Ia mendirikan Elpala SMA 68 Jakarta dan aktif di komunitas Top Ranger and Mountain Pathfinder (TRAMP) sejak 1985. Ia juga pernah menjadi manajer pendakian empat puncak tertinggi dunia bagi pendaki tunadaksa asal Solo, Sabar Gorky. “Gunung mengajarkan kita rendah hati. Di sana, kita belajar bahwa hidup adalah tentang ketekunan,” tuturnya.

Dalam bidang sosial dan kebudayaan, Dar Edi turut menggagas Beranda Ruang Diskusi sebagai ruang temu lintas profesi dan gagasan. Ia juga terlibat dalam Vox Point Indonesia, FORMAS, PERWATUSI, serta saat ini menjabat Sekretaris Yayasan Gardu 08 Indonesia. Pada 4 Desember 2025, ia menginisiasi pagelaran sendratari di Gunung Padang sebagai bagian dari upaya merawat warisan sejarah dan budaya bangsa.

Sebagai umat Katolik, ia aktif dalam pelayanan pastoral di Keuskupan untuk umat Katolik di lingkungan TNI-Polri serta menjadi peserta SAGKI 2025. Pada era 1990-an, ia turut membangun komunitas Karyawan Muda Katolik di Gereja Katedral Jakarta dan Kelompok Meditasi Keluarga Kudus.

Di balik berbagai jabatan dan aktivitas tersebut, Dar Edi tetap memegang prinsip hidup sederhana. Ia menilai pengabdian bukan diukur dari banyaknya posisi, melainkan dari kedalaman kontribusi.

“Hidup bukan tentang seberapa banyak yang kita capai, tapi seberapa dalam kita memberi,” ucapnya.
Bagi Dar Edi Yoga, pengabdian adalah perjalanan panjang yang dijalani dalam kesunyian dan kesetiaan, jauh dari kegaduhan, namun sarat makna. (*)

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026

February 14, 2026 by  
Filed under Profil

Mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Vivaorneo.com, Bandung – Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026.

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli. (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Link Album Sosobatan milik Aisha Kamila: https://www.youtube.com/playlist?list=PL0sHtBUBXtxv6cmqxRgvwdeUFOexjHS8M

 

Ratu Magdalena, Sosok Tangguh di Balik Ormas DPP Kawan Gepak

July 30, 2025 by  
Filed under Profile

SAMARINDA – Sosok perempuan tangguh bernama lengkap Ratu Magdalena kini dikenal luas sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kawan Gepak, sebuah organisasi masyarakat (ormas) yang aktif di Kalimantan. Lahir di Balikpapan, 12 Desember 1982, ia menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Kota Samarinda, tepatnya di kawasan Sempaja Lestari, Kecamatan Samarinda Utara.

Ratu Magdalena

Darah kebangsawanan Kutai mengalir dari garis ibunya, almarhumah Aji Rusmiah, yang merupakan kerabat Kerajaan Kutai. Sedangkan sang ayah, almarhum Abdullah Sani, berasal dari suku Dayak Bakumpai, salah satu suku asli Kalimantan yang dikenal dengan karakter keras dan penuh loyalitas.

Meski berasal dari latar belakang keluarga yang kuat secara kultural, perjalanan Ratu Magdalena bukan tanpa perjuangan. Sejak kecil ia sudah dibentuk lingkungan yang menuntut kemandirian. Salah satu kenangan masa kecil yang masih membekas adalah saat ia belajar mengendarai sepeda dan terjatuh ke selokan.

“Badan penuh lumpur. Tapi justru dari situ saya belajar bangkit,” ujarnya sambil tersenyum.

Pendidikan formalnya pun tak main-main. Ratu telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum di salah satu universitas ternama di Indonesia. Saat ini, ia juga sebagai master hypnotherapist ilmu yang ia dalami agar membantu orang-orang yang bergelut dengan tekanan hidup dan stres berat.

“Saya ingin menjadi tempat pulang bagi mereka yang kehilangan arah. Setidaknya bisa membantu dengan pendekatan yang lebih menyentuh sisi batin,” katanya.

Namun, dunia spiritual bukanlah hal baru baginya. Selama 12 tahun terakhir, ia dikenal sebagai praktisi spiritual Kalimantan yang kerap dimintai bantuan dalam berbagai urusan non-medis. Dari penyembuhan energi hingga terapi trauma, Ratu menjalankannya sebagai bentuk pelayanan sosial.

Ratu Magdalena, sosok tangguh dibalik ormas DPP Kawan Gepak

Sejak 2016, ia mulai serius terjun di dunia organisasi masyarakat. Bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar sebagai jalan perjuangan.

“Saya ingin Kawan Gepak tidak hanya hadir sebagai simbol, tapi menjadi ruang aman dan kuat untuk semua lapisan masyarakat, terutama perempuan,” tegasnya.

Baginya, perempuan di era modern harus mampu menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan multitalenta. Ia percaya, setiap perempuan memiliki kekuatan tersembunyi yang perlu dibangkitkan.

“Harapan saya, ke depan Kawan Gepak bisa jadi wadah bagi perempuan-perempuan yang dulu dianggap lemah untuk bangkit dan mandiri,” ucapnya.

Ratu Magdalena bukan hanya seorang pemimpin organisasi. Ia adalah refleksi dari semangat perempuan Kalimantan yang mengakar pada budaya, terbang tinggi dengan ilmu, dan memimpin dengan empati. Dari selokan masa kecilnya, kini ia berdiri tegak menginspirasi, menggerakkan, dan terus menyalakan cahaya harapan bagi banyak orang. (yud)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1789212
    Users Today : 2351
    Users Yesterday : 4131
    This Year : 725722
    Total Users : 1789212
    Total views : 15096622
    Who's Online : 45
    Your IP Address : 216.73.217.39
    Server Time : 2026-05-15