ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Zulfa Bawa Nama Besar UINSI Dalam Ajang Internasional

November 11, 2022 by  
Filed under Profile

Zulfatun Mahmudah

Staf pengajar Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda (UINSI Samarinda). Zulfatun Mahmudah,S.Pd,M.I.Kom, CSRS berhasil meraih juara dua Best Research Findings pada ajang International Conference on Sustainability yang diselenggarakan di Denpasar Bali, Kamis (27/10/2022).

Paper ilmiah berjudul Stakeholder Engagement; Capital to Gain Social License to Operate in Mining Industry (Keterlibatan Pemangku Kepentingan; Modal Untuk Mendapat Izin Sosial Beroperasi di Industri Pertambangan) masuk kategori pemilihan paper terbaik.

Zulfa, panggilan akrabnya kepada media ini mengatakan ada 65 paper ilmiah yang melakukan pemaparan pada ajang tersebut. Selain itu banyak paper yang dilakukan secara berkelompok.

“Ada 100 lebih peserta yang ikut, dengan 65 paper yang ikut serta dalam pemaparan. Karena 1 paper boleh diikuti hingga 5 peserta secara berkelompok,” ucapnya.

Perempuan yang juga dikenal aktif dalam Penelitian dan Penulisan yang berkaitan dengan gender, komunikasi, dan masalah media ini juga sebelumnya telah banyak menerima penghargaan. Antara lain Best Paper Presenter, meraih juara 1 di International Conference on Gender, Culture, and Society pada tahun 2021, Best essay writer on online learning program at Universitas Gadjah Mada 2021, Best Paper Presenter di International Graduate Students and Scholars’ Conference in Indonesia 2021, Best Paper Presenter, di International Conference on Communication and Business 2021 dan prestasi lainnya.

Zulfa yang juga aktif sebagai karyawan PT.Kaltim Prima Coal ini mengatakan. Sebagai wujud cinta kepada daerah, dia ingin membagikan keilmuan kepada masyarakat. Menurutnya, Kaltim memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang begitu besar, sehingga peran putra dan putri daerah dapat ikut serta terlibat dalam kemajuan daerah.

“Sumber daya manusia yang ada di kaltim ini luar biasa, hanya memang perlu kita bangkitkan lagi dengan keikutsertaan pemerintah,” ucapnya.

Zulfa juga menyampaikan, dengan ditetapkannya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara. Peran serta Putra dan putri daerah harus dapat ikut andil dalam hal tersebut. Zulfa yang baru-baru ini menggelar pelatihan penulisan paper ilmiah bersama mahasiswa Pascasarjana UINSI di Hotel Horizzon Samarinda ini juga berharap, dengan keilmuan yang dibagikan terkhusus pada mahasiswa UINSI dapat segera di aplikasikan.

“Kita harus dapat membuktikan, komunikasi berperan penting dalam keberhasilan suatu daerah. Sehingga mahasiswa UINSI Program Studi KPI juga dapat ikut serta dalam mengakomodasi kemajuan daerah,” tutupnya. (rhia)

Hengky Pranandya Laksmana Putra Asli Kubar Lulusan Terbaik Kedokteran di Universitas Krida Wacana Jakarta Barat

November 8, 2022 by  
Filed under Profile

SENDAWAR – Salah seorang anak kelahiran asli Kutai Barat (Kubar), Tepatnya di Kapung Damai Kota, Kecamatan Damai, Kubar,  anak ke empat dari enam bersaudara, Putra dari Bapak AKP. Irianto yang saat ini masih menjabat Kapolsek Damai dan Almarhum Ibu Normi berhasil meraih prestasi lulusan terbaik di Fakutas Kedokteran Universitas Krida Wacana Tahun 2022, Jakarta Selatan (Jaksel).

“Saya berhasil meraih nilai terbaik dengan IPK. 3,72 dari 45 siswa,”kata dr. Hengky Pranandya Laksmana saat di hubungi melalui telepon selulernya Selasa (08/11/2022).

Ia mengatakan, saat pertama ia masuk kuliah yang satu angkatan di tahun 2015 lalu sebanyak (200) dua ratus orang, karena sudah masuk pandemi covid 19 yang sudah koass sempat diliburkan, saat mulai masuk fakultas lagi semuanya di undi menjadi dua bagian, siapa yang koass duluan dan siapa yang kena liburan.

“Kebetulan di angkatan saya masuk di gelombang kedua,”ujarnya.

Dijelaskannya, di gelombang kedua inilah ia dilantik sebanyak empat puluh lima orang dan ia mendapatkan IPK tertinggi yaitu 3,72 masih di bawah Cumlaude.

“Cumlaude di kedokteran IPK tertinggi yaitu 3,75. Jadi nilai IPK saya hanya mendekati cumlaude,”katanya.

Dikatakan Hengky, di angkatannya tertinggi kedua dari Jakarta dengan IPK 3,67, sedangkan tertinggi ketiga anak dari Pontianak dengan IPK 3,66.

Ia menuturkan, sebelum ia kuliah di kedokteran dia sempat kuliah di fakultas tehnik pertambangan sampai semester satu di Universitas Mulawarman  Samarinda, dan IPK nya waktu itu sudah 3,9.  Mendengar info dari teman bahwa masuk sekolah di kedokteran mendapatkan beasiswa dari pemerinah daerah, dan ia coba coba ikut tes di fakultas kedokteran universitas Krida Wacana Jakarta.

“Kebetulan saya diterima di fakultas tersebut meskipun swasta,” ujarnya.

Dari seniornya di universitas Krida Wacana disampaikan anak dari daerah mendapatkan beasiswa dari jika kuliah di kedokteran. Hal tersebut yang membuat ia tertarik. Setelah lulus orang tua mengajukan beasiswa dan disetujui hingga selesai saat ini.

“kebetulan saya sekarang sudah lulus dan akan kembali untuk mengabdi di Kutai Barat,” bebernya.

Ia mengatakan, sekalipun ia tidak di biayai pemerintah Kutai Barat ia akan tetap akan kembali ke Kubar, mengingat Kubar adalah tempat kelahirannya, dan orang tuanya pun tinggal di Kutai Barat. Ia menuturkan akan mengabdi di Kutai Barat, baik di Melak, Barong maupun tanah kelahiran sendiri di Kecamatan Damai.

“Sebenarnya sudah dapat tawaran di kampus saya sebagai asisten dosen,”ujarnya.

Ia menjelaskan, kampus akan menyekolahkannya lagi agar supaya dia bisa menjadi asisten dosen dan juga menjadi spesialis di kampusnya.  Namun ia berpikir kalau di sekolahkan dari kampus dan menjadi asisten dosen otomatis ia tidak bisa balik ke kalimantan, dan pastinya ia akan menetap di Jakarta.

“Itu dasar pertimbangan saya menolak permintaan kampus menjadikan saya asisten dosen,”bebernya.

Untuk saat ini ia masih berada di Samarinda guna mengikuti program pemerintah yang mewajibkan pengabdian dulu sama pemerintahan secara nasional, ia harus memilih rumah sakit yang sudah ada di list  pemerintah nanti untuk bertugas mengabdi selama satu tahun.

“Nanti pemerintah akan membuat list pilihan rumah sakit se-Indonesia untuk saya, baik itu RSU Jaya Pura, Sulawesi, Kalimantan Timur dan seterusnya, dan pilihan saya nanti adalah rumah sakit umum Balikpapan, dan setelah selesai pengabdian saya ke pemerintah nasional selama satu tahun saya langsung balik ke Kutai Barat, ” tutupnya.  (arf)

Akhiri Masa Jabatan, Madinah Siap Terus Membantu  Untuk Daerah

October 27, 2022 by  
Filed under Profile

Madinah

Santan Ilir– Kepala Desa Santan Ilir Madinah yg blm mengakhiri masa jabatan per tanggal 26 Oktober 2022. Di akhir masa jabatan, perempuan yang sudah 2 periode memimpin Desa Santan Ilir ini menyampaikan rasa terimakasih yang besar kepada seluruh jajaran perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa Santan Ilir.

“Selama 12 tahun menjabat, mungkin ada salah baik sikap dan kata yang mungkin saya lakukan. Ataupun masih banyak kekurangan dalam merealisasikan program kerja. Dengan kerendahan hati izinkan saya menyampaikan permohonan maaf,” ucapnya.

Madinah menyadari, dalam mewujudkan program kerja yang dibangun di daerah membutuhkan banyak proses. Dia mengharapkan, ke depan pemimpin yang terpilih akan dapat melanjutkan pembangunan daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat Santan Ilir.

Madinah mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat akan tetap diberikan meskipun tidak lagi menjabat sebagai kepala desa. Dengan pengalaman yang sudah didapatkan semasa menjabat sebagai kepala desa, akan menjadi bekal untuk terus membantu masyarakat Santan Ilir dengan cara yang berbeda.

“Alhamdulillah selama menjabat sebagai kepala desa, banyak pengalaman yang didapat. Dan mengenal banyak orang yang begitu baik dan perduli dengan masyarakat. Sehingga bila ada kesempatan dia untuk terus berbuat memajukan daerah, dia  akan terus berupaya, ” ucapnya.

Rasa cinta Madinah kepada daerah memang begitu besar. Sejak kecil Madinah telah dididik menjadi wanita yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Terbukti selama menjabat sebagai kepala desa, Madinah berhasil menyediakan air bersih untuk memenuhi kebutuhahan masyarakat.

“Sebelumnya masyarakat hanya menggunakan air hujan dan air parit, Alhamdulillah pada tahun 2019 hingga 2021 masyarakat sudah dapat menikmati air bersih,” ucapnya.

Madinah bersyukur, saat menjabat dapat memberikan yang terbaik. Bukan hanya air bersih, pembangunan fisik seperti jalan dan bangunan. Madinah juga konsen memperhatikan kelompok petani dan nelayan. Dengan banyaknya bantuan yang sudah terealisasi dan termasuk dalam program kerja.

Beberapa kelompok tani mendapatkan bantuan pupuk, bibit, alat tangkap, kapal, mesin kapal dan lain-lain. Bantuan tersebut terbukti membantu para petani dalam mengembangkan usaha yang cukup banyak dirasakan. Dengan banyaknya bantuan yang diterima membuktikan keseriusan madinah untuk memajukan masyarakat.

“Beberapa bantuan yang didapatkan merupakan kolaborasi pemerintah dan swasta. Yang mana selama menjabat, dia terus berupaya memberikan yang terbaik. Dengan memperjuangkan hak masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan mereka, ,” ucapnya.

Madinah menyampaikan bahwa meskipun tidak menjabat sebagai kepala desa. Madinah tetap akan membuka komunikasi yang baik pada masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak segan datang ke rumah.

“Pintu rumah saya akan selalu terbuka untuk masyarakat Desa Santan Ilir, baik yang ingin bersilaturahmi maupun berdiskusi dengan saya. InsyaAllah kedepan saya akan terus berupaya berkontribusi untuk daerah khususnya Desa Santan Ilir,” ucapnya. (Ria/vivaborneo.com)

Dua Kali Jabat Kades, Madinah Optimis Lanjutkan Program

September 8, 2022 by  
Filed under Profile

Madinah

SANTAN ILIR – Pemilihan kepala desa (Kades) serentak yang akan dilaksanakan pada 14 September 2022 di Kabupaten Kutai Kartanegara tidak luput menjadi perhatian masyarakat. Pencoblosan yang dilakukan masyarakat secara langsung menjadi cara yang tepat dalam menentukan pemimpin yang diinginkan rakyat.

Dalam pesta demokrasi pilkades, akan ada 2 zona dengan 86 desa dari 16 kecamatan. Terdapat 133 orang calon kepala desa yang siap bertarung pada pilkades Kukar.

Salah satunya adalah Madinah, wanita cantik yang sebelumnya menjabat sebagai Kades Santan Ilir ini akan kembali bertarung. Putri dari H. Abdul Hamid seorang tokoh masyarakat yang juga pernah pernah menjabat sebagai Kades Santan Ilir selama 28 tahun sejak 1981-2010. Saat ditemui di kediamannya di Desa Santan Ilir, Rabu, (7/9/2022).

Madinah mengatakan, keinginan kembali maju bukan dilakukan tanpa alasan. Madinah merasa perjuangan dalam mewujudkan masyarakat Desa Santan Ilir yang maju, sejahtera dan berkeadilan masih harus terus diperjuangkan.

“Pembangunan infrastruktur, sarana dan prasana serta menjalankan program yang telah dilaksanakan pemerintah desa sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (RPJMDes) harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ungkapnya.

Madinah juga menambahkan, pembinaan terhadap pemuda dan pemberdayaan perempuan harus terus digaungkan. Salah satu bukti perjuangan yang dirasakan masyarakat  dalam upaya meningkatkan kualitas hidup adalah bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUB) bidang perikanan di Desa Santan Ilir oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kukar.

Pada masa kepemimpinannya, Madinah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui OPD terkait. Bahkan madinah seringkali menyampaikan aspirasi masyarakat dalam setiap kesempatan kepada kepala daerah selaku pejabat tertinggi di kabupaten.

“Saya selalu berkoordinasi dengan bupati, wakil bupati dan pemerintah daerah melalui OPD terkait, “ sambungnya.

Madinah berharap, dengan pengalaman selama 2 periode memimpin desa santan ilir serta pengalaman orang tua yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kades selama 28 tahun menjadi bukti keseriusan Madinah dalam memperjuangkan rakyat Desa Santan Ilir.

Madinah berharap, masyarakat akan memberikan hak suara dalam pilkades dengan datang ke TPS. Suara masyarakat menjadi penentu arah kebijakan dalam pembangunan desa yang lebih baik.(Ria)

Amenk, Putra Paser Geluti Seni Ukir dan Pembuatan Senjata Tradisional

August 27, 2022 by  
Filed under Profile

TANA PASER – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini, ada sosok pemuda yang  gemar menggeluti dunia seni ukir, pembuatan senjata tradisional dan pembuatan peralatan musik tradisional.

Muhamad Aminnudin atau yang kerap disapa Amenk,  putra daerah Paser yang mengoleksi ratusan mandau berbagai ukiran dan juga alat musik seperti gambus, sape dan gambang kayu.

“Ratusan mandau yang saya ukir sesuai dengan pesanan konsumen. Ada pesanan alat musik juga seperti gambus,sape dan Gambang kayu untuk pemain musik tradisional,”ucapnya, Sabtu (26/08/2022).

Dijelaskan Amenk , dalam membuat sebuah mandau menggunakan berbagai macam kayu. Mulai dari kayu muara wali, kapur, kayu bawang hingga boli. Untuk mata pisaunya menggunakan baja dan besi. Pembuatan ini dapat memakan waktu selama 1 Minggu hingga 1 Bulan pengerjaan, tergantung tingkat kerumitan pada bentuk ukiran di gagang dan kumpang(sarung) mandau.

Dijelaskan, bahan biasanya dipilih dengan kualitas kuat dan seratnya bagus. Bila diangkat tidak terlalu berat, seperti muara wali,kapur,boli dan kayu bawang.

“Pengerjaan biasa 1 Minggu sudah selesai untuk 1 mandau tapi kalo ukiran umum tapi biasanya konsumen ada yang meminta ukiran yang sangat rumit di gagang sama kumpangnya itu biasanya 1 bulan baru selesai,”jelasnya.

Amenk mengaku dari kecil suka menggambar ukiran motif Paser hingga gambar hudok. Setelah lulus SMA memutuskan untuk membuat mandau khas Kalimantan. Hingga sekarang mandau yang ia buat sudah dikirim ke berbagai provinsi di Indonesia maupun di luar negri seperti Malaysia dan Singapura.

Amenk mengatakan paling suka menggambar ukiran Dayak maupun Paser dan juga hudok. Sehingga  setelah lulus ia bekerja di salah satu sanggar seni  Sadurengas  di Paser sebagai pemain musik pedalaman dan pesisir.

“Dari hasil itu saya belikan peralatan untuk membuat Mandau dan alat musik daerah, Alhamdullilah Mandau saya sudah pernah di kirim ke Malaysia, Singapura dan provinsi di Indonesia,”ucap kelahiran tahun 91 tersebut.

Sebuah mandau biasanya dijual Rp800 ribu hingga Rp5 juta tergantung kesulitan dan bahan yang digunakan.

“Harga bisa lebih murah bila konsumen membawa besi sendiri,karena sekarang ini agak susah mencari bahan untuk mandau seperti rotan yang sudah agak jarang didapat,”katanya.

Ia melanjutkan ada perusahaan didalam maupun di luar daerah sudah kerja sama dengannya untuk membuat cendramata khas Paser.

“Ada beberapa yang sudah kerja sama dari dulu untuk pembuatan cendramata khas Paser,pungkasnya. (ADV/yun)

Next Page »