ODHIV Kaltim Diberikan Penguatan Mental Health dan Dukungan Sebaya

May 8, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA — Pertemuan Orang dengan HIV (ODHIV) tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Tranz MAV Hotel Samarinda berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang dilaksanakan selama 6–8 Mei 2026 ini menghadirkan berbagai materi penguatan kapasitas, kesehatan mental, hingga dukungan sebaya bagi para peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Ketua Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Provinsi Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum. Dalam pemaparannya, Marliana menekankan pentingnya peran komunitas dan dukungan sebaya dalam membantu ODHIV menjalani kehidupan yang lebih sehat, percaya diri, dan produktif.

Menurutnya, stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar yang dihadapi ODHIV. Karena itu, keberadaan komunitas menjadi ruang aman untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan membangun harapan.

“ODHIV tidak boleh merasa sendiri. Dukungan sebaya memiliki kekuatan besar untuk membantu proses penerimaan diri, menjaga kepatuhan pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.

Sementara itu, materi kesehatan mental disampaikan oleh Trainer Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur, Endro S Efendi, yang juga dikenal sebagai hipnoterapis klinis di Kalimantan Timur. Dalam sesinya, Endro mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari proses penerimaan diri dan kualitas hidup ODHIV.

Menurutnya, tantangan terbesar yang sering dihadapi bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga tekanan psikologis seperti rasa takut, stigma, kecemasan, hingga overthinking berkepanjangan.

“Kadang yang paling melelahkan bukan penyakitnya, tetapi pikiran negatif yang terus dipendam sendiri,” ungkapnya saat sesi berlangsung.

Materi disampaikan dengan pendekatan experience learning yang interaktif dan menyentuh emosional peserta. Peserta diajak mengikuti latihan refleksi diri, afirmasi positif, teknik relaksasi, hingga permainan penguatan mental untuk membantu peserta berdamai dengan diri sendiri dan membangun rasa percaya diri.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Beberapa peserta tampak terharu ketika mengikuti sesi berbagi pengalaman dan dukungan emosional antar sesama peserta.

Dalam sesi tersebut, Endro juga menekankan bahwa ODHIV tetap memiliki hak untuk hidup bahagia, produktif, dan diterima di tengah masyarakat.

“Status boleh berubah, tetapi nilai diri seseorang tidak pernah berubah,” pesannya kepada peserta.

Ketua Kelompok Penggagas Mahakam Plus Kalimantan Timur, Siwi Arianti, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penguatan bersama bagi ODHIV agar semakin memiliki semangat hidup dan saling mendukung satu sama lain.

Menurutnya, pendampingan komunitas tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga bagaimana membantu anggota tetap memiliki harapan, kesehatan mental yang baik, dan kualitas hidup yang lebih positif.

Pertemuan ini diikuti peserta dari Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara yang merupakan bagian dari kelompok dukungan sebaya di wilayah masing-masing.

Kegiatan diselenggarakan oleh KP Mahakam Plus Provinsi Kalimantan Timur dengan dukungan Yayasan Spiritia Jakarta sebagai bagian dari upaya penguatan komunitas dan peningkatan kualitas hidup Orang dengan HIV di Kalimantan Timur. (esf)

Bangun Budaya Sehat, Pekerja PT KED Dukung Ketersediaan Darah

April 30, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Kutai Timur – Pekerja PT Karyanusa Ekadaya (KED) bersama Palang Merah Indonesia menggelar kegiatan donor darah guna mendukung ketersediaan darah bagi fasilitas kesehatan di sekitar area operasional.

PMI Kutai Timur (Kutim) memproduksi sekitar 500-600 kantong darah per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, PT KED berupaya ikut berkontribusi untuk menjaga ketersediaan darah. Upaya tersebut penting agar rumah sakit di tingkat kabupaten maupun kecamatan tetap dapat mengakses darah sesuai kebutuhan pasien.

Kegiatan donor darah dilaksanakan dengan melibatkan tenaga medis profesional dari PMI. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kelayakan donor sebelum proses donor darah dilakukan sesuai standar medis.

Pada pelaksanaan kegiatan, Manajemen PT KED, M. Satria Abdi Catur P, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, donor darah bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari semangat kebersamaan para pekerja.

“Kegiatan donor darah yang diinisiasi Polibun PT KED merupakan kontribusi nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi perusahaan. Kami percaya bahwa setetes darah yang diberikan bukan sekadar bantuan kesehatan, melainkan bukti solidaritas karyawan terhadap sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim PMI Kutai Timur, Andi Nur Suci, menilai partisipasi dunia usaha memiliki arti penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Ia menegaskan kebutuhan darah di fasilitas kesehatan terus ada, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian karyawan dan perusahaan terhadap keselamatan nyawa sesama, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh kantong darah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut diserahkan kepada PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit dan pasien yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas.

Selain membantu pemenuhan kebutuhan darah, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi pendonor melalui proses skrining kesehatan awal sebelum donor dilakukan.

Di sisi lain, PT KED juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif kesehatan melalui kolaborasi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan setempat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya bagi pekerja tetapi juga masyarakat sekitar, sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia. (*)

PT. BEK Kick Off Program Kesehatan Gratis Untuk Masyarakat

April 29, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – Salah satu program pemberdayaan masyarakat PT Bharinto Ekatama (BEK), bidang kesehatan, memberikan akses kesehatan gratis untuk masyarakat di tiga kampung binaan atau di ring satu yaitu Kampung Besiq, Bermai dan Muara Bunyut, bersama BPJS kesehatan Kutai Barat (Kubar), di lantai dua aula Bapendalitbang, Selasa (28/4/2026).

Komitmen yang dilakukan PT BEK terhadap kampung binaan di wilayah kerjanya ditunjukkan dengan kerja nyata.

Wakil Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT. BEK, Cipto Hadi Purnomo menyampaikan, ini adalah yang pertama PT BEK melaksanakan program kesehatan gratis bagi masyarakat yang berada di ring satu PT BEK. Karena PT BEK ini berada di dua provinsi Kaltim dan Kalteng. Untuk di Kalimantan Timur, sasaran pertama adalah di ring satu ada tiga Kampung Besiq, Bermai dan Muara Bunyut yang prioritas.

“Untuk tahap pertama ini totalnya hanya seratus orang untuk tiga kampung, Besiq 34 orang, Bermai 22 orang dan Muara Bunyut 44 orang, jumlahnya bervariasi setiap kampung sesuai proporsi masing masing kampung,” ujarnya.

Dijelaskan, program kesehatan adalah satu dari delapan program yang ada di PT BEK, dan masih banyak lagi yang sudah terlaksana program program yang lain, pendidikan, UMKM, pertanian, insfrastruktur dan lainnya, karena perubahan ini go publik merupakan hal penting bagi perusahaan.

Ia berterimakasih kepada Pemda, karena perusahaan diberi kesempatan berkontribusi wilayah Kutai Barat, yang kedua perusahaan akan melaksanakan delapan pilar Community Development secara berkesinambungan, biar belum sempurna perusahaan akan terus memperbaiki diri untuk selalu berkontribusi.

Kepala BPJS kesehatan Kubar, Wahyu Supriono mengatakan, perusahaan PT BEK adalah perusahaan pertama kali CSR nya yang melaksanakan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif, khususnya untuk warga binaan mereka terutama untuk ring satunya yang prioritas. Tidak menutup kemungkinan aka ada lagi perusahaan perusahaan yang kondisi finansial dan manajemen yang baik akan di advokasi. Karena dinamika dari dunia pertambangan dan perkebunan ini berpengaruh kepada kondisi global iklim maupun perubahan di harga pasar global.

“Sehingga kita memang harus menyampaikan advokasi sesuai dengan kemampuan perusahaan. Tetapi akan didukung oleh Pemda atau mandatori dari perusahaan,” jelasnya.

Ia berharap, semua perusahaan bisa melaksanakan, bahkan kalau ada perusahaan perorangan dan memang mampu menjamin warga binaan di ring satunya atau wilayah kerjanya bisa saja menjadikan (PBPU) kolektif.

Sementara itu Wakil Bupati Kubar, H. Nanang Adriani menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada perusahaan PT BEK yang sudah membantu meringankan beban pemerintah, ini sebagai contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kutai Barat, baik itu pertambangan maupun perkebunan.

“Kedepannya kita akan melakukan koordinasi dan diskusi dengan perusahaan lain untuk kita dorong agar supaya bisa melaksanakan seperti kegiatan PT BEK ini, dan Ini adalah tugas mulia,” ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan seperti ini nyata dirasakan oleh masyarakat sekitar, dan sangat membantu bagi warga yang kurang mampu, sekali lagi terimakasih kepada PT BEK dan juga BPJS yang sudah melakukan kerjasama dengan baik. Pada intinya warga Kutai Barat semua sehat. (arf).

Pasien Penyakit Didominasi Usia 25-34 tahun

February 28, 2026 by  
Filed under Kesehatan

JAKARTA – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono mengajak semua peserta Webinar dalam rangka ulang tahun Klub Jantung Sehat (KJS) ke 48 untuk terus menjaga kesehatan jantung. Imbauan ini disampaikan dihadapan ribuan peserta webinar dari Sabang sampai Merauke yang diikuti oleh para Pengurus YJI Pusat, YJI Cabang Provinsi, maupun YJI Cabang Kabupaten/Kota serta Klub-Klub Jantung Sehat di seluruh Indonesia.

Menariknya, Annisa Pohan yang juga sebagai istri Menko Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, jumlah pasien penyakit jantung berdasarkan kelompok usia 25-34 tahun mendominasi dengan jumlah 140.206 orang. Jumlah ini sedikit di atas kelompok usia 15-24 tahun yang mencapai 139.891 orang.

Fakta ini tentu saja sangat memprihatinkan, mengingat penyakit jantung biasanya didominasi pada usia yang lebih tua. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kelompok usia muda, khususnya usia 25-34 tahun dan usia 15-24 tahun menjadi kelompok yang paling banyak terkena penyakit jantung. Salah satu faktor yang menjadi penyebab tingginya penderita penyakit jantung di kalangan anak muda adalah gaya hidup yang tidak sehat. Seperti kurangnya aktivitas fisik. Budaya ”mager”, malas gerak. Pola makan yang tidak seimbang, serta tingginya konsumsi alkohol dan rokok, termasuk rokok elektrik.

Pada bagian lain, Prof. Dr. dr. Dede Kusmana, Sp.JP., FACC., salah satu pendiri Klub Jantung Sehat (KJS) pada tanggal 28 Februari Tahun 1978 menjelaskan, bahwa selama 1 tahun, anggota KJS Jakarta baru sebanyak 35 orang, dan saat ini sudah puluhan ribu jumlah anggotanya di seluruh Indonesia.

Prof. Dede diangkat sebagai guru besar Universitas Indonesia pada Tahun 2003 dan mendedikasikan pada pengayaan ilmu kedokteran di almamaternya, yaitu Universitas Indonesia. Saat ini Prof Dede di kepengurusan YJI didaulat sebagai Pembina.  Prof. Dede telah berusia 83 tahun. Pria yang cukup relegius masih enerjik ini sudah ratusan kali menjadi pembicara pada seminar atau pertemuan nasional maupun internasional dan tidak terhitung lagi publikasi ilmiah di bidang kesehatan jantung. Beliau banyak menjelaskan tentang sejarah berdirinya Yayasan Jantung Indonesia sejak Tahun 1974 hingga sekarang.

Pembicara kedua, dr. Bambang Dwiputra. Dokter Bambang adalah seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang sangat berpengalaman. Sehari-hari bekerja di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta. Ia memiliki keahlian di bidang kardiologi intervensi. Selain itu, dr. Bambang juga aktif dalam berbagai organisasi profesional, seperti Indonesia Heart Association dan European Society of Cardiology. Beliau juga telah banyak melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang kardiologi, terutama tentang rehabilitasi jantung dan pencegahan penyakit kardiovaskular.

Pada sesi kedua ini, dr. Bambang mengawali paparan dengan menampilkan slide, bahwa makanan enak dan terkenal di dunia pada peringkat satu dan dua, berasal dari Indonesia, yaitu makanan rendang dan nasi goreng.  Beliau hanya mengingatkan bahwa pola makan itu dapat mempengaruhi kesehatan jantung.

Menurut dr. Bambang, banyak faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung di Indonesia. Prevalensi terbesar adalah akibat kurang aktivitas, atau ”mager”, malas gerak mencapai 34,3%, obesitas (kegemukan/over weight) sebesar 30,5%, hipertensi atau tekanan darah tinggi sebesar 29,6%, merokok 28,3% dan karena diabetis melitus sebesar 1,8%.

ia menjelaskan bahwa ada tanda-tanda atau gejala seseorang terkena penyakit jantung. Di antaranya, (1) nyeri dada atau dada tidak nyaman; (2) sempoyongan/pusing, mual atau muntah; (3) nyeri menjalar pada rahang, leher atau tembus ke punggung; (4) nyeri menjalar hingga ke lengan/bahu kiri; dan (5) sesak nafas.

Dr. Bambang menyarankan agar rutin berolahraga aerobik (lari, jalan, senam) setiap minggu antara 150 – 300 menit atau kalau dirata-ratakan setiap hari sekitar 30 menit. Namun dua hari di antaranya diselingi dengan olahraga beban, supaya kekuatan otot tetap terjaga.

Di akhir paparannya, dr. Bambang menjelaskan mengapa Ramadhan baik untuk jantung? Pertama, karena perubahan pola makan. Makan menjadi teratur dan ada saatnya istirahat tidak makan untuk jangka waktu tertentu. Ini dapat memperbaiki metabolisme. Kedua, saat puasa tubuh mengalami beberapa perubahan positif, seperti proses pembersihan sel-sel rusak, membuat tubuh lebih sehat. Ketiga, membantu kontrol gula darah dan membantu peningkatan pembakaran lemak. Pada akhirnya puasa dapat membantu menurunkan berat badan. Tidak kalah pentingnya puasa menjadi momentum membentuk kebiasaan sehat.

Terakhir, dr. Bambang memberikan tips tentang bagaimana sahur yang ramah jantung? ”Makan karbo hidrat kompleks (oat, nasi merah). Protein cukup (telur, ikan, tahu/tempe). Makanan berserat tinggi (sayur dan buah-buahan). Hindari garam dan gorengan berlebihan”, pungkas dr. Bambang Dwiputra, dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Karena kapasitas atau kuota zoom meeting tidak mampu menampung seluruh peserta, maka dari YJI Pusat juga menyediakan fasilitias melalui YouTube YJI live streaming.

Jauhar Efendi selaku Sekretaris YJI Kaltim, melaporkan bahwa Pengurus YJI Kaltim termasuk Kabupaten/Kota dan Klub-Klub Jantung Sehat yang ada di Kaltim juga turut menyimak dengan sungguh-sungguh. Setelah paparan dua narasumber, kemudian diberikan kesempatan sesi tanya jawab.

Di akhir webinar, Panitia yang diketuai dr. Gobind membagikan doorprize sebanyak 20 untuk dipilih secara acak kepada seluruh peserta, khususnya peserta dari Klub Jantung Sehat. #MJE

PT TCM Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis

February 18, 2026 by  
Filed under Kesehatan

SENDAWAR – PT Trubaindo Coal Mining (TCM), melaksanakan kegiatan sosialisasi Kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan Kesehatan dan pengobatan gratis, serta menjalankan program  Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan, di wilayah kampung binaannya.

Kegiatan ini untuk memperingati bulan Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) Nasional dan berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dengan melibatkan tiga kampung binaannya, yaitu Kampung Damai Kota, Damai Sebrang dan Mendika, Rabu (18/2/2026).

ER East Kalimantan Coordinator Area PT TCM, Wahyu Ferianto mengatakan, perusahaan akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan, Pemeriksaan dan Pengobatan gratis dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026, sekaligus pelaksanaan Program PPM Pilar Kesehatan PT Trubaindo Coal Mining.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan merupakan nilai inti perusahaan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam operasional pertambangan, aspek K3 adalah prioritas utama, namun komitmen tersebut tidak berhenti di area kerja, melainkan perusahaan wujudkan juga dalam bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) pilar kesehatan tahun 2026, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata yang terukur dan berkelanjutan.

“Kegiatan kami hari ini merupakan bagian dari komitmen tersebut,”katanya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit. Selain itu juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini. Perusahaan juga menyediakan pengobatan yang dapat membantu meringankan beban masyarakat, dan memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.

“Kami memahami kesehatan adalah fondasi utama kesejahteraan, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan sosial dan ekonomi tidak akan berjalan optimal. Karena itu, perusahaan memandang program kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang,” bebernya.

Ia menyebut, perusahaan juga menyadari keberlanjutan operasional perusahaan sangat bergantung pada hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Oleh sebab itu, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program PPM yang relevan, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, dan menjadi awal dari penguatan budaya hidup sehat di lingkungan kita bersama,”tandasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Damai dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga upaya kecil hari ini menjadi bagian dari langkah besar menuju masyarakat yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Sementara itu CD Head Jones Silas menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peringatan K3, dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis yang meliputi cek hipertensi, tes gula darah, kolesterol dan asam urat, sekaligus membagikan obat obatan sesuai dengan penyakit yang di deritanya.

“Kami melibatkan tiga kampung binaan, dengan katagori hanya bisa diikuti kaum lansia umur 45 tahun keatas,”ujarnya.

Ia menyebut, perusahaan secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahun, di hari hari seperti bulan K3 nasional, dan sekaligus melaksanakan program PPM kesehatan, dan Kegiatan ini berpusat di Kantor Camat.

“Kegiatan serupa akan kami laksanakan juga dengan melibatkan external dan para subcont yang ada di perusahaan kami, akan di laksanakan di empat kecamatan binaan dengan program PPM pilar kesehatan perusahaan,”bebernya.

Ia berharap kepada semua masyarakat perduli akan kesehatan nya, terutama yang mengalami hipertensi atau darah tinggi, dan masyarakat kadang malas untuk memeriksakan nya, padahal kalau mereka rutin ke puskesmas untuk memeriksakan itu gratis, tidak di pungut biaya kalau hanya di tensi tekanannya saja. Akan tetapi kebayakan masyarakat abai terhadap hal itu.

“Saya sarankan, periksakan kesehatan secara rutin agar penyakit lebih enak di kontrolnya. Kegiatan ini juga didukung  Deabetasol, Entrasol dan O’live Milk,”ungkapnya.

Camat Damai Iman Setiadi menyampaikan apresiasi kepada PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) atas kepedulian dan komitmennya melalui program PPM bidang kesehatan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kegiatan ini sangat tepat sasaran karena menyentuh kelompok lansia dan orang tua yang merupakan kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus,”katanya.

Ia menyebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi, pemeriksaan, dan pengobatan seperti ini sangat penting sebagai langkah preventif dan deteksi dini.

 

“Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan beberapa arahan dan harapan. Pertama, saya berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi program yang berkelanjutan dengan monitoring terhadap peserta yang terindikasi memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya,” ungkapnya.

Ia mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola hidup sehat, mengurangi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Kedepan saya berharap program serupa dapat dilaksanakan setiap tahunnya dan penanganannya juga bisa lebih variative/luas, bukan cuma penyakit kardiovaskular dan metabolik hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus sering terjadi karena penurunan fungsi organ tubuh,”tandasnya. (arf).

Next Page »

  • vb