Mat Milad Pak Gub          

June 4, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA sempat bingung dengan data kelahiran Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Soalnya, persis 1 Juni 2026 kemarin, ada sejumlah bunga papan (standing flower) di Kantor Gubernur yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-46 kepada Gubernur. Itu berarti dia lahir pada 1 Juni 1980.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ketika menerima penghargaan pendidikan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

Sementara data di Wikipedia,Google menyebutkan Rudy Mas’ud lahir di Balikpapan, 7 Desember 1981. Data ini sudah lama tersimpan di sana. “Yang benar yang 1 Juni,” kata Sudarno, anggota Bidang Komunikasi Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim ketika saya hubungi kemarin.

Sudarno sendiri membuat konten khusus untuk bosnya itu. Dia tampak gagah mengenakan kaos bergambar Che Guevara. Ini adalah tokoh utama dalam revolusi Kuba yang berhaluan Marxis. Wajahnya  telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer.

Dia mengawali kontennya dengan mengajak Gubernur Rudy Mas’ud minum kopi. “Pak Gubernur jangan lupa ngopi, supaya hidup kita makin ceria,” katanya sambil menyeruput secangkir kopi tanpa merokok.  Sudarno benar. Ada kata bijak yang bilang: Kopi membuatmu selalu tertawa.

Lalu dia berucap soal hari ulang tahun sang gubernur. “1 Juni 1980. Hari ini 1 Juni 2026, selamat milad buat Doktor Haji Rudy Mas’ud bin Mas’ud bin Puang Kalimuda Muhammad Husen, umur 46 tahun, anak 13 dan istri 1.  Izin dengan sisa umur, layani rakyat Kaltim dengan baik, yang miskin kemudian diperhatikan, disapa dirangkul, sedang lawan-lawan politik  ayo kita sama-sama ajak ngopi,  untuk bagaimana membangun Kaltim,” kata Sudarno dengan gaya menggugah.

Dia juga menegaskan bahwa kesuksesan itu tidak ada yang diraih sendiri, tapi selalu dicapai atas usaha berjamaah. “Hari ini orang-orang yang masih terpinggirkan, yang  belum mendapatkan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan, sebenarnya sudah Pak Gubernur lakukan, tinggal terus ditingkatkan dan kita jaga bersama,” tambahnya.

Di akhir kontennya, Sudarno berucap: “Panjang umur  Pak Gubernur, sehat selalu dan tetap semangat. Kalau ada rakyat kita yang mengkritik  Pak kita ……………………” Sayang kalimatnya di video yang beredar terputus.

Sudarno sendiri kerap menjadi sorotan netizen. Dia dianggap tokoh yang bermain dua kaki. Pernah menyerang dan mengkritisi Gubernur, tapi belakangan berbalik arah dan pasang badan membela Gubernur setelah masuk menjadi anggota TAGUPP Kaltim.  Malah dia disebut-sebut berambisi menjadi Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Publik menggantikan Dr Supriansa, yang mengundurkan diri.

TAK BERADA DI TEMPAT

Hari ultah Rudy Mas’ud persis pada peringatan Hari Lahir Pancasila. Tapi pada upacara yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur, bertindak sebagai Irup bukan gubernur, melainkan Wakil Gubernur Seno Aji.

“Aku dengar beliau ke Maluku, tapi lebih jauh aku ngga paham juga. Tapi barusan beliau WA aku, padahal aku ngga nanya,” ucap Sudarno memberi penjelasan.

Meski Rudy tidak ada di tempat, tetap hadir Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, yang tak lain adalah kakak kandung Rudy Mas’ud. Hasanuddin juga disorot karena DPRD dianggap tidak efektif dalam menjalankan tugas pengawasan.

Sementara itu postingan dari akun Pemprov Kaltim menyebutkan, Gubernur bersama istrinya, Sarifah Suraidah baru tiba di Maluku, Rabu (3/6) kemarin dalam rangka menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Kebetulan APPSI diketuai Gubernur Rudy Mas’ud. Ketika tiba di Ambon, Rudy langsung disambut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan istri. Selain dikalungi sal, dia juga mendapat sambutan tarian khas Maluku.

Gubernur Rudy menjelaskan, FGD di Kota Ambon itu membahas berbagai potensi ekonomi daerah melalui konsep orange economy, yang mengintegrasikan ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy) sebagai strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi.

“Kita undang sejumlah pakar dan praktisi untuk memberi masukan dan pandangan, sehingga ekonomi oranye yang menggabungkan ekonomi hijau dan ekonomi biru bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi,” tambahnya.

Rudy bersama wakilnya Seno Aji dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan serentak kepala daerah di Jakarta, 20 Februari 2025. Sebelumnya dia pengusaha, yang kemudian jadi anggota DPR RI. Dia juga menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim.

Beberapa penghargaan pernah diraih Gubernur. Penghargaan terakhir yang diterimanya adalah penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah atas kolaborasi dengan sekolah swasta dalam sistem penerimaan murid baru. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam acara Malam Tasyakuran Hardiknas, Senin (25/5).

Beberapa hari lagi, tepatnya 10 Juni nanti, DPRD Kaltim akan menggelar rapat paripurna dengan agenda pembahasan Hak Angket, yang menjadi aspirasi masyarakat Kaltim melalui serangkaian aksi demo. Jika Hak Angket ini lolos, maka Gubernur akan menjalani pemeriksaan dan penyelidikan berkaitan dengan berbagai kebijakan yang diduga melanggar undang-undang dan tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.

Kalau dugaan itu terbukti, maka terbuka jalan bagi DPRD untuk mengajukan pemakzulan (impeachment) melalui Mahkamah Agung, sehingga Presiden bisa memberhentikan Gubernur Rudy Mas’ud.

Berkaitan HUT ke-46 Gubernur yang akrab dipanggil HARUM, banyak OPD di Pemprov Kaltim membuat konten. Saya sempat lihat video yang dibuat Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Kaltim. Salah seorang staf DPPKUKM mengirim pantun. Ini pantunnya: “Minum kopi pakai gula aren, ditemani pisang goreng wijen, selamat ulang tahun Pak Gubernur keren, semoga sukses jadi idaman netizen.” Apakah benar-benar keren dan jadi idaman netizen, kita lihat hasil di Karang Paci (kantor DPRD) nanti. Kata orang, Karang Paci itu artinya karang yang banyak pecahan kaca atau pepaci.(*)

Semua Adalah Ujian, dan “Ismail” Itu Bisa Jadi Ada di Dalam Dirimu

May 31, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh : Riyawan S,Hut
Menjelang Idul Adha, media sosial biasanya dipenuhi foto hewan kurban, gema takbir, hingga ucapan penuh doa. Semuanya terlihat hangat dan meriah.

Namun di balik suasana itu, ada satu pesan besar yang sering luput dipahami banyak orang, Idul Adha bukan cuma tentang menyembelih hewan, tapi tentang keberanian mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai.

Riyawan

Sering kali, yang paling sulit dikorbankan bukan harta. Bukan juga materi. Melainkan ego, gengsi, ambisi, dan rasa memiliki yang terlalu besar terhadap dunia.

Kalimat seperti “hidup adalah ujian” mungkin terdengar biasa. Tapi ketika hidup benar-benar menghantam dari berbagai arah, tagihan menumpuk, badan jatuh sakit, hubungan berakhir, usaha bangkrut, atau kehilangan orang tercinta, kita baru sadar bahwa ujian tidak pernah mudah dijalani.

Padahal, ujian bukan tanda Tuhan membenci manusia. Justru sebaliknya, ujian adalah cara Tuhan membentuk seseorang menjadi lebih kuat, lebih matang, dan lebih mengenal dirinya sendiri.

Idul Adha Mengajarkan: Tidak Semua yang Dicintai Harus Dimiliki Selamanya

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail selalu menjadi inti dari perayaan Idul Adha. Namun kalau direnungkan lebih dalam, kisah itu sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan manusia modern hari ini.

Nabi Ibrahim bukan sosok yang hidup tanpa penderitaan. Ia mengalami penolakan, pengasingan, bahkan dibuang oleh ayahnya sendiri karena mempertahankan keyakinan. Hidupnya penuh perpindahan dan ujian panjang.

Lalu setelah usia menua dan harapan hampir padam, lahirlah seorang anak yang sangat dicintainya yakni Nabi Ismail. Bagi Ibrahim, Ismail bukan sekadar anak.

Ia adalah jawaban dari doa yang bertahun-tahun dipanjatkan. Ia adalah sumber kebahagiaan di masa tua. Sosok yang membuat hidup terasa lengkap.

Namun justru di situlah ujian terbesar datang. Tuhan meminta Ibrahim mengorbankan hal yang paling ia cintai. Kalau dipikir secara manusiawi, itu terasa berat dan sulit diterima.

Tetapi dari kisah itulah muncul pelajaran penting bahwa manusia tidak boleh menggantungkan cintanya secara berlebihan kepada dunia, bahkan kepada sesuatu yang paling ia sayangi sekalipun.

Sebab semua yang ada di dunia hanyalah titipan. Hari ini, “Ismail” tidak selalu hadir dalam bentuk anak. Bagi sebagian orang, Ismail bisa berupa jabatan yang membuat dirinya dihormati. Ada juga yang menjadikan popularitas dan citra diri sebagai sesuatu yang paling ditakuti kehilangannya.

Bahkan tidak sedikit orang yang menjadikan ego sebagai “Ismail” dalam hidupnya. Sulit meminta maaf. Sulit mengakui kesalahan. Selalu merasa paling benar.

Semua dibungkus dengan kata “harga diri” atau “prinsip”, padahal diam-diam yang dipertahankan hanyalah kesombongan.

Di sinilah makna kurban sebenarnya bekerja. Kurban bukan cuma soal membeli sapi mahal atau kambing terbesar. Kurban adalah tentang apa yang rela kita lepaskan demi menjadi manusia yang lebih baik.

Ternyata, Ujian Tidak Selalu Datang Saat Hidup Susah

Banyak orang berpikir ujian hanya hadir dalam bentuk kesedihan. Padahal kenyataannya, kebahagiaan pun bisa menjadi ujian yang jauh lebih berat. Sakit adalah ujian. Tapi sehat juga ujian. Miskin adalah ujian. Namun kaya sering kali menjadi ujian yang lebih sulit dilewati.

Saat seseorang sedang berada di titik rendah hidupnya, biasanya ia lebih mudah mengingat Tuhan. Ia sadar dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan.

Tapi ketika hidup mulai nyaman, penghasilan meningkat, usaha berkembang, dan semua terlihat baik-baik saja, manusia perlahan mulai lupa.

Merasa semua keberhasilan datang murni dari kerja kerasnya sendiri. Padahal semua itu hanyalah titipan yang sewaktu-waktu bisa diambil kembali.

Ada sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sumur yang kering pun masih bisa digali. Maknanya sederhana tapi dalam, seburuk apa pun keadaan hidup, harapan sebenarnya belum pernah benar-benar hilang.

Yang sering habis justru kesabaran manusia. Karena itu, setiap kondisi dalam hidup sebenarnya sedang membentuk karakter seseorang.

Orang yang sedang sakit sedang belajar sabar. Orang yang sehat sedang diuji apakah ia mau membantu sesama atau justru sibuk mengejar dunia tanpa henti.

Mereka yang hidup dalam kekurangan sedang diuji kejujurannya. Sementara mereka yang diberi kekayaan sedang diuji apakah masih punya rasa peduli dan syukur.

Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa ujian bukan penghalang untuk menjadi pribadi yang baik. Justru ujian adalah jalan menuju kedewasaan batin.

Tidak nyaman, memang. Tapi dari situlah manusia belajar tentang arti ikhlas, sabar, dan percaya kepada Tuhan.

Kurban Paling Berat Adalah Mengalahkan Ego Sendiri

Setiap Idul Adha, orang-orang berlomba membeli hewan kurban terbaik. Nama pekurban diumumkan. Foto-foto dibagikan di media sosial.

Semua terlihat meriah dan penuh kebanggaan. Namun ada satu pertanyaan yang sering terlupakan, sebenarnya apa yang sudah kita korbankan selain uang?

Sebab tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk membeli sapi, tapi masih sulit memaafkan kesalahan orang lain. Masih senang merendahkan. Masih mudah iri. Masih suka menyakiti lewat ucapan.

Padahal Al-Qur’an sudah menjelaskan bahwa yang sampai kepada Tuhan bukan daging dan darah hewan kurban. Yang sampai adalah ketakwaan dan ketulusan hati manusia.

Artinya, inti dari kurban bukan terletak pada seberapa besar atau mahal hewan yang disembelih, melainkan sejauh mana seseorang mampu membersihkan dirinya dari sifat buruk.

Dan pengorbanan paling besar sering kali terjadi dalam diam. Tidak ada yang tahu ketika seseorang memilih menahan amarah meski disakiti. Tidak ada tepuk tangan ketika seseorang mengalah demi menjaga hubungan tetap utuh.

Tidak ada kamera ketika seseorang memutuskan meminta maaf lebih dulu walau gengsinya terasa hancur. Pengorbanan seperti itu jauh lebih sulit dibanding sekadar seremoni tahunan. Karena melawan diri sendiri memang tidak pernah mudah.

Idul Adha bukan hanya perayaan keagamaan biasa. Ia adalah pengingat bahwa setiap manusia pasti memiliki “Ismail” dalam hidupnya masing-masing.

Ada yang terlalu mencintai uang. Ada yang terlalu mengejar validasi manusia. Ada yang terlalu takut kehilangan status sosial. Dan ada juga yang diam-diam menjadi budak dari egonya sendiri.

Melalui kisah Nabi Ibrahim, manusia diajak bercermin dan bertanya kepada dirinya sendiri, apa yang selama ini terlalu aku cintai hingga membuatku sulit ikhlas?

Sebab hidup akan terus dipenuhi ujian. Kadang hadir dalam bentuk kehilangan. Kadang datang lewat kesuksesan yang membuat manusia terlena. Kadang muncul melalui cinta yang terasa begitu besar hingga sulit dilepaskan.

Dan setiap kali ujian itu datang, pertanyaannya tetap sama, apakah kita sudah benar-benar siap berkorban, bukan hanya secara ritual, tapi juga secara batin?

Hak Angket 10 Juni

May 27, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BADAN MUSYAWARAH (BAMUS) DPRD Kaltim sudah menghasilkan kesepakatan. Rapat Paripurna Khusus Hak Angket akan digelar, Rabu, 10 Juni 2026 mendatang. Berarti masih sekitar 2 minggu lagi dari waktu sekarang.

Kesepakatan jadwal rapat paripurna itu diputuskan dalam Rapat Bamus yang berlangsung di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim, Karang Paci, Senin (25/5/2026).

Wakil Ketua DPRD Ekti Imanuel yang memimpin rapat tersebut. Hadir juga anggota Bamus lainnya di antaranya Ananda Emira Moeis, M Samsun, Didik Agung Eko Wahono dan Hartono Basuki dari Fraksi PDI Perjuangan, La Ode Nasir dari PKS serta Agus Aras dan Nurhadi Saputra dari Demokrat-PPP.

Yang menarik kehadiran anggota Bamus dari Fraksi Golkar. Soalnya mereka satu-satunya fraksi yang menolak digelarnya Hak Angket. Dari Fraksi Golkar hadir: Salehuddin,  Fadly Himawan, Shemmy Permata Sari, Apansyah dan Budianto Bulang.

Menurut Ekti Imanuel, penetapan jadwal itu merupakan tindak lanjut dari hasil konsultasi pimpinan DPRD Kaltim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta pekan lalu.

“Hasil konsultasi teman-teman ke Kemendagri, proses penetapan Hak Angket  bisa dijalankan dan disesuaikan dengan mekanisme internal yang berlaku di DPRD,” kata politisi dari Partai Gerindra tersebut.

Kenapa ditetapkan tanggal 10 Juni? Menurut Ekti disesuaikan dengan jadwal kegiatan para anggota Dewan. Sebab tanggal 2 sampai 9 Juni, para anggota Dewan masih melaksanakan reses. “Jadi baru tanggal 10 Juni kita bisa rapat paripurna untuk pengesahan Hak Angket,” kata Ekti.

Dia memastikan jadwal tanggal 10 Juni itu sudah final alias tidak berubah. “Itu sudah final. Setelah kita jadwalkan ya diparipurnakan, supaya tidak ada lagi yang berbicara tidak sah atau sah terkait dengan kegiatan kita di DPRD Kaltim,” jelasnya.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud membenarkan Rapat Paripurna Hak Angket tanggal 10 Juni 2026

Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud membenarkan Rapat Paripurna Hak Angket digelar tanggal 10 Juni. “Teman-teman sudah siapkan di Bamus, jadi kita tunggu aja. Kalau perlu kita bentuk Pansusnya,” ujarnya.

Setelah Hak Angket disetujui, DPRD memang membentuk Tim Pansus Hak Angket. Tim ini yang bekerja mengumpulkan berbagai bahan berkaitan dengan kebijakan Gubernur yang dianggap melanggar undang-undang.

Hak Angket anggota DPRD diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Hak Angket adalah kewenangan secara spesifik yang melekat pada DPRD untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan Pemda yang bersifat penting, strategis, dan berdampak luas yang diduga melanggar peraturan perundang-undangan.

Pelaksanaan Hak Angket oleh DPRD menghasilkan konsekuensi hukum dan politik yang  terukur berdasarkan UU No 23 Tahun 2014.

Jika Pansus Hak Angket menemukan bukti permulaan yang cukup mengenai adanya tindak pidana korupsi atau pelanggaran hukum pidana lainnya yang dilakukan oleh kepala daerah atau jajarannya, maka DPRD wajib menyerahkan proses penyelesaiannya kepada Kepolisian, Kejaksaan atau KPK.

Kalau ditemukan pelanggaran kebijakan tetapi bukan ranah pidana, maka hasil penyelidikan Hak Angket dijadikan landasan resmi bagi DPRD untuk meningkatkan pengawasannya ke tahap Menyatakan Pendapat.

Hak Angket menjadi pintu masuk pemakzulan (Impeachment). Hak Angket tidak bisa langsung memberhentikan kepala daerah. Namun jika hasil Hak Angket membuktikan kepala daerah melanggar sumpah jabatan atau melakukan perbuatan tercela, maka DPRD bisa mengusulkan pemakzulan kepada Mahkamah Agung (MA).

DETIK-DETIK MENENTUKAN

Yang perlu kita ketahui, Hak Angket tidak bisa langsung diputuskan dalam Rapat Paripurna DPRD. Sebab di situ ada 2 tahapan yang harus dilalui. Pertama, penetapan apakah rapat paripurna memenuhi quorum apa tidak?. Yang kedua, dalam pengambilan keputusan juga ditentukan batas minimal yang harus dipenuhi.

Sesuai UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka rapat paripurna itu harus dihadiri paling sedikit ¾ dari jumlah anggota Dewan. Sedang pengambilan keputusannya paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota yang hadir.

Karena jumlah anggota DPRD Kaltim 55 orang, maka ¾ dari 55 adalah 41 atau 42 orang. Anggaplah 42 orang yang hadir, maka keputusan bisa diterima jika 2/3 dari 42 orang menyatakan setuju. Jadi jumlahnya minimal 28 orang.

Perlu kita cermati secara seksama. Fraksi Golkar punya anggota 15 orang. Karena mereka menolak Hak Angket, hampir dipastikan mereka tak hadir satu orang pun di rapat paripurna tersebut. Kalau 55 dikurangi 15, maka kemungkinan yang hadir adalah 40 orang. Jumlah 40 ini di bawah angka minimal yang 42 tadi.

Angka 40 orang tersebut masih mungkin berubah lebih kecil. Yang pasti satu kursi anggota Dewan dari NasDem masih kosong, menyusul meninggalnya Aco Kamaruddin. Belum lagi kalau ada yang berhalangan karena sakit atau ada sesuatu.

Kalaulah jumlah anggota Dewan yang hadir tidak memenuhi quorum, maka rapat paripurna belum bisa digelar secara resmi.

Menurut UU No 17 Tahun 2014 yang sering disebut UU MD3 dan diperjelas dalam tata Tertib DPRD, kalau tidak quorum maka pimpinan rapat menunda 1 jam. Kalau setelah 1 jam masih belum quorum, maka ditunda lagi maksimal 2 kali.

Kalau setelah penundaan sampai 3 kali juga tidak quorum, maka apakah rapat tetap sah dilanjutkan atau tidak? Mungkin perlu kita cek ke Tata Tertib DPRD Kaltim. Ada anggota Dewan yang bilang, rapat paripurna tetap bisa dilanjutkan dan sah.

Sementara itu, Aliansi Rakyat Kaltim (ARK) merencanakan Aksi 10 Juni untuk mengawal Rapat Paripurna Hak Angket. Mereka mengajak seluruh rakyat Kaltim, para mahasiswa, buruh, orgnisasi masyarakat dan elemen lainnya ikut bergabung. Ya mudah-mudahan semangat yang dibangun ARK bersama aliansi lainnya bisa menyelamatkan rencana Hak Angket.(*)

Dari Isran ke Agus Suwandy

May 25, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ISRAN NOOR lega. Agus Suwandy, alumnus Fakultas Kehutanan yang sekarang menjadi anggota DPRD Kaltim terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Mulawarman (Unmul) periode 2026-2031.

“Alhamdulillah,  cocok sudah itu,” kata Isran tersenyum. Ketua IKA Unmul sebelumnya adalah Isran, yang saat itu masih duduk sebagai Gubernur Kaltim. Dia terpilih selama dua periode. “IKA Unmul sangat penting perannya untuk memajukan almamater dan alumni sendiri, tapi jangan dipolitikkan,” pesannya begitu.

Isran Noor didampingi Rektor Prof Abdunnur dan mantan Rektor Prof Masjaya menyerahkan penghargaan kepada pengurus IKA Unmul yang berakhir masa tugasnya.

Agus sendiri mengaku siap bekerja untuk kepentingan para alumni dan almamater. “Saya siap saja, meski seperti dikorbankan melawan Belanda,” katanya setengah bercanda.

Tokoh yang satu ini cukup aktif di mana-mana. Dia Ketua Fraksi Gerindra yang dipercaya juga menjadi anggota Badan Anggaran dan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kaltim. Aktif di organisasi olahraga. Pernah menjadi Ketua Perbasi kaltim. Sekarang dipercaya menjadi Ketua Olahraga Bridge (GABSI).

Ada yang mempromosikan Agus kembali menjadi calon Wali Kota Samarinda setelah Andi Harun. “Ya kita dukung Pak Agus jadi Ketua Umum IKA Unmul sekaligus Wali Kota Samarinda mendatang,” kata saya selaku Ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Pemilihan Ketua Umum IKA Unmul 2026-2031 berlangsung dalam Munas IKA Unmul ke V, di  gedung 1 Lab Kampus Unmul Gunung Kelua Samarinda, Sabtu (23/5). Rektor Unmul Prof Abdunnur yang membuka. Hadir juga Rektor sebelumnya, Prof Masjaya dan sejumlah pimpinan universitas dan fakultas lainnya.

Munas berlangsung guyub. Penuh kegembiraan dan nostalgia. Ada 4 eks pengurus lama yang didaulat memimpin sidang. Di antaranya Rusman Yakub, Rusmadi Wongso dan Yudi Manaf. Dalam waktu sekitar 3 jam agenda Munas sudah rampung.

“Soal program kerja, perubahan AD/ART dan rekomendasi kita serahkan kepada Tim Perumus,” kata Rusman, yang juga terpilih sebagai Ketua Tim Perumus. Tim Perumus diberi waktu paling lama 2 bulan untuk merampungkan tugasnya. Bersamaan itu juga dibentuk Tim Formatur yang diketuai Agus Suwandy untuk menyusun kepengurusan IKA Unmul 2026-2031.

Salah satu rekomendasi Munas adalah memberikan dukungan kepada Prof Abdunnur untuk dipilih kembali menjadi Rektor Unmul masa bhakti 2026-2030. Alasannya putra daerah ini terbukti punya kepemimpinan yang bagus, sehingga Unmul mampu meraih berbagai prestasi terutama di bidang akademik di mana Unmul mencapai predikat Unggul baik secara nasional maupun internasional.

Abdunnur sendiri terpilih menjadi salah satu dari 10 Rektor Berpengaruh di Indonesia. Dia sukses mengembangkan kepemimpinan perguruan tinggi yang punya visi misi ke depan dan ternama secara internasional.

Selain itu, Munas juga merekomendasi dibentuknya kepengurusan IKA Unmul di berbagai tempat termasuk di luar negeri. Misalnya di Jepang. Ada alumni Fekultas Kehutanan Unmul yang berada di sana. Juga dibentuknya IKA Unmul di berbagai daerah termasuk IKA khusus bagi alumni yang meraih gelar S2 dan S3.

“Saya setuju ke depan peran alumni Unmul lebih menonjol lagi seperti IKA-IKA pergurun tinggi lainnya. Para alumni salah satu indikator kemajuan sebuah perguruan tinggi. Mereka yang sukses di berbagai tempat termasuk kepala daerah seyogianya menarik para alumni lainnya,” kata Rektor.

DORONG STUDI NUKLIR

Ketika Isran menyampaikan sambutan dan laporan pertanggujawaban (LPJ), suasana Munas benar-benar menjadi cair. Soalnya Isran seperti biasanya bicaranya ceplas-ceplos dan banyak narasinya dalam bahasa Banjar. “Lawas kada bapander sampai selawar talului,” katanya  membuat gerr.

Sebagai Ketua IKA, kata Isran, ia merasa tak berhasil dalam menjalankan tugas. Tapi IKA Unmul tetap harus ada dan berperan banyak untuk kemajuan almamater. IKA Unmul cukup aktif dalam melaksanakan aksi sosial di antaranya saat itu ikut dalam penanganan Covid-19.

Isran berharap di bawah kepemimpinan Agus Suwandy, IKA Unmul lebih peka lagi dalam menghadapi berbagai masalah lingkungan strategis dan pembangunan. Dia menunjuk kebijakan Pemerintah terbaru dalam hal pemasaran batu bara dan kelapa sawit pasti memberi implikasi besar ke Kaltim. “Tidak ada salahnya IKA Unmul memberi kajian ilmiah berkaitan dengan dampak yang dihadapi Kaltim,” jelasnya.

Mantan Gubernur Kaltim ini juga menyampaikan harapannya, pada saatnya nanti Unmul bisa membuka program studi nuklir. “Itu cita-cita saya dan Kaltim berpotensi,” katanya.

Program studi nuklir di Indonesia terbilang langka.  Rasanya baru UGM yang menyediakan program S1 Teknik Nuklir. Program ini berfokus pada pemanfaatan  teknologi nuklir untuk energi, medis dan industri.

Data dari Google menyebutkan,  Provinsi Kaltim saat ini tidak memiliki cadangan tambang bahan baku nuklir (seperti uranium) dalam skala komersial. Tapi Kaltim menjadi salah satu wilayah yang dinilai berpotensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga nuklir (PLTN) guna mendukung pasokan energi nasional.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemda juga mendorong pemanfaatan teknologi radiasi nuklir untuk sektor pangan dan kesehatan di Kaltim.

Sehari setelah Munas V IKA Unmul, Isran menggelar Tahlil dan Haul Jama’ di kediamannya di Jl Adipura N0 21 Sungai Kunjang. Tahlil dan haul terutama ditujukan kepada istrinya, almarhumah Norbaiti binti Amlan, yang meninggal dunia 24 Mei 2023.

“Doa ini kita kirim juga kepada sanak saudara kita yang telah tiada di antaranya alm KH Siswanto, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, almh Dr Meiliana, alm Pak Hatta Pribadi, alm H Syafur ( HM Syarifuddin Ahmad) dan lainnya,” kata Pak Isran.

Selain para alim ulama dan guru yang hadir, ada juga mantan 2 wakil gubernur yaitu KH Farid Wadjdy dan Hadi Mulyadi serta Rektor Unmul Prof Abdunnur. Secara khusus dari Tenggarong datang Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Aji Muhammad Arifin bersama Bunda Ratu.

Isran saat ini banyak tinggal di Jakarta. Tapi perhatian dan kepeduliannyua tentang Kaltim tetap konsisten. Dia berjasa besar dalam penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Kaltim. Dia yang meyakinkan Presiden Jokowi. Karena itu kalau bicara IKN, Isran yang paling gigih membela. “Orang yang menentang IKN umurnya pendek,” begitu pernah dia ucapkan.(*)

Kenapa Begitu Pak Sembiring?

May 25, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kenal dengan Pak Sembiring. Nama lengkapnya Arif Frananta Filifus (AFF) Sembiring. Lahir di Delitua, Sumut, 26 Mei 1969. Beberapa hari lagi berulang tahun ke-57. Dia pejabat Eselon II A Pemprov Kaltim, yang saat ini dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Arif Frananta Filifus Sembiring

Jabatan itu baru saja dipangkunya. Sebelumnya dia adalah Staf Ahli Gubernur Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Plt itu jabatan sementara. Biasanya hanya 3 bulan, kemudian bisa diperpanjang lagi. Seorang Plt bisa saja nanti jadi pejabat definitif, bisa juga tidak. Itu tergantung pertimbangan sang kepala daerah, apakah yang bersangkutan dinilai mampu atau tidak.

Sesuai Permendagri No 11 Tahun 2019, tugas Kesbangpol itu membantu kepala daerah dalam melaksanakan tugas di bidang kesatuan bangsa dan politik.

Jika dirinci lebih jauh tugas Kesbangpol itu sangat penting dan strategis. Mulai soal pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, penyelenggaraan politik dan kehidupan demokrasi, pemeliharaan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, pembinaan kerukunan antarsuku dan intra suku, umat beragama, ras, dan golongan lainnya, pembinaan dan pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta pelaksanaan kewaspadaan nasional dan penanganan konflik sosial.

Baru beberapa bulan jadi Plt Kesbangpol, Sembiring sudah jadi sorotan. Viral di media sosial. Tapi nuansanya negatif.  Rasanya sudah dua kali dia melakukan tindakan atau kebijakan yang blunder. Padahal dia pejabat yang cukup berpengalaman. Pernah di TNI sampai pangkat kolonel, lalu di Pemprov Kaltim pernah menjadi Kepala Dishub, Kepala Satpol PP dan Staf Ahli Gubernur.

Pada bulan lalu Sembiring mengundang sejumlah Ormas. Dia bilang tujuannya silaturahmi karena dia pejabat baru. Tapi orang menduga ada maksud lain. Soalnya waktunya menjelang digelarnya Aksi Massa 214.

Yang menarik dan aneh surat Sembiring ke Sekdaprov bocor. Isinya meminta dukungan snack dan dana. Nanti tiap anggota Ormas yang hadir dapat Rp100 ribu untuk pengganti transportasi. Ternyata usul tersebut tidak dipenuhi, sehingga dia jadi gunjingan dari Ormas yang hadir.

Sembiring sempat menyampaikan pernyataan minta maaf. “Maklum saya orang baru dan masih belajar,” katanya berkilah.

Pertemuan Gubernur Rudy Mas’ud dengan 30 perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim (APMK) yang berlangsung di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur, Kamis (21/5) sore, berlangsung panas. Salah satu pembuat suasana jadi panas itu ironisnya datang dari Sembiring sendiri.

Sebelum Gubernur masuk, Sembiring memberikan semacam “wejangan” kepada perwakilan APMK. Dia memegang mik. Tidak di atas podium atau duduk di kursi. Tapi berdiri sambil berjalan mengelilingi tempat duduk perwakilan APMK.

Seolah-olah dia mampu menguasai perwakilan APMK. Malah ada ucapannya yang terkesan mengancam. “Saya tidak segan-segan menyuruh kalian keluar atau Pak Gubernur meninggalkan tempat ini kalau kalian tidak benar, karena itu kita harus berdialog dengan baik-baik, jangan berulang-ulang, tunjukkan kita orang berpendidikan, paham!,” katanya begitu.

Dia juga menyatakan bahwa ke depan dia banyak berhubungan dengan Ormas dan organisasi lainnya. “Sebagai Kepala Kesbangpol saya akan banyak  berhubungan dengan kalian ke depan, tugas saya menjaga bagaimana menjaga hubungan pemerintah dengan masyarakat bisa terjalin dengan baik,” tandasnya.

Sembiring juga sempat mengajak perwakilan APMK menunjukkan sikap yang baik dan simpatik kepada Gubernur. Ketika Gubernur masuk, pintanya, perwakilan APMK bisa berdiri dan memberikan tepuk tangan.

Ajakan Sembiring ini membuat perwakilan APMK jadi gusar. Mereka menghalau Sembiring dan bahkan ada yang mengajak berkelahi. “Terlalu banyak omong, jangan cari muka,” kata seorang perwakilan APMK geram.

Syukur Sembiring tidak terpancing. Dia masih sempat tersenyum ketika beberapa perwakilan APMK meneriaki dia. Selanjutnya dia berdiri di belakang Gubernur ketika dialog berlangsung.

GUGAT PENJABAT GUBERNUR

Rekam jejak Sembiring cukup menarik. Ketika masih menjadi tentara aktif, dia pernah diterjunkan dalam operasi militer di Timtim, operasi kemanusiaan bencana tsunami Aceh, mengikuti misi Unifil di Lebanon, Intelex Thailand, dan Secretary of RIRPBC (Republic Indonesia-Republic Philipina Border Commite).

Dia “hijrah” dari Kodam VI/Mulawarman ke Pemprov Kaltim era Gubernur Awang Faroek Ishak. Sepertinya Pak Awang yang menarik. Di era Gubernur Isran Noor, dia diikutkan menjadi peserta Lemhannas. Kabarnya terpilih masuk 3 besar sebagai lulusan terbaik. Tapi informasi lain menyebut informasi itu tidak terlalu akurat. Malah dia hampir gugur karena mengajukan pertanyaan nyeleneh.

Ketika Sembiring dimutasi dari Kasatpol PP ke Staf Ahli bulan Maret 2024, dia sempat menggugat Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda. Alasannya, mutasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Nasson Nadeak, Penasihat Hukum Sembiring, Pj Gubernur melanggar Pasal 116 UU No 5 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa batas bertugas dalam jabatan itu maksimal 2 tahun setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK).

Sementara Sembiring bertugas sebagai Kasatpol PP baru 1 tahun 7 bulan. Jadi belum 2 tahun. Karena itu Sembiring merasa kebijakan rotasi yang dialaminya terlalu dini dan tidak sesuai dengan penilaian nilai baik yang ia miliki di internal Pemprov Kaltim.

Apakah gugatan itu diterima? Hakim PTUN Samarinda yang diketuai  A Taufik Kurniawan pada awal Oktober 2024 menjatuhkan putusan. Poin penting dari putusan itu, Majelis Hakim menolak seluruh gugatan hukum yang diajukan AFF Sembiring dan menegaskan bahwa kebijakan mutasi yang dilakukan Pj Gubernur Akmal Malik adalah sah secara hukum.

Ke depan tugas Sembiring ada kemungkinan semakin berat. Soalnya tekanan masyarakat kepada Gubernur Rudy Mas’ud belum reda. Kalau sampai Hak Angket lolos di DPRD Kaltim, maka di hari-hari mendatang riak politik makin keras terjadi di daerah ini. Nah Kepala Kesbangpol jangan membuat blunder lagi. Pahamkah ikam!.(*)

Next Page »

  • vb