ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Panggung Berdaulat Bankaltimtara di IKN

March 3, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

WAJAH Direktur Utama (Dirut) Bankaltimtara Muhammad Yamin, SE tampak berbunga-bunga. Tidak saja satu panggung, tapi tangannya juga satu pencetan tombol dengan Presiden Jokowi. Itu terjadi pada Jumat berkah, 1 Maret 2024, ketika berlangsung  peletakan batu pertama pembangunan kantor Bankaltimtara di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

“Saya deg-degan juga di samping Bapak Presiden. Ini kehormatan dan kebanggaan luar biasa tidak saja bagi saya pribadi, tapi juga seluruh jajaran Bankaltimtara dan masyarakat,” kata Yamin kepada rekan dan stafnya. Apalagi dia juga diberi kesempatan menyampaikan sambutan dan laporan.

Tidak saja Yamin yang berbangga hati. Tapi juga Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik yang menyertainya di atas panggung. Di situ juga ada Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dan pejabat Otorita Jasa Keuangan (OJK). “Terima kasih Bapak Presiden,” kata Akmal ketika menerima salaman dari Jokowi.

Sambutan Presiden Jokowi pada peletakan batu pertama pembangunan kantor cabang Bankaltimtara di lokasi IKN.

Banyak yang kaget melihat keberanian Yamin membawa Bankaltimtara ikut merambah IKN. Ini badan usaha kedua dari Kaltim yang “pede” masuk ke arena investasi IKN. Sebelumnya dalam acara groundbreaking ke-3 akhir tahun 2023, Balikpapan Super Block (BSB) atau PT Wulandari Bangun Laksana menjadi investor pertama dari Kaltim yang masuk ke IKN melalui proyek Nusantara Super Block (NSB).

“Kita semua merasa surprised, karena kehadiran Bankaltimtara di IKN bagian dari misi Kaltim Berdaulat yang sering didengungkan mantan gubernur Isran Noor,”  kata Zainal,  pengusaha yang sering bersama-sama saya.

Pada groundbreaking ke-4 pekan ini, selain Bankaltimtara, Jokowi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor  Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI yang semuanya telah mulai menjalani transisi menuju perbankan digital.

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan kantor Bankaltimtara di IKN tidak hanya menjadi langkah penting dalam memajukan sektor keuangan di Kalimantan, melainkan juga bagian dari visi lebih luas untuk transformasi ekonomi Indonesia.

“Memang kita konsepkan bahwa di sini adalah akan menjadi ekonomi baru, akan menjadi transformasi ekonomi Indonesia sehingga semuanya memang harus masuk ke digital banking,” kata Kepala Negara.

Sehubungan itu, Presiden mendorong kerja sama antara Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bankaltimtara untuk bersinergi dalam memberikan pelayanan keuangan.”Terutama untuk mendukung usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pembangunan di daerah, dengan harapan untuk memperkuat ekonomi di Pulau Kalimantan,” tambahnya.

Jokowi juga tahu kalau Bankaltimtara saat ini memiliki modal terbesar di antara bank-bank pembangunan daerah (BPD) di Tanah Air. Karena itu dia berharap Bankaltimtara dapat membentuk konsorsium dengan BPD lain di Kalimantan, dan juga dapat berfungsi  sebagai koordinator untuk meningkatkan kekuatan modal dan daya saing.

Menurut Yamin, Bankaltimtara memang salah satu bank daerah terbesar di luar Pulau Jawa dari sisi permodalan. “Sampai dengan 31 Januari 2024 modal inti Bankaltimtara tercatat sebesar Rp8,4 triliun,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri masa jabatannya 30 September 2023, Gubernur Isran Noor bersama DPRD sepakat menyuntikkan tambahan modal Rp3,5 triliun kepada Bankaltimtara. Dana itu disalurkan melalui APBD Perubahan.

Dengan tambahan itu, penyertaan modal Pemprov Kaltim menjadi Rp5,1 triliun. Sementara itu, penyertaan modal Pemprov Kaltara masih Rp490 miliar, Pemkab/Pemkot se-Kaltara sebesar Rp1,47 triliun dan Pemkab/Pemkot se-Kaltim Rp2,94 triliun. Berdasarkan RUPS, target kecukupan modal Bankaltimtara diharapkan mencapai Rp10 triliun.

Saat ini Bankaltimtara termasuk dalam Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dengan range modal inti antara Rp6-14 triliun. “Dari 27 bank daerah, hanya ada 5 bank daerah masuk kategori KBMI 2 dan Bankaltimtara satu-satunya bank di luar Pulau Jawa yang masuk dalam status itu,” jelas Yamin.

KANTOR CABANG KHUSUS

Gedung kantor Bankaltimtara yang dibangun di lokasi IKN dengan biaya Rp39 miliar, nantinya berstatus sebagai kantor cabang khusus, yang difungsikan tidak saja melakukan kegiatan operasional perbankan, tetapi juga sebagai IT Center.

Saat ini Bankaltimtara memiliki 103 jaringan kantor di wilayah kecamatan se-Kaltim, dan 40 wilayah kecamatan di Kalimantan Utara. Khusus di wilayah Kabupaten PPU terdapat 11 kantor cabang dan 3 di antaranya masuk dalam area kawasan IKN. Termasuk juga satu kantor cabang di Jakarta.

Yamin juga berharap kantor cabang khusus itu selain memberikan dukungan terhadap transaksi keuangan otoritas IKN, juga dapat berfungsi sebagai pemegang rekening kas umum Otorita IKN sebagaimana yang dilakukan Pemda-Pemda se-Kaltim dan Kaltara.

Bankaltimtara juga telah melakukan kerjasama dengan PT Bina Karya Persero, yang merupakan BUMN yang dimiliki Otorita IKN. Bahkan Bankaltimtara telah menerima permintaan dukungan pembiayaan untuk pengembangan proyek multi-utility di IKN.

Menurut Yamin, hadirnya Bankaltimtara di pusat IKN menjadi bukti bagaimana Bankaltimtara terus berupaya mewujudkan cita-citanya seperti tersirat dalam taglinenya: “Dari Kalimantan membangun Indonesia.”

M Yamin (56), alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) yang berkarier di Bank Kaltimtara sejak 32 tahun silam. Mulai karyawan biasa, kepala cabang di Tenggarong, Balikpapan, dan Jakarta sebelum menjabat sebagai Pemimpin Divisi Kredit Korporasi dan Direktur Operasional.

Bankaltimtara banyak menerima penghargaan termasuk prestasi sang dirut. Tahun lalu Yamin menerima penghargaan sebagai Pemimpin Terpopuler di Media Pemberitaan Online. Selain juga sebagai CEO Terbaik dalam acara “Top 100 CEO 2023” yang diadakan majalah Infobank di Jakarta.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyambut baik anjuran Presiden Jokowi agar Bankaltimtara bekerjasama dengan bank-bank daerah dan nasional lainnya. “Dengan kolaborasi pasti membuat Bankaltimtara semakin maju dan berkembang,” tambahnya.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono juga dengan tangan terbuka menerima kehadiran Bankaltimtara di lokasi IKN. “Kami siap bermitra agar bank daerah juga mampu memainkan peran penting dalam mendukung inklusi keuangan dan perbankan di Ibu Kota Nusantara,” tandasnya.(*)

Baliho Mas Farhat

February 23, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENJELANG upacara peringatan HUT ke-127 Kota Balikpapan, ada dua baliho menarik di persimpangan Dome. Letaknya berseberangan. Yang satu baliho yang menampilkan poster Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan istri, Hj Nurlena, yang satu lagi memajang wajah khusus, yang banyak mengundang pertanyaan.

Wajah khusus itu bernama Farhat Brachma. Ganteng dan relatif muda. Gaya kumis dan janggutnya mirip aktor laga Hollywood, Steven Seagal. Di bawah namanya tertera jabatannya saat ini. Bukan main-main. Yaitu Tim Ahli Wakil Presiden. Berarti dia orang penting di lingkaran satu KH Mar’uf Amin. Jadi sudah pasti teruji kapasitas dan integritasnya.

Baliho Farhat yang terpasang di persimpangan Dome Balikpapan

Di baliho itu, Farhat mengucapkan selamat HUT ke-127 Kota Balikpapan. Dia juga menyertakan tema HUT Kota yaitu “Balikpapan Kondusif, Sinergi dan Berkelanjutan.” Sampai sekarang baliho tersebut masih terpampang, sementara baliho lainnya sudah tidak ada lagi di sana.

Banyak yang bertanya lewat WA dan Instagram kepada saya, siapa Farhat Brachma itu?  Saya memang kenal baik dengan dia. Bahkan pada Pilkada pertama saya sebagai wakil walikota mendampingi Pak Imdaad Hamid tahun 2006, Farhat sering mendampingi saya dalam berbagai kegiatan kampanye.

Bahkan ada kenangan kampanye yang tak pernah kami lupakan. Ketika blusukan di Pasar Manggar, saya, Farhat dan penyanyi Dik Doank sempat diusir oleh seorang oknum pengurus pasar. Dia tidak memperbolehkan kami kampanye di sana. Tapi tak ada keributan karena kami mengalah dan tahu diri. “Biasa itu,” kata Farhat menguatkan saya.

Farhat yang akrab dipanggil Mas Farhat atau Bang Farhat memang ada hubungan dengan Pak Imdaad. Ia pernah menjadi menantu wali kota ke-8 Balikpapan itu. Karena itu Farhat pernah tinggal di rumah dinas wali kota di Jln Syarifuddin Yoes No 1.

Saat berdiam di Balikpapan, Mas Farhat menjadi Komisaris PT Grand Balikpapan, perusahaan yang membangun Hotel Novotel  bekerjasama dengan Pemkot. Dibuka 11 Mei 2007. Novotel Balikpapan di bawah manajemen Accor,  menjadi hotel internasional pertama di kota ini dan gerai pertama Accor di Kalimantan.

Kerjasama PT Grand Mahakam dengan Pemkot berbentuk Build, Operate and Transfer atau dikenal dengan istilah BOT, sistem perjanjian bangun guna serah. Berlangsung selama 30 tahun. Selanjutnya hotel tersebut akan menjadi milik Pemkot Balikpapan.

Lelaki kelahiran Plaju, Sumatera Selatan, 14 April 1976 ini, juga sempat menjadi salah satu direksi di perusahaan perkebunan, PT Rea Kaltim Plantations (RKP) dan PT Sasana Yudha Bhakti. Malah di RKP, hanya dia anggota direksi dari warga Indonesia, sedang direksi lainnya berasal dari Inggris.

Selain bergelut di bisnis, Mas Farhat juga aktif di politik sebagai kader elite di  PDIP. Dulu dia sering mendampingi Ketua PDIP Kaltim Emir Moeis, yang sekarang menjadi caleg DPD RI. Mas Farhat juga sempat menjadi caleg untuk kursi DPR RI pada Pemilu 2009.

Setelah itu dia hijrah ke Jakarta. Menjelang Pilpres 2019, dia ditugasi sebagai tim sukses KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Jokowi sebagai capres. Waktu kampanye di Kaltim, saya masih wali kota dan sempat menjumpai KH Ma’ruf Amin, yang menginap di Novotel.

Mendampingi Wapres KH Ma’ruf Amin dalam kunjungan ke Negara Uzbekistan

Ketika Jokowi dan KH Ma’ruf Amin terpilih menjadi presiden dan wakil presiden masa bakti 2019-2024, Farhat didaulat menjadi Tim Ahli Wakil Presiden bidang investasi. Bahkan belakangan dia juga dipercaya sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia.

Mas Farhat juga hobi menyanyi. Suaranya sangat merdu. Dia sering didaulat menyanyi dalam berbagai kesempatan. Dia berteman baik dengan penyanyi dan pelawak Andre Taulany. Malah duet membuka bisnis kuliner dengan nama Warung Kondre.

Selain itu, dia juga dikenal sebagai kolektor berbagai barang antik. Yang unik dia juga kolektor minuman Coca Cola dengan segala asesorinya. Karena itu ketika Presiden Coca Cola International John Murphy berkunjung ke Jakarta, dia menyempatkan diri singgah ke rumah Mas Farhat, yang serba merah di kawasan Ciputat Timur, Tangsel.

KE MANA ARAHNYA?

Selain soal profil Farhat, banyak juga yang bertanya cerita  apa di balik pemasangan baliho itu? Apakah nuansanya berbau politik atau ada maksud lain yang lebih bermakna?

Mas Farhat sendiri ketika saya hubungi menjelaskan, dia memang ingin memberikan ucapan selamat HUT kepada kota Balikpapan. “Bagaimanapun saya berutang budi dengan kota ini. Dari sini perkembangan karier saya, karena itu Balikpapan saya anggap sebagai kota saya sendiri selain Plaju,” tambahnya.

Ia juga terus mencermati perkembangan kota Balikpapan mengingat posisi Kota Minyak ini menjadi kota penting dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Hampir semua logistik IKN termasuk berbagai tamu dalam dan luar negeri yang ingin berkunjung ke IKN masuk lewat dan menginap di Balikpapan.  “Tak salah dulu saya mendorong Pemkot Balikpapan memaksimalkan asetnya Hotel Balikpapan menjadi Hotel Novotel melalui kerjasama BOT,” jelasnya.

Sebagai daerah penyangga, Farhat mengingatkan agar Balikpapan menangani secara serius masalah daya dukung. Misalnya infrastruktur jalan yang dirasakan semakin macet dan krodit. Juga penyediaan air bersih dan fasilitas lainnya termasuk sarana pendidikan dan kesehatan. Stok pangan dan sayur juga harus dikelola dengan baik, mengingat suplainya banyak dari Surabaya, Sulbar, Sulteng, dan Makassar. Jangan sampai angka inflasinya melonjak.

Dia banyak mendapat pelajaran dan pengalaman dalam membangun kota yang nyaman dihuni, cerdas dan berkelanjutan selama mendampingi Wapres dalam kunjungan ke berbagai kota di Tanah Air dan manca negara. “Saya kira bagus juga untuk menjadi bahan perbandingan dan role model  untuk Balikpapan,” jelasnya.

Apakah ada niatan ikut meramaikan bursa cawali Balikpapan di Pilkada serentak November mendatang? “Ke mana saya berjuang di antaranya tergantung penugasan dan kepercayaan partai,” katanya singkat. Yang pasti, tambahnya, dia ingin berbuat baik semaksimal mungkin untuk kemajuan Balikpapan. Karena kota ini telah mengantarkan dirinya menjadi orang  yang bisa berkarya untuk bangsa dan negara.

Sekarang ini di Balikpapan terbentuk komunitas bernama FARHMA. Forum Aktif Balikpapan Bersama.   Gerakannya untuk membuka ruang diskusi dan aksi untuk kemajuan kota. Kebetulan Mas Farhat ikut memberikan dukungan.  “Biar kota ini lebih sehat, maju dan nyaman,” ujar Chris, anak muda yang menjadi salah seorang penggeraknya.(*)

Kaseh Selamat Sultan

February 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SULTAN Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Sultan Adji Mohammad Arifin merayakan ulang tahun ke-73, Jumat (9/2) kemarin. Acara yang diberi nama “Kaseh Selamat Sultan Kutai XXI” itu, berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai, yang satu kompleks dengan Museum Mulawarman, Tenggarong.

Museum Mulawarman dulunya Istana Sultan. Dibangun pada tahun 1936 dan diresmikan sebagai Museum Kutai oleh Gubernur A Wahab Sjahranie pada tanggal 25 November 1971. Lima tahun kemudian pengelolaannya diserahkan ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan nama baru Museum Negeri Provinsi Kalimantan Timur “Mulawarman.”

Keluarga dan saudara Sultan Adji Mohammad Arifin.

Mulawarman atau lengkapnya Sri Mulavarman Nala Dewa adalah raja Kutai Martapura, Kerajaan Hindu pertama dan tertua di Indonesia, yang memerintah pada abad ke-4 Masehi di wilayah yang saat ini bernama Kutai Kartanegara (Kukar). Nama Mulawarman tercantum di prasasti Yupa.

Syukur saya bisa hadir di acara yang sakral itu. Saya datang bersama H Syahbudin Noor A, bubuhan Kutai yang akrab dengan Sultan. Kebetulan Syahbudin jadi Caleg Nasdem untuk DPRD Kaltim dapil Kukar dengan nomor urut 7. Sama dengan nomor urut saya di Caleg DPR RI dengan partai yang sama. Ada juga Dr Meiliana, mantan Plt Sekprov Kaltim, Hj Encik Widyani dan Awang Dharma Bakti (ADB).

Para pejabat Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) sebagian hadir. Terutama Bupati Edi Damansyah, Ketua DPRD Abdul Rasid dan anggota Forkopimda lainnya. Sekda Bontang  Aji Erlynawati yang juga kerabat Kutai datang. Tak kalah Istimewanya dengan kehadiran Pj Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik serta mantan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, yang sekarang menjadi staf khusus Kasad.

Tanah kelahiran Sultan Adji Mohammad Arifin tidak di “wadah etam.” Ia dilahirkan di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holanda, Belanda, 9 Februari 1951 ketika orang tuanya Aji Muhammad Salehuddin dan Ratu Permaisuri Aji Ratu Aida berada di sana. Usianya sekarang memasuki 73 tahun.

“Alhamdulillah Yang Mulia sangat sehat dan kita doakan terus sehat. Dalam usianya sekarang masih aktif main bulu tangkis,” kata Bupati Edi Damansyah.

Sultan Adji Mohammad Arifin menjadi Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, yang dinobatkan pada 15 Desember 2018 menyusul mangkatnya sang ayah, Sultan Adji Muhammad Salehuddin II.

Saya cukup kenal dengan Sultan. Pernah kuliah sekampus di Universitas Mulawarman. “Bila kita reunian,” kata Sultan ketika saya salami. Ketika berfoto bersama, saya “dialakan” songkok khas Kutai yang ada di ruang kerja Sultan.

Prosesi Kaseh Selamat Sultan XXI ditandai dengan pembacaan doa dan pemotongan tumpeng. Sultan sempat disuapi permaisuri, Hj Sulastri AZ, yang bergelar Adji Raden Puspa Kencana.

Acara HUT Sultan juga dirangkai dengan peresmian Gedung Kesenian Cahaya Kedaton dan penetapan wilayah budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, yang ditandai penandatanganan prasasti oleh Sultan bersama Bupati Kutai Edi Damansyah.

Wajah Sultan tampak semringah karena gedung kesenian itu sangat penting untuk menjaga, mengembangkan dan menampilkan seni budaya keraton yang bernilai tinggi. Apalagi sudah ditetapkan sebagai wilayah budaya. “Terima kasih Pak Bupati atas perhatian dan dukungannya,” ujarnya.

Undangan yang menghadiri Kaseh Selamat Sultan disuguhi Tarian Topeng, yang dibawakan seorang penari wanita yang sangat halus gerakannya. Di depannya ada dupa yang mengharumkan ruangan sekaligus menambah kesan magis dari tarian tersebut. Ada yang bilang si penari membawakannya dalam kondisi  kesurupan.

Kesultanan Kutai terkenal dengan Tari Topeng Kemindu, yang dipentaskan saat acara besar seperti penobatan Sultan, Kaseh Selamat Sultan, perkawinan adat dan upacara Erau. Pada tahun 2020, Tari Topeng Kemindu bersama Datun Ngentau dari Kaltim ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Tariannya mirip tarian topeng Jawa. Tapi sangat unik dan khas,” kata General Manager Hotel Novotel Balikpapan, Sigit Budiarso, yang juga hadir. Sigit baru saja bertugas di Kaltim dan dia kaget melihat seni budaya Kaltim khususnya Kutai yang sangat menarik dan bisa menjadi daya pikat wisatawan luar yang datang.

Saya mengusulkan kepada Sigit sekali-kali ditampilkan di Novotel sekalian dengan menu kulinernya. Kutai terkenal dengan nasi bekepornya, sambal raja, sayur asam kutai dan Gence Ruan, yang berbahan baku ikan gabus alias ikan haruan.

Ketika tiba di Tenggarong, saya dan Syahbudin sempat sarapan “jaja” Kutai di kawasan Jl Imam Bonjol. Ada pundut nasi dan nasi kebule. Saya lihat ada anak-anak membeli ilat sapi dan untuk-untuk.

IKUT MENJAGA IKN

Meski agak terlambat datang, Pj Gubernur Akmal Malik cukup lama bersilaturahmi dengan Sultan Adji Mohammad Arifin. Dia dijamu makan oleh Sultan. Saya lihat di meja makan ada udang goreng. Itu udang galah dari Sungai Mahakam, yang terkenal lezatnya.

Sayang udang galah itu tak banyak lagi karena kondisi Mahakam yang sudah tercemar. Di waktu kecil saya ingat ada fenomena air bangai di Sungai Mahakam yang memiliki panjang 980 km. Ikan dan udang galah mabuk dan bermunculan di tepi sungai. Saya dan teman-teman asyik menangguknya.

Akmal Malik menyampaikan hormat dan kebahagiaannya atas usia Sultan yang penuh berkah. “Atas nama Pemerintah bersama seluruh rakyat Kaltim ikut berbahagia dan berdoa untuk kebaikan Sultan Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Keluarga Sultan rata-rata berumur panjang. Ayah Sultan, raja sebelumnya, Sultan Aji Muhammad Salehuddin II berusia 94 tahun. Saya bertemu keluarga Sultan waktu tinggal di Jalan Banjar Samarinda, Aji Dino sekarang sudah berusia 76 tahun. Masih segar dan cantik. “Cucuku sudah 20-an lebih,” katanya bercerita.

Berkaitan dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sebagian berada di wilayah Kukar, Pj Gubernur juga meminta dukungan dari Sultan Kutai. “Alhamdulillah saya tadi sudah mendapat atensi dan harapan dari Sultan untuk terus menjaga IKN,” katanya kepada wartawan.

Dirjen Otonomi Daerah ini juga menegaskan bahwa Pemprov Kaltim sangat berkomitmen dalam menjaga serta ikut melestarikan budaya daerah terutama Kesultanan Kutai dan kesultanan lainnya di Kaltim sebagai karakteristik, kultur dan adat serta kearifan masyarakat lokal. Sekaligus sebagai potensi yang bisa dikembangkan sebagai industri pariwisata.

Meski baru beberapa bulan bertugas di Kaltim, Akmal memperlihatkan perhatiannya yang serius terhadap pengembangan industri kepariwisataan sebagai alternatif yang sangat potensial agar Kaltim tidak terus menerus bergantung dengan pemanfaatan sumber daya alam yang pada waktunya akan habis seperti kayu, migas dan batu bara.

Sebelum “mulang” dari Tenggarong, tadinya saya ingin makan durian melak, yang terkenal cita rasanya. Ternyata sudah “mandi ada.” Yang banyak dijual di Tenggarong buah lai, mirip durian tapi berwarna kuning atau oranye. Itu buah eksotis dari Kalimantan atau Kutai. Makanya nama latinnya adalah Durio kutejensis. Durian dari Kutai. Mat ultah Yang Mulia Sultan Adji Mohammad Arifin.(*)

Selamat HUT Balikpapan

February 9, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BESOK, Sabtu (10/2)  Kota Balikpapan merayakan hari jadinya ke-127. Upacaranya tidak lagi di Lapangan Merdeka milik Pertamina. Tapi di halaman BSCC Dome, yang sekarang ini sudah diubah multifungsi. Tidak saja halaman parkir, tapi bisa jadi tempat upacara dan kegiatan lainnya. Di situ sudah dipasang tiang bendera seperti di halaman Istana Merdeka.

Penataan taman di depan Gedung Parkir.

Hanya saja karena halaman parkirnya dijadikan tempat upacara, maka parkir kendaraan mau tak mau melebar ke mana-mana. Panitia menyiapkan 25 tempat parkir alternatif, di antaranya di halaman parkir sekretariat KNPI, di kantor-kantor dinas sepanjang Jl Ruhui Rahayu, Taman Tiga Generasi sampai Gedung Kesenian. Lumayan jalan kakinya menuju Dome.

Persiapan upacara sudah dilakukan. Sekeliling parkir Dome dipasangi tenda merah putih. Ada panggung utama yang akan diduduki Wali Kota bersama Forkopimda dan istri. Acara akan dimulakan  pukul 07.30 pagi. Acara juga diwarnai dengan tari kolosal.

Penetapan hari jadi kota ini berdasarkan pada peristiwa pengeboran pertama sumur minyak Mathilda oleh perusahaan minyak asal Belanda, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM). Tepatnya 10 Februari 1897. Kita semua belum lahir.

Ketua panitia HUT tahun ini adalah Sudirman Djayaleksana, yang juga Kadis Lingkungan Hidup (DLH). Dia sudah menyebarkan undangan berwarna kuning dengan foto utama Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama pendampingnya Hj Nurlena. Selama belum ada wakil wali kota, maka pajangan foto wali kota selalu bersama sang istri. Jarang dengan Ketua DPRD Abdulloh. Padahal dalam UU, Pemda itu terdiri atas kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dibantu oleh Perangkat Daerah.

Tema HUT ke-127 adalah “Balikpapan Kondusif, Sinergi, dan Berkelanjutan.” Sepertinya agak berubah sedikit. Wali Kota  dalam ekspose akhir tahun menyebut temanya: “Balikpapan Kondusif Menuju Pembangunan Inklusif dan Progresif.”

Dia waktu itu menjelaskan, kondusif bermakna kota Balikpapan yang memiliki suasana tenang dan mendukung terlaksananya semua aktivitas masyarakat. Inklusif bermakna keterlibatan seluruh kelompok masyarakat dalam proses pembangunan. Sedang progresif bermakna melakukan suatu perubahan yang lebih baik menuju pada kemajuan.

Sebelum puncak peringatan, DPRD Balikpapan lebih dulu menggelar Rapat Paripurna Memperingati Hari Jadi, Kamis (8/2) kemarin. Tempatnya cukup istimewa di Ballroom Hotel Tjokro. Tidak di Novotel, hotel milik Pemkot yang dikerjasamakan dengan swasta. Ada pidato wali kota dan pemberian penghargaan kepada warga berprestasi atau berjasa. Juga kepada beberapa perusahaan.

Selain itu ada MoU pengambilan air baku Sungai Mahakam antara Balikpapan, PPU, Kukar dan Samarinda. Peresmian KTP Elektronik di semua kantor kecamatan, peresmian revitalisasi Pasar Klandasan, Puskesmas Karang Rejo dan Kantor Lurah Damai.

Pemberian penghargaan di Rapat Paripurna DPRD Balikpapan

Balikpapan masih terus menjadi juara pembangunan. Dalam HUT ke-67 Provinsi Kaltim, 9 Januari 2024, kota ini meraih panji keberhasilan pembangunan terbanyak yaitu 17 panji. Pada tahun 2022, Balikpapan juga masih mempertahankan Piala Adipura Kencana sebagai Kota Bersih. Tapi Balikpapan disalip Samarinda dalam hal kota layak huni. Hasil laporan Ikatan Ahli Perencana (IAP) tentang Most Livable City Index 2022, Balikpapan terlempar dari  kelompok 10 besar. Justru Samarinda dan Banjarmasin yang masuk.

Saya lihat di sampul utama undangan HUT, dipajang foto hitam putih mulai Balai Kota, Gedung Kesenian, Kilang Pertamina sampai Stadion Persiba. Sayang di stadion yang megah itu, tidak semegah prestasi yang dicapai Persiba. Tim Beruang Madu sekarang jatuh ke kasta paling rendah, Liga 3. Merana dan kurang perhatian. Sedang stadion itu untuk sementara menjadi “stadion kebanggaan” PSM Makassar dan Borneo FC Samarinda sebagai home base-nya.

Saya nonton ketika PSM melumat Persita Tangerang 4-0 dan Borneo menang 3-1 atas Persija Jakarta di Stadion Batakan. “Nah ini baru main bola,” kata Vibra membandingkan dengan penampilan Persiba yang selama ini selalu buruk dan kalah melulu. “Saya siap ikut menyelamatkan Persiba,” kata Faisal Tola, pengusaha yang juga pernah terlibat menangani manajemen Persiba.

Lama saya tidak menyaksikan Stadion Batakan penuh sesak. Itu baru terlihat ketika Borneo tampil lawan Persija. Sekitar 12 ribu orang yang menonton. Sejumlah mobil dan sepeda motor “terjebak dan terdampar” di jalur masuk ke stadion. Termasuk mobil saya. Mau tidak mau jalan kaki ke stadion.

Wajah Balikpapan banyak berubah dengan penataan taman di berbagai sudut kota dan pemasangan lampu jalanan dan jembatan. Lihat saja Jembatan Manggar dan jembatan pendek di depan Hotel Zurich. Dibuat gemerlap di waktu malam. Tapi taman di Jl Bhayangkara antara Kantor Pemkot dan Masjid At Taqwa sepertinya belum selesai.

Di tengah penataan itu, sayangnya persoalan kemacetan jalan semakin parah. Tidak saja di Jl MT Haryono yang sudah menjadi momok, tapi juga di berbagai jalan lainnya. Termasuk Simpang Rapak, kawasan Jl Mulawarman, Balikpapan Timur dan daerah sekitar depan Hotel Platinum, Balikpapan Utara.

Setidaknya ada dua kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di Jl MT Haryono beberapa waktu lalu, yang merenggut dua jiwa. Kedua orang itu adalah mahasiswi ITK bernama Monivincha Simon (18) dan La Bonto (50). Keduanya terjatuh ketika mengendarai sepeda motor dan kemudian tewas terlindas mobil yang berada di belakangnya.

Masifnya pembangunan IKN  ikut menambah keriuhan dan kemacetan Kota Minyak. Tata kelola penjualan BBM di SPBU juga ikut berkontribusi.  Lihat saja situasi SPBU di kawasan Damai, Gunung Malang dan Jl Soekarno-Hatta. Tiap hari antre dan banyak memakan badan jalan.

Dengan segala kemajuannya, ada juga warga tak puas atas kebijakan pemimpin kota. Aroma KKN-nya kerap digunjingkan. Lihat saja di medsos. Kegelisahan  para pejabat dan staf juga sangat terasa.  Ada organisasi yang ditelantarkan. Misalnya KONI tak diberi anggaran. Sepertinya menyusul Palang Merah Indonesia (PMI). Ketua terpilihnya Ambo Aja sejauh ini belum mendapat rekomendasi. Meski ada pemberian penghargaan kepada pendonor.

BELUM JUGA SELESAI

Dua hari sebelum peringatan HUT ke-127 Kota Balikpapan,  saya dua kali melewati Jl MT Haryono. Kebetulan saya mau ke Klandasan. Saya berharap jalan itu sudah mulus sebagai kado HUT Kota. Tapi sampai Kamis (8/2), pekerjaan jalan itu khususnya dekat jembatan PDAM belum juga rampung. Mobil harus antre dan hati-hati. Sebab, ada yang terperosok.

Niat baik Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatasi banjir di kawasan Sungai Ampal dengan menata jalan dan drainase sebagian Jl MT Haryono sayangnya tidak mulus dalam pengerjaannya. Padahal proyek bernilai Rp136 miliar ini sangat dibanggakan karena dianggap tidak  bisa diwujudkan oleh para pemimpin sebelumnya.

Mungkin karena belum rampung, waktu hujan lebat terjadi Minggu (4/2) malam, persis pada saat debat terakhir Capres, kawasan beler Jl Zainal Arifin tetap terendam. Jl MT Haryono di kawasan simpang tiga BDS sampai jembatan PDAM juga tetap tergenang air. Seorang sopir yang kantornya di kawasan itu terpaksa membawa mobil kantor ke rumah karena tak memungkinkan kembali ke kantor. Kondisi yang sama terjadi lagi Selasa (6/2) malam.

Banyak warga menyorot kontraktor pelaksana PT Fahreza Duta Perkasa tidak seperkasa namanya dalam mengerjakan proyek ini. Tapi Wali Kota tetap “perkasa” merestui pemberian dispensasi perpanjangan waktu. Kabarnya ada adendum yang dikeluarkan untuk menambah waktu 50 hari. Kalau dihitung mulai 1 Januari lalu, maka tinggal beberapa hari lagi sudah berakhir. Tapi bisa jadi diperpanjang lagi untuk 50 hari kedua dengan tambahan denda.

Di Jl MT Haryono itu memang ada dua kegiatan, yang beda kontraktor pelaksananya. PT Fahreza berkaitan dengan proyek  DAS Ampal yang di antaranya ditandai dengan pembenahan drainase. Ada lagi kegiatan lain di tiga titik yaitu peninggian dan pelebaran jalan dengan biaya APBD Rp27 miliar.

Warga juga melihat proyek penataan drainase di kawasan RSS Jl Ruhui Rahayu tidak selesai sampai akhir tahun 2023 lalu. Sekarang masih dilanjutkan lagi. Ada yang bilang kontraktornya juga tak lancar. Termasuk proyek sekolah terpadu di Balikpapan Regency, yang juga diperpanjang sampai pekan ketiga Februari ini.

Sepertinya kita harus lupakan dulu masalah jalan sejenak. HUT kota tetap harus dirayakan. Meski masih ada warga   yang menggerundel.  Dirgahayu Kota Balikpapan. Sambil kita menunggu Pilpres dan Pileg 14 Februari dan menyusul Pilkada serentak November atau September nanti. “Jalan-jalan ke Pasar Baru, jangan lupa beli sepatu. Selamat ulang tahun Balikpapan ke-127, angka tujuhnya milik saya dalam Pemilu.”(*)

Isran “Dua” Noor

February 4, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LAMA tak muncul, tiba-tiba Isran Noor mengundang warga se-Kaltim. Kita semua diundang datang ke Plenary Hall Sempaja Samarinda, Sabtu (3/2) siang . Acaranya bertajuk “Isran Mengundang dan Menghibur.” Dicantumkan juga sebagai bintang tamu Bunga Reyza dari Jakarta.

Bunga Reyza adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Bandung. Dia penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol, 2022/2023.

Kompak bersama Isran Noor

Secara khusus saya datang dari Balikpapan sejak Jumat malam. Mau tahu acaranya. Apakah Isran bikin stand up comedy atau deklarasi politik. Sudah hampir 4 bulan Isran meninggalkan kursi gubernur. Banyak yang rindu celetukan Isran kalau lagi memberi sambutan. Dia memang suka ngomong ceplas ceplos.

Misalnya mengawali sambutan dengan mengaku dirinya mengalami stunting karena postur tubuhnya yang tidak tinggi. Rabun mata kalau yang dilihat nenek-nenek.  Membela tenaga honor dengan menanggung “3 istri 1 anak.” Semua bikin gerr undangan atau mereka yang hadir. Banyak hal yang di balik-baliknya.

Kemarin ada judul lagu Elcorona di baliknya. Judul lagu “ikan di dalam kolam” dia putar jadi “kolam di dalam ikan.” Tapi tak ada pantun.  Belum lama ini beredar Isran menyampaikan pantun bahasa Banjar di jagat medsos. “Bairing baunak, si burung palung. Dibari makan sepiring nasi. Kuciak-kuciak maminta tulung, sekalinya selawarnya tajarat mati.”

Sesuai jadwal acara dimulakan pukul 13.00.  Tapi Isran baru datang hampir pukul 14.00. Dia disambut secara adat oleh pasukan Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) dipimpin ketuanya, A Vendy Meru, SH. Isran mengenakan baju putih seperti gayanya selama ini. Relatif sederhana.

Isran termasuk pejabat atau tokoh yang tidak suka pamer kekayaan. Penampilannya tidak terlalu menonjolkan busana, sepatu, dan jam bermerek. Naik pesawat tidak selalu di bisnis. Hotel pun dia tidak pilih-pilih. Ketika menjabat sebagai gubernur, selama 5 tahun dia tak menggunakan fasilitas rumah dinas gubernur di Lamin Etam. Dia tetap tinggal di kediaman pribadinya di kompleks perumahan Korpotek Sungai Kunjang Samarinda.

Jumlah warga yang datang di acara “Isran Mengundang dan Menghibur” cukup banyak. Memang ribuan. Apalagi bersifat gratis dan ada artisnya. “Sekalian cari rezeki, siapa tahu dapat hadiah umrah atau hadiah lainnya. Kita doakan juga Pak Isran jadi menteri atau gubernur Kaltim yang kedua,” ujar Mahmud, warga Sungai Pinang Dalam bersemangat.

“Bukan saya yang menyediakan, tapi sponsor dan panitia,” jelas Isran. Misalnya hadiah umrah ke Tanah Suci  kabarnya dari Al Khairat Tour & Travel. Selain itu kata Yayan Aliansyah, penanggung jawab acara, ada seribu kupon bisa ditukar uang sebesar Rp100 ribu.

SERBA “DUA”

Acara “Isran Mengundang dan Menghibur” itu sepertinya persiapan Isran masuk kembali ke panggung politik dan pemerintahan. Sehabis Pilpres dan Pileg 14 Februari nanti, ada “dua” momen di mana Isran bisa menjadi pilihan.

Setelah Presiden terpilih dilantik, maka tahap selanjutnya adalah pengisian jabatan menteri di kabinet dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, yang dijadwalkan November mendatang atau dimajukan September.

Isran bisa saja dipilih presiden baru sebagai salah seorang menteri. Karena  Kaltim punya posisi strategis, yang tidak dimiliki daerah lain. Kaya dengan sumber daya alam dan penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Kalau tak terpilih menjadi menteri, Isran sudah mengisyaratkan dia akan maju kembali dalam pemilihan gubernur  Kaltim masa bakti 2024-2029.  Bahkan dia juga mengisyaratkan bahwa Hadi Mulyadi tetap menjadi calon wakilnya untuk kedua kali.

Hadi hadir dalam acara Isran kemarin. Malah dia sempat nyanyi bersama Isran. Lagunya lagu lawas, viral tahun 60-an. Judulnya “Sekedar Bertanya” yang pernah dinyanyikan Dina Mariana.

Menurut Isran, dia akan keliling Kaltim untuk menyerap aspirasi masyarakat apakah masih menginginkan dia jadi gubernur lagi atau tidak. “Kalau iya saya lanjut. Kalau tidak ya sudah, jangan menghabisi baterai,” katanya disambut gerr undangan.

Isran juga menyebut dirinya sebagai lelaki “duren.” Artinya duda keren. Maklum Isran masih sendiri sejak berpulangnya sang istri, Hj Nurbaiti, 24 Mei 2023 lalu. Saya dengar ada juga yang melirik tokoh berusia 66 tahun kelahiran Sangkuriang, eh, Sangkulirang ini.

Dalam sambutannya, banyak yang diplesetkan dia serba “dua.” Itu isyarat ke mana dukungannya dalam Pilpres 2024. Termasuk dalam menyebut nama saya sebagai mantan wali kota Balikpapan “dua” periode. Dia juga menyebut saya caleg Nasdem untuk kursi DPR RI.

Hadir juga anggota DPR RI Irwan Pecho yang juga ketua Partai Demokrat Kaltim dan anggota DPD RI H Nanang Sulaiman alias Abang Nanang. Keduanya maju lagi. Ada juga mantan Plt Sekprov, Dr Meiliana dan Prof Jafar Haruna, yang menjadi caleg DPRD Kaltim dari Partai Golkar.

Isran juga kencang urusan mempertahankan keberlangsungan proyek besar Ibu Kota Nusantara (IKN). “Apa pun yang terjadi, IKN harus tetap berjalan dan berhasil,” tandasnya. Ia mengungkapkan sudah ada dua yang mati gara-gara menolak IKN.

Isran benar-benar ingin menghibur warga yang datang. Ada yang bergoyang, ada yang nyanyi. Diselingi dengan pembagian doorprize. Ada juga yang kebagian buku Isran, yang dibagikan secara gratis.

Pulang dari sana, saya baru sadar belum makan. Cepat-cepat singgah di Warung Banjarsari milik Pak Awang Dharma Bakti dekat RSU AWS. Ternyata tutup. Saya pindah ke warung banjar H Ijay di Jl Kadrie Oening. Asyik makannya, tapi nunggunya yang lama. Maklum yang datang sangat banyak. “Tapi enak,” kata Salahuddin, caleg Nasdem Balikpapan Tengah yang menemani saya.

Menuju Balikpapan saya disangui Bu Mei kolak pisang durian kesukaan saya. Ada juga kue lidah sapi dan wadai banjar lainnya. “Sekalian titip buat cucunya yang gemoi, si Dafin” katanya tersenyum.(*)

Next Page »