Musibah Air, Debu dan Listrik

June 28, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BALIKPAPAN lagi dapat cobaan. Secara beruntun terjadi masalah mulai soal kebutuhan dasar sampai persoalan kesehatan. Ada kelangkaan air bersih di beberapa titik, pemadam listrik bergilir sampai gangguan debu. Selain juga antri BBM yang tak pernah selesai.

Puncak gangguan air terjadi di kawasan BDS 2 Kampung Buton. Ibu-ibu di sana melaksanakan aksi demo, Selasa (23/6) lalu. Maklum sudah 10 hari air PDAM tak menetes. Jalan ditutup, lalu mereka menuntut agar Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) segera mengalirkan airnya.

Suasana kilang dan pemukiman warga Balikpapan yang dihujani debu pada 23 Juni lalu

Manajer Distribusi PTMB, Indra Gunawan mengakui distribusi air ke wilayah Kampung Buton, Gunung Bakaran macet lebih seminggu. Awalnya cuma karena terjadi kebocoran pada pipa air baku. Setelah dilakukan perbaikan ternyata belum lancar juga. Belakangan baru diketahui ada lagi kebocoran lain pada pipa distribusi berdiameter 200 milimeter.

“Saya minta maaf sebelumnya. Biasanya kalau penormalan lokal itu cepat, tetapi kali ini tidak normal-normal. Setelah kami telusuri ternyata ada kebocoran pada pipa 200 milimeter bagian atas, makanya waktu perbaikan jadi lama,” kata Indra.

Ibu-ibu sudah kesal. Mereka ramai-ramai memukul panci lalu memblok jalan. “Soalnya kita ngga bisa masak, ngga bisa mandi, ngga bisa cebok,” kata mereka setengah berteriak. “Ya ibu-ibu sudah kesal, jadi mereka memblok jalan,” ujar Aminudien, Ketua RT 23 Kampung Buton.

Cerobong kilang Pertamina Balikpapan dilihat dari Teluk Balikpapan

Soal kecukupan air bersih, sudah lama membuat Balikpapan harus berjuang. Maklum air bakunya masih terbatas. Malah ada kabar baru yang tidak enak dari Waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Rita, akibat sedimentasi tampungan air di Waduk Manggar yang semula 16,28 juta meter kubik, kini menyusut menjadi 15,24 juta meter kubik. Jadi menurun sekitar satu juta meter kubik. Menurunnya kapasitas tampungan pasti berpengaruh terhadap suplai air baku ke kilang pengolahan air bersih PDAM.

Bersamaan dengan demo air, juga terjadi “hujan” debu di Balikpapan.  Debu hampir menyelimputi seluruh kawasan, terutama di wilayah Balikpapan Tengah dan Utara. Hasil investigasi, debu yang berterbangan itu bersumber dari aktivitas kilang Pertamina Balikpapan.

“Memang ada indikasi dari aktivitas operasi awal kilang baru,” kata  VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), Asep Sulaeman seperti diberitakan Kompas.com.

Cuma anehnya pihak Pertamina menyebut material halus yang berterbangan tersebut masih kategori aman. “Dapat kami sampaikan bahwa karekterisitik material tersebut masih berada dalam batas yang tergolong aman bagi kesehatan dan tidak menunjukkan risiko yang signifikan,” kata Asep.

Bagaimana mungkin? Padahal debu jenis apapun pasti bermasalah bagi kesehatan manusia. Belum lagi kerugian lain seperti kotornya pakaian dan berdebunya berbagai peralatan rumah tangga dan kendaraan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati mengatakan, pihaknya melalui semua Puskesmas melakukan pemantauan. “Nanti kita lihat dari angka kesakitan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) apakah meningkat atau tidak setelah adanya fenomena debu,” jelasnya.

Selain itu, DKK juga telah mengirim sampel debu ke laboratorium Sucofindo Jakarta untuk mengetahui kandungan materialnya,” kata Alwiati.

Akun Instagram DKK Balikpapan sempat mengeluarkan peringatan, meskipun belakangan dilakukan take down. “Peringatan kesehatan, jangan anggap sepele. Debu pagi ini berbahaya. Kamu tidak bisa melihatnya. PM 2.5 partikel berbahaya,” begitu bunyi narasi yang kemudian dihapus.

Gabungan organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari JATAM Kaltim, NUGAL Institute, LBH Samarinda dan Trend Asia meminta Pertamina membuka seluruh informasi terkait insiden yang terjadi pada 23-24 Juni 2026 lalu.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana memerintahkan 4 hal kepada Pertamina. Wajib menyerahkan laporan tanggap darurat kepada Kementerian LH, wajib melakukan pengujian kualitas udara, merespon keluhan warga dan evaluasi menyeluruh terhadap SOP.

MATI DI LUMBUNG BATU BARA

Kesusahan warga Balikpapan makin lengkap menyusul terjadi pemadaman listrik secara bergiliran pekan ini. “Musibah” ini terjadi tidak saja di Kota Beriman, tetapi juga di kota-kota lain di seluruh Kaltim termasuk di Samarinda, Kutai Kartanegara, Tanah Grogot, Bontang dan Sangatta.

Informasi yang diterima, pemadaman terjadi akibat gangguan pada unit pembangkit besar dan defisit pasokan daya pada sistem interkoneksi Kalimantan.

PLN sebagai penyedia listrik seperti terkena “wabah” penyakit menular. Soalnya pemadaman listrik sebelumnya terjadi di Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan di Sumatera Utara sempat terjadi pemadaman total atau blackout yang merugikan masyarakat dan dunia usaha.

“Miris terjadi pemadaman listrik bergilir di Kaltim, tetapi batu bara terus berlayar tanpa henti di Teluk Balikpapan,” kata seorang netizen dengan meng-apload foto iring-iringan ponton pembawa batu bara di Teluk Balikpapan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh netizen lainnya di Samarinda. Dia juga membuat video iring-iringan ponton bermuatan batu bara yang melewati jembatan Mahakam. “Kita kaya seperti ini, kok ada pemadaman listrik bergilir, aneh bin ajaib. Kita mati di lumbung batu bara,” tukasnya bernada protes.

Agaknya warga Kaltim menganggap pemadaman listrik bergilir itu terjadi karena pasokan batu bara. Sebab hal itu terjadi Pulau Jawa. Kabarnya di Jawa ada dua penyebab. Selain gangguan dari pembangkit besar, tetapi juga karena menurunnya pasokan batu bara. Hal ini yang memaksa PT PLN (Persero) melakukan manajemen beban secara terbatas.

Plh Manajer Komunikasi dan TJSL PLN, Annisa Nabiha menjelaskan, gangguan operasional pada unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang menyebabkan pasokan Listrik ke sistem kelistrikan Kalimantan tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasukan batu bara.

“Sistem kelistrikan Kalimantan saat ini terkendali dengan baik. Kalaulah padam di beberapa lokasi kota merupakan langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem,” kata Biha seperti diberitakan TribunKaltim.co.

Saat ini, katanya, PLN terus mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem agar keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik tetap terjaga.

“Sebagai pemakai, ya kita tidak bisa apa-apa. Pasrah bongkok,” kata Ibu Lina di Balikpapan Baru. Hanya, tambahnya, kepala dia tambah pusing. Ya soal air, debu, listrik, antri BBM dan ditambah lagi susahnya memasukkan anak ke sekolah. “Suer ini bukan omon-omon,” katanya sembari memegang kepalanya yang nyut-nyutan.(*)

Gubernur Tak Malu Permalukan DPRD

June 24, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

GUBERNUR Rudy Mas’ud memang tak merasa malu. Meski sudah “ditolong” DPRD Kaltim, tapi dia tetap berani mempermalukan atau melecehkan marwahnya DPRD Kaltim berkali-kali.

Suasana menunggu selama dua jam lebih di ruang Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Rabu (10/6/2026) pagi

Dia “ditolong” Dewan dalam urusan Hak Angket. Berkat absennya sejumlah anggota Dewan, maka Rapat Paripurna Penetapan Hak Angket untuk memeriksa berbagai kebijakan Gubernur yang diduga menyimpang,  Rabu (10/6) lalu gagal dilaksanakan. Padahal itu menjadi tuntutan masyarakat melalui aksi demo besar-besaran dan berjilid-jilid.

Apakah Gubernur berterima kasih dan lebih menghargai Dewan? Sepertinya tidak juga. Buktinya Rapat Paripurna ke-15 DPRD Kaltim yang digelar Senin (23/6) pagi,  terpaksa ditunda sampai malam, karena Gubernur bersama pejabat Pemprov lainnya tidak satu pun nongol di rapat tersebut.

Padahal itu rapat parpiruna terbilang penting untuk mendengarkan jawaban Gubernur terhadap pandangan umum fraksi-fraksi  atas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kaltim Tahun Anggaran 2025.

Tentu saja sebagian besar penghuni Karang Paci mengomel habis-habisan. “Sudah dua jam lebih kita menunggu dengan para undangan, mereka tidak juga datang. Anehnya tidak ada konfirmasi resmi dari pihak Pemprov dan tidak ada yang ditunjuk mewakili,” kata Jahidin, anggota Dewan dari Fraksi PKB dengan wajah dongkol.

Menurut Jahidin, tindakan Pemprov itu tidak saja mengecewakan mereka, tetapi juga mengecewakan rakyat Kaltim. “Katanya kita ini mitra sejajar, bagian tidak terpisahkan, tetapi faktanya mereka tidak menghargai lembaga. Di mana etikanya kalau begitu,” tanyanya dengan suara kecewa berat.

PKB Kaltim pada awal Maret lalu mengeluarkan pernyataan politik cukup menarik. Mereka menegaskan tidak akan mendukung Rudy Mas’ud lagi pada Pilgub atau Pilkada 2029 mendatang. “Kita maunya kader sendiri, kalau gubernur sekarang nggak lagi,” kata Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin, yang duduk sebagai anggota DPR RI dapil Kaltim.

Sementara itu, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan, sekretariat DPRD sudah berulang kali menghubungi pihak Pemprov. “Tapi tak ada jawaban. Sepertinya mereka lagi rapat,” jelasnya kepada wartawan seusai melakukan penundaan rapat paripurna. Hasanuddin adalah kakak kandung dari Gubernur Rudy Mas’ud.

Dalam keterang terpisah, Wakil Ketua DPRD Ananda Emira Moeis dari Fraksi PDIP juga menyayangkan ketidakhadiran semua pejabat Pemprov. “Ke depan harus diperbaiki lagi tata kelola administrasi di Pemprov,” jelasnya.

BUKAN SEKALI SAJA

Sikap Gubernur Rudy Mas’ud tidak memperhatikan kehadirannya di rapat paripurna DPRD Kaltim sudah berkali-kali. Terkadang menunjuk pejabat yang tidak pada tempatnya, sehingga menyinggung perasaan anggota Dewan.

Kakak kandungnya sendiri, Hj Syahariah Mas’ud, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar pernah melakukan protes keras pada Rapat Paripurna ke-25 DPRD Kaltim, Senin, 21 Juli tahun lalu. Dia kesal Gubernur hanya mengirim seorang staf ahli, yang dinilai tidak sepadan dengan kedudukan Dewan.

“Rasanya sudah 5 kali kejadian seperti ini. Bukan berarti saya tak terima diwakili staf ahli, tapi harusnya kalau Gubernur tidak bisa, hadirkan wakil gubernur atau sekda,” kata Syahariah waktu itu.

Dia mengatakan kehadiran seorang gubernur itu sangat penting dan strategis. “Ini juga menyangkut soal etika pemerintahan dan penghormatan terhadap lembaga legislatif,” tandasnya.

Sebelumnya anggota Komisi IV, Makmur HAPK dari Fraksi Gerindra juga melontarkan hal yang sama. “Gubernur yang hanya diwakili seorang staf ahli tidak mencerminkan penghargaan yang layak terhadap lembaga legislatif,” kata mantan Ketua Dewan ini.

Ketika dicegat awak media, Sekdaprov Kaltim Sri Wahyuni beralasan mereka terlambat ke DPRD karena ada brifing yang diikuti seluruh OPD membahas berbagai masalah.  “Begitu selesai dan kita mau ke sana, ternyata sudah di-reschedule malam,” katanya setengah tersenyum.

Sri Wahyuni seperti makin jago bersilat lidah membela Gubernur. Pihaknya tidak merasa bersalah, padahal anggota Dewan dan undangan yang datang ke Karang Paci sudah menunggu lebih 2 jam. Dari pukul 10 pagi sampai menjelang pukul 13.00. Aneh kan?

Apa sengaja tidak mau hadir?

“Oh, siapa yang bilang. Enggak ada itu. Dengar dari mana? Jangan keliru ya, engga ada itu,” katanya membantah.

Sekdaprov yang masih lajang ini menepis anggapan bahwa Pemprov sengaja mengabaikan agenda DPRD. “Masa kita skip paripurna, orang kita akan memberikan tanggapan,” katanya berkilah.

Menurut Sri, pihaknya sudah memberitahu Dewan situasi itu. Tapi dari sisi Dewan sendiri menegaskan sama sekali tidak ada kabar dari pihak Pemprov.

Sri tidak menjelaskan siapa yang memimpin brifing. Apakah Gubernur Rudy Mas’ud atau Wakil Gubernur Seno Aji.  Tapi mengutip hasil pantauan Kaltim Post, Gubernur Rudy Mas’ud yang memimpin rapat tersebut.

Berbagai pihak menilai aneh ada komunikasi yang tidak jalan antara Pemprov dan DPRD. Apalagi Gubernur dan Ketua Dewan bersaudara. “Menurut saya tidak masuk akal kalau persoalannya di komunikasi. Ketua Dewan kan bisa telpon langsung Gubernur secara pribadi. Atau sebaliknya. Mereka kan kakak-adik. Jadi menurut saya, persoalan ini lebih banyak dari sikap arogansinya Gubernur Rudy Mas’ud yang merasa tidak masalah menyepelekan marwahnya DPRD,” kata Amir, seorang mahasisa dari Samarinda.

Amir menilai, meskpun sudah banyak sorotan ditujukan kepada Gubernur Rudy Mas’ud termasuk adanya aksi demo yang mendesak ditetapkannya Hak Angket, tapi tidak banyak perubahan sikap dari Gubernur sendiri. “Dia belum benar-benar kena batunya,” kata sang mahasiswa tersebut.

Rapat Paripurna DPRD yang gagal digelar pagi hari, akhirnya jadi juga terlaksana pada malam hari. Yang datang juga bukan Gubernur Rudy Mas’ud, tapi Wakil Gubernur Seno Aji.(*)

Tahu Sumedang, Lab UM dan IKN

June 22, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MINGGU (21/6) pagi saya diajak Pjs Rektor Universitas Mulia (UM) Balikpapan, Dr Agung Sakti Pribadi ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebelum masuk ke jalur jalan menuju IKN di km 38, kita singgah dulu ke lokasi Warung Sumedang yang baru di Km 36. ”Kita sarapan dulu di sini,” kata Pak Agung.

Karangan bunga dari KCU BCA Dago Bandung dan BNI Sumedang untuk pembukaan Warung Tahu Sumedang Km 36

Saya kaget ada Warung Tahu Sumedang yang baru di Km 36. Padahal sebelumnya sudah dibuka Warung Tahu Sumedang di dekat pintu exit Tol Samboja, 200 meter arah jalan ke IKN.

“Ya yang ini pusatnya Warung Tahu Sumedang Renyah,” kata seorang petugas menghampiri kami sambil menyodorkan daftar menu.

Warung Tahu Sumedang baru di Km 36 Jl Soekarno-Hatta memang cukup besar. Pemandangannya menarik. Bisa melihat hamparan kebun sawit yang luas.  Parkirnya juga sangat lebar. Musholanya bersih dan bagus. Saya lihat di depannya ada sejumlah karangan bunga ucapan selamat. Yang menarik ada kiriman dari Kantor Cabang Utama (KCU) BCA  Dago Bandung dan Kantor Cabang (KC) BNI Sumedang.

Warung Tahu Sumedang Renyah di jalur jalan poros Balikpapan-Samarinda ini sangat legendaris terutama di lokasi lama di Km 50. Soalnya dibuka sejak tahun 80-an. Tapi pada 30 Maret 2026 lalu warung ini resmi ditutup permanen.

Para penikmat tahu Sumedang kaget. Berita ini sempat viral di media sosial. Lalu dikaitkan penutupan ini sebagai tindakan dari Otorita IKN. Apalagi sempat tertulis di pagar seng penutup ucapan bernada protes. Bunyi tulisan itu: “Kami Atas Nama Karyawan, Jukir Tidak Terima Penutupan oleh Otorita IKN.”

Apakah Otorita IKN yang memerintahkan penutupan? Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw sempat menjelaskan duduk ceritanya. Dia mengungkapkan, lokasi Warung Tahu Sumedang itu memang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto yang seyogianya harus dijaga dan dilindungi serta tidak boleh ada kegiatan masyarakat.

Sehubungan itu, pihaknya bertemu dengan pihak terkait terutama pemilik warung. “Akhirnya dengan itikad baik dari sang pemilik dalam mendukung upaya pemulihan fungsi kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto, maka Warung Sumedang ditutup dan akan dipindahkan ke lokasi di luar Bukit Soeharto,” kata Troy.

Dia juga menegaskan bahwa perlindungan kawasan hutan Bukit Soeharto bukan semata-mata penegakan regulasi, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan IKN berjalan selaras dengan kelestarian alam.

Dari catatan lama, Warung Tahu Sumedang di Km 50 sebenarnya sudah pernah ditutup pada tahun 2018 juga karena alasan berada di lokasi Tahura Bukit Soeharto. Namun atas pertimbangan dan respon masyarakat, akhirnya diizinkan kembali beroperasi saat itu.

UM BUKA LAB TEKNIK

Habis melahap tahu Sumedang, sop buntut, nasi goreng dan tempe mendoang, kita meneruskan perjalanan ke IKN. Tujuannya ada dua. Mau melihat perkembangan terakhir pembangunan IKN. Kedua, meninjau persiapan Universitas Mulia (UM) membuka pelayanan laboratorium struktur dan teknologi bahan.

Pak Agung mengajak beberapa stafnya. Di antaranya Pak Sudarno dan Pak Sumardi, S.Kom, M.Kom, yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni UM. Selain itu ikut juga Pak Jatmiko,  arsitek senior rancang bangun Balikpapan.

Kawasan glamping IKN yang banyak menarik perhatian wisatawan. Dulu dimanfaatkan Presiden Jokowi untuk bermalam.

“Melihat masifnya pembangunan IKN dan wilayah sekitarnya, UM merasa perlu membuka layanan laboratorium untuk uji bangunan. Kita melayani semua pihak yang membangun di wilayah ini,” kata Pak Agung.

Lokasi lab yang disiapkan UM kebetulan tak jauh dari lokasi IKN. Beberapa peralatan lab sudah masuk. Di antaranya sudah siap melayani pengujian beton, pengujian non destruktif dan analisis agregat. “Nanti kita juga siapkan untuk pengujian tanah atau soil test,” tambahnya.

Jatmiko memuji terobosan yang dilakukan UM di IKN bersama mitranya. “Saya kira ini sangat dibutuhkan di lingkungan IKN. Kalau tidak salah selama ini uji teknik bangunan banyak dilayani Sucofindo. Dengan adanya lab UM, maka masyarakat punya pilihan dan bisa mempercepat waktu pengujian,” jelasnya.

Belakangan ini saya beberapa kali ke IKN. Terakhir mendampingi kunjungan Pak Dahlan Iskan. Tapi kemarin saya baru pertama kali meninjau jembatan kaca IKN yang berada di kawasan glamping. Dulu kawasan glamping itu digunakan Presiden Jokowi jika bermalam. “Kalau Bapak Presiden Prabowo belum pernah tidur di sini,” kata seorang petugas di sana.

Kawasan glamping dan jembatan kaca itu berada di bukit belakang Istana Garuda. Memang sangat menarik ketika berada di sana. Kita bisa melihat langsung perkembangan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari atas bukit. Sekalian uji nyali berjalan di atas jembatan kaca yang unik.

Fasilitas ini tidak setiap hari dibuka untuk umum. “Hanya di hari-hari tertentu saja, terutama di hari libur di mana kunjungan masyarakat ke IKN meningkat,” kata petugas tadi.

Kami beruntung bisa diberi kesempatan ke sana. “Alhamdulillah atas seizin dan rekomendasi Pak Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN,” kata Sumardi.

Kunjungan kami di IKN ditutup dengan makan siang di Restoran Kampung Kecil, sebelah Hotel Qubika. Saya dan Pak Jatmiko sama-sama pesan gareng asem ikan patin dan Pak Agung order nasi pecel. Lalu ditutup dengan melahap rujak buah. Nikmat sekali. Rasanya sudah tak sabar agar IKN segera difungsikan sebagai ibu kota negara.(*)

Kala Bukit Soeharto Dizalimi

June 21, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TAMAN Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto dizalimi. Karena itu perlu kita lakukan pertobatan ekologis dan perlu istiqomah. Ucapan menarik dan beraroma religius itu dilontarkan Dr Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), yang saat ini juga memimpin Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal  IKN.

Deputi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup OIKN Dr Myrna Asnawati Safitri, Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Aktivitas Ilegal IKN Irjen Pol Edgar Diponegoro, Camat Samboja Barat Burhanudin membuka papan larangan berbagai kegiatan yang merusak Tahura Bukit Soeharto.

Myrna menyampaikannya pada acara Revegetasi Lahan Bekas Tambang Ilegal di wilayah RT 12, Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (18/6) pagi. Ini langkah penting dalam pemulihan Kawasan Tahura Bukit Soeharto yang luasnya mencapai 64 ribu hektare.

Dalam istilah orang-orang rimbawan, revegetasi adalah  proses penanaman kembali dan pemulihan lahan terdegradasi atau rusak akibat aktivitas seperti pertambangan, kebakaran hutan dan banjir. Tujuannya mengembalikan fungsi ekologis, mencegah erosi, memperbaiki kulitas tanah dan memulihkan keanekaragaman hayati.

Saya diundang di acara tersebut. Malah diminta bicara mewakili orang Samboja. Saya bilang sebenarnya saya lahir di Balikpapan, tapi masa kecil saya antara tahun 60-70-an memang di Samboja. Ayah saya guru di SD Gunung Malang, lalu jadi kepala sekolah di SD 011 di Sungai Merdeka, dekat persimpangan Km 38.

Saya menanam 5 pohon balangeran. Tampak danau bekas tambang yang sudah tercemar.

Waktu itu saya hanya mengenal Samboja sebagai ladang minyak BPM/Pertamina. Banyak sumur minyak. Pulang sekolah saya diajak ayah saya berladang. Samboja masih lestari, hijau dan menakjubkan. Saya tak menyangka kalau Samboja sekarang menjadi daerah pertambangan batu bara. Banyak OKB-nya. Orang kaya mendadak. Sayangnya pertambangannya tidak resmi alias ilegal. Selain juga ada yang menanam kelapa sawit. Juga ilegal.

Bukit Soeharto yang ada di wilayah Samboja jadi hancur. Tambang batu bara liar baik yang besar maupun yang karungan menjadi-jadi. Termasuk juga penanaman kelapa sawit tanpa izin yang jelas. Dulu malah ramai dengan perkebunan lada dan buah naga.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol Edgar Diponegoro yang juga wakil ketua Satgas mengungkapkan, pihaknya mencatat total luasan pembukaan lahan ilegal di kawasan konservasi ini mencapai angka yang sangat besar. Dari aksi tambang batu bara ilegal saja mencapai 4.200 hektare dan dari perkebunan kelapa sawit illegal mencapai 8.300 hektare.

Pada November tahun lalu, Bareskrim Polri bersama Polda Kaltim melakukan operasi besar di IKN. Sejumlah pelaku ditangkap. Ada 4.000 kontainer batu bara yang siap dikirim ke Surabaya disita. Polisi juga menemukan lahan terbuka seluas 300 hektare akibat aktivitas tambang liar tersebut.

Sekarang Satgas juga membidik target lain, yakni aktivitas tambang pasir dan batu (galian C) illegal di luar kawasan hutan.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin S.Ag, M.Si mengakui sekarang ini hampir tak terdengar lagi ada penambangan liar. Berkat adanya Satgas, Tahura Bukit Soeharto bisa dijaga. “Kami juga mendorong masyarakat untuk tidak merusak Bukit Soeharto,” kata Camat Berprestasi Terbaik II Kaltim tahun 2026 ini.

ADA SISA KARUNGAN

Saya setuju ucapan Ibu Myrna, Tahura harus dijaga dan diselamatkan. Penegakan hukum dan pemulihan lingkungan harus dilakukan. Juga persoalan penguasaan lahan harus diurai dan diselesaikan. Mana warga lama dan mana yang baru datang.

Saya juga mendorong warga Samboja punya pemahaman yang sama. Tahura Bukit Soeharto sangat berguna bagi anak cucu di kemudian hari dan menjadi warisan yang tidak ternilai harganya.

Ada yang menarik ketika saya memasuki areal revegatasi bekas lahan tambang di RT 12, Sungai Seluang,  Samboja. Di situ masih ada tumpukan batu bara sisa yang tidak diambil lagi oleh penambangnya. Malah masih ada yang sudah dimasukkan dalam karung plastik.

Di lokasi penanaman yang berbukit juga ada pemandangan yang menarik. Di bawahnya terlihat danau dengan airnya yang berwarna hijau. Itu air yang terkontaminasi dari aktivitas pertambangan.

Belum diketahui berapa jumlah lubang atau danau bekas tambang di Bukit Soeharto? Tapi di Kaltim tercatat antara 1.700 sampai 44 ribu titik, yang telah merenggut sedikitnya 45 nyawa akibat tenggelam.

Ada usul dari warga Samboja, agar bekas galian tambang ilegal dijadikan kolam budidaya perikanan air tawar. Dulu di daerah ini banyak terdapat ikan air tawar seperti gabus, pepuyu, lele dan ikan seluang.

Myrna menyambut baik usul tersebut. Tapi sebelum dilaksanakakan ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, komitmen yang kuat dari masyarakat untuk menjaga keselamatan. Jangan ada lagi jatuh korban dari lubang tambang. Kedua, kadar keasaman (pH) air dan kandungan tanah wajib di uji di laboratorium agar hasil panen ikan bebas dari sisa kandungan logam berat.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Lazuardi Nasution menjelaskan, acara revegetasi yang dilaksanakan adalah penutup dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang berlangsung sejak 5 Juni 2026.

Ada beberapa aksi yang sudah dilakukan di antaranya korve di area Masjid Negara, bersih Pantai Tanah Merah, penanaman mangrove dan envi walk.

Aksi revegatasi itu ditandai penanaman 1.000 pohon Balangeran, trembesi dan Tanjung di atas areal seluas 1,6 hektare.

Saya teringat zaman penanaman pohon era Presiden SBY. Waktu itu Indonesia mentargetkan menanam sejuta pohon di Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Karena itu warga Indonesia yang tercatat di atas 200 juta orang harus menanam minimal 5 pohon untuk mencapai target tersebut. Saya tetap konsisten dengan kewajiban itu. Saya menanam 5 pohon. (*)

Chelsie Kian Mendunia

June 20, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KITA lagi demam bola dunia. Tapi tak berarti berita olahraga lain tersingkir. Soalnya ada berita hebat dari cabang catur. Chelsie Monica Ignesias Sihite, pecatur cantik kelahiran Balikpapan berusia 30 tahun mengalahkan pecatur nomor satu dunia, Grandmaster Sven Magnus Carlsen (35) dari Norwegia.

Senyum Chelsie Monica di depan papan catur

Meski bukan kejuaraan resmi, tapi keberhasilan Chelsie mengalahkan Carlsen jadi viral. Kemenangan bersejarah itu terjadi dalam ajang ekshibisi catur simultan yang digelar di Hong Kong bersamaan dengan rangkaian acara Kejuaraan Catur Cepat dan Kilat Beregu Dunia (FIDE World Rapid and Blitz Team Championship).

Dalam ekshibisi itu, Carlsen menghadapi 24 pecatur dari seluruh dunia dengan format catur cepat. Dan Chelsie satu-satunya pecatur yang bisa menumbangkan sang juara dunia.

Apa tidak hebat? Carlsen yang dikalahkan Chelsie adalah juara dunia catur lima kali. Juga juara dunia catur cepat 5 kali dan 8 kali memenangi Kejuaraan  Dunia Catur Blitz (bersama dengan Ian Nepomniachtchi) dan merupakan juara bertahan dari Piala Dunia Catur.

Carlsen telah menduduki posisi No 1 dalam peringkat catur dunia FIDE sejak 1 Juli 2011 dan hanya kalah dari Garry Kasparov dalam waktu yang dihabiskan sebagai pemain dengan peringkat tertinggi di dunia. Ia juga memegang rekor tak terkalahkan terpanjang di tingkat elit dalam catur klasik, yaitu 125 pertandingan. Karena itu dia diberi gelar Greatest Of All Time (GOAT) catur dunia.

Mengutip dari laporan CNN Indonesia, detik-detik kemenangan itu terjadi 5 menit sebelum waktu pertandingan berakhir. Chelsie dengan mantap memindahkan buah benteng dari c1 ke h1. Carlsen kemudian langsung menjabat tangan perempuan 30 tahun yang memiliki gelar  Women International Master (WIM) sebagai tanda mengaku kalah.

Chelsie pun seketika tersenyum, menghela napas panjang dan menutup muka dengan tangan seperti tidak percaya sudah mengalahkan pecatur nomor satu dunia.

Dari video yang beredar, kita lihat Chelsie langsung meminta tanda tangan Carlsen dan kemudian meminta foto selfie alias swafoto. Carlsen tak keberatan. Dia menyorongkan wajahnya ke arah kamera ponsel Chelsie. “Aduh senang banget,” kata Chelsie berbunga-bunga.

Menurut Chelsie, perasaannya bercampur senang dan grogi ketika terpilih sebagai salah satu pemain yang diadu lawan Carlsen. Senang karena bisa menghadapi juara dunia sepanjang masa, tapi juga grogi kalau tak mampu mengimbangi. “Strategi saya awalnya bertahan dan tidak cepat kalah, eh tahunya malah bisa memenangi pertandingan,” katanya penuh kebahagiaan.

Berita kemenangan Chelsie sudah sampai ke ibunya, Eda Sihite di Balikpapan. “Ibu senang, terima kasih atas dukungan semua pihak,” katanya ketika saya hubungi, kemarin. Ayah Chelsie sudah beberapa tahun meninggal dunia. Padahal dia yang mengenalkan Chelsie bermain catur.

Apa ada rencana Chelsie pulang ke Balikpapan? “Dia masih bertanding catur cepat dan kilat. Mereka main tim bersama Utut Adianto sampai tanggal 22 Juni,” kata sang ibu.

BANGGA IKUT MENDORONG

Saya dapat kiriman video kemenangan Chelsie dari Randy, staf manajemen PT Kutai Refinery Nusantara (KRN), anak perusahaan Apical Group yang pabriknya di Kariangau Balikpapan Barat. “Keren nih pak,” katanya mengomentari. Saya tidak tahu apakah Randy juga suka catur. Selama ini saya hanya diajak Randy main bulu tangkis dan pickleball.

Perasaan saya ikut gembira atas prestasi itu.  Ketika saya masih menjabat wali kota, saya ikut membantu dan mendorong Chelsie agar bakatnya bermain catur bisa diasah di Jakarta, sehingga bisa berkembang menjadi pecatur nasional dan bahkan dunia. Waktu itu dia masih kecil.

Ada dua orang tokoh yang sangat berjasa secara langsung atas keberhasilan Chelsie. Yaitu Nugroho yang waktu itu menjadi Ketua Percasi Balikpapan. Dan juga Pak Udin Hianggio, sebelum menjadi Wagub Kaltara, dia pernah menjadi Ketua Pengda Percasi Kaltim. Nugroho dan Pak Udin yang mengirim Chelsie bergabung ke Sekolah Catur Utut Adianto di Jakarta.

Di luar dugaan, Chelsie memang pemain catur berbakat. Sejak 2003, Chelsie sudah ikut berbagai kompetisi baik di tingkat nasional maupun di turnamen bergengsi mulai level Asia Tenggara hingga dunia.

Masih berusia 10 tahun, Chelsie sudah menjadi runner-up di kejuaraan ASEAN Age Group Chess Championship di Thailand pada 2005. Dia juga pernah menjuarai World School Chess Championship di Singapura pada 2008. Lalu mempersembahkan medali emas di SEA Games 2013 di Myanmar.

Chelsie juga viral ketika menjadi komentator pertandingan catur antara Dewa Kipas (Dadang Subur) melawan Women Grand Master (WGM) Irene Kharisma Sukandar, yang disiarkan di kanal You Tube Deddy  Corbuzier pada Maret 2021.

Saya pernah bertanding lawan Chelsie dalam pertandingan ekshibisi catur simultan di teras Pemkot Balikpapan. Chelsie melawan 10 pecatur Balikpapan termasuk saya. Di luar dugaan satu-satunya yang berhasil main draw hanya saya. Sedang 9 lainnya kalah semua. Mungkin dia takut mengalahkan wali kota.

Hari-hari ini saya melatih cucu saya, Dafin yang mulai suka bermain catur. Dia baru berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SDIT Balikpapan Islamic School Balikpapan Baru. Kemarin saya dikalahkan. Saya lengah menteri saya di makannya. Dia tertawa, saya keok. Mudah-mudahan dia bisa menyusul Chelsie.(*)

Next Page »

  • vb