Ayam Mahar dari IKN

August 19, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA diperkenalkan ayam Mahar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Saya pikir itu ayam yang dijadikan mahar pernikahan. Jadi yang menerima  pasti bahagia. Ternyata bukan. Ayam  Mahar itu artinya ayam yang diberi label dari akronim Maju Sejahtera. Lalu disingkat jadi Mahar.

Rasanya malu juga saya baru tahu ada ayam Mahar. Soalnya pengembangan pertamanya justru di Balikpapan, lalu kemudian masuk juga ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Pak Didik menunjukkan telur dan ayam kampung Mahar di kawasan Nurseri KIPP IKN

Ketika saya dan Tim Rektorat Universitas Mulia (UM) Balikpapan dipimpin Plt Rektor Dr Agung Sakti Pribadi mengikuti Rekor Menanam 1.708 Pohon di IKN, Senin (15/8) lalu,  kami sempat diajak Fauzhul Idhi yang akrab dipanggil Pak Didik melihat tempat pengembangan ayam Mahar di IKN. Lokasinya di kawasan Nurseri KIPP IKN. Di situ kandangnya disebut “Kandang Bahagia,” karena ayam dibahagiakan dengan cara pemeliharaan bebas berkeliaran.

Pak Didik adalah alumni Universitas Gajah Mada (UGM) yang mendirikan perusahaan bernama CV Mitra Pesona Sejahtera.  Perusahaan ini  menjadi mitra strategis dalam pengembangan ayam Mahar bersama Fakultas Biologi UGM, Kagama Kaltim, Otorita IKN serta peternak lokal. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan telur dan daging ayam dari luar.

Asal tahu saja, 60 persen dari 20 ribu ton telur per tahun yang dibutuhkan Kaltim (termasuk IKN) didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Itu sebabnya harga telur cenderung tinggi karena ada beban biaya transportasi antar pulau.

Untuk program makan bergizi saja, kebutuhan telur di Kaltim mencapai 1,1 juta butir dalam sekali pelaksanaan. Atau 2,2 juta butir telur setiap pekannya. Belum termasuk kebutuhan daging ayamnya yang mencapai 169 ton atau 338 ton per minggunya.

Kalau tidak ada upaya dan program intensif dari hulu ke hilir, pasti sering terjadi kelangkaan telur dan daging ayam di daerah ini. Karena itu kehadiran program ayam Mahar menjadi salah satu solusi yang bisa dikembangkan.

Ayam Mahar adalah ayam kampung hibrida hasil persilangan ayam Arab, Mahkota dan Layer. Ini adalah hasil riset dari Fakultas Biologi UGM, yang dikembangkan di wilayah  IKN termasuk kawasan penyangga IKN seperti Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) guna mendukung kemandirian dan ketahanan pangan hewani di wilayah tersebut.

Hasil penelitian yang dipandu Dekan Fakultas Biologi UGM Prof Budi Setiadi Daryono itu berhasil menciptakan ayam kampung yang bisa dibudidayakan sebagai ayam pedaging (potong) dan ayam petelur unggul.

Keunggulannya karena dikenal lebih sehat , berkat cara perawatannya yang bersih serta pemanfaatan pakan organik yang mudah dibuat peternak. “Jadi ayam ini sangat adaptif dikembangkan termasuk di wilayah penyangga IKN,” ujar Pak Didik.

Saya sempat diperlihatkan sejumlah ayam Mahar di dalam kandang. Mereka hidup tetap bergerombol. Memiliki kepala cenderung bulat atau bantet. Postur tubuhnya cenderung lebih gemuk. Khusus betina memiliki jambul di kepala serta bulu brewok di sekitar telinga. Sedang yang jantan memiliki jengger bercabang yang memanjang ke belakang. Semua ayam Mahar memiliki warna kaki cenderung lebih terang atau putih bersih dibandingkan ayam kampung biasa.

DIBAGIKAN KE MASJID NUSANTARA

Menurut Pak Didik, perbanyakan populasi dan pusat pelatihan awal ayam Mahar digalakkan di area penyangga IKN seperti Kota Balikpapan khususnya di kawasan Karang Joang, Balikpapan Utara. Baru kemudian dimasukkan ke dalam KIPP IKN untuk program ketahanan pangan.

Di Karang Joang itu ada peternak bernama Sultan. Dia bersama kawan-kawannya sudah berhasil mengembangkan ayam Mahar dari 20 telur yang diberikan UGM menjadi ratusan ekor ayam Mahar. “Pertumbuhan ayam Mahar memang lebih cepat dari ayam kampung biasa,” ungkapnya.

Menurut dia, ayam Mahar relatif cepat bertelur karena tidak memiliki sifat mengeram. Pada usia 4,5 bulan ayam Mahar sudah mulai produksi, sedang ayam kampung biasa umumnya di atas 6 bulan. Ayam Mahar bisa bertelur antara 24 sampai 26 butir per bulan. Sedang ayam kampung biasa hanya separuhnya saja. Bentuk telur ayam Mahar cenderung lonjong tidak bulat seperti telur kampung ayam biasa.

“Jadi usaha ayam Mahar sangat menguntungkan dan memberikan harapan cerah bagi peternak lokal,”  kata Sultan. Apalagi  dia juga  sudah mendapat galur khusus ayam kampung pedaging.

Jika ada peternak lokal ingin mengembangkan ayam Mahar maka bisa berhubungan langsung dengan Pak Sultan di Karang Joang Km 15. “Datang saja ke kandang Ayam Mahar Gama Bemilang di Karang Joang,” kata Pak Didik.

Pembelian bibit (DOC atau anakan) umumnya menggunakan sistem indent (pesan terlebih dahulu), karena kapasitas mesin tetas di lokasi menyesuaikan dengan siklus bertelur indukan. Harga anak ayam Mahar yang berusia di bawah 1 bulan berkisar antara Rp7.500 hingga Rp12 ribu per ekor.

Rektor UM Agung Sakti mendukung pengembangan ayam Mahar di daerah penyangga IKN terutama Balikpapan. Selain mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar, juga bisa meningkatkan penghasilan peternak lokal. “Itu juga menjadi dampak positif dari IKN,” tambahnya.

Hasil telur ayam Mahar di kandang pengembangan IKN sampai saat ini belum dipasarkan secara komersial. Karena itu telur yang dihasilkan masih dibagikan secara gratis kepada jemaah Masjid Negara Nusantara. “Tiap habis salat Jumat, ada 200-an butir telur dibagikan kepada jemaah. Biar tambah sehat kerja dan ibadahnya,” kata Pak Didik penuh semangat.(*)

Rekor “Merdeka” di IKN

August 17, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ACARA 17-an di Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung semarak. Selain upacara resmi, ada berbagai kegiatan digelar. Mulai menanam pohon bertema “Merdeka Bersama Alam,” karnaval di depan Istana Garuda, Merdeka Night Run, panggung hiburan Merdeka Vaganza sampai pembukaan akses khusus bagi publik ke arena Istana Wakil Presiden.

Saya diundang. Tapi tidak semua acara bisa diikuti. Bersama Direktur Eksekutif merangkap Plt Rektor Universitas Mulia (UM) Dr Agung Sakti Pribadi dan Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr Isradi Zainal,  kami mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin, 17 Agustus 2026 di Lapangan Plaza Seremoni.

Suasana Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Plaza Seremoni IKN

Ini upacara HUT Kemerdekaan ke-3 yang digelar di IKN, sejak rampungnya pembangunan IKN tahap pertama. Kebetulan saya bisa menghadiri semuanya. Bahkan saya juga hadir pada Upacara HUT ke-77, 17 Agustus 2022 di Titik Nol IKN. Biar saya bisa bercerita kepada anak cucu, sejak IKN digagas sampai kondisi sekarang.

Selain upacara, saya ikut pemecahan Rekor MURI penanaman 1.708 pohon di taman kota yang digagas Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Dr Myrna Asnawati Savitri. “Ini komitmen kita dalam rangka mewujudkan IKN sebagai forest city,”  jelasnya. Myrna orang Samarinda. Ayahnya, alm Fuad Arieph, tokoh pers dan politik. Pernah menjadi anggota DPRD.

Konsep forest city yang diterapkan IKN di antaranya memberikan alokasi dari 75 persen wilayah IKN menjadi ruang hijau, sebanyak 65 persen area digunakan untuk konservasi dan pemulihan hutan serta menyediakan 10 persen area untuk produksi pangan dan perlindungan habitat satwa liar.

“Jadikan gerakan menanam itu sebagai life style atau gaya hidup. Kegiatan apa saja termasuk ulang tahun tandai dengan menanam pohon,” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono yang mengomando penanaman bersama istrinya, Kartika Basuki.

Hadir juga mantan Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi dan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri. Selain menanam, Hadi ikut bernyanyi di panggung. Hobinya sama dengan Pak Bas. Bermusik. Sama-sama penabuh drum.

Waktu saya menikahkan putri saya, Aisyah Febria, saya minta salah satu jujurannya 5 pohon Mangga. Pohon itu mereka tanam di halaman Islamic Center Balikpapan.  Febi panggilan akrab dia, sekarang menjadi anak buah Pak Bas.

Kemarin, saya menanam 5 pohon. Salah satunya pohon Kruing (Dipterocarpus), pohon asli Kalimantan yang bernilai ekonomi tinggiSaya sengaja menanam 5, karena saya ingat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY mewajibkan tiap warga negara menanam 5 pohon setiap tahun. Karena targetnya Indonesia harus menanam 1 milyar pohon setahun. Kita tahu jumlah penduduk Indonesia di atas 200 juta orang, maka  tiap orang wajib menanam 5 pohon.

Saya bersyukur waktu saya jadi Wali Kota Balikpapan, kota ini pernah menjadi juara menanam pohon tingkat kota se Indonesia. Seperti pesan Pak Bas, saya minta warga kota terus menanam pohon. Even apa saja. Termasuk waktu menikah, ultah, kenaikan kelas, sampai kelahiran anak. Saya juga melarang menebang pohon tanpa izin termasuk di halaman rumah. Saya juga tidak mengizinkan ada penambangan batu bara di wilayah Balikpapan.

Menurut Pak Bas, sudah 5 juta pohon ditanam di kawasan IKN. Luar biasa. Dia sempat menunjuk masih adanya pohon eukaliptus di sekitar IKN. “Itu sisa pohon tanaman industri, monokultur. Tidak ada satwa liarnya,” katanya. Karena itu dia menggandeng Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk pengliaran orangutan di IKN. Itu sebabnya di jalan tol IKN ada jembatan untuk pelintasan satwa liar.

Pulang dari menanam, peserta diberi oleh-oleh bibit pohon yang disediakan oleh Pusat Persemaian Mentawir Kemenhut. Boleh ambil sebebasnya. Saya sempat bawa bibit pohon jambu, spathodea dan tabebuya, sakuranya Indonesia. “Kalau mau lagi datang saja ke Mentawir, gratis Pak,” kata seorang petugas. Agung Sakti sangat tertarik, karena dia ingin kampus UM dan para mahasiswanya juga mengusung semangat lingkungan.

DITUTUP TARI KOLOSAL

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berlangsung di lapangan Plaza Seremoni berlangsung khidmat. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara. Tahun ini Basuki mengenakan baju adat taqwo dari Kesultanan Kutai Kartanegara.

Bersama Plt Rektor Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi, Ketua IWAPI Kaltim Erna Gaffar dan Bu Eeng mengikuti upacara di IKN.

Tiga tahun lalu tepatnya 17 Agustus 2024 adalah upacara HUT Kemerdekaan yang pertama tingkat nasional di IKN. Presiden Jokowi memindahkan upacara kenegaraan yang biasa berlangsung Istana Negara Jakarta ke IKN. Sangat meriah, bersejarah dan fenomenal. Tapi selanjutnya Presiden Prabowo kembali melaksanakan di halaman Istana Merdeka.

Tahun ini anggota Paskibraka IKN dipilih dari anggota Purna Paskibraka Kutai Kartangera (Kukar) dan siswa SMA Taruna Nusantara, yang kampusnya sudah ada di IKN. Dua hari sebelumnya, mereka dikukuhkan Basuki di halaman kantor Otorita IKN. Saya sempat meninjau kampusnya SMA Nusantara di IKN. Megah sekali. Juga bertemu sejumlah siswanya ketika acara penanaman.

Bertindak sebagai komandan upacara Kombes Pol Hendrik Hermawan, SIK, Auditor Kepolisian Madya TK III Polda Kaltim, sedang pembaca teks Pancasila, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian,  Pembukaan UUD 1945 oleh Staf Khusus Bidang Keamanan OIKN Irjen Pol Edgar Diponegoro serta pembaca teks Proklamsi oleh anggota DPD RI Dapil Kaltim dr Sofyan Hasdam.

Selesai upacara, 3.000 peserta termasuk undangan menyaksikan penampilan beberapa pertunjukan tari dan musik yang memikat dari Kepolisian dan sejumlah penari dari berbagai sekolah dan paguyuban.

“Alhamdulillah semua rangkaian acara termasuk upacara berlangsung lancar,” kata Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana.

Saya bersama  tim Rektorat Universitas Mulia (UM) menjadi orang pertama yang masuk ke Istana Wapres, sejak dibuka perdana hari Sabtu (15/8) pukul 10.00 pagi. Kami sempat menunggu sekitar 30 menit. Lewat pos pemeriksaan baru bisa menaiki tangga.

Tim UM yang ikut di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom, M.Kom, dosen senior, Dr Sudarmo, Tatang Setiawan, Mirza Chaidir (Laboratorium Mulia IKN), dan Zainal Abidin. Selain itu, ada Fauzhul Idhi, Direktur CV Mitra Pesona Sejahtera selaku mitra Kagama dalam pengembangan ayam kampung MAHAR di IKN.

“Kita ingin lebih banyak lagi ikut berkiprah di IKN,” kata Agung Sakti.  Salah satunya UM membuka usaha pengujian (laboratorium) beton di IKN, yang disambut positif oleh Otorita IKN dan kontraktor di sana.

Posisi Istana Wapres sangat strategis karena berada di atas bukit di Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat. Kita naik dengan menggunakan eskalator atau menapaki 210 anak tangga. Zainal dan Agung masih mampu naik lewat anak tangga. Saya menyerah. Minta ampun. “Stamina Pak Agung memang hebat,” kata Zainal. Tapi saya sempat menggunakan tangga waktu turun, soalnya eskalatornya sempat macet.

Sayangnya pengunjung hanya boleh berada di bagian teras dan selasar Istana saja. Tidak bisa masuk ke dalam. Tempo hari saya dan Pak Dahlan Iskan bisa masuk ke dalam Istana Garuda. Dari teras Istana Wapres, kita bisa melihat kompleks perumahan menteri, Masjid Nusantara, rumah susun ASN dan kawasan IKN lainnya. Pemandangannya indah dan berkesan. Kelihatan juga debu yang beterbangan dari kegiatan sejumlah proyek.

Biaya pembangunan Istana Wapres menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp1,4 triliun lebih.  Dikerjakan oleh PT Adhi Karya Tbk bersama Penta Architecture sejak 2025. Desain bangunannya mengusung konsep “huma betang umai,” di atas lahan seluas 14,8 hektare. Luas bangunannya 10.038,4 meter persegi terdiri kantor wapres, tempat kediaman dan sekretariat wapres.

Huma betang umai adalah bahasa Dayak, yang artinya rumah panjang ibu. Ibu di sini diartikan sebagai pengayom, pemberi, dan pemelihara penting untuk diingat kembali sebagai bagian dari kata Ibu Kota dan Ibu Pertiwi.

Tempo hari Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan siap berkantor di IKN, jika istananya sudah rampung. Sekarang kita tunggu. Biar nanti disambut dengan upacara tepung tawar dan tari manasai dari penari Dayak dan Kutai.

Fasilitas gedung dan bangunan di IKN harus segera difungsikan. Kalau tidak, bisa terjadi kerusakan. Padahal biaya pemeliharaannya mencapai 300 sampai 500 miliar rupiah per tahun. Bahkan bisa mencapai triliunan rupiah pada tahun 2027 seiring bertambahnya aset.

Sebelum pulang dari upacara, saya singgah dulu di warung UMKM, tak jauh dari tempat upacara. Saya sempat makan soto Banjar dan es jeruk. Di situ ada juga dijual parfum khusus berlogo IKN Nusantara dengan angka 17-8-45. “Biar Indonesia tetap harum,” kata sang penjual tersenyum.(*)

Calon Wawali Balikpapan

August 14, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RASANYA tak lengkap kalau kita tak membicarakan calon-calon Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan 2029. Soalnya calon walikotanya sudah kita ulas beberapa kali. Jadi penting juga warga mau tahu siapa-kira yang cocok menjadi Balikpapan 2.

Ada sejumlah nama beredar lama. Tapi ada juga wajah baru yang belum kita singgung. Saya dulu tahun 2006 menjadi calon Wawali mendampingi Pak Imdaad Hamid agak dadakan. Hanya beberapa hari saja diputuskan.

Muhaimin ketika menerima penghargaan dari Wali Kota Rahmad Mas’ud

Menurut saya, calon Wawali 2029 dari unsur birokrasi yang kuat cuma satu. Yaitu Muhaimin, mantan Sekdakot yang sekarang duduk sebagai Kepala Bappeda Kaltim. Dia sudah lama digadang-gadang. Hampir saja dia muncul pada Pilwali 2024. Muhaimin punya pengalaman yang kuat di pemerintahan. Pernah di PU dan Kadisdik. Juga punya pengalaman di organisasi sebagai Ketua KNPI, Karang Taruna dan Pramuka.

Sedang dari unsur partai dan legislatif ada beberapa nama. Ada Budiono di PDIP, Iwan Wahyudi di PPP, Andi Arif Agung di Golkar, Yono Suherman di NasDem serta Sabaruddin Panrecalle dan M Taqwa di Partai Gerindra.

Perjalanan karier politik Budiono cukup menarik. Pernah menjadi Ketua DPC PDIP, pernah Wakil Ketua DPRD dan pernah jadi calon wawali menggantikan calon wawali terpilih Tohari Aziz, yang meninggal dunia akibat Covid. Sayang prosesnya tersendat, sehingga gagal mendampingi Wali Kota Rahmad Mas’ud pada periode 2019-2024.

Iwan Wahyudi adalah Ketua DPC PPP. Pernah jadi Ketua HIPMI. Dia adalah putra dari politikus ulung Bunda Hj Kasriyah. Wanita ini malang melintang di dunia politik sampai hingga duduk di DPR RI. Sedang Yono terbilang baru. Tapi dia melejit karena langsung duduk sebagai Wakil Ketua DPRD.

Andi Arif Agung yang dikenal dengan sebutan A3, rasanya politikus paling senior di Golkar Balikpapan. Dia sangat mumpuni jika diberi jalan ke eksekutif. Ayah ibunya tokoh terkenal yaitu pasangan Andi Syarifuddin dan Hj Suharti.

Sabar dan Taqwa juga anggota Dewan paling senior di Partai Gerindra. Sabar sekarang menjadi anggota DPRD Kaltim, sedang Taqwa tetap di DPRD Balikpapan sebagai wakil ketua. Keduanya cukup matang, apalagi berada di Partai Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat menguntungkan.

Dari unsur pengusaha dan organisasi juga beredar beberapa nama. Ada Abriantinus dan Soegianto. Keduanya sering sama-sama, karena mereka ketua dan sekretaris APINDO Kaltim. Abriantinus juga baru terpilih sebagai Ketua Forum  Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB).

Waktu Pilkada 2024 nama Abriantinus sempat beredar. Dia juga dikenal sebagai tokoh masyarakat Dayak. Sedang Soegianto sangat low profile. Padahal dia punya prestasi banyak dan bertangan dingin. Direktur Operasional Platinum Group ini, juga aktif di berbagai organisasi olahraga. Dia juga Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Balikpapan dan Ketua PBSI. Pernah juga dipercaya menjadi Ketua Panitia HUT Kota.

Dari kalangan muda juga mencuat beberapa nama. Di antaranya Ketua Kadin Noval Aspihani, Ketua HIPMI Adam Dustin Bhakti dan mantan Ketua HIPMI Glenn Nirwan. Ketiganya sangat berkualitas.

Kalau mau ditambah ada juga Malvin Ardento. Dia kakak ipar Noval.  Malvin pernah menjadi anggota DPRD, jadi sudah punya pengalaman politik.  Dia baru saja menyatakan mundur dari Bendahara KONI Balikpapan karena ingin fokus membina cabor. Malvin adalah Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Indonesia Cycling Federation (ICF) Kaltim.

CALON WANITA

Apakah ada kemungkinan calon wawali dari tokoh wanita? Bisa saja terjadi. Menurut saya ada beberapa nama yang bisa dipertimbangkan. Di Dewan, ada nama Mieke Henny dari Partai Demokrat dan Yusdiana dari NasDem.

Di luar itu ada nama Ida Prahastuty yang pernah menjadi anggota Dewan, Ketua IWAPI Balikpapan Yuli Shinta Novianti dan Ketua IWAPI Kaltim Ernawaty Gafar. Dari birokrasi ada nama dr Andi Sri Juliarty, Asisten 3 Pemkot dan Ketua IDI Balikpapan, yang akrab dipanggil Dokter Dio.

Di luar nama-nama yang disebutkan tadi, masih ada kemungkinan muncul nama-nama lain atau nama yang sudah pernah beredar. Misalnya, Ketua Partai Gelora drg Syukri Wahid. Mantan anggota DPRD ini, sempat menjadi calon wawali pada Pilwali 2024. Waktu itu dia mendampingi HM Sa’bani. Syukri juga dikenal sebagai ustaz yang rajin berceramah di berbagai tempat. Penguasaannya terhadap pemerintahan cukup baik.

Ketua DPC PDIP Eddy Sunardi Darmawan atau Eddy Tarmo bisa juga muncul kembali. Pada Pilwali Balikpapan 2024, dia menjadi calon wawali mendampingi Rendy Ismail. Eddy juga pernah menjadi anggota DPRD Kaltim.

Tempo hari Ketua Partai Berkarya Kaltim H Karmin Laonggeng juga mengincar kursi Balikpapan 2. Ada kemungkinan pada Pilwali 2029 dia berkenan dalam posisi tersebut. Pada Milad dia ke-65 beberapa hari lalu, Karmin mengundang Wakil Wali Kota Bagus Susetyo. Apa itu isyarat dia bakal mendampingi Bagus? Tapi di situ hadir juga Abdulloh, salah satu calon kuat Wali Kota Balikpapan 2029.

Hal serupa bisa juga dilakukan Ketua DPD Partai NasDem Balikpapan, Abdul Hakim Rauf. Pada Pilkada 2016 dia pernah menjadi calon wakil wali kota mendampingi Andi Burhanuddin Solong (ABS). Meski gagal saat itu, tapi bisa menjadi pengalaman penting kalau dia maju lagi dalam posisi yang sama.

Di saat kita berbicara soal calon wakil kepala daerah, di Jakarta muncul isu peniadaaan jabatan wakil kepala daerah. Golkar dan BRIN yang melempar wacana tersebut dalam rangka menekan biaya politik tinggi dan mencegah konflik atau “pecah kongsi” antara kepala daerah dan wakilnya setelah terpilih. Fraksi PKB di Komisi II mengusulkan hal yang sama.

PKS menilai konflik antara kepala daerah dan wakilnya memang mengganggu, namun penghapusan jabatan wakil berisiko memicu konsentrasi kekuasaan, karena itu mereka mengusulkan alternatif paket politisi dengan profesional.

Terhadap usulan itu, PDIP bersikap menolak. “Kami ngga setuju,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia menegaskan, Pilkada lahir dari semangat reformasi yang memindahkan kedaulatan dari tangan penguasa ke tangan rakyat.

Dia menjelaskan, konsep kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah melekat dalam sistem meskipun dalam praktiknya kerap muncul persoalan antara keduanya setelah terpilih.

Kemarin, saya bertemu teman lama. Dia pengusaha pengembang. Dia tanya apakah saya masih bisa maju, setidaknya sebagai wakil walikota. “Saya merindukan sosok seperti Pak Wali. Respon terhadap keluhan kita, dan tidak banyak ha hu ha hu-nya,” katanya sembari tertawa.(*)

Parman dan Mieke

August 13, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SESAAT setelah mendarat di Bandara SAMS Sepinggan, Minggu (9/8) siang, saya langsung menjemput istri menuju  Dome. Takut terlambat untuk menghadiri resepsi pernikahan Inspektur Polisi Dua (Ipda) Parman dengan Mieke Henny, S.Pd, SH, MM.

Ini pernikahan istimewa. Yang satu polisi, yang satu lagi politisi. Ipda Parman saat ini bertugas di Polda Kaltim. Tapi dia pernah menjadi Babinkamtibmas di Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota semasa saya jadi wali kota. Sedang Mieke saat ini menjadi anggota DPRD Balikpapan dari Partai Demokrat.

Meski bukan perkawinan pertama, tapi resepsinya dirayakan cukup besar. Tempat acaranya berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center (DOME), tempat pertemuan terbesar milik Pemkot yang mampu menampung lebih 2.500 orang.

Suasana kebahagian Parman dan Mieke berfoto bersama keluarga ketika berlangsung acara resepsi di DOME.

Mieke mengirim langsung undangannya ke berbagai pihak termasuk ke rumah saya. Kartu undangannya sangat mewah. Di situ tercantum beberapa pejabat yang turut mengundang. Di antaranya Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang H Ossy Dermawan, Permaisuri Raja Gowa XXXVIII Andi Hikmawati Mappiwali Andi Kumala Idjo, Wali Kota Rahmad Mas’ud, Dirsamapta Polda Kaltim Kombes Eka Mulyana, Dirpamobvit Polda Kaltim Kombes Pol Agus Fajaruddin, Ketua DPRD Kota Balikpapan Alwi Al Qadri, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh dan Rektor Uniba Dr Isradi Zainal.

Yang menarik anak-anaknya memasang baliho besar di 6 kecamatan. Saya lihat ada yang dipasang di persimpangan Balikpapan Baru. Kata-katanya sangat menggugah. “Happy Wedding to My Mom & My Dad, Mieke dan Parman. We are happy for your marriage.” Lalu di bawahnya tercatum 3 anak bawaan Mieke (Mahesa Jenar, Yudha Jordan dan Abiyu Naufal) dan 3 anak dari Parman (Nanda Anggraeni Putri, Nasya Fadhaillah Putri dan Nabigh Rizqullah Parman).

Suami pertama Mieke adalah Eddy Yusuf, mantan Kadisdik dan Kepala Perpustakaan Pemkot Balikpapan. Eddy meninggal dunia Agustus 2020 lalu karena terinfeksi Covid-19. Sedang Parman karena sesuatu berpisah dengan istri pertamanya.

Meski namanya beraroma Jawa, tapi Parman berdarah Bugis. Ayahnya alm Pabottingi dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. Sedang Mieke berdarah Sulawesi Utara. Usia  mereka memang tidak muda lagi. Mieke sudah kepala 6 dan Parman kepala 5. “Perkawinan yang menarik untuk dikupas,” kata Sahmal Ruhip, mantan Ketua PHRI Balikpapan me-WA saya.

Saya dan istri, Bunda Arita ikut antri untuk menyalami mempelai. Saya sempat bertemu Ketua Dewan Alwi Al Qadri dan beberapa anggota DPRD Balikpapan di antaranya Andi Arif Agung (A3) dari Fraksi Golkar dan M Taqwa dari Fraksi Gerindra.

Sebelumnya datang juga Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama istrinya, Hj Nurlena Mas’ud. Rahmad sempat berpantun. “Pak Parman menulis puisi, dibaca di suatu tempat, Pak Parman memilih istri, Bu Mieke yang paling tepat.”

Parman dan Mieke tertawa bahagia mendengarnya. Mereka kelihatan serasi dah harmonis. Parman mengenakan seragam resmi perwira polisi, sedang Mieke mengenakan busana muslim berwarna coklat keemasan.

Saya juga sempat dimintai ucapan dari MC terkenal, Danie Hasan. Saya bilang: “Pernikahan itu bagaikan sidik jari, keduanya berbeda namun sama-sama indah.”   Saya sengaja memilih kata-kata ada sidik jarinya, karena itu bagian pekerjaan Parman sebagai polisi.

Saya juga sempat bertemu beberapa pejabat Pemkot, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sudirman Djayaleksana dan Camat Balikpapan Selatan Muhammad Hakim. Sehari sebelumnya Sudirman juga menggelar resepsi pernikahan putranya, M Kevin Djayaleksana dengan Dini Dwi Wardani. Saya tak sempat datang karena masih di Jakarta. Tapi istri saya, Bunda Arita bersama menantu saya, Ayi Aldi tetap hadir.

ADA BERITA DUKA

Selain berita bahagia, pekan kemarin kita juga mendapat kabar duka. Ada tokoh dan sahabat kita yang dipanggil Yang Maha Kuasa. Ini memang siklus kehidupan. Ada kehidupan dan kebahagiaan di dunia dan ada kematian mengantarkan kita di kehidupan akhirat.

Andi Harahap (69), Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2008-2013 berpulang ke Rakhmatullah, Rabu (5/8) malam setelah beberapa waktu menjalani perawatan intensif (ICU) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.

Dia dikabarkan mengidap penyakit kanker hati. Berbagai pengobatan telah dilakukan tapi tak banyak membawa perubahan sampai menghembuskan nafas terakhir.

Jenazahnya sempat disemayamkan di rumah duka, Km 0,5 Penajam.  Bupati PPU Mudyat Noor dan sejumlah pejabat Pemkab PPU datang melayat. Juga Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Mudyat mengatakan, PPU kehilangan tokoh penting dalam sejarah pembentukan Kabupaten PPU. Andi Harahap adalah salah satu tokoh yang ikut berjuang melahirkan PPU melalui proses pemekaran dari Kabupaten Paser. “Kita tak bisa melupakan jasa beliau sebagai tokoh pelopor pendirian PPU,” jelasnya.

Mustaqim, mantan Wakil Bupati PPU di masa almarhum juga datang. “Saya tak bisa melupakan kenangan berjuang bersama beliau. Tidak gampang memimpin kabupaten baru, tapi beliau kuat dan penuh semangat,” ungkapnya.

Sebelum terpilih menjadi bupati, Andi Harahap lebih dulu menjadi Ketua DPRD pertama PPU periode 2002-2008. Dia juga sempat menjadi anggota DPRD Kaltim 2019-2024. Lalu ikut lagi Pilbup PPU 2024 meski tak berhasil.

Jenazah Andi Harahap dimakamkan di TPU Kayu Api, Kecamatan Penajam, Kamis (6/8) ba’da zuhur  tak jauh dari makam istri pertamanya, almh Andi Roslina. “Dia pemimpin daerah yang luar biasa dan penuh pengabdian,” kata Adam Sinte, sahabatnya ketika sama-sama di DPRD Kaltim.

Suasana duka juga menyelimuti keluarga besar mantan karyawan Surat Kabar Kaltim Post. H Mochammad Idris bin Sanusi patong, salah seorang pelopor di bidang produksi dan pemasaran meninggal dunia, Rabu (5/8) pukul 22.20 Wita setelah mendapat serangan jantung ketika berada di Kuala Lumpur.

Beberapa hari sebelumnya Idris bersama Gunawan Saso diajak mantan pimpinan Kaltim Post Group, Zaenal Muttaqin jalan-jalan ke Malaysia. Mereka sempat mengunjungi beberapa lokasi wisata di antaranya Menara Kembar Petronas.

Tak ada isyarat apa-apa. “Kami semua termasuk Pak Idris ceria,” kata Gunawan. Tapi Senin (3/8) tengah malam Idris mengalami sesak nafas. Dia dilarikan ke Tung Shin Hospital, tak jauh dari tempat menginap. Setelah mendapat perawatan, Edwin, putranya yang datang mendampingi memutuskan membawa ayahnya pulang ke Tanah Air menggunakan jasa pengangkutan profesional. Tapi di tengah perjalanan, Idris menghembuskan nafas terakhirnya.

Jenazah Idris datang di rumah duka, perumahan RSS Jl Ruhui Rahayu, Balikapan Selatan, Kamis malam. Setelah disalatkan, langsung dimakamkan di TPU Km 15. “Kami mohon maaf jika ada kesalahan Bapak selama masa hidupnya,” kata Edwin berkabung.(*)

Masuk Pesawat Via Truk Katering

August 12, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Jurnalistik Hendry Ch Bangun

Hari-hari ini di Amerika Serikat sedang ramai dibicarakan soal Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, sekembalinya dari Pertemuan Puncak (NATO Summit) di Turkiye, awal Juli 2026 lalu. Menurut laporan media besar ternyata Trump terbang dari negara tuan rumah tanpa menggunakan Air Force One, yang biasanya menjadi pesawat andalan negara adidaya itu. Tetapi memakai pesawat pengganti C232 Angkatan Udara AS (USAF).

Analisis intejelen menyimpulkan adanya ancaman nyata bahwa Air Force One hadiah dari Qatar yang digunakan dari Washington ke Ankara, rawan terhadap serangan udara karena belum dilengkapi standar pengamanan prima seperti Air Force One asli. Seperti diketahui Gedung Putih Terbang itu dilengkap berbagai senjata penangkis, bahkan dari dampak serangan nuklir, sehingga sangat aman dipergunakan Presiden AS sebagai kantor dalam kondisi darurat. Dari sana dia bisa menjalin komunikasi dengan staf di darat, memerintahkan penggunaan kekuatan militer, berkordinasi dengan pemimpin negara lain tanpa interupsi dan bebas dari sadapan.

Hendry Ch Bangun

Awalnya berita bahwa Air Force One rawan dan belum memenuhi standar keamanan muncul di Washington Post Juli lalu sehingga pemerintah AS langsung bahkan melaporkan adanya pelanggaran sebab membocorkan keamanan nasional. Tetapi dengan munculnya fakta baru maka kemungkinan laporan itu akan dimentahkan.

Untuk mengelabui masyarakat, Trump, sungguh-sungguh naik dengan tangga ke pesawat Air Force One sebagaimana lazimnya pada 8 Juli itu. Terlihat dia kemudian melambaikan tangan, dan setelah sampai di atas dia menghilang di balik pintu yang ditutup. Setelah itu tentu saja pintu pesawat ditutup sesuai standar. Tetapi rupa-rupanya, tidak lama kemudian, sebuah truk pengangkut makanan (catering)  Turkish Dopco muncul di sisi lain dari pesawat. Di sinilah dilaporkan Trump dimasukkan ke dalam truk catering, setelah itu dia dibawa ke pesawat lain, pesawat USAF C232, yang biasanya mendampingi Air Force One.

Yang belakangan ditanyakan wartawan ke Presiden Trump beberapa waktu lalu, mengapa kok jendela pesawat harus ditutup ketika Air Force One bersiap terbang dari bandara Ankara, tidak seperti biasanya. Apakah ada ancaman khusus? Tanya wartawan. “Selalu ada ancaman dari Iran. Dan saya nomer satu dalam daftar mereka,” katanya bercanda.

Trump akhirnya turun dari Air Force One setibanya di Amerika Serikat, dan belum diperoleh info kapan Trump dipindahkan kembali dari USAF C232. Spekulasi menyebutkan bahwa itu terjadi di Inggris, karena pesawat sempat mampir sana sebelum pulang ke Washington.

Sejauh ini belum ada penjelasan berupa rekaman yang disampaikan pemerintah AS untuk membantah spekulasi Trump diselundupkan dengan truk catering dan menggunakan pesawat lain. Menurut informasi, operasi rahasia  itu hanya diketahui sedikit orang seperti Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Cain dan Menteri Peperangan Peter Hegseth. Pejabat lainnya tetap merasa mereka terbang bersama Donald Trump dari Ankara seperti biasanya.

Tetapi di media sosial, olok-olok atas peristiwa itu semakin ramai.  Aneka macam pemberitaan, dibantu AI, memberi gambaran dan narasi yang lucu dan menohok. Ada yang menyebut inilah pertama kalinya ditunjukkan bagaimana pengecutnya seorang presiden AS, sampai bersedia naik truk catering untuk mengelabui lawan. Ada yang menyebut, betapa tega dia membiarkan para pejabat dan staf, seperti dikorbankan sementara dia sendiri terbang dengan aman menggunakan pesawat lain.

Dari sisi keamanan tentu saja, wajar bahwa apapun caranya pengamanan seorang presiden tidak boleh spekulatif. Meskipun ancaman adanya peluang rudal ke Air Force One belum pasti, tetapi antisipasi harus jalan. Presiden harus aman. *

Bagi saya, pemberitaan tentang Donalt Trump itu menunjukkan bagaimana upaya media-media di Amerika Serikat, begitu pula media kenamaan di Eropa, tidak mengenal lelah untuk  mencari tahu dan mendapatkan fakta-fakta penting untuk diberitakan terhadap seorang yang punya nilai berita besar. Karena itu menyangkut kepentingan publik, hak masyarakat untuk tahu dan transparansi penyelenggaraan negara.

Ini yang bisa menjadi acuan media massa di negara kita, begitu pula para wartawannya, untuk bekerja keras, betapa besarpun ancaman yang ada. Termasuk ancaman dari pihak pemerintah yang kurang menyukai berita kritis.

Tapi poin lagi bagi saya pribadi adalah peristiwa truk katering tadi. Sebab saya pernah mengalami sendiri kejadian serupa ketika meliput Asian Games Bangkok 1998, bulan Desember, hal yang rasanya tidak pernah dialami wartawan Indonesia lainnya.

Jadi ceritanya, kaki saya agak keseleo ketika meliput atletik di stadion utama Bangkok karena agak terpeleset di batu koral. Waktu itu Supriati Sutono yang dianggap  hanya kelas Asia Tenggara berhasil merebut medali emas nomer 5000 meter dengan mengalahkan atlet India Sunita Ran dan atlet Jepang Michiko Shimizu, di saat-saat terakhir. Saya menunggui dia yang menjalani tes urine, yang dilakukan karena Supriati tidak diperhitungkan dan ternyata menang.

Berjalan menuju press centre mungkin karena gembira, saya sembarang melangkah, sehingga keseleo. Tidak saya rasakan karena ada berita penting. Malamnya sesampainya di hotel, kaki saya mulai membengkak. Saya lalu membeli semacam balsam  dan mengurut-urut pergelangan kaki dengan tujuan agar bengkaknya mengkerut. Ternyata semakin bengkak. Pagi-pagi saya meriang.  Bahkan untuk memakai celana panjang pun susah.

Karena kaki sulit digerakkan, dari hotel menuju Bandara Don Muang, saya bersama rekan Irving Noor teman sekamar, pesan taksi limusin supaya punya ruang lebih leluasa. Sesampainya di bandara, kepada petugas saya meminta kursi roda dan menjelaskan sakit kaki saya. Atlet dan ofisial Indonesia yang melihat saya, banyak yang berkelakar. “Atlet yang bertarung di lapangan, kok  ini malah wartawan yang cedera,” ujar mereka. Saya tersenyum pahit saja, maklum rasa nyut-nyutan kaki sakitnya bukan kepalang.

Entah bagaimana awalnya, oleh petugas bandara saya kemudian dimasukkan ke jalur khusus untuk check ini, bersama rekan Irving Noor dan Zulfirman. Jadi seperti kru pesawat terbang. Cepat dan lancar sementara belasan wartawan lain masih antre.

Oleh petugas darat dan staf Singapore Airlines, ternyata saya diperlakukan Istimewa lagi. Karena dianggap bakal sulit berjalan dari gerbang menuju ke dalam pesawat, akhirnya saya dimasukkan dengan truk katering. Jadi saya bersama teman dibawa ke lantai dasar, menuju truk catering yang sudah disiapkan. Setelah itu kami masuk dan dibawa ke pesawat yang akan membawa ke Jakarta via Singapura.

Setelah mobil katering berada di sisi pesawat, truk itu naik, dan membuka sisi kanan jendela yang khusus untuk memasukkan makanan, di bagian depan. Saya pun tertatih-tatih melangkah mencari kursi sesuai hasil check ini. Alhamdulillah, saya malah lebih cepat masuk ke pesawat dibandingkan jalur normal. Ini pengalaman pertama dan tampaknya terakhir. Tentu berbeda dengan Presiden Donald Trump, yang melakukannya dengan alasan keamanan.

Saya menjadi penumpang Istimewa, karena saat pesawat SQ transit di Singapura, saya satu-satunya yang boleh duduk di kursi, sementara yang lain turun dan baru akan masuk lagi untuk terbang sesuai prosedur. Pengalaman unik, yang mungkin tidak akan saya ingat lagi kalau tidak ada peristiwa Trump di media Amerika Serikat. *

Ciputat, 12 Agustus 2026

Next Page »

  • vb