Pikiran Disebut “Memakan Usia”, Stres Berlebih Dikaitkan dengan Penuaan Otak

January 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Ungkapan “banyak pikiran bikin cepat tua” kini tak lagi sekadar pepatah. Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa stres kronis dan beban pikiran berlebih berhubungan dengan percepatan penuaan otak, bahkan membuat usia biologis otak tampak lebih tua dibanding usia sebenarnya.

Salah satu temuan penting datang dari penelitian berjudul Accelerated Brain Ageing During the COVID-19 Pandemic yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications pada 2022. Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Dorothee Auer dari University of Nottingham ini menggunakan pemindaian MRI dan kecerdasan buatan untuk mengukur usia biologis otak.

Hasilnya, kondisi stres berkepanjangan selama pandemi dikaitkan dengan percepatan penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, bahkan pada individu yang tidak terinfeksi COVID-19.

Selain itu, studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology melalui data Framingham Heart Study menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol yang tinggi berkaitan dengan penyusutan volume otak serta penurunan fungsi kognitif, terutama pada orang dewasa paruh baya. Penelitian ini menegaskan bahwa tekanan psikologis tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga memengaruhi struktur otak secara fisik.

Fenomena ini juga terasa dalam pengalaman sehari-hari masyarakat. Seorang narasumber muda di Samarinda, Nisa mengaku melihat langsung dampak beban pikiran terhadap perubahan fisik seseorang.

“Setuju sih, aku ngeliat temenku sendiri, dia jadi keliatan lebih tua sekarang karena disebabkan banyak pikiran,” ujarnya.

Para peneliti menjelaskan, penuaan otak tidak semata ditentukan oleh usia kronologis. Konsep biological brain age kini digunakan untuk menggambarkan kondisi otak berdasarkan struktur, jaringan saraf, dan fungsi kognitif. Faktor seperti stres berkepanjangan, kecemasan, pola tidur buruk, serta tekanan hidup disebut dapat mempercepat proses tersebut.

Di sisi lain, sejumlah riset juga menunjukkan, pengelolaan stres yang baik, aktivitas mental yang positif, serta pandangan hidup yang lebih adaptif dapat membantu memperlambat penurunan fungsi otak. Artinya, cara seseorang menghadapi masalah dan tekanan hidup memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental jangka panjang.


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1110850
    Users Today : 2910
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 47360
    Total Users : 1110850
    Total views : 10855210
    Who's Online : 77
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11