Ketua IHGMA Kaltim Dorong Kolaborasi Lintas Sektoral Perkuat Promosi Pariwisata

June 30, 2026 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Ketua DPD IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) Kalimantan Timur, Hendri Kurniawan menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perhotelan menjadi kunci dalam memperkuat promosi pariwisata di Samarinda maupun Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri kegiatan bincang-bincang pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Kalimantan Timur di Hotel Verona, Samarinda, Selasa (30/6/2026).

Hendri Kurniawan

Hendri mengatakan hotel memiliki peran strategis sebagai etalase informasi bagi wisatawan yang datang ke daerah. Menurutnya, berbagai informasi mengenai destinasi wisata hingga produk unggulan daerah dapat ditampilkan di hotel sehingga memudahkan tamu memperoleh referensi selama berada di Kalimantan Timur.

“Hotel menjadi salah satu tempat yang paling mudah dijangkau wisatawan. Di sana bisa ditampilkan informasi mengenai destinasi wisata, produk unggulan daerah, bahkan jika memungkinkan dilengkapi dengan informasi biaya perjalanan sehingga wisatawan lebih mudah merencanakan kunjungan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, promosi pariwisata tidak harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Kerja sama dengan sektor swasta maupun berbagai pihak dinilai mampu menjadi solusi agar memperluas jangkauan promosi.

Menurut Hendri, pola kolaborasi tersebut telah diterapkan pada berbagai kegiatan yang diselenggarakan IHGMA dengan melibatkan sponsor maupun mitra usaha.

“Ketika kami mengadakan kegiatan di asosiasi, kami juga menggandeng sponsor. Pola seperti ini terbukti lebih memudahkan pelaksanaan program,” katanya.

Di tengah kondisi efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, Hendri menilai pendekatan kolaboratif menjadi langkah yang paling realistis agar menjaga keberlangsungan promosi sektor pariwisata.

Karena itu, ia mendorong terbangunnya kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, pelaku industri perhotelan, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar pengembangan pariwisata di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih optimal.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah yang saat ini sedang mengalami penyesuaian tentu cukup berat. Solusinya adalah membangun kolaborasi lintas sektoral agar promosi pariwisata tetap berjalan dan memberikan dampak bagi daerah,” tutupnya. (yud)

Dinas Pariwisata Kaltim Ajak Semua Pihak Bersinergi Hadapi Tantangan

June 30, 2026 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menggelar bincang-bincang pariwisata bertajuk Sinergi Pemerintah, Pelaku Usaha, dan Mitra dalam Mewujudkan Tantangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Grand Verona, Jalan Ruhui Rahayu, Samarinda, Selasa (30/6/26).

Kegiatan tersebut menjadi forum diskusi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, perbankan, pengelola destinasi wisata, serta media untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager Grand Verona Hotel Hendri Kurniawan, Ketua DPD PUTRI Kaltim Dian Rosita, perancang busana Anas Maghfur, Ketua DPC PHRI Kota Samarinda, perwakilan Bank Indonesia, pengelola destinasi wisata, Ketua DPC PUTRI Samarinda Saddam Husein, pengelola destinasi wisata Salma Shofa, Yusak Lukas dari Desa Wisata Budaya Pampang, Khairil dari Kebun Desa, komunitas ekonomi kreatif, serta media cetak dan daring.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, mengatakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain mampu menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Menurutnya, pengembangan sektor tersebut saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan tren wisata yang mengarah pada pengalaman autentik, berkelanjutan, dan berbasis digital, hingga semakin ketatnya persaingan antar destinasi wisata.

Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas di sejumlah daerah, perlunya pelestarian budaya serta lingkungan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga ketidakpastian ekonomi global yang memengaruhi daya beli wisatawan juga menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.

Ririn menjelaskan pemerintah memiliki peran penting dalam menyusun regulasi yang mendukung investasi dan pengembangan destinasi wisata, menyediakan infrastruktur dasar, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, memperluas promosi melalui berbagai kegiatan, mendorong digitalisasi layanan pariwisata, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.

Di sisi lain, pelaku usaha diharapkan terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, menghadirkan inovasi pada produk wisata dan ekonomi kreatif, memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran, menerapkan prinsip usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah maupun komunitas.

Ia menambahkan, mitra pembangunan seperti akademisi, media, BUMN, BUMD, lembaga keuangan, asosiasi, komunitas, dan masyarakat juga memiliki kontribusi besar melalui pendampingan, riset, promosi, pembiayaan bagi UMKM, pengembangan jejaring bisnis, hingga pemberdayaan masyarakat lokal.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang terencana, komunikasi yang terbuka, kesamaan visi, pembagian peran yang jelas, serta evaluasi bersama menjadi kunci dalam mewujudkan destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing.

“Keberhasilan pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh mitra menjadi kunci dalam menciptakan destinasi yang berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi menyatukan visi, inovasi, dan komitmen agar menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (yud)

Tanjung Isuy Raih Posisi Tiga Besar Anugerah Desa Wisata Kaltim

June 16, 2026 by  
Filed under Wisata

KUTAI BARAT – Desa Wisata Tanjung Isuy, yang terletak di tepian Danau Jempang, Kecamatan Jempang, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil masuk dalam tiga besar Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur Tahun 2026. Pencapaian tersebut menempatkan Tanjung Isuy sebagai salah satu desa wisata unggulan yang mewakili Kabupaten Kutai Barat pada ajang bergengsi tingkat provinsi.

Keberhasilan ini menjadi pengakuan atas konsistensi masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya, kearifan lokal, dan pelestarian lingkungan. Tanjung Isuy dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang unik melalui perpaduan antara kekayaan tradisi masyarakat Dayak Benuaq dan pesona alam Danau Jempang yang menjadi salah satu ikon wisata di Kalimantan Timur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak yang selama ini berkomitmen mengembangkan potensi wisata daerah secara berkelanjutan.

“Masuknya Tanjung Isuy dalam tiga besar Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur merupakan prestasi yang patut disyukuri. Ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata berbasis budaya dan pemberdayaan masyarakat memiliki daya saing yang kuat di tingkat provinsi,” ujarnya.

Beragam potensi unggulan menjadi nilai lebih bagi Tanjung Isuy, mulai dari prosesi adat penyambutan tamu di Belurat Adat, pertunjukan seni budaya tradisional, kerajinan tenun Doyo dan sulam tumpar, hingga keberadaan rumah adat atau Lou yang masih terawat dan difungsikan sebagai pusat kegiatan budaya masyarakat. Selain itu, panorama Danau Jempang dan Pulau Padi turut memperkuat daya tarik wisata yang ditawarkan kepada para pengunjung.

Pada proses penilaian, para finalis Anugerah Desa Wisata Kalimantan Timur 2026 mengikuti sejumlah tahapan, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi lapangan, hingga presentasi di hadapan tim juri. Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, Tanjung Isuy berhasil menempatkan diri di jajaran tiga besar desa wisata terbaik.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap prestasi ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Tanjung Isuy diharapkan mampu terus berkembang sebagai destinasi unggulan yang membawa nama baik Kutai Barat di tingkat yang lebih luas. (adv diskominfo kubar).

Famtrip VII Dinas Pariwisata Kaltim Promosikan IKN ke Pasar Wisata Nusantara dan Internasional

June 12, 2026 by  
Filed under Wisata

IKN – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke-VII yang berlangsung 10-13 Juni 2026. Kegiatan ini mengambil lokasi di Kota Balikpapan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai destinasi unggulan yang diperkenalkan kepada pelaku industri pariwisata dan media.

Peserta famtrip kali ini berasal dari berbagai daerah dan negara, di antaranya perwakilan dari Brunei Darussalam, agen perjalanan wisata dari Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, serta media lokal Kalimantan Timur.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Dinas Pariwisata Kaltim memperluas promosi destinasi wisata daerah sekaligus memperkenalkan perkembangan terbaru kawasan IKN yang kini menjadi salah satu daya tarik baru bagi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan pemilihan IKN sebagai salah satu destinasi dalam agenda famtrip dilakukan karena kawasan tersebut memiliki daya tarik yang sangat besar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, IKN saat ini bukan hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia, tetapi juga telah berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik dikunjungi.

“Pemilihan IKN dalam Famtrip VI ini tentu bukan tanpa alasan. Saat ini IKN menjadi salah satu ikon baru Indonesia yang menarik perhatian masyarakat dunia. Kami ingin para pelaku industri pariwisata dan media melihat langsung perkembangan kawasan ini, sehingga mereka dapat menyampaikan pengalaman dan informasi yang akurat kepada wisatawan maupun calon wisatawan,” ujar Ririn.

Ia menjelaskan, keberadaan IKN memberikan peluang besar bagi sektor pariwisata Kalimantan Timur karena menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding destinasi lain di Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya memiliki wisata alam, budaya, dan bahari, tetapi juga memiliki destinasi modern yang sarat nilai sejarah dan pembangunan masa depan bangsa. Melalui famtrip ini kami berharap para peserta dapat menjadi duta promosi yang membantu memperkenalkan Balikpapan dan IKN kepada pasar wisata nasional maupun internasional,” tambahnya.

Salah satu peserta famtrip, Muhammad Habib Akbar dari KBRI Brunei Darussalam, mengaku terkesan dengan pengalaman yang diperoleh selama kunjungan ke IKN, khususnya kesempatan memasuki area Istana Negara.

“Waktu ke IKN memang sangat menarik. Ini merupakan kunjungan kedua kami ke IKN. Pada kunjungan pertama kami hanya sempat berfoto di spot depan Istana Negara. Namun kali ini kami mendapatkan kesempatan yang sangat langka karena dapat masuk ke dalam ruangan-ruangan Istana Negara,” katanya.

Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi momen yang tidak mudah didapatkan banyak orang dan memberikan kesan mendalam bagi para peserta.

“Hal itu merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Dinas Pariwisata Kaltim, yang telah memfasilitasi dan membantu kami sehingga mendapatkan pengalaman yang sangat berharga ini,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Famtrip VII, Dinas Pariwisata Kaltim berharap promosi destinasi wisata daerah dapat semakin luas, sekaligus memperkuat posisi Balikpapan dan IKN sebagai tujuan wisata yang layak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. (yud)

Festival Lou Bentian Akan Dimasukkan Kalender Wisata Kubar

June 10, 2026 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akan memasukkan Festival Lou Bentian ke Calender Of Event (CoE) Kutai Barat, dan juga bisa berlanjut masuk di Calender Even Nasional (CeN).

Kepala Dinas Pariwisata Kubar, Sumardi menyampaikan Festival Lou Bentian ini akan di masukkan di Calender of Even (CoE) Kabupaten Kutai Barat tahun 2027.

“Dinas Pariwisata Kubar akan memberikan masukan dan juga saran agar lebih meningkatkan seni dan budaya dari sembilan kampung yang ada di wilayah Kecamatan Bentian,” ujarnya.

Diharapkan even ini bisa bersaing, karena di ibukota ada juga Sempekat Harmoni Budaya, ada Lou Bentian, dan Dahau, serta festival lain di 16 kecamatan se- Kutai Barat.

“Mudah mudahan kita bisa masuk ke Calender Even Nasional (CeN),”harapnya.

Sebelumnya Bupati Kutai Barat melalui Sekda Kamius menyampaikan kepada masyarakat Bentian Besar, festival seperti harus di tingkatkan menjadi sebuah ekonomi kerakyatan, dan juga dari dinas Pariwisata nanti di dorong agar budaya lokal terangkat sesuai fisi misi Bupati Kutai Barat.

“Kita bersama sama dengan masyarakat adat mendukung pengembangan budaya, terlebih lagi kalau kita yang melaksanakannya,”ungkapnya.

Ia menyebut ini langkah awal dan harus ada keberlanjutan nya yang dikolaborasi dengan dinas pendidikan dan pariwisata dan terlebih lagi ada perusahaan yang menjadi sponsor serta menginisiasi festival ini. (arf)

Next Page »

  • vb