Perumda Tirta Kencana Kuras IPA Selili

August 18, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan bak clarifier, bak Water Treatment Plant (WTP) dan kanal pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Selili, Rabu (19/8/2026)

Divisi Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik menyampaikanmenyampaikan pengurasan dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Pengurasan ini merupakan pemeliharaan rutin instalasi bak reservoir dan bak clarifier  yang sudah menjadi agenda di IPA Selili.

Wilayah terdampak  jalur IPA Selili yakni Jalan Lumba Lumba, Jalan S Alimudin, Jalan Pelita 1,2 dan 3, Jalan Sultan Sulaiman, Jalan Padat Karya, Jalan sejati 1,2 dan 3, Jalan Rumbia, Perum Unmul, Perum PKL dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur  IPA tersebut  untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi terganggu,” terang Taufik.

Dijelaskan, IPA Selili dalam satu tahun minimal melakukan pengurasan sebanyak empat kali atau setiap tiga bulan. Meski demikian, pengurasan juga dilakukan jika filter sudah terlihat kotor. Demikian juga ketika vlug air sudah mulai naik ke permukaan.

Perumdam Tirta Kencana menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya layanan.  Kegiatan pengurasan ini bertujuan untuk menjaga kualitas agar kejernihan produksi air bersih selalu tetap terjaga. Untuk info dan pelaporan bisa hubungi contact center hotline 0541-2088100 atau Chat WA 0811553536 (*)

Masjid Perlu Miliki “Kotak Masalah”

August 13, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Masjid perlu mengubah cara pandang dalam melayani umat. Tidak cukup hanya memiliki kotak amal untuk menampung infak dan sedekah, masjid juga perlu memiliki “kotak masalah” untuk menampung berbagai persoalan masyarakat dan bersama-sama mencarikan solusinya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H. (bertopi)

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda, H. Nasrun dalam rapat bersama Gerakan Safari Subuh Berjamaah Bulanan yang digelar Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Kalimantan Timur di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, Jalan Harmonika, Samarinda, Rabu (12/8/2026).

Nasrun mengatakan, keberadaan masjid harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lingkungan sekitar. Persoalan umat tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan finansial, tetapi juga menyangkut pendidikan, keluarga, ekonomi, anak yatim, hingga persoalan sosial lainnya.

“Kalau selama ini di masjid kita mengenal kotak amal, kenapa tidak kita berpikir tentang kotak masalah? Artinya, ketika masyarakat punya masalah, mereka datang ke masjid dan masjid menjadi bagian dari problem solving,” kata Nasrun.

Menurut dia, gagasan tersebut penting agar aktivitas keagamaan tidak berhenti pada ritual, tetapi diikuti kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Ia mencontohkan masih adanya anak yatim dan keluarga kurang mampu di sekitar masjid yang membutuhkan perhatian, termasuk dalam persoalan pendidikan.

“Jangan sampai kita setiap hari membaca Al-Qur’an dan beribadah, tetapi masih tidak peduli dengan lingkungan kita,” ujarnya.

Nasrun juga mendorong pengelolaan potensi dana masjid agar memberikan manfaat yang lebih luas. Dana yang tersedia, sepanjang dikelola sesuai aturan dan tata kelola yang baik, dapat diarahkan untuk pemberdayaan umat, termasuk membantu masyarakat melalui skema pinjaman tanpa bunga.

Kolaborasi dengan BAZNAS juga dinilai penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Namun, ia mengingatkan agar pendataan mustahik dan masyarakat yang membutuhkan dilakukan secara akurat. Kesalahan data dapat menimbulkan persoalan, termasuk adanya penerima bantuan yang tercatat lebih dari satu kali.

Selain fungsi sosial, Nasrun menilai masjid perlu lebih adaptif dalam mendekati generasi muda. Cara berdakwah dan kegiatan masjid harus disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan jamaah.

Ia mencontohkan pengembangan ruang interaksi seperti kafe masjid, penyediaan Wi-Fi yang dikelola secara aman, serta bimbingan belajar bahasa Inggris, bahasa Arab dan keterampilan lainnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut bukan untuk menggeser fungsi utama masjid, melainkan menjadi sarana pendekatan agar anak-anak dan remaja merasa nyaman datang ke masjid.

“Kalau kita ingin menarik anak-anak ke masjid, mestinya materinya dan caranya juga menggunakan pendekatan anak-anak,” katanya.

Nasrun juga memberikan catatan terhadap rencana Safari Subuh agar tetap menjadi gerakan moral dan dakwah serta tidak ditunggangi kepentingan politik praktis. Kehadiran berbagai organisasi harus ditempatkan sebagai bentuk silaturahmi dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta mubalig yang dilibatkan merupakan penceramah yang meneduhkan, mencerahkan dan mempersatukan. Tradisi serta amaliah masing-masing masjid juga harus dihormati karena rombongan yang datang merupakan tamu.

“Kalau kita di sana tamu, kita harus menghargai amaliah yang ada. Jangan sampai kehadiran kita justru dianggap sebagai gerakan untuk mengubah warna masjid,” ujarnya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu materi penting dalam rencana Safari Salat Subuh Berjamaah yang akan digelar rutin satu bulan sekali di masjid-masjid Samarinda. Kegiatan ini digagas PW DMI Kaltim dengan melibatkan berbagai unsur kemasjidan, di antaranya DMI, BKM, BAZNAS dan BKPRMI.

Safari Subuh nantinya tidak hanya diisi salat berjamaah dan kajian, tetapi juga diarahkan pada aksi sosial, seperti bersih-bersih masjid dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Ketua Pimpinan Daerah DMI Kota Samarinda, Drs. KH. Azhar Qowim, M.Pd.I., menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai kegiatan yang dilakukan secara rutin dapat menjadi sarana memperkuat syiar sekaligus membangun kepedulian kepada jamaah.

Rapat tersebut dibuka Sekretaris PW DMI Kaltim, Muhammad Idris, M.Pd., dan menjadi bagian dari persiapan penyusunan konsep serta teknis Gerakan Safari Subuh Berjamaah Bulanan di Samarinda.

Melalui gagasan “kotak masalah”, masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat masyarakat beribadah dan bersedekah, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk menyampaikan persoalan, mendapatkan pendampingan, dan bersama-sama menemukan solusi.

Dengan demikian, masjid diharapkan kembali menjadi pusat kehidupan umat—bukan hanya ramai ketika waktu salat, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan tempat untuk bertanya, belajar, mendapatkan pertolongan, dan menemukan jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi. (fnd)

Siswa di Samarinda Ikuti Pelatihan dan Praktik Menulis Esai

August 9, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Sebanyak 74 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kota Samarinda mengikuti kegiatan Pelatihan dan Praktik Menulis Esai bertajuk “Pena Pemimpin Muda: Belajar dari Pahlawan Indonesia” di Aula Perpustakaan Kota Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Rumah Literasi Pelita bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Jaringan Penulis Indonesia (Jalanin) Kota Samarinda, serta Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kota Samarinda.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda saat membuka pelatihan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan melalui keteladanan pahlawan Indonesia. Peserta diajak memahami perjuangan membangun bangsa juga dapat diwujudkan melalui gagasan dan tulisan.

Ketua Rumah Literasi Pelita, Irma, turut memberikan motivasi kepada para peserta agar senantiasa menempa diri dalam dunia kepenulisan. Menurutnya, menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata, melainkan sarana untuk memengaruhi cara berpikir dan berkontribusi bagi perubahan.

“Teruslah menempa diri dalam menulis. Karena kita dapat mengubah dunia dengan menulis,” pesannya.

Pada sesi materi, Syafruddin Pernyata yang merupakan sastrawan, tokoh literasi Kaltim, sekaligus Ketua GPMB Kaltim, hadir sebagai pemantik, dengan moderator Inmas Devi Merdekawati.

Syafruddin Pernyata biasa dipanggil SP memaparkan kata-kata dan gagasan turut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan para pahlawan bangsa tanpa harus selalu mengandalkan kekuatan fisik.

Selanjutnya, sesi pelatihan teknis dan praktik menulis esai dipandu Endry Sulistyo dan Nurhikmah. Peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari cara menemukan ide, membangun argumentasi, hingga menuangkannya ke dalam esai yang menarik. Melalui metode praktik langsung ini, para siswa dilatih untuk berani menyuarakan perspektif mereka terhadap berbagai persoalan bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan bagi para peserta, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan serta ruang publikasi karya. Sebanyak 30 tulisan terbaik dari hasil praktik akan dibukukan sebagai dokumentasi resmi Kemendikdasmen RI. Selain itu, lima peserta terbaik berkesempatan mempublikasikan karya tulisnya melalui website resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur.

 

Seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan kepenulisan lanjutan melalui Komunitas Penulis Muda Samarinda di bawah pembinaan Jalanin Kota Samarinda.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial sehari saja, melainkan menjadi batu loncatan untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan di kalangan generasi muda Samarinda.

Di tengah momentum menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan yang tumbuh dari tangan anak muda yang mau membaca, berpikir, menulis, dan mengambil peran bagi masa depan Indonesia. (inmas devi)

Perumda Tirta Kencana Jamin Produk Samaqua

August 5, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perumda Tirta Kencana memastikan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Samaqua diproduksi menggunakan teknologi modern dengan standar keamanan pangan yang telah memenuhi seluruh persyaratan perizinan. Produk lokal Kota Samarinda itu resmi diluncurkan di Pusat Produksi AMDK Samaqua IPA Kalhol, Kecamatan Palaran, Rabu (5/8/2026).

Direktur Pelayanan Perumda Tirta Kencana Samarinda, Widyastuti Supartinah, mengatakan SAMAQUA dihadirkan sebagai produk lokal yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus memperluas pasar hingga luar Samarinda.

“Mari bersama mendukung produk lokal untuk memperkuat ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Samarinda bersama,” ujarnya.

Saat ini, SAMAQUA tersedia dalam tiga varian kemasan, yakni 220 mililiter, 330 mililiter, dan galon. Ke depan, perusahaan berencana menambah varian berukuran sekitar 600 mililiter mengikuti kebutuhan pasar.

Seluruh proses produksi dilakukan di kawasan IPA Kalhol menggunakan sumber air baku instalasi pengolahan air milik Perumda Tirta Kencana. Botol kemasan ukuran 220 mililiter dan 330 mililiter juga diproduksi sendiri menggunakan mesin khusus.

Kami juga sudah menyiapkan mesin untuk memproduksi kemasan 600 mililiter,” kata Widyastuti.

Selain menambah varian produk, Perumda Tirta Kencana juga menetapkan harga yang kompetitif agar mampu bersaing dengan merek lain di pasaran. Untuk kemasan galon, harga isi ulang dipatok Rp8 ribu, sedangkan galon beserta wadah dijual sekitar Rp80 ribu.

Sementara itu, kemasan 220 mililiter dijual sekitar Rp26 ribu per dus isi 24 botol, sedangkan kemasan 330 mililiter dipasarkan sekitar Rp37 ribu per dus. Menurut Widyastuti, harga tersebut disusun agar Samaqua dapat bersaing dengan produk-produk lokal yang telah lebih dahulu beredar di pasaran.

Ia memastikan seluruh dokumen perizinan telah dipenuhi sebelum produk dipasarkan kepada masyarakat.

“Seluruh dokumen perizinan telah lengkap, termasuk BPOM, SNI, sertifikasi halal, dan NIB resmi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pabrik AMDK Samaqua IPA Kalhol, Amin Ma’ruf, menjelaskan proses produksi dimulai dari pencetakan botol menggunakan mesin khusus sebelum memasuki tahapan pengolahan air dan pengemasan otomatis.

Menurutnya, penggunaan mesin pencetak botol sendiri membuat proses distribusi bahan baku lebih efisien dibandingkan membeli botol siap pakai. Selain menghemat biaya pengiriman, bentuk dan ukuran botol dapat disesuaikan menggunakan mesin yang sama.

Air baku kemudian melewati serangkaian proses penyaringan menggunakan media green sand, karbon aktif berbahan batok kelapa, filter mikron, ultra filtrasi, sinar ultraviolet, serta penambahan oksigen sebelum dikemas secara otomatis.

“Seluruh proses pengisian berlangsung otomatis tanpa sentuhan tangan sehingga kebersihan produk tetap terjaga sepenuhnya,” jelasnya.

Amin mengungkapkan setiap produk yang selesai dikemas wajib menjalani masa karantina selama 24 jam sebelum dipasarkan. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan produk benar-benar bebas bakteri dan aman dikonsumsi masyarakat.

Saat ini, pabrik mempekerjakan 12 tenaga kerja dengan kapasitas produksi mencapai 2 ribu botol per jam untuk mesin pencetak botol dan 3 ribu botol per jam pada mesin pengisian. Perusahaan juga membuka layanan pemesanan melalui WhatsApp, pembayaran non tunai menggunakan QRIS, layanan antar, serta tengah menyiapkan jaringan agen di berbagai wilayah Samarinda. (lhiea)

Perumda Tirta Kencana Kuras IPA Kalhol

August 5, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda menjadwalkan pengurasan bak sedimentasi dan Lagoon Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol Samarinda, Rabu (6/8/2026).

Divisi Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik menyampaikan,   pengerjaan pengurasan untuk meningkatkan produksi dan kualitas air bersih bagi pelanggan.

Kegiatan ini akan dilakukan pada pukul 08.00 Wita hingga selesai dan berdampak terhadap kegiatan produksi serta aliran distribusi air bersih dari IPA Kalhol.

Taufik mengingatkan seluruh pelanggan Perumdam Tirta Kencana yang aliran air di rumahnya berasal dari IPA Kalhol untuk menyediakan tampungan air, dikarenakan aliran distribusi akan mengalami gangguan selama proses pengerjaan pembersihan.

Beberapa kawasan yang terdampak dari pengurasan bak di IPA Kalhol diantaranya sebagian wilayah Palaran, Simpang Pasir dan sekitarnya, sebagian jalan HM Rifaddin, daerah Stadion Palaran, sebagian Jalan Adi Sucipto, serta Handil Bakti dan  sekitarnya.

Seluruh pelanggan di jalur tersebut diimbau bisa terlebih dahulu menampung air saat masih mengalir sebagai persediaan, karena selama perbaikan berlangsung aliran air akan mengalami gangguan.

“Kami memohon maaf atas terganggunya layanan ini, petugas dilapangan sedang lakukan perbaikan semoga lancar dan selesai secepatnya agar aliran distribusi bisa lancar kembali,” ucap Taufik.

Jika terdapat kendala atas saluran air yang telah perpasang di masyarakat. Para pelanggan dapat melakukan pelaporan dan konsultasi melalui call center Perumdam Tirta Kencana hotline 0541-2088100 atau Chat WA  0811553536 (*)

Next Page »

  • vb