Wakil Bupati Kubar Tekankan Kepatuhan ASN

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani

KUTAI BARAT – Penggeledahan yang dilakukan Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Kutai Barat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai momentum untuk memperkuat budaya kerja yang disiplin, transparan, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menegaskan, pemerintah daerah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan serta mendukung aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

“Kami mempersilahkan aparat penegak hukum melaksanakan tugas dan kewenangannya. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka dipersilakan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” ujar Nanang, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak semata dipandang sebagai persoalan hukum, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat daerah agar semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengelola anggaran.

Nanang mengingatkan, tuntutan tata kelola pemerintahan saat ini mengharuskan setiap aparatur bekerja secara tertib, terbuka, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang dilaksanakan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah diminta menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Ia secara khusus mengingatkan para Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), hingga bendahara agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jangan berpikir macam-macam. Laksanakan saja tugas sesuai aturan. Kalau perjalanan dinas dua hari, ya dua hari. Kalau menginap, lakukan sesuai kondisi yang sebenarnya. Jangan ada lagi manipulasi karena pada akhirnya semua bisa diperiksa,” tegasnya.

Selain itu, Nanang menaruh perhatian pada peran kepala perangkat daerah dalam memperkuat pengawasan internal. Menurutnya, pengendalian dan evaluasi harus dilakukan secara aktif agar potensi kesalahan dapat terdeteksi sejak dini.

Ia menekankan kepala OPD tidak cukup hanya menandatangani dokumen pertanggungjawaban, tetapi juga harus memastikan seluruh dokumen yang diajukan telah melalui pemeriksaan dan verifikasi yang memadai.

“Jangan sampai ada persoalan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Kepala OPD harus aktif melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap setiap kegiatan maupun administrasi yang masuk,” katanya.

Untuk mencegah munculnya persoalan administrasi maupun keuangan, perangkat daerah juga diminta memanfaatkan fungsi pembinaan dan pendampingan yang dimiliki Inspektorat.

Menurut Nanang, koordinasi dan konsultasi merupakan langkah yang lebih aman dibanding mengambil keputusan sendiri ketika terdapat keraguan dalam pelaksanaan kegiatan atau penyusunan laporan pertanggungjawaban.

“Kalau ragu, silakan koordinasi dengan Inspektorat. Tujuannya agar mendapat masukan dan bimbingan arahan agar semua berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Pemkab Kutai Barat Komitmen Pembangunan Dirasakan Seluruh Masyarakat

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan daerah dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan dalam rangka penyusunan RKPD Kubar Tahun 2027, di Ruang Aula Lantai 2, Kantor BKAD Kubar, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dihadiri, Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Wakil Ketua TP PKK Dewi Hairiah Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, camat serta perwakilan kelompok rentan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom.

Wabup menjelaskan Musrenbang Tematik merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.8/726/SJ tanggal 27 Januari 2026 yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian fisik dan angka statistik semata, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan sosial dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

“Prinsip yang diusung adalah Leave No One Behind, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, terpinggirkan, atau tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasinya dalam pembangunan daerah,”tegas Wabup.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, capaian indikator makro, maupun pembangunan infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.

Karena itu, pemerintah daerah harus mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran. Nanang mencontohkan masih adanya ketidaksesuaian antara program yang diberikan dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Kalau masyarakat membutuhkan kopi, jangan diberi kacang tanah. Artinya kebutuhan masyarakat harus dipahami secara tepat agar pembangunan benar-benar berdampak,”ujarnya.

Melalui Musrenbang Tematik ini, Pemkab Kubar memberikan ruang khusus bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, masyarakat adat, serta masyarakat miskin ekstrem untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah.

 

Nanang juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan program pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, peningkatan pelayanan bagi lansia, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

“Suara yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sehingga pembangunan Kubar semakin inklusif, adil dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat tanpa terkecuali,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappedalitbang Kubar Florensius Steven menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip Leave No One Behind.

Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, forum ini secara khusus disediakan bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, pengalaman maupun berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung dari sumbernya, bukan sekadar menebak-nebak kebutuhan masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan memiliki nilai penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah,”ujarnya. (yan/adv/diskominfo)

Seminar Wirausaha Muda Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Wirausaha Muda yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (9/6/2026).

Mengusung tema “Meningkatkan Minat Anak Muda untuk Berwirausaha Menuju Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Potensi Lokal,” kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan pelajar, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gerakan Pramuka, Karang Taruna, serta siswa SMAN 1 Linggang Bigung dan SMAN 2 Sendawar.

Seminar dibuka Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dispora Kutai Barat atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Menurut Nanang, perkembangan zaman dan dinamika ekonomi yang terus berubah menuntut generasi muda untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

“Kita berharap dari peserta yang hadir hari ini akan lahir wirausaha-wirausaha unggul di masa depan. Anak-anak muda harus menjadi pelaku usaha, bukan sekadar penonton. Jadilah manajer bagi usaha yang dibangun sendiri dan berani mengambil peluang yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kutai Barat memiliki potensi sumber daya yang besar dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi jika dikelola secara kreatif dan inovatif. Menurutnya, kemajuan teknologi digital saat ini juga membuka peluang yang luas bagi generasi muda untuk memasarkan produk lokal hingga menjangkau pasar yang lebih besar.

Nanang menambahkan, menjadi seorang wirausaha tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga mencerminkan sikap mandiri, kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Menjadi wirausaha yang sukses tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan proses, ketekunan, kesabaran, kerja keras, dan doa. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah wawasan sebanyak-banyaknya,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar terus menggali ilmu dari para mentor dan narasumber, memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, tidak takut menghadapi kegagalan, serta berani memulai langkah nyata dalam membangun bisnis sejak usia muda.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutai Barat, Gamas Laden, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan daya saing pemuda di bidang ekonomi.

Menurutnya, kewirausahaan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemandirian generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan formal. Seorang wirausaha harus mampu menciptakan, mengelola, mengembangkan, sekaligus berani menghadapi risiko dalam menjalankan usaha.

“Secara sederhana, wirausaha adalah orang yang berani, unggul, dan mampu menciptakan peluang melalui usaha yang dijalankannya. Karena itu, keberanian menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha,” jelasnya.

Gamas menambahkan, selain keberanian, seorang pelaku usaha juga perlu memiliki mental yang kuat, rasa percaya diri, kemampuan membangun relasi, serta perencanaan yang matang agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kehadiran wirausahawan muda diyakini akan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Ibn/adv diskominfo).

Sekolah dan Titik Rawan Laka Jadi Prioritas Pembenahan Fasilitas Keselamatan Jalan

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Barat (Kubar) terus melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan. Kawasan sekolah, rumah sakit, rumah ibadah hingga titik rawan kecelakaan menjadi prioritas dalam upaya pembenahan fasilitas keselamatan jalan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rita Nursandy mengatakan, pemenuhan fasilitas keselamatan jalan merupakan kebutuhan dasar yang harus diperhatikan pemerintah guna mendukung keamanan pengguna jalan.

“Ini merupakan kebutuhan dasar keselamatan masyarakat. Karena itu kami terus melihat fasilitas mana yang perlu diperbarui, diperbaiki maupun ditambah,” ujarnya saat melakukan peninjauan bersama Satlantas Polres Kubar, Selasa (9/6/2026).

Menurut Rita, wilayah dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Melak, Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Sekolaq Darat menjadi perhatian utama. Selain itu, fasilitas umum yang banyak digunakan masyarakat juga masuk dalam prioritas penanganan.

“Kawasan sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, pasar dan lokasi yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan cukup tinggi menjadi fokus kami,” katanya.

Ia menjelaskan, selain melakukan pembaruan marka jalan, Dishub juga terus berupaya melengkapi kebutuhan fasilitas keselamatan lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas dan sarana pendukung keselamatan jalan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kubar AKP Muhammad Syafi’i menyebut hasil pengecekan lapangan menunjukkan masih terdapat sejumlah marka jalan yang kondisinya sudah memudar dan tidak lagi terlihat jelas oleh pengguna jalan.

Menurutnya, kondisi tersebut ditemukan di beberapa ruas jalan mulai dari kawasan Simpang Raya hingga Melak. Karena itu, Satlantas Polres Kubar terus berkoordinasi dengan Dishub untuk menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dahulu.

“Banyak marka yang warnanya sudah memudar dan tidak terlihat jelas. Kami melakukan pengecekan bersama dan menyampaikan titik-titik yang perlu menjadi perhatian agar dapat segera ditangani,” ujarnya.

Syafi’i menegaskan, fasilitas keselamatan jalan bukan hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, tetapi juga untuk melindungi pejalan kaki yang memiliki hak yang sama dalam menggunakan ruang jalan.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas keselamatan yang telah disediakan pemerintah serta mematuhi aturan lalu lintas demi mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Melalui sinergi antara Dishub dan Satlantas Polres Kubar, pemerintah daerah berharap fasilitas keselamatan jalan di sejumlah kawasan publik dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.(sgh/adv diskominfo kubar)

Dinas Perhubungan Kubar Perbaharui Zebra Cross

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), pengecatan ulang zebra cross dan marka jalan dilakukan di sejumlah titik strategis yang tersebar di wilayah Melak, Barong Tongkok, dan Linggang Bigung.

Pekerjaan tersebut ditinjau Plt Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rita Nursandy bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kubar, Selasa (9/6/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas keselamatan lalu lintas yang telah dikerjakan dapat berfungsi optimal bagi masyarakat.

Rita mengatakan, keberadaan zebra cross, garis henti kendaraan (stop line), hingga pita kejut merupakan bagian dari kebutuhan dasar keselamatan lalu lintas yang harus tersedia di ruang publik.

“Ini merupakan kebutuhan dasar keselamatan masyarakat. Kami terus melakukan evaluasi terhadap fasilitas keselamatan jalan yang ada, mana yang perlu diperbarui, diperbaiki maupun ditambah,” ujarnya.

Menurutnya, pengerjaan marka jalan diprioritaskan pada kawasan dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi, seperti Melak, Barong Tongkok, Linggang Bigung, dan Sekolaq Darat. Selain itu, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, pasar, hingga kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan juga menjadi perhatian.

Berdasarkan data pekerjaan yang ditinjau di lapangan, pengecatan ulang dilakukan di sejumlah kawasan publik, termasuk lingkungan sekolah, rumah sakit, perbankan, rumah ibadah, hingga sekitar Polres Kubar. Total volume pekerjaan yang tercatat mencapai 468,3 meter persegi.

Pekerjaan tersebut meliputi pengecatan zebra cross, stop line, dan pita kejut yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan pengendara sekaligus memberikan ruang penyeberangan yang lebih aman bagi pejalan kaki.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kubar AKP Muhammad Syafi’i mengatakan banyak marka jalan dan zebra cross di sejumlah ruas jalan sebelumnya sudah tidak terlihat jelas akibat warna yang memudar dan kerusakan yang terjadi seiring waktu.

“Mulai dari kawasan Simpang Raya hingga Melak banyak marka yang sudah hilang warnanya dan tidak terlihat jelas. Karena itu kami berkoordinasi dengan Dishub untuk melakukan pengecekan bersama dan penanganan di titik-titik yang membutuhkan perbaikan,” katanya.

Ia menegaskan fasilitas keselamatan jalan tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, tetapi juga harus memberikan perlindungan kepada pejalan kaki. Karena itu, keberadaan zebra cross dan trotoar perlu dihormati serta dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Melalui pembaruan marka jalan tersebut, Dishub dan Satlantas berharap tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas semakin meningkat sehingga dapat mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas di Kubar. (sgh/adv diskominfo kubar)

Next Page »

  • vb