PSSI Kubar Gelar Piala Soeratin U 13 & 15

July 29, 2026 by  
Filed under Sepakbola

SENDAWAR – Pagelaran piala Soeratin U 13 dan U 15 Tahun 2026 akan digelar PSSI Kutai Barat (Kubar), Agustus mendatang. Saat ini tercatat tim yang mendaftar di U 13 sebanyak 13 tim, sedangkan U 15 ada 17 tim. Panitia membuka penyerahan berkas daftar pemain (DSP) dan official tim ke PSSI tanggal 29 Juli 2026 hingga 3 Agustus 2026.

Sedangkan usia kelahiran pemain (U 13) ditetapkan 1 Januari 2013 samoai 30 Desember 2014. Sedangkan usia kelahiran pemain (U 15) mulai 1 Januari 2011 hingga 30 Desember 2012.

Ketua PSSI Kubar Teddy Rakhmat menyampaikan, pendaftaran pemain minimal 11 orang dan maksimal 22 pemain. Klub dapat melakukan pendaftaran official sebanyak 7 orang, terdiri dari pelatih kepala, asisten pelatih, pelatih kiper, medis, kitmen. Setiap team menyiapkan 2 set baju jersey, untuk (home & away).

“Semua team wajib memiliki tenaga medis dan pelengkapanya masing-masing saat pertandingan,”ujar Teddy, Rabu (29/7/2026).

Dikatakannya, SSB atau klub wajib menggunakan pelatih berlisensi PSSI nasional. Pelatih hanya boleh melatih di satu team saja. Panitia tidak menerima pendaftaran dan penyerahan berkas setelah tanggal 3 Agustus 2026.

“Untuk peserta wajib klub anggota PSSI Kubar yang sudah disahkan dalam Kongres, dan juga SSB yang sudah terafiasi,”ungkapnya.

Verifikasi berkas pemain dan official tim dilakukan PSSI Kubar pada 4 – 6 Agustus 2026. Sementara teknikal meeting 7 Agustus 2026. Turnamen akan dilakukan pembukaan dan kick off pertandingan 10 Agustus 2026. Format turnamen ini menggunakan sistem setengah kompetisi. (arifin)

Janji Gubernur Kaltim Untuk Borneo FC

May 18, 2026 by  
Filed under Sepakbola

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menjanjikan akan memperhatikan Stadion Segiri Samarinda yang merupakan markas Borneo FC. Janji tersebut disampaikan Rudy Mas’ud di sela-sela nonton bareng (nobar) laga Persijap Jepara vs Borneo FC di Hotel Claro Pandurata eks hotel atlet, Minggu (17/5/2026).

Rudy Mas’ud didampingi istri duduk di tengah-tengah ribuan Pusamania mengenakan kaos kebanggaan Pesut Etam, berwarna oranye.

Perwakilan suporter Pusamania, Mario dalam menyampaikan kandang Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda saat ini masih belum memenuhi kelayakan yang ditetapkan FIFA khususnya standar pencahayan.

Saat ini Borneo FC berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 1. Pada peringkat ini, Borneo FC berpeluang tampil di laga Internasional level Asean dan Asia. Meski demikian, untuk bisa tampil di hadapan pendukungnya, standar kelayakan stadion harus memenuhi lisensi yang ditetapkan FIFA.

Mario menyayangkan jika Borneo FC harus main di luar Pulau Kalimantan, karena tidak ada stadion yang memenuhi standar lampu FIFA. Ia berharap lampu Stadion Segiri diperhatikan.

“Jangan sampai tim kebanggaan kita main di luar,” sebutnya.

Merespons hal itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memberikan angin segar bagi para pendukung. Ia berjanji Pemprov Kaltim akan mengupayakan pembenahan, agar Stadion Segiri bisa digunakan untuk menjamu lawan-lawan Borneo FC di kancah Asia.

“Nanti teknisnya kami atur seperti apa, yang penting Stadion Segiri ini bisa segera digunakan, untuk kegiatan Borneo FC berlaga di Asia nanti,” kata Rudy di tengah suporter Pusamania.

Laga tandang BRI Super League tersebut berakhir imbang tanpa gol, ini membuat langkah Borneo FC merebut posisi puncak klasemen dari Persib Bandung semakin berat, meski peluang juara liga masih terbuka. (*)

Turnamen Grassroot U-13 Berkah Ramadan 2026 Digelar di Stadion Swalas Gunaq

March 5, 2026 by  
Filed under Sepakbola

SENDAWAR – Turnamen sepak bola usia dini bertajuk Grassroot U-13 Berkah Ramadan 2026 akan digelar di Stadion Swalas Gunaq, 13 hingga 15 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti delapan tim Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kutai Barat.

Ketua Panitia, Andi, mengatakan turnamen ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan sepak bola usia dini, khususnya kelompok umur 11, 12, dan 13 tahun di Kutai Barat.

“Tujuan utamanya kembali kepada esensi pembinaan sepak bola usia dini di Kutai Barat. Ini sebagai wadah bagi anak-anak U-13 untuk menunjukkan bakat mereka,” ujarnya.

Turnamen ini merupakan gagasan langsung dari Andi yang kemudian berkolaborasi dengan Akademi Nyuatan Bersatu. Delapan tim yang telah resmi terdaftar yakni SSB Fajar Utama, Tifan Soccer School, Ajenda 13, TSS Ubar Soccer School, Persi Muja, SSB Bigung, Akademi Nyuatan, dan Menarung.

Pertandingan akan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu. Sistem yang digunakan adalah setengah kompetisi, dengan delapan tim dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi empat tim.

Pada babak penyisihan grup, pertandingan menggunakan durasi 2×20 menit. Sementara di babak semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final, durasi pertandingan menjadi 2×25 menit tanpa perpanjangan waktu dan langsung dilanjutkan adu penalti jika imbang.

Menurut Andi, fokus pada kelompok usia 13 tahun sejalan dengan program ASKAB PSSI Kutai Barat yang akan menggelar Piala Soeratin tahun ini untuk kategori U-13 dan U-15. Sebelumnya, turnamen U-15 telah lebih dahulu dilaksanakan.

“Kami ingin anak-anak U-13 juga mendapat kesempatan yang sama untuk bertanding dan mengukur kemampuan mereka sebelum tampil di Piala Soeratin 2026,” jelasnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari ASKAB PSSI Kutai Barat. Ketua ASKAB PSSI Kutai Barat, Teddy Rakhmat, disebut telah menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Dukungan juga diberikan Air Mineral Sii, Zidan Coffee Shop dan LPK Kalleria Group

Andi berharap semakin banyaknya kompetisi usia dini akan meningkatkan jam terbang pemain, membentuk mental bertanding, serta menumbuhkan sportivitas. Selain itu, turnamen ini juga menjadi tolok ukur bagi para pelatih dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi resmi.

Ke depan, panitia menargetkan turnamen ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan sepak bola usia dini di Kutai Barat.

“Kami berharap kegiatan ini sukses dan bisa terus berlanjut setiap tahun,” tutupnya. (arf).

Kepala Dispora Kukar Tegaskan Pentingnya Pembinaan Sepak Bola Sejak Dini

December 4, 2025 by  
Filed under Sepakbola

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni

Tenggarong – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni, menegaskan pentingnya pengembangan bakat anak-anak melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kukar.

Aji Ali menyebutkan bahwa SSB menjadi sarana bagi orang tua menyalurkan minat anak-anak, khususnya dalam olahraga sepak bola.

“Kami percaya, pengenalan sepak bola sejak dini sangat penting. Dengan demikian, anak-anak bisa memahami teknik dasar, penguasaan bola, dan aspek teknis lainnya, yang memudahkan mereka saat berkompetisi di usia lebih besar,” kata Aji Ali, Kamis (4/12/2025).

Dengan melihat prestasi yang diraih di tingkat Porprov tahun lalu maupun POPDA saat ini menunjukkan keberhasilan pembinaan sejak awal.

Khusus di wilayah Tenggarong, Aji Ali menyampaikan rencana pengembalian fungsi Lapangan Pelajar yang selama ini digunakan SSB untuk latihan.

“Setelah perpindahan pasar ke Pasar Induk selesai, lapangan akan ditata ulang. Penggunaannya akan diatur agar bisa dipakai malam hari maupun untuk pertandingan yang layak,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung pengembangan anak-anak muda di sepak bola.

“Kami ingin lapangan ini digunakan dengan baik dan terus mendukung prestasi anak-anak,” tutupnya. (Adv/Dispora Kukar/Rd)

Manajer Timnas U-17 Beberkan Pengalaman Zaman Nurdin dan Erick Thohir

December 3, 2025 by  
Filed under Sepakbola

Zaki Iskandar

JAKARTA – Manajer Timnas U17, Zaki Achmad Iskandar, akhirnya membeberkan pengalaman langka yang jarang diketahui publik, perbandingan langsung antara sistem pembinaan PSSI di era Ketua Umum Nurdin Halid dan era modern di bawah kepemimpinan Erick Thohir. Zaki, yang sudah terlibat dalam beberapa generasi Timnas usia muda sejak 2006, mengaku bahwa pendekatan federasi terhadap pengembangan pemain telah berubah sangat dramatis, baik dari sisi metode, dukungan, hingga efektivitas hasil.

Zaki bercerita, pada masa Nurdin Halid, kebijakan yang diterapkan adalah mengirim satu tim lengkap U23 ke Belanda untuk pembinaan jangka panjang di bawah kendali KNVB menuju Asian Games 2006/Qatar. Tim tinggal selama hampir enam bulan, namun berangkat dalam kondisi minim staf, hanya pelatih, manajer, asistennya, sekretaris, dan kitman.

Sebagian besar aspek latihan ditangani penuh oleh KNVB, termasuk nutrisi, pelatih fisik, hingga pelatih kiper. Meski terkesan modern, program itu justru menghasilkan hambatan besar, culture shock, masalah makanan, perbedaan cuaca ekstrem, hingga homesick. “Tekanannya besar, tapi untung waktu itu belum ada sosial media,” ujar Zaki Iskandar dalam wawancara di podcast discord, Rabu (3/12)

Hasil pertandingan di Asian Games 2006 pun buruk, Timnas yang saat itu dihuni Bobby Satria, dkk kalah telak di dua laga awal kualifikasi Grup B. Kalah, 6-0 dari Irak dan 4-1 dari Suriah hingga Zaki akhirnya membuat laporan resmi ke PSSI bahwa program jangka panjang di Eropa, kurang efektif untuk kondisi pemain Indonesia.

Pengalaman pahit itulah yang membuat Zaki melihat perbedaan besar saat ini, di bawah era Erick Thohir. Menurutnya, PSSI kini tidak lagi memaksakan TC panjang 6–12 bulan di luar negeri. Sebaliknya, federasi membangun ekosistem pelatihan yang lebih manusiawi, terukur, dan diadaptasi dengan kultur Indonesia.

TC dilakukan panjang di dalam negeri, dengan sesekali “road show” ke luar negeri seperti ke Bulgaria dan Dubai. “Metode sekarang jauh lebih cocok. Kami bisa menjaga mental, nutrisi, dan kondisi pemain usia 16–17 tahun yang rawan,” jelas Zaki. Dukungan federasi juga jauh lebih lengkap: dari pelatih spesialis, tenaga medis, ahli gizi, hingga psikolog yang selalu mendampingi para pemain.

Zaki menegaskan, pengalaman dua era ini membuktikan satu hal penting, model pembinaan tidak bisa copy-paste dari luar negeri. Dibutuhkan adaptasi, kesinambungan, dan pemahaman kultur pemain muda. Ia menyebut metode PSSI era Erick Thohir lebih efektif membangun karakter, kekuatan mental, dan kesiapan kompetitif.

“Untuk usia 17–20, TC panjang di dalam negeri sangat ideal. Untuk U20 atau U23, barulah pemain bisa dicicil dikirim ke luar untuk memperkaya pengalaman,” ujarnya.

Dengan sistem baru yang lebih matang dan terukur, Zaki meyakini fondasi sepak bola usia muda Indonesia kini berada pada jalur yang jauh lebih tepat menuju level yang lebih tinggi.

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1959640
    Users Today : 2377
    Users Yesterday : 7268
    This Year : 896150
    Total Users : 1959640
    Total views : 15930113
    Who's Online : 4
    Your IP Address : 216.73.216.14
    Server Time : 2026-08-19