LPTQ Bahas Persiapan MTQH Tingkat Provinsi ke XLVI di Kutai Kartanegara

July 7, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Koordinasi bersama LPTQ Kutai Kartanegara membahas Persiapan Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) Tingkat Provinsi ke XLVI tahun 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rapat dipimpin Ketua LPTQ Provinsi Kaltim Sri Wahyuni melalui Wakil Ketua II Dasmiah didampingi Wakil Ketua I Abdul Khaliq, di Sekretariat LPTQ Kaltim,  Selasa (7/7/2024).

“Ada tujuh poin penting yang menjadi agenda pembahasan rakor kita bersama LPTQ Kutai Kartanegara selaku panitia daerah pelaksanaan MTQN dan LPTQ Kabupaten/Kota se Kaltim,” sebut Dasmiah.

Rapat, kata dia, bertujuan menyamakan persepsi seluruh panitia dan pemangku kepentingan, penetapan tanggal pelaksanaan, penetapan tanggal dan tempat ekspose, dan tentunya membahas kesiapan pelaksanaan MTQH mendatang.

Selanjutnya membahas kesiapan daerah sebagai tuan rumah, mengidentifikasi kendala dan solusi awal, serta membahas kembali pembagian tugas dan tanggungjawab panitia daerah dan panitia provinsi.

Jadwal launching logo dan tema, serta ekspos MTQH rencananya dilaksanakan pada 4 November 2026, di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara. Sedangkan jadwal pelaksanaan MTQH sendiri dijadwalkan pada 3-12 Desember 2026, di Tenggarong.

“Penetapan tanggal menyesuaikan kesediaan dan kesiapan anggaran Pemkab Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu dibahas terkait kesiapan dan ketersediaan penginapan bagi peserta yang datang. Estimasi 1.150 orang yang akan datang ke Tenggarong dengan rincian 600 peserta, 250 official, 300 tamu undangan.

“Semoga semua siap dan seluruh khafilah bisa tertampung dan terlayani dengan baik. Alhamdulillah kemarin saat lapor Menteri Agama RI terkait pelaksanaan MTQH beliau bersedia hadir bersama para Dirjen ke Kaltim,” harapnya.

MTQH Tingkat Provinsi ke XLVI tahun 2026 mempertandingkan 9 cabang dan 28 golongan lomba. Terdapat penambahan 4 golongan lomba dari MTQ 2025.

Sementara Ketua LPTQ Kutai Kartanegara Sunggono mengaku panitia daerah telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari rapat besar bersama seluruh unsur terkait, hingga meninjau rencana lokasi kegiatan pembukaan dan venue – venue lomba.

“Konsep kegiatan akan melibatkan seluas-luasnya masyarakat untuk ikut menyemarakkan, sebagai penonton, termasuk pemberdayaan UMKM ,” pungkasnya. (AM)

Talisayan Matangkan Persiapan MTQ ke 56 Se-Kabupaten Berau

July 5, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TALISAYAN – Menjelang  pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Berau di Kecamatan Talisayan yang dijadwalkan Kamis (9/7/2026), tuan rumah terus mematangkan persiapannya.  Kecamatan ini terus mempercantik wilayah dengan gotong royong melibatkan seluruh lapisan masyarakat, baik di area pelaksanaan kegiatan, maupun di setiap wilayah tingkat rukun tetangga (RT) Talisayan.

‎Kepada Viva Borneo, Camat Talisayan Mutmainnah mengaku persiapan pelaksanaan MTQ ke 56 di Talisayan terus dilakukan dan sudah mencapai 90 persen. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu kesiapan sarana dan prasarana musabaqah, akomodasi serta penginapan bagi kafilah, dewan hakim, panitera dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Berau di Talisayan.

‎”Kami masih terus menyempurnakan beberapa bagian terakhir dan optimis seluruh persiapan bisa selesai tepat waktu,” kata Mutmainnah.

‎ Mutmainnah juga terus berkoordinasi dengan seluruh panitia, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait.  Bertujuan agar setiap cabang lomba, akomodasi, serta fasilitas pendukung dapat berjalan baik.

‎”Kami berharap  dukungan dan doa  dari seluruh masyarakat agar pelaksanaan MTQ ke 56 di Kecamatan Talisayan nanti berjalan lancar dan sukses,” pesan Muthmainnah.

‎ Kecamatan Talisayan juga terus membangun komunikasi baik ke Pemkab Berau maupun Kemenag Kaltim, sehingga tidak ada kendala berarti dihadapi panitia di lapangan.

‎”Tidak ada kendala yang berarti. Beberapa hal teknis yang muncul selama persiapan dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama yang baik antara panitia, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan serta masyarakat,’ katanya.

‎Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Berau, Toto Marjito, mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Bagian Kesra tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ ke-56 di Kecamatan Talisayan, dapat berjalan dengan baik dan sukses. (yoi)

Dinsos Kaltim Serahkan Bantuan Kebutuhan Dasar Penyintas Kebakaran

July 2, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi penyintas kebakaran yang menghanguskan 11 rumah dan 1 bangsalan 3 pintu, di Jl. Cipto Mangun Kusumo Gg Ikhlas RT28, Simpang Tiga, Loa Janan Ilir, Samarinda, 27 Juni 2026.

Bantuan yang terdiri 19 paket permakanan, paket sandang, paket barang pengungsian, dan paket barang khusus kelompok rentan tersebut diserahkan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak didampingi Kabid Perlindungan Sosial Achmad Rasyidi, Rabu (1/7/2026).

“Ini bentuk kepedulian kita. Dan memang sudah menjadi tanggung jawab hadir memberikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas yang masuk kategori bencana provinsi, yakni dengan jumlah korban 51-100 jiwa,” akunya.

Menurutnya, pemerintah hadir setidaknya untuk meringankan beban mereka yang kurang beruntung menjadi korban bencana. Jangan sampai karena tidak ada perhatian akan semakin terpuruk hingga jatuh miskin.

“Korban bencana ini termasuk kategori rentan. Satu level di atas sedikit kategori miskin. Jika tidak mendapatkan penanganan bisa jatuh miskin. Untuk itu pemerintah harus hadir,” terangnya.

Adapun bantuan permakanan yang diserahkan masing-masing terdiri dari Beras @5kg, Gula Pasir @ 1 kg, Kornet @ 1 kaleng, Sardern@ 1 kaleng, Biskuit @ 1 kaleng, Mie instan @ 1 dos, Minyak goreng @ 1 liter, dan Susu kental manis @ 1 kaleng.

Kemudian paket sandang terdiri dari Sarung, Selimut, Handuk, Seragam Sekolah, Sepatu Sekolah, Pakaian Dalam Pria, Kaos Dalam Pria Dewasa, Kaos Kerah Pria, Pakaian Dalam Wanita (CD & Bra), Pakaian Wanita (Daster), dan Perlengkapan Mandi (Sikat Gigi,Sabun Mandi,Shampo).

Untuk paket barang pengungsian terdiri dari Terpal Plastik, Matras, Bantal, dan Alat Dapur. Serta paket barang khusus kelompok rentan terdiri dari Popok Anak, Popok Dewasa, Pembalut, Perlengkapan Mandi Anak, Susu Ibu Hamil, Susu Lansia, Susu Balita, Bubur Bayi, dan Snack Bayi.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis ke Lurah Simpang Tiga M Yulian Mustofa P didampingi Ketua RT 28 Bukran dan juga ke penyintas bencana kelompok rentan. (AM)

Harmoni Talenta TPA Al-Manar Semarakkan Tahun Baru Islam

June 30, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

KUTAI BARAT – Penutupan kegiatan Harmoni Talenta TPA Al-Manar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah berlangsung di Pendopo Masjid Al Muhajirin, Kampung Linggang Bangun Sari, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Senin malam (29/6/2026).

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini juga diisi dengan berbagai perlombaan Islami yang diikuti anak-anak, di antaranya lomba adzan, kaligrafi, mewarnai, cerdas cermat, pidato, hingga fashion show Islami sebagai penutup acara.

Di balik semarak perlombaan tersebut, Pemerintah Kampung Linggang Bangun Sari memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam untuk mempertegas komitmennya dalam memajukan sektor pendidikan, khususnya pendidikan berbasis keagamaan.

Kepala Kampung Linggang Bangun Sari, H. Sulaiman, mengatakan pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Menurutnya, pendidikan menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi yang mampu membawa kemajuan bagi kampung.

“Kami sudah membangun taman kanak-kanak sebagai langkah awal. Insyaallah ke depan kami akan mengupayakan berdirinya Madrasah Ibtidaiyah di Kampung Linggang Bangun Sari agar pendidikan agama bagi anak-anak semakin baik,” ujarnya.

Ia menuturkan, pemerintah kampung secara bertahap telah mengalokasikan sebagian dana desa untuk mendukung pembangunan dan pengembangan dunia pendidikan. Langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah kampung dalam mempersiapkan generasi penerus yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus akhlak yang baik.

  1. Sulaiman juga mengaku bangga melihat semakin banyak anak-anak kampung yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren maupun perguruan tinggi. Baginya, hal tersebut menjadi harapan besar bagi lahirnya generasi yang mampu meneruskan pembangunan kampung dengan bekal ilmu agama dan wawasan yang luas.

“Saya sangat terharu melihat anak-anak kita yang mondok dan kuliah. Mudah-mudahan mereka menjadi penerus yang mampu membimbing masyarakat dan membawa Kampung Linggang Bangun Sari semakin maju dengan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program pembangunan pendidikan yang tengah dirancang pemerintah kampung. Menurutnya, cita-cita mendirikan Madrasah Ibtidaiyah tidak dapat terwujud tanpa dukungan dan kebersamaan seluruh warga.

“Sebagian dana desa telah kami sisihkan untuk pembangunan dan pendidikan. Kami mohon doa serta dukungan masyarakat agar rencana ini dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi anak-anak kita di masa mendatang,” tutupnya.

Melalui kegiatan Harmoni Talenta TPA Al-Manar, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan Islam demi melahirkan generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (*)

Bontang Antusias Bentuk IPPRISIA, Dorong Implementasi Program SIAP BERDAYA

June 24, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

BONTANG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur terus memperluas sinergi pemberdayaan perempuan di daerah. Setelah mengunjungi Berau, organisasi tersebut melanjutkan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, Jumat (19/6/2026).

Pada pertemuan yang diterima Kepala DP3AKB Bontang, Bahtiar Mabe, IPPRISIA Kaltim memaparkan Program Sekolah Inklusif Aman dan Produktif untuk Perempuan Berdaya (SIAP BERDAYA), sebuah model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Ketua DPD IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, mengatakan audiensi tersebut bertujuan membangun kolaborasi strategis antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah guna meningkatkan kapasitas perempuan, khususnya kelompok rentan, agar lebih mandiri secara sosial dan ekonomi.

Menurut Marliana, Program SIAP BERDAYA dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas perempuan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, pendampingan, penguatan jejaring, hingga pengembangan usaha ekonomi produktif yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Program ini menyasar perempuan rentan, perempuan kepala keluarga, penyintas kekerasan, serta kelompok perempuan yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui Program SIAP BERDAYA, perempuan tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri, jejaring, dan peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Marliana.

Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan tidak cukup dilakukan melalui pelatihan jangka pendek, melainkan membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar menghasilkan perubahan yang nyata.

Dalam audiensi tersebut, IPPRISIA juga memaparkan konsep, tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta peluang sinergi program dengan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan yang telah dijalankan Pemerintah Kota Bontang.

Program SIAP BERDAYA sendiri telah mendapat dukungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur melalui surat resmi yang mendorong pemerintah kabupaten/kota berkoordinasi dengan IPPRISIA dalam pelaksanaan program pemberdayaan perempuan. Dukungan itu mencakup identifikasi kelompok sasaran, fasilitasi kolaborasi lintas sektor, hingga pendampingan dan pemantauan program.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, IPPRISIA berharap program tersebut dapat diimplementasikan secara efektif dan menjangkau lebih banyak perempuan penerima manfaat di Kota Bontang.

Menanggapi paparan tersebut, Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menyambut positif Program SIAP BERDAYA dan meminta jajarannya segera melakukan komunikasi intensif untuk merancang kolaborasi yang konkret.

“Mudah-mudahan nanti bisa ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama untuk pelaksanaan program ini,” katanya.

Bahtiar juga mendorong segera terbentuknya IPPRISIA Kota Bontang agar berbagai program yang telah berjalan di daerah lain dapat diadopsi dan dikembangkan di Kota Bontang. (esf)

Next Page »

  • vb