Siswa di Samarinda Ikuti Pelatihan dan Praktik Menulis Esai

August 9, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Sebanyak 74 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA se-Kota Samarinda mengikuti kegiatan Pelatihan dan Praktik Menulis Esai bertajuk “Pena Pemimpin Muda: Belajar dari Pahlawan Indonesia” di Aula Perpustakaan Kota Samarinda, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Rumah Literasi Pelita bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Jaringan Penulis Indonesia (Jalanin) Kota Samarinda, serta Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kota Samarinda.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Asep Juanda saat membuka pelatihan menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat kepemimpinan melalui keteladanan pahlawan Indonesia. Peserta diajak memahami perjuangan membangun bangsa juga dapat diwujudkan melalui gagasan dan tulisan.

Ketua Rumah Literasi Pelita, Irma, turut memberikan motivasi kepada para peserta agar senantiasa menempa diri dalam dunia kepenulisan. Menurutnya, menulis bukan hanya sekadar menuangkan kata-kata, melainkan sarana untuk memengaruhi cara berpikir dan berkontribusi bagi perubahan.

“Teruslah menempa diri dalam menulis. Karena kita dapat mengubah dunia dengan menulis,” pesannya.

Pada sesi materi, Syafruddin Pernyata yang merupakan sastrawan, tokoh literasi Kaltim, sekaligus Ketua GPMB Kaltim, hadir sebagai pemantik, dengan moderator Inmas Devi Merdekawati.

Syafruddin Pernyata biasa dipanggil SP memaparkan kata-kata dan gagasan turut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan para pahlawan bangsa tanpa harus selalu mengandalkan kekuatan fisik.

Selanjutnya, sesi pelatihan teknis dan praktik menulis esai dipandu Endry Sulistyo dan Nurhikmah. Peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mulai dari cara menemukan ide, membangun argumentasi, hingga menuangkannya ke dalam esai yang menarik. Melalui metode praktik langsung ini, para siswa dilatih untuk berani menyuarakan perspektif mereka terhadap berbagai persoalan bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan bagi para peserta, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan serta ruang publikasi karya. Sebanyak 30 tulisan terbaik dari hasil praktik akan dibukukan sebagai dokumentasi resmi Kemendikdasmen RI. Selain itu, lima peserta terbaik berkesempatan mempublikasikan karya tulisnya melalui website resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur.

 

Seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan kepenulisan lanjutan melalui Komunitas Penulis Muda Samarinda di bawah pembinaan Jalanin Kota Samarinda.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial sehari saja, melainkan menjadi batu loncatan untuk membangun budaya literasi yang berkelanjutan di kalangan generasi muda Samarinda.

Di tengah momentum menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa selalu ada harapan yang tumbuh dari tangan anak muda yang mau membaca, berpikir, menulis, dan mengambil peran bagi masa depan Indonesia. (inmas devi)

  • vb