Air Zamzam, Mata Air Keajaiban di Jantung Tanah Suci

February 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Makkah, Arab Saudi — Air Zamzam bukan sekadar air biasa. Ia adalah cerita yang mengalir bersama sejarah, keyakinan, dan pengalaman jutaan manusia yang datang ke jantung Tanah Suci. Di antara bangunan-bangunan megah dan ritme tawaf yang bergerak tak henti, mata air Zamzam berdiri sebagai satu hal yang tak pernah luput dicari seperti magnet yang mengikat hajat dan harapan jamaah.

Kisah Zamzam bermula ribuan tahun silam, saat Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT untuk meninggalkan istri dan putranya, Ismail, di padang pasir yang kemudian dikenal sebagai Makkah. Ketika Hajar mencari air untuk anaknya yang kehausan, ia berlari antara dua bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ketika langkah kaki keduanya hampir putus asa, Allah mengirimkan mata air di bawah kaki Ismail.

Mata air itu disebut Zamzam, yang dalam bahasa Arab berarti “berdesir” atau “mendesis”, menggambarkan bunyi air yang keluar dari perut bumi. Sejak saat itu, Zamzam menjadi sumber kehidupan di tengah gurun, menjadi alasan berdirinya kota Makkah, dan kemudian magnet bagi umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Hingga kini, aliran air Zamzam berhasil dipertahankan melalui sistem sumur dan pemompaan modern yang sangat terjaga. Di sekitar Masjidil Haram, terdapat puluhan titik penyajian air Zamzam, mulai dari kran-kran kecil di area tawaf, dispenser otomatis di tempat-tempat strategis, hingga wadah besar yang dijaga petugas khusus.

Sebagian besar titik itu berada di area bawah tanah (bawah mata lantai marmer) yang dikenal sebagai Tannur Zamzam. Dari sini, jutaan liter air dipompa dan didistribusikan setiap hari selama jam ibadah, baik siang maupun malam termasuk pada saat kunjungan saya pada pertengahan Januari 2026, ketika Masjidil Haram dipenuhi jutaan jamaah dari seluruh dunia.

Secara spiritual, umat Islam percaya bahwa air Zamzam memiliki keberkahan besar. Dalam banyak riwayat, Nabi SAW. menganjurkan minum air Zamzam dengan niat yang tulus:

“Air Zamzam itu untuk apa ia diminum.”
(HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Artinya, setiap orang boleh mengambil maksud yang berbeda saat minum air Zamzam, apakah itu untuk kesehatan, kelancaran hajat, atau ketenangan batin selama niatnya baik dan sesuai syariat.

Secara ilmiah, sejumlah penelitian menunjukkan, air Zamzam memiliki kandungan mineral yang unik, termasuk kalsium, magnesium, natrium, dan bikarbonat, yang menjadikannya air yang relatif stabil dan aman dikonsumsi. Meski demikian, penelitian ilmiah tidak serta-merta membuktikan keberkahan spiritualnya, kepercayaan itu tetap berada di ranah keyakinan umat Islam.

Minum air Zam-zam adalah momen yang tidak ingin aku lewatkan, hari itu ketika aku selesai shalat, aku menghampiri salah satu titik air Zamzam di area Masjidil Haram pada siang hari yang sangat ramai. Antrian panjang terlihat mengular, mengular, hampir setengah mengelilingi lorong yang dipenuhi kran-kran kecil itu. Banyak jamaah tampak sabar menunggu giliran, berdiri di bawah terik matahari atau di sela-sela kerumunan yang bergerak pelan.

Aku pun berniat ikut mengantri, dengan harapan bisa menyeruput air itu seperti yang selama ini kuimpikan. Namun ketika aku hampir bergabung di belakang barisan panjang itu, sesuatu yang menakjubkan terjadi.

Seorang petugas yang menjaga titik air itu mendekat, berbicara dalam bahasa Arab sambil menunjuk ke arah air Zam-zam.
“Mau minum?,” ujarnya dalam bahasa Arab.

Aku hanya bisa mengangguk.

“Tentu,” ujar lelaki itu, kemudian mengambilkan segelas air Zamzam dan menyerahkannya kepadaku.

Masya Allah.

Di tengah kerumunan yang padat, ketika semua berjalan lambat dan penuh sabar, aku mendapatkan air itu dengan mudah. Tanpa antrian panjang, tanpa jeda panjang menunggu giliran. Semua itu, aku yakin, adalah pertolongan Allah, yang datang dalam bentuk yang paling sederhana dan penuh makna. Di antara jutaan langkah kaki yang berputar di sekitar Ka’bah, aku merasa seolah Allah berkata: “Ambillah ini sekarang.”

Air itu terasa manis di tenggorokan, bersih, dan sejuk. Dalam setiap tegukan, aku menaruh doa panjang yang tak terucap doa untuk keluarga di rumah, doa untuk perjalanan hidup yang belum usai, doa agar segala usaha jadi lebih berarti.

Sumur Zamzam tidak pernah kering, meski telah mengalir selama lebih dari 4.000 tahun. Lokasi asalnya tetap di bawah Ka’bah, meskipun sistem distribusi telah diperluas secara modern.

Air Zamzam adalah air mineral alami, tidak melalui proses penyaringan kimiawi; sumbernya langsung dari tanah suci.

Jumlah konsumsi per hari bisa mencapai jutaan liter, terutama saat musim haji dan umrah.

Setiap jamaah boleh membawa pulang air Zamzam, sesuai ketentuan masing-masing negara namun tetap ada batasan tertentu demi keselamatan transportasi udara. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1319140
    Users Today : 1365
    Users Yesterday : 7595
    This Year : 255650
    Total Users : 1319140
    Total views : 12034640
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-13