Fibermaxxing, Tren Diet Viral TikTok

February 11, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Share this news

Media sosial TikTok kembali melahirkan tren pola makan baru yang kini ramai diperbincangkan, yakni fibermaxxing. Tren ini menekankan peningkatan konsumsi serat dalam menu harian sebagai upaya menjaga kesehatan usus (gut health) sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Fenomena fibermaxxing muncul lewat berbagai konten kreator yang membagikan rutinitas makan tinggi serat, mulai dari konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan fermentasi. Tren ini kemudian menarik perhatian publik karena dinilai lebih realistis dibandingkan diet ekstrem yang sebelumnya sempat viral.

Dilansir dari Healthline, serat merupakan nutrisi penting yang berperan besar dalam kesehatan pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu melancarkan buang air besar, menstabilkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, serta memberi asupan makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Healthline juga menyebutkan bahwa serat berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus, yang berkaitan langsung dengan sistem imun dan metabolisme tubuh. Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar 25–38 gram serat per hari, namun kenyataannya banyak individu masih berada di bawah angka tersebut.

Hal senada juga disampaikan dalam laporan Times of India. Dilansir dari media tersebut, serat membantu bakteri usus memproduksi short-chain fatty acids atau asam lemak rantai pendek yang berfungsi menjaga kesehatan dinding usus dan menekan peradangan dalam tubuh.

Meski viral di TikTok, fibermaxxing dinilai bukan tren tanpa dasar. Dilansir dari Yahoo Health, para ahli gizi menilai pola makan tinggi serat sejalan dengan anjuran kesehatan global, selama dilakukan secara bertahap dan seimbang. Peningkatan serat secara drastis tanpa cukup cairan justru dapat memicu perut kembung dan gangguan pencernaan.

Yahoo Health juga menekankan pentingnya variasi sumber serat, baik dari serat larut maupun tidak larut, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Tren ini juga mulai diikuti oleh kalangan muda. Seseorang membagikan pengalamannya pada kolom komentar dalam salah satu postingan, ia mencoba fibermaxxing selama hampir tiga bulan, mengaku awalnya tertarik setelah sering melihat konten tentang gut health di TikTok.

“Awalnya cuma ikut-ikutan karena kelihatan simpel. Aku mulai dari nambah buah dan sayur di setiap makan. Di minggu pertama sempat kembung, tapi lama-lama pencernaan jadi lebih lancar dan aku lebih jarang lapar berlebihan,” tulisnya.

Ia menambahkan, perubahan pola makan tersebut membuatnya lebih sadar memilih makanan dan memperbanyak minum air putih agar tubuh tetap nyaman.

Meski memiliki banyak manfaat, para ahli mengingatkan agar tren fibermaxxing tidak dilakukan secara berlebihan. Dilansir dari Healthline, peningkatan serat sebaiknya dilakukan perlahan agar sistem pencernaan memiliki waktu beradaptasi.

Selain itu, masyarakat dengan kondisi pencernaan tertentu disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengubah pola makan secara signifikan. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1311594
    Users Today : 1414
    Users Yesterday : 6221
    This Year : 248104
    Total Users : 1311594
    Total views : 11993284
    Who's Online : 64
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-12