Jumatan Pertama di IKN

February 21, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

ALHAMDULILLAH, niat saya salat di Masjid Nusantara IKN terkabul. Saya ikut Jumatan kemarin. Dari Balikpapan, saya datang bersama Pak Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan. Ikut juga anggota KKSS lainnya, Pak Makkulau dan Pak Tonny.

“Alhamdulillah ini sejarah dan berkah, karena kita bisa ikut Jumatan pertama di Masjid IKN. Apalagi pada bulan Ramadan yang penuh berkah, semoga kelak pintu surga terbuka untuk kita,” kata Pak Adam bersemangat.

Yang istimewa bertindak sebagai khatib adalah Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar, MA. Saat ini beliau juga dipercaya menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid Istiqlal adalah Masjid Negara, yang pada 2028 nanti statusnya akan beralih ke Masjid Nusantara.

Suasana Masjid Negara IKN di waktu malam. Sangat menakjubkan

Mungkin sebagai transisi, bertindak sebagai imam dan muazin utama di Masjid Nusantara kemarin juga diboyong langsung dari Istiqlal. Imamnya, Ustaz H Martomo Malaing, S.Th.I, MA dan muazin Ustaz  Muhammad Rasky Raehan.

Menag bermalam di IKN. Karena itu, melanjutkan buka puasa, salat magrib, isya dan tarawih. Lalu ditutup dengan salah subuh. Suasananya sangat semarak. Ribuan jamaah datang. Para pekerja dan staf Otorita IKN mengaku sangat terkesan karena mereka orang pertama berbuka puasa di Masjid Nusantara.

Tata cara ibadah di Masjid Nusantara memang persis sama dengan Istiqlal. Ada muazin yang mengulangi ucapan “komando” atau takbir imam. Tak ada kotak amal. Tapi tiap saf diedarkan stiker barcode QRIS untuk jamaah yang ingin berinfaq.

Ini yang kedua kali Menag ke Masjid Nusantara. Dalam kunjungan pertamanya ke IKN, Minggu, 11 Januari lalu, dia juga menjadi imam salat subuh pertama di masjid tersebut. Kunjungan itu dalam rangka mengecek kesiapan Masjid Nusantara yang akan berfungsi pada bulan Ramadan ini.

Sesuai dengan rencana, Masjid Nusantara akhirnya sudah bisa menggelar salat tarawih sejak Rabu malam. Jamaahnya membludak ribuan orang. Tidak saja dari staf Otorita IKN dan pekerja proyek, tapi juga masyarakat di sekitar IKN, PPU, Samarinda dan Balikpapan.

Pak Adam, Pak Makkalau, saya dan Pak Tony di depan nama Masjid Negara IKN

Insyaallah Masjid Nusantara juga akan menggelar salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Tentu ini salat Id pertama yang sangat bersejarah. Tadinya rencana ini akan dilaksanakan tahun lalu pada Idul Fitri 1446 Hijriah, tapi ternyata kondisi masjid belum siap karena pelaksanaan proyek baru mencapai 53,1 persen.

Sebelum pelaksanaan salat tarawih pertama, kegiatan di Masjid Nusantara juga ditandai dengan peristiwa menarik. Yaitu untuk pertama kalinya ditetapkan secara resmi masuk dalam daftar titik pemantauan hilal (rukyatul hilal) nasional guna menetukan 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Otorita IKN mengaku bahagia Masjid Nusantara sudah berfungsi. “Ini momen amat bersejarah, karena IKN sudah bisa memainkan perannya  sebagai Ibu Kota Negara dalam kegiatan keagamaan tingkat nasional,”  ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, peran IKN sebagai episentrum kegiataan keagamaan akan dipusatkan pada Masjid Nusantara. “Masjid ini akan menjadi mercusuar toleransi keagamaan,” kata Nasaruddin.

Menag dalam khotbahnya banyak meyinggung peran masjid. Dikatakannya, fungsi utama masjid untuk bersujud kepada Allah. Tapi Nabi Muhammad juga mengajarkan kepada umatnya, masjid menjalankan berbagai fungsi dalam membangun peradaban. Tempat belajar, tempat bertemu, tempat bersosialisasi bahkan juga terbuka untuk umat lainnya.

Bersamaan dengan pembangunan Masjid Nusantara, Pemerintah juga membangun Gereja Katolik Basilika Nusantara Santo Fransiskus Xaverius, yang berdiri sebagai  reprensentasi pluralisme. Lokasi Basilika persis berseberangan dengan Masjid Nusantara, seperti pada Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral.

Kementerian Agama menargetkan Basilika Nusantara yang berkapasitas 1.300 jemaat, dapat berfungsi pada Mei 2026.

Momentum ini dipersiapkan secara khusus untuk menyambut Sidang Tahunan  Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), sebuah ajang prestisius yang akan mempertemukan seluruh uskup se Indonesia di ibu kota baru tersebut.

SEJAK NOVEMBER 2023

Masjid Nusantara IKN mulai dikerjakan sejak November 2023. Dua bulan kemudian atau tepatnya pada 18 Januari 2024 dilakukan ground breaking oleh Presiden Jokowi.

Masjid IKN dibangun di atas lahan 32.125 meter persegi. Luas bangunan masjid dan plaza mencapai  60.173 meter persegi serta minaret seluas 427 meter persegi.

Tadinya masjid diproyeksi dengan kapasitas 29 ribu jamaah. Tapi kurator IKN Ridwan Kamil, mantan gubernur Jabar minta diperbesar lagi. Usul tersebut dipenuhi Presiden Jokwi, sehingga  daya tampung Masjid Nusantara menjadi 60 ribu orang. Masih kalah besar dibanding daya tampung Masjid Istiqlal yang mencapai 120 ribu jamaah.

Masjid Nusantara memang menarik dan unik. Dirancang oleh seniman besar non muslim  dari Bali, I Nyoman Nuarta. Dia juga yang merancang Istana Garuda Nusantara. Sedang Detail Engineering Design (DED) disempurnakan oleh Alien Desaign Consultant.

Kubahnya didesain dengan mengambil konsep lipatan sorban,  yang melambangkan kesucian dan hubungan manusia dengan Tuhan serta pusaran tawaf. Bentuk minaretnya atau menara masjid menghadirkan putaran semesta meliuk ke atas menyimbolkan keilahian. Tingginya 99 meter melambangkan asmaul husna.

Semua ini dibangun dengan dana APBN sebesar Rp940 miliar. Mendekati  1 triliun. Hampir sama dengan biaya pembangunan masjid pribadi milik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Makassar.

Masjid Nusantara dikerjakan oleh BUMN PT Adi Karya dan PT Hutama Karya KSO sejak November 2023 dengan masa waktu pelaksanaan 400 hari kerja.

Lokasi Masjid Nusantara berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tak jauh dari Istana Negara. Di sekitar masjid masih banyak tanaman kelapa sawit. Arsitektur lanskap-nya belum selesai. Karena itu masih terasa gersang.

Saya dengan Pak Adam, Pak Makullau dan Pak Tony benar-benar bahagia bisa salat Jumat pertama di Masjid Negara IKN. Kami sengaja mengambil saf tak jauh dari mimbar khatif. Biar bisa melihat dan menikmati Menag menyampikan khotbahnya. Teduh dan tak panjang. Tak ada rasa ngantuk sekalipun. Setan sepertinya tak berani mengusik kami yang penuh kekhusuan. Maha besar Allah dengan segala firmanNya.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1359560
    Users Today : 4903
    Users Yesterday : 7219
    This Year : 296070
    Total Users : 1359560
    Total views : 12294853
    Who's Online : 51
    Your IP Address : 216.73.216.149
    Server Time : 2026-02-20