ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Pemulihan Ekonomi Kaltim Msaa Pandemi Diyakini Lebih Cepat

February 28, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

SAMARINDA – Kalimantan Timur diyakini menjadi salah satu daerah yang cukup diuntungkan segera bangkit, karena pondasi ekonomi Kaltim dipengaruhi olehp erekonomian global.

Hal itu disampikan Pimpinan Bank Indonesia Samarinda, Tutuk Cahyono dalam paparan yang disampaikan kepada wartawan secara virtual, terkait dengan upaya pemulihan ekonomi Kaltim, di tengah penanganan pandemi Covid-19, di Samarida, Jumat (26/2/2021).

Dia mengatakan, selama ini Kaltim sangat tergantung pada ekspor bahan tambang, terutama batubara dan minyak sawit (Crude Palm Oil/CPO), sehinga kondisi ekonomi gobal mempengaruhi ekonomi Kaltim, termasuk pada saat pandemi Covid-19.

“Hal itu dibuktikan, sejak kwartal IV 2020, Kondisi ekonomi Kaltim terus membaik seiring menigkatnya volume ekspor yang diikuti dengan kenaikan harga batubara dan CPO di pasar internasional,” kata Tutuk Cahyono.

Tujuan ekspor Kaltim untuk kedua komoditas tersebut adalah China dan India. Kedua negara tersebut, saat ini mampu melakukan penanganan Covid-19 dengan baik, sehingga kegiatan ekonomi negara tersebut kian bergairah dan meningkatkan permintaan batubara dan CPO.

Dimulainya pemberian Vaksin Covid-19 disejumlah negara, termasuk Indonesia akan membawa angin segar dalam pemulihan ekonomi nasional, termasuk Kaltim. Namun bedanya Kaltim diperkirakan akan lebih cepat karena akan terimbas oleh membaiknya eknomi global, khususnya negara-negara yang selama ini menjadi pembeli CPO dan batubara.

Karena itu, Tutuk berharap pelaksanaan vaksinasi di Kaltim berjalan lancar sesuai target, sehingga memicu bergairahnya aktifitas masyarakat dalam mendorong bergeraknya ekonomi di Benua Etam untuk mendukung pertumbuhan nasional.
Dia mengingatkan, vaksin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat menentukan cepat atau lambatnya pemulihan ekonomi Kaltim. Jika masyarakat berperan aktif memperlancar kegiatan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan, maka penanganan Covid-19 akan berhasil dan ekonomi secara otomatis membaik.

“Jangan sampai akibat lalai terhadap protokol kesehatan dan engan divaksin, membuat angka Covid-19 tinggi dan pemerintah terpaksa harus membatasi aktifitas rakyat dan dampaknya adalah pergerakan ekonomi melambat,” ujar Tutuk.

Kendati pemulihan ekonomi dinilai lebih cepat dibanding daerah lain karena terdongkrak dengan hasil komuditas ekspor, namun kegiatan UMKM dan pariwisata tidak boleh diabaikan. Justru kedua kegiatan usaha ini perlu digenjot untuk mendukung pemulihan ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.

Penanganan Covid-19 terus dilakukan secara global dan jika semua negara mampu keluar dari krisis pandemi ini, maka sektor yang pertama kali bersiap adalah sektor pariwisata dan UMKM pendukungnya.

Karena itu, Bank Indonesia melakukan berbagai kegiatan pelatihan dan pendapingan untuk menyiapkan sumber daya wisata dan sumber daya manusia andal menyambut datangnya para wisatawan domistik dan mancanegara.(*)

 


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.