Romantisme Jabal Rahmah di Padang Arafah

February 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Mekah — Di tengah bentangan Padang Arafah yang luas dan nyaris tanpa naungan, Jabal Rahmah berdiri tenang sebagai saksi bisu pertemuan manusia dengan dirinya sendiri. Bukan karena statusnya sebagai rukun haji, melainkan karena makna emosional yang melekat, bukit setinggi sekitar 70 meter ini kerap menjadi ruang romantisme spiritual bagi jamaah, tempat doa, air mata, dan janji pulang disimpan dalam diam.

Jabal Rahmah, yang berarti Bukit Kasih Sayang, telah lama hidup dalam ingatan kolektif umat Islam. Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, bukit ini diyakini sebagai tempat pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah lama terpisah. Meski tidak didukung dalil sahih yang tegas, narasi tersebut membangun simbol kuat tentang taubat, ampunan, dan harapan akan rahmat Allah, sebuah romantisme spiritual yang terus diwariskan lintas generasi.

“Begitu melihat Jabal Rahmah dari kejauhan, rasanya hati langsung berbeda,” ujarku dalam hati.

Secara geografis, Jabal Rahmah berada sekitar 25 kilometer dari Kota Makkah, di sisi tenggara Padang Arafah. Di puncaknya berdiri sebuah tugu putih yang dibangun semata sebagai penanda lokasi, bukan objek ibadah. Para pembimbing haji secara konsisten mengingatkan, tidak ada anjuran khusus untuk naik atau berdoa di titik tertentu di bukit tersebut.

Petugas dan ulama terus mengingatkan jamaah agar tidak terjebak pada praktik yang tidak berdasar, seperti mengusap batu, menyentuh tugu, atau meyakini doa di puncak bukit lebih mustajab. Imbauan ini disampaikan rutin setiap musim haji, mengingat masih adanya kesalahpahaman di kalangan jamaah.

Dalam beberapa tahun terakhir, suasana di sekitar Jabal Rahmah ikut berubah. Area sekitarnya dipenuhi pedagang cenderamata. Ponsel kerap terangkat, mengabadikan momen yang dianggap bersejarah secara pribadi.

Namun di balik hiruk-pikuk itu, Jabal Rahmah tetap berdiri sunyi. Ia tidak menjanjikan jawaban, tidak pula menawarkan keistimewaan ritual. Bukit ini hanya menjadi saksi, atas doa-doa yang dipanjatkan, air mata yang jatuh, dan manusia-manusia yang menyimpan harapan untuk pulang dengan hati yang lebih bersih. (intan)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1258797
    Users Today : 1164
    Users Yesterday : 7067
    This Year : 195307
    Total Users : 1258797
    Total views : 11681713
    Who's Online : 69
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-02-04