Stres Bukan Cuma Bikin Pusing, Bisa Picu Masalah Lambung dan Usus

February 5, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Share this news

Samarinda — Banyak orang mengira stres hanya berdampak pada suasana hati atau tidur. Padahal, studi terbaru menunjukkan, stres juga bisa memengaruhi sistem pencernaan, termasuk meningkatkan risiko gastritis, refluks, dan sindrom iritasi usus (IBS). Kondisi ini kerap dibahas oleh generasi muda yang mengalami tekanan hidup sehari-hari.

Para ilmuwan menemukan, keadaan stres memengaruhi brain-gut axis, jalur komunikasi antara otak dan usus sehingga dapat mengubah motilitas usus, sensitivitas perut, dan respons imun di saluran cerna. Perubahan ini bisa memicu gejala seperti nyeri lambung, kembung, diare, hingga konstipasi yang merupakan ciri khas IBS.

Penelitian lain juga menunjukkan, stres dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang apabila berulang kali terjadi bisa mengiritasi mukosa lambung dan memicu gastritis radang pada lapisan lambung yang sering dialami oleh mahasiswa dan pekerja muda yang berada di bawah tekanan pekerjaan atau studi.

Para pakar gastroenterologi menjelaskan, saat stres, tubuh memicu respon “fight or flight” yang menyebabkan perubahan hormon dan neurotransmitter. Hal ini tidak hanya berdampak pada denyut jantung dan napas, tetapi juga motilitas usus, yaitu kemampuan saluran pencernaan dalam menggerakkan makanan di sepanjang sistem pencernaan. Perubahan ini bisa menyebabkan, peningkatan asam lambung, sensasi pedih ulu hati, rasa kembung, dan perubahan frekuensi buang air besar.

Dengan kata lain, stres bisa memicu gangguan pencernaan meskipun pola makan sebenarnya sudah diperhatikan sebuah tantangan yang banyak dialami generasi muda di tengah tekanan akademik maupun profesional.

Hal ini dirasakan oleh Adit, pria berusia 23 tahun itu kerap merasakan gangguan pencernaan ketika sedang stres.

“Waktu kerjaan numpuk banget, nggak cuma pusing, perutku sering mules, kayak ada pedih sampai ke kerongkongan. Itu bukan gara-gara makan pedas doang,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

“Stres bikin aku sering kembung dan sering bolak-balik toilet. Awalnya kupikir cuma masuk angin, eh pas baca ternyata bisa karena stres juga,” tambahnya.

Gangguan pencernaan akibat stres bukan sekadar rasa tidak nyaman. Jika terus berulang, kondisi seperti gastritis atau IBS dapat mengganggu kualitas hidup, pola makan, dan produktivitas seseorang terutama pada mereka yang berada di rentang usia produktif.

Para ahli merekomendasikan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti, m anajemen stres melalui olahraga ringan, meditasi, atau hobi, rutinitas makan sehat, teratur dan seimbang, hindari pola makan ekstrem saat stres, dan konsultasi medis jika gejala frekuentif atau kambuh berkepanjangan.


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1272711
    Users Today : 273
    Users Yesterday : 7476
    This Year : 209221
    Total Users : 1272711
    Total views : 11766270
    Who's Online : 112
    Your IP Address : 216.73.216.141
    Server Time : 2026-02-06