Demi Gubernur, Baiknya Mundur

March 6, 2026 by  
Filed under Opini

Share this news

Catatan Rizal Effendi

GARA-GARA heboh mobil dinas Rp8,5 miliar, istri Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM), Hj Syarifah Suraidah ikut jadi sorotan publik. Dia diplototi orang karena gaya berpakaiannya terbilang unik dan cenderung tidak matching  dengan situasi dan lingkungan.

Tapi dia cuek saja. Performa outfit-nya mewah dan beraroma Eropa. Juga  dengan warna mencolok. Tas dan perhiasan yang dikenakan bernilai ratusan juta rupiah dari berbagai merk terkenal. Itu sebabnya dia disebut netizen bak “Noni Belanda.” Outfit itu adalah pakaian dan aksesoris (baju, celana, tas dan sepatu) yang dikenakan seseorang.

Penampilan Hj Syarifah Suraidah yang akrab dipanggil Bunda HARUM itu selalu menarik perhatian. Beberapa hari lalu dia viral ketika mengenakan gaun putih bermotif bunga dengan topi lebar coklat muda atau fedorah di kepala.

Dengan penampilan seperti itu dia menemui seorang perempuan baya pedagang sayur. Pemandangannya jadi kontras. Mereka yang nyinyir menilai Bunda Harum gagal kostum. Juga memperlebar jarak dengan rakyat jelata. Seharusnya sebagai istri pejabat, dia bisa tampil bersahaja. Tidak hedon.

Bunda HARUM bersama suami dan ke-13 anak-anaknya dalam busana taqwo Kutai.

Fashion stylist sekaligus konten kreator Andre Panaga mengolok-ngolok dan mengkritisi penampilan Bunda Harum.  “Semoga yang dipikirin si Bunda bukan cuma ‘besok pakai warna apa ya?’ tapi mikiran juga ‘besok wargaku makan apa ya?’ gitu,” ucapnya di Facebook.

Komika asal Pinrang, Musdalifah Basri membuat konten parodi. Lewat unggah di akun Instagram-nya, Senin (2/3). Dia tampil berbusana menirukan gaya Bunda HARUM. Mulai bajunya, topinya sampai tas dan perhiasan. Tidak lupa tahi lalatnya yang mirip pedangdut legend, Elvy Sukaesih.

Lalu dengan dikawal dua pria berotot dan membawa payung, finalis Stand Up Comedy Academy ini mendatangi penjual takjil. Warga yang sedang  antrean diminta menyingkir. Dengan bicaranya yang dibuat-buat dia berlagak seperti mendengarkan keluh kesah penjual takzil. “Ini Bunda HARUM KW2,” kata seorang warga tersenyum.

Tak Musdalifah saja yang membuat cosplay lucu itu, saya lihat di Instagram dan TikTok, banyak netizen lain juga melakukan hal yang sama. Malah ada juga netizen pria berkumis juga membuat dirinya tampil seperti Bunda Harum. “Jalan-jalan ke bazar PKK Kaltim. Dia yang bayar satu juta,” katanya menggoda.

Ada juga yang membandingkan Bunda Harum dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Sherly yang cantik dan kaya mampu menahan diri. Tahu kondisi warganya. Tentu beda banget dengan istri Gubernur Kaltim yang wah. “Jangan sirik ya, karena outfit-nya sudah keren, jadi perlu mobilnya yang Rp8,5 miliar,“ sindir @aulia_angelina.

Sudarno, anggota  Bidang Komunikasi Politik dan Komunikasi Publik Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) mencoba melakukan pembelaan. Dia bilang, urusan outfit Ibu Sarifah biasa saja. “Mulai dari dulu begitu dan suaminya punya kemampuan menjadikan begitu. Dikasih perhiasan, dikasi perhiasan terbaik. Harusnya pasangan lain juga begitu,” katanya.

Mantan juru bicara Tim Kampanye Rudy Mas’ud-Seno Aji ini memuji Bunda HARUM yang bisa tampil luar biasa. Bak seorang ratu. Padahal dia ibu dari 13 anak. “Coba bayangin itu, umur 43 tahun dia punya 13 anak. Seharusnya 17, karena 4 meninggal,” jelasnya.

Syarifah sempat menggugah pernyataannya di Instagram. Kesannya menjawab sorotan para netizen. “Hidup cuma sekali, jadilah diri sendiri,” katanya berprinsif.

TIDAK EFEKTIF

Sebagai istri gubernur, Bunda HARUM punya beberapa jabatan. Di antaranya Ketua PKK dan Ketua Dekranasda. Kalau Tim Penggerak (TP) PKK fokusnya pada kesejahteraan keluarga, maka Dekranasda diarahkan untuk memajukan dan mengembangkan produk kerajinan serta UMKM yang dimiliki masyarakat.

Belum lama ini dia juga didaulat menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim. Misi KORMI adalah menjadikan olahraga sebagai gaya hidup sehat dan menggerakan komunitas. Di antara cabang olahraga di bawah KORMI adalah senam, dansa, binaraga serta beberapa cabang olahraga tradisional.

Yang menarik dari 75 anggota pengurus, Bunda HARUM memasukkan sejumlah nama selebgram lokal. Katanya untuk memperkuat komunikasi digital dan ekonomi kreatif olahraga. Ada juga yang bilang sebagian adalah tim suksesnya.

Kehadiran influencer atau selebgran itu, ada juga yang mengaitkan dengan anggaran di Dinas Pariwisata Kaltim yang besarnya Rp1,7 miliar. Tapi influencer lokal sempat disorot karena dianggap tidak berani bersuara berkaitan heboh mobil dinas gubernur.

Bunda HARUM juga mendirikan HARUM Center Foundation yang fokus pada kegiatan sosial, edukasi dan pengembangan potensi masyarakat. Dia juga punya Bestie Syarifah Suraidah (BSS), yang diarahkan untuk mendukung kegiatan sosial dan politiknya.

Syarifah Suraidah sempat tinggal di Penajam, Kabupaten Paser Utara (PPU). Tapi dia lahir di Balikpapan persis 1 Januari 1981. Jadi usianya sudah 45 tahun bukan 43. SD sampai SMP dia masih bersekolah di PPU. Baru kemudian lanjut menjadi siswi  SMK Sekolah Perawat Kesehatan Depkes di Balikpapan.

Melengkapi usaha suaminya di bisnis perminyakan dan industri penunjang,  Bunda HARUM juga menjadi Direktur PT Barokah Agro Perkasa. Laporan LHKPN-nya pada Maret 2025, menyebutkan total kekayaannya Rp166,5 miliar, termasuk aset bisnis kelapa sawit serta utang sebesar Rp112 miliar.

Karena Rudy Mas’ud dipercaya sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim, maka Bunda HARUM didaulat menjadi Ketua  Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim.

Posisi Bunda HARUM yang strategis adalah dia juga anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, yang duduk di Komisi VI. Komisi ini sangat strategis, karena membidangi sektor perdagangan, pengawasan persaingan usaha hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Bunda Harum jadi anggota Dewan menggantikan suaminya yang mencalonkan diri pada Pilgub 2024. Dia yang berada di urutan kedua dengan suara 71.496, otomatis berhak meraih kursi mahal tersebut.

Menurut saya, sebaiknya Bunda HARUM mundur dari Senayan. Jauh lebih kuat “marwahnya” jika dia full  mendampingi suaminya di Kaltim terutama dalam kedudukannya sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda.

Mending kursi DPR RI itu diserahkan kepada caleg Golkar yang lain. Biar lebih efektif lagi wakil rakyat Kaltim yang duduk di sana. Jumlah anggota DPR Dapil Kaltim cuma 8 orang. Sedikit sekali, sehingga perlu orang yang fokus duduk di sana. Dari 8 orang itu, ada beberapa nama tak pernah terdengar menyuarakan kepentingan Kaltim.

Selain Bunda HARUM, nama wakil Kaltim lainnya di DPR RI adalah  Safaruddin (PDIP), Hetifah Sjaifudian (Golkar), Budisatrio Djiwandono (Gerindra), Syafruddin (PKB), Nabil Husein (NasDem), Aus Hidayat Nur (PKS) dan Edi Oloan Pasaribu (PAN).

Meski tampilnya wah, Bunda HARUM dikenal sebagai orang yang ramah dan dermawan. Suka bagi-bagi angpao atau THR. Apalagi pada setiap lebaran. Tinggal antre di rumahnya di Pendingin, Pulau Atas atau di Lamin Etam. Sayang saya di Balikpapan. He.(*)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1437431
    Users Today : 3001
    Users Yesterday : 3976
    This Year : 373941
    Total Users : 1437431
    Total views : 12715388
    Who's Online : 34
    Your IP Address : 216.73.216.130
    Server Time : 2026-03-06