PT PAMA dan BKSDA Kaltim Lestarikan Budidaya Penyu di Pulau Sangalaki

June 29, 2025 by  
Filed under Nusantara

Share this news

Melepas anak tukik atau anak penyu ke laut di malam hari

BERAU  – PT Pamapersada Nusantara bekerja sama dengan Balai Konservasi  Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim wilayah 1 Berau, memperkuat kerja sama melestarikan konservasi tukik atau penyu sekaligus menjaga ekosistem keseimbangan di lingkungan Pulau Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur. Rabu, (25/06/2025).

Saat ini keberadaan penyu yang ada di Pulau Sangalaki terdiri dari dua jenis diantatanya penyu hijau dan penyu sisik yang saat ini lagi di lestarikan di penangkaran Pulau Sangalaki guna menjaga ekosistem laut.

“Kami di Sangalaki fokus di trumbu karang dan penyu hijau,”kata Boy Eka Sudjarwo salah satu anggota BKSDA bagian ekosistem pengendali hutan wilayah 1 Berau.

Dikatakan Boy Eko Sudjarwo, saat ini di Pulau Sangalaki ini memang ada dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau.  Penyu sisik beberapa tahun terakhir sudah jarang mendarat di Pulau Sangalaki.  Tahun ini tercatat baru satu ekor yang mendarat. sementara penyu hijau masih sering hanya berkurang saja populasinya.

Ia menuturkan, banyaknya pencurian terhadap telur penyu menyebabkan populasi semakin hari semakin berkurang.  Penyu saat bertelur dengan jumlah seratus lebih belum tentu bisa menetas semua dan bisa bertahan hidup hingga dewasa.

“Ibaratnya penyu ini perbandingannya seribu banding satu,” katanya.

Dijelaskan Boy, perbandingannya seribu banding satu, karena banyak predator yang mengancam anak penyu seperti biawak, elang dan juga tikus yang memangsa anak penyu.

“Karenanya bersama dengan PT. PAMA merawat telur penyu hingga menetas kemudian melepaskan ke alam.

Ia menyebut, untuk masa menetasnya anak penyu ini maksimal enam puluh hari, dan setiap lobang diisi sekitar seratus telor. Rata-rata penyu menetas di malam hari.

Sementara itu, Direktur PT Pamapersada Nusantara, Abdul Nasir Maksum mengatakan, perusahaan tetap mengutamakan kelestarian lingkungan dimanapun PT PAMA beroperasi.

“Sehingga yang kami lakukan akan tetap memperhatikan lingkungan sekitar operasional kami,” katanya.

Perusahaan ingin menggugah yang lain agar melakukan hal yang sama bagi bangsa dan negara ini.

PT PAMA berupaya melakukan kelestarian lingkungan hidup dengan BKSDA dalam hal pelestarian penyu di Pulau Sangalaki Berau ini.  Pihaknya juga memiliki sejumlah program pelestarian lingkungan hidup di daerah lain di Indonesia ini.

 

Ia juga ingin memastikan PAMA harus terus berkontribusi, bukan hanya mencari keuntungan semata akan tetapi memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Saat ini kami melakukan konservasi Penangkaran rusa di Ibukota Negara (IKN),” ujarnya

Di beberapa tempat juga Pamapersada melakukan pemeliharaan hutan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia mEnyebut, PT PAMA terus memperluas kontribusinya di luar aspek operasional pertambangan, dengan menekankan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

“Salah satunya adalah dukungan terhadap penangkaran penyu di Pulau Sangalaki, yang selama ini menjadi habitat penting bagi spesies penyu yang hampir punah,”jelasnya.

Ia menjelaskan kerja sama dengan BKSDA di wilayah Berau sudah berjalan sekitar satu tahun.

“Kami melihat Pulau Sangalaki sebagai lokasi yang strategis dan penting untuk konservasi. Kami hadir untuk mendukung penuh upaya pelestarian ini agar benar-benar memberi dampak nyata bagi daerah,” ungkapnya.

Ia menyebut, pihaknya ingin memastikan kehadiran PAMA di suatu daerah bukan hanya soal operasional semata, tapi juga soal kontribusi nyata untuk lingkungan, dan generasi masa depan.

Dengan semangat kolaborasi bersama pemerintah daerah, masyarakat, dan media, PAMA berharap langkah-langkah pelestarian ini bisa menjadi contoh nyata pentingnya menjaga lingkungan hidup demi masa depan Bangsa. (arf).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1073779
    Users Today : 2174
    Users Yesterday : 4022
    This Year : 10289
    Total Users : 1073779
    Total views : 10572073
    Who's Online : 53
    Your IP Address : 216.73.216.188
    Server Time : 2026-01-03