Aji Galeng, Penjaga Negeri Peletak Peradaban

September 12, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

Bambang Arwanto

SAMARINDA – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menunjukkan sisi lain dari dirinya di luar dunia energi dan pertambangan. Ia akan meluncurkan buku penelitian sejarah perdananya berjudul “Aji Galeng, Penjaga Negeri Peletak Peradaban” pada Selasa, 16 September 2025, di Auditorium Gedung Otorita IKN, Lantai 2 KIPP 1A, Jalan Titik Nol Nusantara, Ibu Kota Negara (IKN).

Peluncuran buku tersebut rencananya dilakukan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadi Muljono sebagai tuan rumah , serta penyunting buku, Susanto Zuhdi.

Bambang mengungkapkan buku ini lahir dari hasil riset selama tiga tahun. Ia menelusuri jejak sejarah diplomasi yang melibatkan Kesultanan Paser, Kesultanan Kutai, dan Wajo. Menurutnya, wilayah yang kini menjadi kawasan IKN dulunya merupakan tanah hadiah perkawinan  antara bangsawan Kesultanan Paser dan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

“IKN ini adalah ruang diplomasi antara  Kesultanan Paser dan Kesultanan Kutai. Tanah Telake merupakan  Hadiah pernikahan    sultan paser kepada menantunya yaitu sultan kutai yg ke 14 Sultan Aji Muhammad Idris yg menikah dg Aji Doya; selanjutnya Tanah Balik merupakan hadiah sultan pasir kepada menantunya Sultan Salehuddiin Sultan Kutai yang ke 16 yang menikah dengan Aji Jawiah  dimana kelak kemudian hari, Telake dan Balik, yang kini menjadi bagian dari IKN,” jelas Bambang, Jumat (12/9/2025).

Ia menambahkan, wilayah tersebut pada masa lampau dikenal kaya akan sumber daya alam, termasuk sarang burung walet yang menjadi incaran Belanda. Untuk menjaga wilayah itu, ditunjuklah tokoh bernama aji Galeng sebaagai Panembahan yg ditabalkan oleh Sultan Salehuddin pada tahun 1821

“Dia kemudian berperang dengan Belanda pada 1825, mengusir mereka yang ingin merampas sarang burung walet di Toyu dan Sepaku ” katanya.

Menurutnya, kisah ini penting diangkat untuk memberikan narasi sejarah  IKN. Buku ini, berusaha menegaskan, kawasan IKN memiliki akar sejarah diplomasi antar kerajaan di Nusantara yang memiliki kepentingan sama dalam melawan penjajahan.

“Sejarah ini butuh kita ketahui. Buku ini hasil riset selama kurang lebih tiga tahun dan akan diluncurkan Gubernur di IKN,” ujarnya. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1345601
    Users Today : 1473
    Users Yesterday : 6159
    This Year : 282111
    Total Users : 1345601
    Total views : 12214969
    Who's Online : 33
    Your IP Address : 216.73.216.15
    Server Time : 2026-02-18