Disdikbud Kaltim Genjot Kurikulum Nasional Plus

November 21, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Plt. Kepala Disdikbud Kaltim, Armin

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mulai mempercepat penerapan kurikulum nasional plus sebagai strategi peningkatan daya saing pendidikan daerah. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan kompetisi pendidikan global yang semakin ketat dan tidak lagi cukup ditopang hanya oleh standar kurikulum nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menegaskan, kurikulum nasional plus bukan sekadar menambah jam belajar atau memodifikasi mata pelajaran. Lebih dari itu, kurikulum ini dirancang agar mengubah cara berpikir siswa melalui pembelajaran yang menekankan inovasi, riset, dan penguatan literasi.

“Sekolah tidak lagi boleh hanya mengikuti standar nasional. Kita harus melampauinya. Minimal semua sekolah memenuhi standar pusat, tetapi sekolah unggulan harus berada di atasnya,” ujar Armin, Jumat (21/11/2025).

Dalam model kurikulum baru tersebut, sekolah-sekolah di Kaltim akan didorong untuk menerapkan pembelajaran bilingual, riset project, dan budaya menulis sejak dini. Armin mencontohkan bahwa siswa akan dilatih untuk menghasilkan esai mingguan, karya ilmiah, hingga tugas-tugas berbasis riset yang menuntut kemampuan analisis dan argumentasi.

“Di Jepang dan Australia, anak SD sudah dibiasakan menulis. Itu membentuk nalar berpikirnya. Kita ingin budaya itu tumbuh di Kaltim,” jelasnya.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, penerapan kurikulum nasional plus juga akan menjadi tolok ukur penilaian kelayakan sekolah. Disdikbud Kaltim akan membagi sekolah ke dalam tiga kategori yakni Grade A, yaitu sekolah yang memiliki prestasi nasional hingga internasional, Grade B, sekolah berkembang; dan Grade C, sekolah yang belum memenuhi standar minimal.

“Untuk sekolah grade C, kami fokus pada perbaikan sarpras, peningkatan kompetensi guru, dan pendampingan intensif. Ekosistem pendidikan harus tumbuh dari bawah,” kata Armin.

Dirinya juga menyampaikan, sejumlah sekolah di Kaltim sukses membuktikan budaya menulis dan riset mampu menghasilkan prestasi. Ia mencontohkan SMA Suruh dan Kaltim Private Education Center (KPEC) yang berhasil menempatkan lima finalis asal Kaltim pada ajang nasional Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI).

“Itu bukti budaya akademik mulai terbentuk. Ketika riset dan menulis diperkuat, prestasi akan mengikuti,” ujarnya.

Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh sekolah di provinsi tersebut mulai mengadopsi kurikulum nasional plus secara bertahap pada tahun 2026. Armin optimistis langkah ini dapat terwujud sejalan dengan visi pemerintah provinsi yang fokus pada percepatan daya saing sumber daya manusia.

“Ini lompatan besar. Tapi dengan visi Gubernur untuk percepatan daya saing, kita optimis bisa,” tutupnya. (yud/diskominfokaltim/adv)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb

  • Pengunjung

    1091249
    Users Today : 4127
    Users Yesterday : 5223
    This Year : 27759
    Total Users : 1091249
    Total views : 10691588
    Who's Online : 55
    Your IP Address : 216.73.216.88
    Server Time : 2026-01-06