BNNK Samarinda telah Bentuk Relawan dan Penggiat Anti Narkoba
Samarinda, vivaborneo.com, Pemberantasan dan pencegahan meluasnya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di Kota Samarinda, memaksa Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda (BNNK Samarinda) menerapkan berbagai strategi untuk menangkalnya.
Salah satu upaya pencegahan adalah dengan membentuk relawan-relawan anti narkoba dan terus giat melakukan sosialisasi betapa buruk dan berbahanya narkotika bagi tubuh, keluarga dan kingkungan sekitarnya.
Kepala BNNK Samarinda, AKBP Siti Zaekomsyah, SH didampingi Kabit Pemberantasan Kompol Ristono, Kasie Rehabititasi Anto Dharsono dan Humas Ahmad Fadholi, saat jumpa pers (Kamis/27/12/2018) mengatakan bahwa sepanjang tahun 2018 telah melakukan sosialisasi sebanyak 156 kali.
“Harapan kita, semakin banyak masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa untuk terampil menolak ajakan untuk menggunakan narkotika. Jika telah mempu dan terampil menolak narkoba, maka biar sebanyak apapun tawaran yang datang, masyarakat sudah sadar akan bahayanya,” ujar Siri Zaekomsyah.
Dijelaskannya, sepanjang tahun 2018, BNNK Samarinda telah melakukan sosialisasi di lima kelurahan di Samarinda. Capaian ini telah mampu menyasar 111.836 orang masyarakat Kota Samarinda.
Jumlah ini telah dapat memberikan pemahaman kepada 18.387 orang pelajar, 2.288 mahasiswa, 90.185 warga, 384 orang remaja, dan 134 anak-anak usia dini serta 458 orang karyawan baik pemerintah maupun swasta.
Kegiatan ini telah menyasar lima kecamatan di Samarnda dan akan terus ditingkatkan selama tahun 2019 mendatang.
“Di Samarinda ini terdapat 59 kelurahan. Sementara kita sudah masuk di 5 kelurahan jadi masih ada 54 kelurahan yang akan kita bentuk relawan dan penggiat anti narkoba,” jelas Siti (vb/yul)
Respon Pembaca
Silahkan tulis komentar anda...