Telkomsel dan Gojek Perkuat Sinergi untuk Pemberdayaan Mitra UMKM

March 8, 2021 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA  – Telkomsel bersama Gojek semakin memperkuat sinergi dalam memperluas manfaat implementasi teknologi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Kini, kolaborasi terbaru diwujudkan dengan membuka akses bagi para mitra usaha Gojek pengguna aplikasi GoBiz ke aplikasi DigiPOS Aja! dari Telkomsel. Akses tersebut memudahkan para  mitra usaha Gojek untuk dapat menjadi mitra reseller penjualan produk pulsa dan paket kuota data Telkomsel.

Vice President Partner Channel Management Telkomsel Heriawan mengatakan, Telkomsel konsisten memperkuat  kolaborasi bersama Gojek sebagai bentuk keseriusan dalam membangun ekosistem digital masyarakat Indonesia yang inklusif, khususnya sektor UMKM dan pekerja informal. Sinergi ekosistem layanan digital yang lebih komprehensif diwujudkan  dengan menghubungkan pelaku UMKM ke aplikasi DigiPOS Aja! melalui GoBiz untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi seluruh mitra usaha dalam ekosistem bisnis Gojek untuk memperoleh  sumber pendapatan tambahan secara berkelanjutan dengan menjadi reseller produk penjualan pulsa dan paket kuota data Telkomsel.

“Selain itu, sinergi layanan yang lebih dalam ini juga membuka lebih banyak akses bagi pelanggan kedua perusahaan mendapatkan produk unggulan Telkomsel secara lebih mudah melalui saluran digital yang lebih beragam,” kata Heriawan.

VP Strategic Partnership Gojek Amelia Callista Sutanto mengatakan, sejak awal melakukan kemitraan dengan Telkomsel, pihaknya berkomitmen untuk  memperluas manfaat ekonomi digital ke lebih banyak  pihak  dalam ekosistem Gojek, dari pengguna, mitra pengemudi, hingga mitra usaha di seluruh wilayah di Indonesia. Melalui aplikasi GoBiz Gojek telah menghadirkan rangkaian solusi yang dirancang secara khusus untuk menjawab semua kebutuhan para mitra UMKM dari hulu ke hilir sehingga mereka dapat terus bertahan dan tetap melaju bersama Gojek dalam mengembangkan usaha semasa pandemi.

“Para mitra usaha kami pun kini berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dengan menjadi reseller pulsa maupun kuota Telkomsel, dengan modal kecil; dengan memanfaatkan aplikasi DigiPOS Aja! dari Telkomsel, yang dapat diakses langsung melalui GoBiz,” kata Amelia.

Sinergi platform reseller Telkomsel melalui aplikasi Digipos Aja! dan GoBiz milik Gojek menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan oleh para mitra usaha di ekosistem Gojek. Telkomsel dan Gojek telah merancang optimalisasi proses registrasi bagi seluruh mitra usaha  Gojek untuk dapat menjadi reseller pulsa dan paket kuota data Telkomsel dengan lebih mudah dan praktis.

Mitra usaha Gojek yang ingin mendaftar sebagai reseller Telkomsel dapat mengunduh aplikasi DigiPOS Aja! secara gratis di Google Play Store, lalu langsung mendaftar dan memilih menu Mitra Gojek di aplikasi serta mengikuti langkah-langkah yang tertera. Informasi lebih lanjut mengenai cara registrasi dan panduan menggunakan DigiPOS Aja! dapat diakses melalui telkomsel.com/DigiPOSAJA.

“Ke depannya kami akan terus menghadirkan ragam upaya kolaboratif antara Telkomsel dan Gojek sehingga dapat membuka lebih banyak kesempatan dalam memberikan manfaat penggunaan teknologi untuk mendampingi setiap fase kehidupan masyarakat di berbagai sektor. Kolaborasi kali ini juga dimaknai Telkomsel sebagai momentum untuk memperkuat visi dan misi sebagai leading digital telco company yang terus mengakselerasikan digitalisasi baik inovasi produk maupun saluran penjualan produk kami kepada pelanggan. Hal tersebut pun sejalan dengan konsistensi upaya kami dalam membentuk ekosistem digital yang menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia, seiring dengan semakin cepatnya adopsi layanan digital dalam aktivitas keseharian masyarakat Indonesia,” ungkap Heriawan.

Sebelumnya, Telkomsel bersama Gojek telah melakukan integrasi antara Telkomsel MyAds dengan GoBiz yang memungkinkan para mitra usaha Gojek untuk mengembangkan bisnis dan menjangkau lebih banyak pelanggan baru dengan mengandalkan solusi iklan digital yang terarah dari Telkomsel MyAds secara lebih mudah. Selain itu, sebanyak lebih dari 20.000 mitrareseller/outlet Telkomsel kini sudah terdaftar di GoShop dari Gojek, sehingga memudahkan mereka untuk memenuhi kebutuhan dari lebih banyak pelanggan secara digital. (adv)

Tokoh inspiratif SMSI: Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Hamka, Fachrodin

March 7, 2021 by  
Filed under Profile

Jakarta-Para pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sependapat, setidaknya ada lima tokoh nasional yang patut menjadi teladan bagi dunia pers di Indonesia serta menginspirasi lahirnya SMSI, yakni Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Buya Hamka, dan Fachrodin.

“Kami sependapat bahwa Adam Malik, PK Ojong-Jakob Oetama, Buya Hamka, dan Fachrodin adalah lima dari sekian banyak tokoh nasional yang memberi inspirasi serta patut untuk diteladani oleh para wartawan dan pengusaha pers, termasuk yang berada di lingkungan SMSI,” kata Wartawan Senior Aat Surya Safaat di Jakarta, Minggu.

Direktur Pemberitan (Pemimpin Redaksi) Kantor Berita ANTARA 2016 yang juga pernah menjadi Kepala Biro ANTARA di New York tahun 1993-1998 itu mengemukakan keterangan tersebut pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 SMSI di Jakarta tanggal 7 Maret 2021.

Menurut Ketua Bidang Luar Negeri SMSI itu, para pengurus SMSI sepakat menempatkan lima tokoh nasional tersebut sebagai tokoh inspratif bagi para wartawan dan pengusaha pers di Tanah Air, terutama di lingkungan SMSI, masing-masing dengan kiprahnya sebagai berikut yang dihimpun dari berbagai sumber.

Adam Malik

Ketika semangat perjuangan kemerdekaan nasional menggelora dan digerakkan oleh para pemuda pejuang, Adam Malik bersama rekan-rekan seperjuangannya, yakni Soemanang, AM Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena mendirikan Kantor Berita ANTARA pada 13 Desember 1937.

Keberhasilan ANTARA menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dari Gedung ANTARA di Jalan Antara, Pasar Baru Jakarta Pusat pada 17 Agustus 1945 ke seluruh dunia adalah wujud kecintaan dan baktinya yang besar bagi perjuangan bangsa Indonesia.

Adam Malik sendiri merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara pers dan diplomasi.Jangan kaget, pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York.

Kemahirannya memadukan pers dan diplomasi menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai Duta Besar, Menteri, Ketua DPR hingga menjadi Wakil Presiden RI.

Pria cerdik berpostur kecil yang dijuluki “si kancil” itu dilahirkan di Pematang Siantar Sumatra Utara pada 22 Juli 1917 dari pasangan Haji Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis.

Sebagai seorang wartawan, diplomat, bahkan birokrat, ia sering mengatakan “semua bisa diatur”. Selaku wartawan dan diplomat,ia memang dikenal selalu mempunyai 1001 jawaban atas segala macam pertanyaan dan permasalahan yang dihadapkan kepadanya.

PK Ojong-Jakob Oetama

Berbicara tentang dua tokoh pers ini, yaitu Petrus Kanisius (PK) Ojong (1920- 1980) dan Jakob Oetama (1931- 2020) sulit menceritakannya secara terpisah, karena selama memimpin Harian Kompas keduanya selalu bersama-sama.

Ojong, lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat 25 Juli 1920.Ayahnya bernama Auw Jong Pauw, pedagang tembaku di Payakumbuh dan ibunya bernama Njo Loan Eng Nio. Kedua orangtuanya memberi nama Auw Ojong Peng Koen yang kemudian menjadi PK Ojong.

Sementara itu Jakob lahir di Desa Jowahan, sekitar 500 meter sebelah timur candi termegah Borobudur di Magelang Jawa Tengah pada 27 September 1931.

Mereka bertemu di Jakarta dan kemudian mendirikan Majalah Intisari dan Harian Kompas.Mereka bersepakat berbagi tugas dalam memimpin Harian Kompas.Ojong menangani administrasi dan bisnis, sementara Jakob menangani bidang keredaksian.

Meskipun Ojong menangani bisnis pers, dia tidak bisa meninggalkan naluri kewartawanannya.Dia kadang-kadang menulis Tajuk Rencana dan mengelola rubrik Kompasiana yang terkenal dan membahas berbagai persoalan di Harian Kompas.

Dalam dunia perusahaan pers, bidang bisnis dan redaksi sama pentingnya, walaupun ada semacam garis demarkasi di antara kedua bidang itu. Kedua bidang tersebut di tangan kedua tokoh itu berkembang secara pesat.

Ojong-Jakob seperti dua sisi keping mata uang.Keduanya berjalan dalam satu ayunan langkah, sama-sama punya latar belakang guru dan wartawan.Keduanya tidak suka tampil, rendah hati, jujur, dan selalu bekerja tuntas.Kemiripan atau kesamaan keduanya mengikat diri mereka untuk mendirikan Majalah Intisari dan Harian Kompas.

Dalam perjalanan mengelola media Intisari dan Kompas, keduanya berbagi tugas dan mereka tidak suka tampil.“Tapi karena saya membidangi redaksi, mau tidak mau harus tampil,” kata Jakob suatu ketika.

Di majalah Intisari dan Harian Kompas, kedua tokoh itu meletakkan fondasi idealisme, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta meletakkan filosofi dalam pengembangan perusahaan pers.

Khusus dalam merekrut wartawan dan karyawan, Ojong mengutamakan “watak baik” daripada keterampilan atau skill yang dimiliki.Adapun kekurangan keterampilan, menjurut dia bisa ditingkatkan melalui pelatihan, pendidikan, dan kursus.

Dalam menjamin masa depan karyawan, pimpinan Kompas kemudian mengembangkan bisnisnya ke penerbit dan toko buku Gramedia serta dunia perhotelan yang diberi nama Santika. Tujuannya, kalau Kompas diberangus, karyawan masih ada tempat bekerja.

Ada pesan penting dari Ojong dan Jacob untuk para pengelola perusahaan.Menurut mereka, perusahaan yang baik adalah perusahaan yang dapat menjamin kesejahteraan karyawannya.

Artinya,kalau pemimpin perusahaan tidak ada lagi, perusahaan harus tetap bisa berjalan, sehingga perlu disusun suatu sistem untuk memungkinkan terwujudnya hal itu serta memungkinkan terciptanya kader-kader yang kompeten, profesional, dan berintegritas.

Buya HAMKA

Siapa tak kenal Prof Dr H Abdul Malik Karim Amrullah (BuyaHamka).Beliau adalah seorang ulama kharismatis yang semasa mudanya banyak melewatkan waktudengan belajar agama serta banyak membaca.

Tokoh nasional yang lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatra Barat pada 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta pada 24 Juli 1981 pada usia 73 tahun itu adalah seorang ulama dan sastrawan, bahkan sejatinya juga adalah seorang wartawan.

Hamka mendapat gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-Azhar Mesir dan Universitas Nasional Malaysia, sementara Universitas ProfDr Moestopo Jakarta mengukuhkannya sebagai Guru Besar.Almarhum jugamasuk dalam daftar Pahlawan Nasional.

Tokoh nasional itu terjun dalam dunia politik melalui Masyumi sampai partai tersebutdibubarkan, dan menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama serta aktif di organisasi Muhammadiyah sampai akhirhayatnya.

Puluhan buku karyanya telah diterbitkan. Selain itu, Buya Hamka mendirikan majalah Panji Masyarakat (Panjimas) pada 15 Juni 1959 bersama KH Faqih Usman, Jusuf Abdullah Puar, dan HM Joesoef Ahmad.

Perjalanan Buya Hamka dan kawan-kawan di majalah Panjimas dapat menjadi inspirasi untuk melihat hubungan antar ummat Islam, pergulatan padamasa Orde Lama, dan banyak hal yang terjadi di masa (awal) Orde Baru.

Majalah pimpinan Buya Hamka ini turut menyertai perjalanan sejarah penting bangsa ini.Ketika baru setahun terbit, pada Mei 1960, majalah itu diberedel pemerintah. Dua tahun sesudah Panjimas diberedel, Hamka kembalimenerbitkan majalah baru, yaitu Gema Islam.

Meski posisi Hamkahanya membantu, namun almarhum berperan penting di situ, sebab melalui perantara majalah tersebut Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru Jakarta Selatan yangmerupakan kantor redaksi Gema Islam kemudian menjadi panggungaktivitas yang identik dengan nama Hamka.

Sesudah kekuasaan Soekarno surut dan PKI dibubarkan, pada 5 Oktober1966 Majalah Panjimas kembali terbit.Sebagai “corong” umat, Panjimas termasuk majalah umat yangberumur panjang.

Saat media umat lainnya patah tumbuh dalam siklusyang cepat, Panjimas adalah corong umat Islam yang bertahan lama,bukan hanya melewati fase Orde Lama, tapi juga hingga melewati OrdeBaru.

Meskipun penerbitan Panjimas timbul tengggelam,generasi penerus Hamka terus berupaya menghidupkan semangat majalah tersebut sebagai penyambung lidah umat Islam di Indonesia.

Terakhir, media yang didirikan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullahalias Buya Hamka itu pada Maret 2019 hadir dalam bentuk daring disitus panjimasyarakat.com.Semangat yang dibawanya adalah menyuarakan prinsip-prinsip Islamyang memberi kedamaian bagi bangsa Indonesia.

Tokoh pers Fachrodin

Haji Fachrodin adalah pelopor pers Muhammadiyah.Sosok kader dan tokoh Muhammadiyah generasi awal ini banyak belajar dari pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan serta belajar secara otodidak. Biarpun tidak mengenyam pendidikan umum,ia bertumbuh menjadi seorang penulis yang tajam dan disegani.

Fachrodin menjadi orang pertama yang memimpin redaksi majalah Soewara Moehammadijah. Ia merintis penerbitan media itu pada 1915 dan menjadi Pemred pertama, sementara KH Ahmad Dahlan duduk di jajaran redaksi bersama HM Hisyam, RH Djalil, M Siradj, Soemodirdjo, Djojosugito, dan KRH Hadjid.

Ia mengawali karir di dunia pergerakan ketika belajar jurnalistik kepada Mas Marco Kartodikromo. Ketika Mas Marco bersama beberapa jurnalis bumiputra menerbitkan surat kabar “Doenia Bergerak” pada 1914, Fachrodin dipercaya menjadi penulis tetapyang bertanggungjawab memberikan informasi kepada publik di kawasan Yogyakarta.

Fachrodin dengan pikiran-pikirannya yang cerdas dan tajam selalu berusaha memperjuangkan nasib rakyat, termasuk membangkitkan perlawanan kaum buruh di Yogyakarta terhadap pemerintah Belanda.

Pada 1919, wartawan yang juga piawai berdakwah itu menerbitkan surat kabar mingguan Srie Diponegoro. Tulisannya di mingguan tersebut dihiasi dengan gambar ilustrasi yang menunjukkan salah satu kreativitas Fachrodin dalam bidang jurnalistik.

Haji Fachrodin meninggal dunia tahun 1929.Setelah Indonesia merdeka, pemerintah memberikan almarhum anugerah Pahlawan Nasional lewat Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 162 tahun 1964.

Kini surat kabar Soewara Moehammadijah yang dirintisnya pada 1915 itu bertumbuh menjadi majalah Suara Muhammadiyah dan suaramuhammadiyah.id.

Tahun 2021 inimajalah tersebut menapaki usia 106 tahun, usia yang relatif matang bagi dunia pers di Tanah Air.

 

Elly Hartati Rasyid, Jalankan Sosialisasi Perda Pajak

March 7, 2021 by  
Filed under DPRD Kaltim

SAMARINDA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Ely Hartati Rasyid menggelar Sosialisasi Perda Tentang Pendapatan Pajak Daerah di salah satu Rumah Makan Tenggarong, Sabtu (06/3/2021).

Kegiatab yang mengundang 120 warga Tenggarong ini dilakukan dalam dua tahap dan memperhatikan ketentuanprotokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19.

Elly Hartati Rasyid yang juga politisi PDI Perjuangan ini mengundang Muhammad Yuhdi dari Matra Demokrasi sebagai narasumber sosialisasi perda.

Dikatakan Elly, program baru DPRD Kaltim itu dilakukan agar masyarakat lebih memahami Perda apa saja yang telah disahkan oleh Daerah

“Kita menginginan masyarakat bersama tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh bisa menjelaskan menganai pajak , kewajiban serta hak sebagai warga negara Indonesia” ucapnya

Menurut Elly, perda pajak ini dapat menjadi jembatan langsung ke masyarakat dan memaksimalkan penerimaan pajak Kaltim.

Sementara Muhammad Yuhdi, menjelaskan pemerintah melalui regulasi ini sudah memberikan gambaran jelas apa yang bisa diterima oleh para wajib pajak, untuk pembangunan Kaltim khususnya.

Pemerintah berharap parawajib pajak bisa menerima, sadar hukum dan taat pajak,” kata Yuhdi. (**)

Pemprov Kaltim Buka Seleksi Badan Pengawas dan Direksi BUMD

March 7, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) membuka kesempatan kepada para profesional untuk mengikuti seleksi bakal calon Badan Pengawas/Komisaris Independen dan Direksi BUMD.

Terdapat 15 jabatan yang akan diisi. Masing-masing 1 jabatan untuk Badan Pengawas/Komisaris Independen dan 14 jabatan Direksi BUMD. Satu jabatan badan pengawas yang akan diisi adalah Badan Pengawas Perusda Bara Kaltim Sejahtera. Sedangkan 14 jabatan direksi yang akan diisi masing-masing 2 Direksi PT Jamkrida Kalimantan Timur, 3 Direksi PT Migas Mandiri Pratama, 3 Direksi PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur, 1 Direksi Perusda Sylva Kaltim Sejahtera, 3 Direksi Bara Kaltim Sejahtera dan 2 Direksi Melati Bhakti Satya.

M Sa’bani

“Untuk semua jabatan yang akan diisi, syaratnya harus berdomisili dan memiliki e-KTP Kaltim,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim HM Sa’bani yang juga bertindak sebagai ketua panitia seleksi tersebut, Minggu (7/3/2021).

Syarat lain untuk menjadi badan pengawas antara lain memiliki keahlian, integritas, kepemimpinan, pengalaman, jujur, berperilaku baik, dan dedikasi yang tinggi.

Memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah, manajemen perusahaan, menyediakan waktu yang cukup, berijazah paling rendah S1 dan berusia paling tinggi 60 tahun pada saat diangkat.

Syarat berikutnya, tidak pernah dinyatakan pailit, dan tidak pernah menjadi anggota direksi, dewan pengawas atau komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit.

“Syarat lainnya, tidak sedang menjalani sanksi pidana dan tidak sedang menjadi pengurus partai politik, calon kepala daerah atau calon wakil kepala daerah dan calon anggota legislatif,” jelas Sa’bani.

Sementara untuk dapat mengikuti seleksi calon direksi BUMD, selain harus memenuhi persyaratan seperti disyaratkan untuk menjadi dewan pengawas, para calon pendaftar juga masih harus memenuhi persyaratan lainnya.

Yakni, pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim, diutamakan yang memiliki pengalaman di bidang perusahaan yang dilamar.

“Berusia paling rendah 35 tahun dan paling tinggi 55 tahun pada saat mendaftar,”  jelas Sa’bani.

Syarat lain yang juga harus diperhatikan setiap pendaftar adalah tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan keuangan daerah, serta tidak sedang menjalani sanksi pidana.

Bagi direksi yang sudah menjabat dua periode, tidak diperkenankan mendaftar, kecuali untuk jabatan direktur utama. Demikian juga direktur utama yang sudah dua periode tidak diperkenankan mendaftar di perusahaan yang sama. Nantinya, bagi peserta yang lulus tiga besar harus melampirkan sertifikasi manajemen risiko.

Pendaftar juga harus melengkapi lamaran mereka dengan surat lamaran tinta hitam bermaterai Rp10 ribu, daftar riwayat hidup, pas foto, fotocopy ijazah pendidikan terakhir legalisir, surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari RS Pemerintah (asli),  surat keterangan bebas narkoba dari rumah sakit/BNN (asli), serta surat pernyataan lain hingga tidak memiliki tanggungan hutang atau kredit macet.

“Setiap pelamar hanya boleh mengajukan lamaran pada satu posisi jabatan,” tegas Sa’bani.

Surat lamaran dan semua dokumen kelengkapan persyaratan dikirim kepada panitia seleksi dengan alamat email  panselbumd21@kaltimprov.go.id.

Tahapan seleksi dimulai dari pengumuman di media massa pada 8 Maret 2021, penerimaan berkas dokumen 9-15 Maret 2021, seleksi administrasi 16 Maret 2021, pengumuman seleksi administrasi 18 Maret 2021, tes kejiwaan 22-26 Maret 2021, UKK/assessment  29 Maret – 1 April 2021, pengumuman hasil UKK/assessment 5 April 2021, penyerahan makalah dengan tema “Optimalisasi Peran BUMD dalam Mendukung Visi Berani untuk Kaltim Berdaulat” pada 7 April 2021, presentasi dan wawancara akhir 8-12 April 2021 dan pengumuman hasil seleksi semua jabatan  pada 14 April 2021.

Panitia seleksi menegaskan bahwa berkas administrasi yang akan diproses adalah berkas yang lengkap sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan.

Panitia tidak memungut biaya apapun dari pelamar. Panitia seleksi tidak melakukan komunikasi melalui telepon dan surat menyurat dan tidak melayani permintaan penjelasan hasil seleksi.

“Kepada pelamar agar berhati-hati terhadap segala penyalahgunaan,” pesan Sa’bani.

Diingatkan pula bahwa apabila di kemudian hari diketahui pelamar telah memberikan data/keterangan yang tidak benar, maka Pemprov Kaltim berhak membatalkan hasil seleksi.

Setiap perkembangan informasi mengenai seleksi dapat dilihat melalui website Pemprov Kaltim di www.kaltimprov.go.id.

“Kelalaian tidak mengikuti perkembangan informasi menjadi tanggung jawab pelamar,” tutup Sa’bani. (sam)

Muhammad Samsun Gelar Sosialisasi Perda Pajak di Samboja

March 6, 2021 by  
Filed under DPRD Kaltim

Samarinda -Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Muhammad Samsun menggelar sosialisasi Perda Pajak Daerah di Samboja Kutai Kartanegara (Kukar), Jumat (5/3/2021).

Kegiatan sosialisasi Perda Pajak ini merupakan terobosan para legislator di Karang Paci, markas anggota DPRD Kaltim di Samarinda, dalam mensosialisasikan Perda-Perda yang dihasilkannya. Sebelumnya, hal semacam ini jarang terdengar mereka lakukan.

Samsun mengatakan, sosialisasi Perda Pajak tersebut dalam rangka menggali potensi daerah untuk pendapatan bagi daerah.

“Tema Perda tentang pendapatan Pajak. Kita gali pendapatan daerah untuk pembangunan di Kaltim,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

Samsun yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Kukar pada Pemilu Legislatif 2019 berharap lewat sosialisasi Perda ini, masyarakat bisa memahami antara hak dan kewajiban mereka.

Untuk itu, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak melaksanakan Pajak di daerah.

Sosialisasi Perda Pajak ini, kata Samsun, akan jadi awal untuk melakukan sosialisasi Perda-Perda selanjutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni masyarakat, Camat, Lurah, kelompok pemuda, dan beberapa elemen masyarakat lainnya serta puluhan warga setempat. (*/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1113962
    Users Today : 1440
    Users Yesterday : 4582
    This Year : 50472
    Total Users : 1113962
    Total views : 10880856
    Who's Online : 61
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-12