Jembatan Sangatta Lama Permudah Akses Dua Kecamatan

April 12, 2021 by  
Filed under Kutai Timur

SANGATTA- Peresmian Jembatan Sangatta Lama oleh Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan (Sangsel). Pasalnya Sangsel berdampingan dengan Kecamatan Sangatta Utara kini memiliki banyak akses yang terhubung langsung dengan ibukota.

Kehadiran jembatan kedua setelah Jembatan Kampung Kajang (era kepemimpinan Bupati Awang Faroek Ishak) ini diharapkan bisa mempermudah akses transportasi. Sekaligus meningkatkan roda perekonomian.

Saat peresmian, Wabup Kasmidi Bulang mengungkapkan, jembatan ini yang sangat diharapkan masyarakat Sangatta Selatan. Untuk menghubungkan akses ke ibu kota Kutim yaitu Sangatta Utara. Sebab jembatan bisa dikatakan sebagai faktor utama untuk bisa meningkatkan roda perekonomian dan bidang lainnya. Setidaknya masyarakat dua kecamatan tak harus memutar melintasi jembatan Kampung Kajang.

“Saya minta jembatan ini dijaga dan dirawat. Karena butuh anggaran yang besar untuk mewujudkannya,” pesan Kasmidi saat meresmikan Jembatan yang berada di Jalan Pusaka, Sangatta Lama, Senin (12/4/2021).

Ia bersyukur pengerjaan jembatan Sangatta Lama bisa selesai tepat waktu. Untuk mempercantik area disekitar jembatan, kedepan di wilayah jembatan, seperti rumah warga pun bakal di cat oleh perusahaan Avian, menggunakan dana CSR perusahaan tersebut. Ia berharap hal itu terwujud dan disambut baik dengan warga, agar tujuan mempercantik kawasan jembatan ini bisa terlaksana.

“Dengan adanya jembatan ini, (semoga) bisa memudahkan akses kita. Baik dari utara atau pun dari selatan,” harap lelaki kelahiran tahun 1976 itu.

Dalam acara turut hadir, Asisten Ekobang Suroto, Wakapolres Kutim Tri Yanto, Wakil ketua DPRD Asti Mazar, Anggota DPRD Kutim Said Anjas dan Hj Fitri. Plt Kadis PU Witono, Camat Sangatta Utara Basuni, Camat Sangatta Selatan Hadiah, Unsur Muspika, masyarakat sekitar dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya, Plt Kadis PU Kutim Witono menjelaskan spesifikasi jembatan tersebut. Menurutnya jembatan bisa dilalui kendaraan hingga berkapasitas 8 ton. Kedepan pun jalur yang menuju wilayah Dusun Masabang bakal dibenahi. Sebab jalur yang menukik dan langsung berhadapan dengan rumah warga sangatlah riskan. Untuk itu, ia berupaya secara bertahap mengerjakan sektor yang prioritas.

“Secepatnya dilakukan uji lalu lintas, untuk kendaraan kecil melintasi jembatan tidak masalah. (Termasuk) Truk muatan sembako, tidak masalah. Kecuali tronton atau trailer. Sebab, jalannya tidak memadai untuk kendaraan itu,” jelasnya.

Ia menambahkan sementara jembatan difungsikan untuk masyarakat dilingkungan tersebut. Sebagai informasi, total anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab mencapai Rp 37 miliar. Dana dimaksud tidak hanya untuk pembangunan jembatan, tapi juga untuk jalan, penataan ruang terbuka, termasuk pembebasan lingkar dusun Masabang.

Sekedar diketahui, berdasarkan data pengerjaan oleh pihak kontraktor PT Putra Angga Pratama, nilai kontrak proyek Rp35 miliar lebih dengan type jembatan rangka besi lengkung Kelas A dengan panjang jembatan 50 meter, lebar 1–7–1 meter. Panjang penanganan jalan 900 mm dan produk akhir jalan perkerasan kaku (Rigid Pavement) tebal 27 cm. (***)

 

HUT ke 47, Perumdam Tirta Kencana Utamakan Peningkatan Pelayanan dan Kualitas

April 12, 2021 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Peringatan HUT Perumdam ke 47 Tirta Kencana Kota Samarinda yang jatuh pada tanggal 13 April 2021 dirayakan secara sangat sederhana. Kegiatan dilaksanakan Dharma Wanita Kesatuan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda yang dirangkai dalam acara silaturahim dan pemberian santunan dan tali asih.

Acara Silaturahim dan pemberian santunan ini juga dihadiri istri Wali Kota Samarinda Hj Rinda Waahyuni Andi Harun dan Istri Wakil Wali Kota Hj Herly Warsita Rusmadi Wongso Ketua Dharma Wanita Persatuan Pemkot Samarinda Hj Titin Qomariyati Sugeng Chaerudin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda Ny Senita Jaya Nor Wahid Hasyim, Ketua 1 Ny Andi Irmawati Yusfian Nor, Ketua 2 Ny Dewi Irawati Ali Rachman dan seluruh Jajaran Pengurus di Halaman Mess Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda.

Ketua Dharma Wanita Ny Senita Jaya Nor Wahid Hasyim mengucapkan terimakasih atas kehadiran ibu Walikota , Ibu Wakil Walikota dan Ketua PKK Pemkot Samarinda.

“Tak kenal maka tak sayang, hari ini ada kegiatan tali asih dan santunan dalam rangka HUT Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda. Semoga pelayanan akan air bersih ke masyarakat makin baik dan maju,’” kata Senita.

Santunan pada HUT kali ini diberikan kepada wakar, cleaning servis, security, tukang gali serta rumah tahfiz Quran berupa sembako sejumlah 106 buah .Selain itu juga bantuan pembayaran rumah kontrak tahfiz selama 6 bulan dan bantuan hambal untuk digunakan di rumah tahfiz di lingkungan Perumahan Perumdam Jl Cendana.

Sementara itu Direktur Utama Nor Wahid Hasyim juga menyampaikan permohonan maaf, karena hingga saat ini belum bisa melayani air bersih 100 persen kepada masyarakat Kota Samarinda. Hal ini karena terbatasnya kapasitas IPA yang di miliki Perumdam Tirta Kencana. Perumdam saat ini memiliki 15 IPA dengan 2.435 liter per detik.

“Produksi kami optimalkan sampai 2.500 liter perdetik. Idealnya bisa melayani 150 ribu pelanggan,” kata Wahid Hasyim.

Dikatakan, pelanggan saat ini sudah hampir 160 ribuan sehingga ada sekitar 10 ribu pelanggan yang aliran bergilir tidak mengalir 24 jam seperti wilayah Jalan Wahid Hasyim 1 dan 2, Jalan PM Noor, Jalan Panjaitan dan Jalan Damanhuri serta wilayah Sambutan Pelita 4, 5 6 dan 7.

“Alhamdulillah kami terus berjuang dan bergerak untuk mengajukan pembangunan IPA,” ujar Wahd Hasyim.

Dalam bulan Ramadhan ini nanti sudah rencananya sudah bisa diresmikan IPA Lingai 2. Jika telah beroperasi nantinya bisa mengalir 24 jam wiilayah Jalan DI Panjaitan, Jalan Damanhuri dan sekitarnya.

Sementara yang saat ini masih dlam proses pekerjaan yaitu IPA dan Intake Sungai Kapih dan IPA Kalhold. Perumdam juga telah mengajukan pembangunan IPA Bengkuring 2.

Wahid Hasyim juga menjelaskan langkah yang diambil Perumdam Tirta Kencana dalam penanganan Covid 19 dengan melaksanakan protokol kesehatan. Selama pandemi tercatat sebanyak 32 pegawai dinyatakan positif serta 1 orang meninggal.

“Saat ini ada 937 orang kita daftarkan untuk vaksin dan menunggu antian dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sementaraa Hj Rinda Wahyuni Andi Harun mengucapkan selamat HUT Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda dan berharap pelayanan semakin baik dan maju.

” Alhamdulillah saat ini pelayanan sudah makin baik, walaupun aliran bergilir yang penting ngalir dan jernih. Memang sebagai pelayanan pasti tidak ada kesempurnaannya,” ujarnya. (**)

Diskominfo Kaltim Kenalkan 9 Program Kerja Baru

April 12, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) mengenalkan 9 program baru. Program ini diperkenalkan bersamaan dengan acara Pembukaan Sosialisasi Digital Signature di Hotel Mercure, Senin (12/3/2021).

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengatakan. setelah berjalan 3 bulan di tahun 2021, program tersebut terdiri dari inovasi baru, tampilan baru (new look) dan re-branding untuk masyarakat di Kaltim dan juga untuk Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.

Dikatakan, program ini terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama ada tiga inovasi baru yakni inovasi pertama yaitu SIDA atau Sistem Informasi Digital Administrasi yang hari ini kami sosialisasikan, biasa dikenal dengan nama e-office namun disini kami lakukan penyempurnaan dan bukan hanya soal tata naskah digital saja tapi juga dengan digital signature nya langsung,

“Inovasi kedua ada PINTAS atau PPID Teman Disabilitas merupakan aksi perubahan saudari Sri Rezeki Marietha dengan menyediakan ruangan yang representative dan ramah bagi penyandang disabilitas termasuk sistem informasinya baik elektronik maupun non elektronik. Kemudian diinovasi ketiga adalah Si GeLATIK ini adalah Sistem Informasi Gangguan Layanan TIK untuk kalangan di OPD Pemprov Kaltim yang merupakan aksi perubahan saudari Eva Yuseva”, lanjut Faisal menerangkan kepada awak media.

Setelah itu dikelompok kedua ada 3 buah penampilan baru yang kami kenalkan untuk publik di Kaltim,

“Tiga tampilan baru tersebut adalah website www.diskominfo.kaltimprov.go.id dan www.ppid.kaltimprov.go.id serta satu lagi program antihoax yang kami brand kan baru dengan nama HANTAM BERITA HOAX” ucap pria berkumis ini semangat.

Kemudian yang terakhir dikelompok ketiga adalah ada 3 program yang kami re-branding kembali untuk mengingatkan publik akan keberadaannya,

“Tiga yang kami rebranding adalah LAPOR WAL! merupakan tagline baru untuk Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) yang merupakan satu-satunya saluran pengaduan di Kaltim yang terintegrasi dengan Pemerintah Pusat, kemudian ada ASPIRASI ETAM sebuah wadah saluran menyampaian aspirasi untuk Provinsi Kaltim,” ungkap Faisal gamblang.

Terakhir PiON, ini adalah Permohonan Informasi Online bagi masyarakat yang memerlukan informasi di Pemprov Kaltim dapat bermohon informasi tanpa harus datang ke kantor, ini semata untuk mendukung akses keterbukaan informasi publik.

“Semua yang akan kami kenalkan semata-mata untuk meningkatkan pelayanan publik Diskominfo Kaltim, tujuan kami untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan berkualitas” ujarnya mengakhiri. (**)

Pak Bekti Mengabdi untuk Pendidikan PWI

April 11, 2021 by  
Filed under Profile

Ketika saya masih “calon anggota” PWI, jenjang terendah keanggotaan PWI, sesuai dengan ketentuan PD PRT PWI kala itu, saya menempuh ujian kenaikan tingkat ke jenjang berikutnya sebagai “anggota muda” di PWI Provensi DKI Jakarta. Salah satu penguji dan pemeriksa ujian saya ialah Pak Encup Soebekti, yang baru saja almarhum. Demikian pula waktu mau menaikan laki status saya menjadi “anggota biasa” dari anggota muda, Pak Bekti yang sedang menjabat sebagai skretaris PWI Jaya, ketuanya Massun Pranoto, jadi penguji saya. Dia pulalah yang antara lain menandatangani sertifikat saya.   Walapun dia punya pengalaman sebagai wartawan harian Kami, dan kemudian di Pos Kota Group, sejak awal tak sedikit pun dia menunjukan sikap arogansi sebagai senior. Pak Bekti, begitu saya memanggilnya, (sebagian lagi menyebutnya “Pak Encub,”) selalu membimbing dan memberi jalan terhadap problematik yang ada. Pengetahuan teori tentang jurnalistiknya sangat luas. Maka ketika mengajar feutures, misalnya, beliau selalu memakai pengetahuan teorinya itu sebagai alat menerangkan agar lebih luas, mendalam dan mudah difahami.

Encub Soebekti

Persahabatan saya dengan Pak Bekti sebagai yunior dan sejawat, terus berkembang, termasuk lantas ketika kami sama-sama menjadi pengurus PWI tingkat Jaya dan PWI Pusat. Perhatiannya kepada bidang pendidikan, membuat dia lebih sering ditempatkan di bidang yang terkait pendidikan. Hampir pada semua bagian pendidikan PWI Pak Bekti banyak terlibat. Almarhum tercatat sebagai salah satu orang yang banyak menyusun kurikulum atau silabus bahan pelatihan di lingkungan PWI. Memang sebagian dari hidup dan profesinya diabadikan untuk pendidikan dan pelatihan kewartawanan.

Suatu saat pelatihan “Safari Jurnalistik” PWI yang sudah lama berlangsung, bakal “dimatikan” oleh ketua umum PWI priode saat saya menjadi sekjennya. Saya dan Pak Bekti “menentang” keputusan itu dan beradu argumentasi dengan ketua umum, bahwa Safari Jurnalistin perlu terus dipertahankan, baik karena alasan kemasalahatan maupun alasan historis. Setelah berdebat cukup tajam dan demokrasi, akhirnya program Safari Jurnalistik tetap dipertahankan, dengan syarat kami yang harus mengurus tetek bengkekknya, termasuk terkait dengan urusan mencari sponsor. Demi mempertahankan program Safari Jurnalistik tersebut kami langsung menyanggupi syarat itu.

Kami lantas menghubungi Brata, mantan wartawan Kantor Berita Antara beralih yang menjadi Kepala Humas perusahaan Nestle. Brata menyanggupi Nestle tetap jadi sponsor program Safari Jurnalistik dengan ketentuan kurikulumnya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan disetujui lebih dahulu oleh Nestla. Nah, supaya gak bulak-balik, akhirnya kami ajak Brata sebagai salah satu tim perumus kurikulum Safari Jurnalistik yang baru. Dan kepalang bersama, waktu Brata menawarkan villa munggil miliknya di daerah Puncak sebagai tempat pembahasan, langsung kami terima. Jadilah kami menginap semalam dua hari di villa Brata. Pembahasan soal kurikulum Safari Jurnalistik ternyata tidak berlangsung lama, karena sudah ada persamaan persepsi di antara kami. Selebihnya kami bicara intens berbagai soal. Walaupun yang paling senior, Pak Bekti sama sekali tidak menempatkan diri orang yang paling tahu, karena selalu mau mendengar kami. Sampai kini hasil rumusan kurikulum yang kami buat bersama Brata dengan sponsor Nestle masih dipakai PWI, setidaknya sekitar 90 persenan dari kurikulum itu. Banyak pengurus dan anggota PWI tak memahami hal ini, sehingga melupakan faktor sejarahnya.

Rencana Kerjasama dengan Pos Kota

Pernah pihak BNI suatu saat menawarkan kepada saya, apakah kami berniat “bekerja sama” Pos Kota Group karena perusahaan mantan menteri penerangan Harmoko ini saat itu sudah ada terkait dengan BNI. BNI minta kalau kami berhasil menggalang “kerja sama” dengan Pos Kota Group, nanti kami berkewajiban melakukan skema restrukturisasi cicilan ke BNI. Saya jawab, jika memang propektif kami menyatakan setuju.

Sejatinya saat itu kami tak ingin mengembangkan Pos Kota Group melalui mekanisme koran cetak. Kami faham benar kala itu, industri pers cetak sudah mencapai senja atau sun set industri, sehingga mengembangkan idustri pers cetak bagaikan menggali kubur sendiri. Pers cetak, sejak saat itu sudah tinggal menunggu waktu penurunan tajam yang terus menerus. Jadi, kami sama sekali tidak berpikir kesana. Sebaliknya waktu itu usaha star up baru saja bertumbuh, dan belum banyak perusahaan yang menekuni bisnis ini. Dan untuk usaha star up, perusahaan mana lagi yang memikiki akses dan data paling kuat, selain Pos Kota Group. Koran ini punya data jual beli lengkap di semua bidang. Ada jual beli atau sewa rumah di Jakarta paling komplit. Penawaran pekerjaan dan orang yang membutuhkan alias pencari kerja paling banyak pula di Pos Kota Group. Begitu juga jual beli mobil, burung, barang antik dan sebagainya, apa aja ada disana. Bahkan daftar panti pijt pun begitu lengkap. Semua ada di iklan Pos Kota, kala itu. Dengan mengakuisisibPos Kota Group dan melengkapi dengan usaha star up, Pos Kota Group bakal menjadi salah satu usaha di bidang star up yang paling besar. Dan kalau itu terjadi, saya yakin, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan dengan value yang teramat sangat besar serta masuk katagori triyulnan. Maka tanpa ragu, saya mengatakan kepada pihak BNI, yang meminta dan mempersilahkan saya secara alami berhubungan dengan Pos Kota Group, saya aminin alias saya setujui.

Hanya saja, saya tak punya banyak akses terhadap para pemegang saham Pos Kota Group. Disinilah saya kembali meminta tolong Pak Bekti lagi untuk “menghubungi dan mengkondisikan” para pemegang saham inti Pos Kota Group. Dari situlah saya akhirnya bertemu dengan dua tokoh Pos Kota Group, Harmoko dan Tahar, serta beberapa pemegang saham Pos Kota Group lainnya. Rupanya Pak Bekti lumayan dikenal dan dipercaya di lingkungan group perusahaan pers yang sangat terkenal itu.

Pihak Pos Kota Group meminta “kerjasama” itu termasuk penanganan percetakan milik mereka di Cikarang. Lagi-lagi saya setuju saja. Lalu lahirklah MoU antara saya dengan Pihak Pos Kota Group yang diwakili Pak Harmoko dan Pak Tahar. Kedua tokoh Pos Kota inilah yang membubuhkan tanda tangannya di atas kertas MoU. Pak Bektilah yang berperan banyak membantu saya menyakinkan kepada Harmoko dan Tahar serta pemegang saham Pos Kota lainnya.

Untuk urusan percetakan di Cikarang, kami ingin audit yang tuntas dan objektif. Maka kami menyewa konsultan dari Kanada, dengan standar bayaran dolar. Kami ingin pemeriksaan berlangasung profesional. Datanglah bule ahli Kanada itu ke Indonedia dan memeriksa percetakan di Cikarang. Ketika pertama kali konsultan dari Kanada bekerja, Pak Bekti dan saya ikut meninjau ke percetakan di Cikarang. Betapa kagetnya kami, konsultan itu memulai kerjanya bukan dari memeriksa mesin, tetapi justeru dari hilirnya: kemana pembuanga limbah percetakan? Setelah itu barulah ke bagian hulunya, memeriksa besi-besi mesin dan mesinnya sendiri. Kesimpilan mereka : kami tak direkomendasi mengambil alih percetakan ini sebagai mesin percetakan.

Mulai dari sana negosisasi dengan Pos Kota Group tersendat, dan akhirnya tak jadi dilaksanakan tanpa pembatalan. Hasil ini saat itu telah saya sampaikan juga kepada pihak BNI. Setelah itu saya tak tahu lagi bagaimana kelanjutannya penanganan Pos Kota Group di BNI, sampai saya mendengar kabar Pak Tahar wafat dan ada lapor melapor ke polisi antara anggota dan pengurus koperasi karyawan Pos Kota sebagai salah satu pemegang saham Pos Kota Group.

Kisah tangga “langka”

Persahabatan saya dengan Pak Bekti juga tentu menembus batas-batas pribadi. Dia sering bercerita tentang asal daerahnya di Cirebon. Saya ceritakan kepadanya, ketika saya pertama ke Cirebon naik kereta, waktu kereta berhenti dan saya mau turun memakai tangga. Di tempat turun, saya diberitahu petugas di stasion Cirebon, tangga kereta api itu “langka.” Saya pikir kata “langka” artinya sama dengan bahasa Indoensia, yaitu “jarang,” rupanya maknanya berbeda. Kata “langka” di Cirebon artinya “tidak ada.” Pak Bekti seperti biasa, mendengar cerita saya dengan tersenyum-senyum.

Begitu juga sebagai sahabat almarhum sering bercerita tentang anak-anak dan cucu-cucunya, termasuk salah satu anaknya yang masuk tentara, angaktan darat, mulai waktu pendidikan sampai pernah ditempatkan di Paspampres sampai dikirim keluar negeri sebagai bagiab pasukan perdamaian dan seterusnya.

Saya mengalami sendiri, Pak Bekti seorang pribadi yang jujur. Tak pernah sedikit pun dia melenceng dari komitmenya, apalagi sampai “cheating” atau curang. Tak seucil pun hal itu ada di pikirannya, apalagi dalam tindak tanduknya. Dia orang yang tidak saja bersih, tapi sangat bersih. Jujur sampai ke sumsumnya . Dia tak tergiur dengan kemegahan duniawi. Pak Bekti orang yang sangat idealis.

Pada sisi lain Pak Bekti seorang yang sangat solider kepada persahabatan. Mau mendengar dengan sabar. Mau menolong. Mau membantu. Tapi almarhun juga seorang yang tegas. Dialah profil sejati wartawan yang mengabdi kepada profesinya. Seorang yang menempatkan profesi wartawan sebagai pekerjaan utama, bukan sekedar pekerjaan sampingan, sampai akhir hayatnya.

Saya mendengar pertama kali kepergian Pak Bekti dari WA staf sekretaris PWI Pusat , Taty Mansur, di What Apps Group (WAG) “Warga PWI” pukul 07.28. Saya kehilangan sorang sahabat yang tulus yang punya artinya banyak buat saya. Saya bersaksi almarhum orang baik…orang baik….orang baik! Selamat jalan seniorku, sahabatku….Menghadaplah   kembali kepada Sang Pencipta dengan jiwa yang tenang…..

Jakarta, 11 April 2021

Wina Armada Sukardi

Reza: Sosialisasi Pajak Daerah Belum Maksimal

April 11, 2021 by  
Filed under DPRD Kaltim

SAMBOJA – Sosialisasi pajak daerah, terutama terkait pajak kendaraan bermotor, menurut anggota DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi belum maksimal. Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Perda yang digagas Reza, sapaan akrab Akhmed Reza Fachlevi, di Kantor Kelurahan Sei Merdeka, Samboja, Kutai Kartanegara, Sabtu (10/4/2021).

Sosialisasi tersebut dihadiri Lurah Sei Merdeka Agus Santosa, LPM, ketua-ketua RT, Karang Taruna, Babinsa dan Babinkamtibmas. Acara yang menghadirkan narasumber Kepala Bidang Pajak Bapenda Kaltim Roni Irfansyah itu dimoderatori Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Endro S. Efendi.

Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kebijakan pemerintah. Juga meningkatkan kesadaran masyarakat wajib pajak dan upaya pemerintah – legislatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terutama dari pajak daerah yang berdampak pada pertumbuhan APBD Kaltim.

Dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah itu, Kepala Bidang Pajak Badan Pendapatan Daerah Kaltim Roni Irfansyah menyampaikan, selama pandemi, sejak April 2020 sampai Maret 2021 tadi, diberikan relaksasi alias keringanan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar nol persen alias gratis.

Namun faktanya, hal itu tidak banyak diketahui, termasuk warga Sei Merdeka, Samboja, yang berharap keringanan itu bisa diprogramkan lagi. “Kami mohon bisa diperpanjang, supaya kami bisa membayar pajak,” harap Zainal Arifin, ketua RT 3 Sei Merdeka, yang hadir dalam sosialisasi tersebut.

Menanggapi hal itu, Reza menyampaikan, ada baiknya program keringanan pajak kendaraan itu bisa diprogramkan kembali. “Situasi saat ini masih pandemi, supaya bisa meringankan warga yang ingin balik nama kendaraannya,” kata anggota Fraksi Gerindra Kaltim ini.

Dalam Perda yang disosialisasikan, pajak kendaraan bermotor (PKB) mengalami kenaikan 0,50 persen. Sedangkan untuk bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) naik 15 persen. Namun Reza mewakili Partai Gerindra mengusulkan agar kenaikan dianulir atau dikoreksi. “Naiknya pajak atau retribusi itu cukup membebankan masyarakat,” terangnya.

Politisi muda ini juga menyoroti warga ataupun perusahaan di Kaltim yang membeli kendaraan dari luar daerah. Mengingat, pajak kendaraan yang dibeli tidak masuk ke Kaltim, namun provinsi lain.

“Kendaraan plat nomor dari daerah lain, yang menikmati pajaknya bukan Kaltim, tetapi daerah di mana kendaran dibeli yang menikmati retribusi pajaknya,” ujar Reza.

Usai kegiatan sosialisasi, anggota DPRD Kaltim dari dapil Kutai Kartanegara ini berkesempatan memberikan bingkisan untuk balita dan ibu hamil. Bingkisan tersebut disambut antusias ibu-ibu yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1113836
    Users Today : 1314
    Users Yesterday : 4582
    This Year : 50346
    Total Users : 1113836
    Total views : 10879862
    Who's Online : 63
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-12