Satpol PP Paser Tanggapi Dugaan Penganiayaan Saat Operasi Yustisi

August 21, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kabupaten Paser Ambo Lala menanggapi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 kepada seorang pemuda saat melakukan operasi yustisi di kawasan Siring Kandilo pada Rabu (18/08/2021) lalu.

Dikatakan, semua anggota Satgas Covid-19 yang bertugas pada malam itu harus memberikan keterangan kepada pihak berwajib.

Ambo Lala

“Setelah Jumatan, petugas yang hadir dan dekat dengan kejadian dipanggil satu per satu ke Polres,” katanya saat dikonfirmasi di kantor Satpol PP, Jumat (20/08/2021).

Ambo Lala menuturkan pada malam itu ia berada agak jauh dari lokasi kejadian. Namun ia membantah adanya tindakan pelemparan kursi oleh petugas kepada pemuda tersebut sebagaimana informasi yang beredar.

“Saya tak melihat kejadian itu, jika dilempar kursi ada suara kursinya. Itu tidak ada, kami sudah minta klarifikasi. Motornya rebah karena memang disetop aja begitu,” ungkap Ambo Lala.

Ditambahkan Ambo Lala pada saat melakukan operasi Yustisi semua anggota Satgas Covid-19 sudah diingatkan untuk bisa menahan diri dan lebih mengedepankan tindakan yang humanis. Bahkan kata dia, dirinya memberikan pengobatan di kaki korban pemuda yang terluka itu.

“Saya tanya anak itu, ada luka? dijawab kakinya tergores. Itu saya berikan antibiotik dan anak itu saya lihat normal-normal saja,” tuturnya.

Ambo Lala mengatakan jika terjadi tindakan yang berlebih, itu sudah diluar dari kendalinya.

“Kalau terjadi pemukulan, menurut saya pribadi itu faktor psikologis dan refleks. Mungkin saat itu kelelahan karena operasi yustisi setiap hari,” katanya

Jika memang terjadi pemukulan Ambo Lala berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak terulang kembali. (*/adhit)

UMKM Terdampak Pandemi Covid-19

August 21, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

ANGGANA – Hampir dua tahun COVID-19 melanda hampir seluruh wilayah di dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu dampak yang dirasakan adalah perekonomian yang turun drastis. Hal ini yang juga dirasakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa Sungai Mariam Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

“Akibat COVID-19 ini, teman-teman UMKM sepi penjualan, dan produk-produk yang dititipkan juga masih ada tidak terjual habis,” kata Indo Masse Ketua UMKM Komunitas Perempuan Kreatif Sungai Mariam (Kompek Sumar) saat ditemui media ini

Ia berharap pemerintah bisa membantu teman-teman dalam menjualkan produknya, karena daya beli masyarakat menurun.

“Paling utama kami berharap ada tempat yang bisa dimanfaatkan untuk pelaku UMKM di daerah ini untuk berjualan dan promosikan,” ujarnya

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kaltim, Akhmed Reza Pahlevi berharap usaha UMKM terus berkembang.

“Saya membeli kerupuk amplang dari UMKM Kompek Sumar dan akan saya beri kepada sahabat sebagai bagian dari promosi. Semoga pemasarannya semakin luas, dan skala produksinya semakin meningkat,” kata Reza

Reza juga menampung usulan dari pelaku UMKM dan berharap bisa diakomodasi dengan mengedepankan skala prioritas. Sebab, pandemi tetap harus diatasi, namun pembangunan desa juga tak boleh berhenti.

“Mari semua tetap berkarya dan utamakan keselamatan dan patuhi protokol kesehatan,” tutupnya. (man)

Ratusan Guru di Paser Ikuti Diklat Pembuatan Video Pembelajaran

August 20, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Ratusan guru di Kabupaten Paser mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pembuatan video pembelajaran secara daring selama tiga sejak 18 Agustus 2021. Diklat ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser Murhariyanto.

“Media pembelajaran komponen yang ikut andil dalam terlaksananya proses pembelajaran dalam tingkat satuan pendidikan. Ini penting agar guru dan siswa bisa berinteraksi dalam belajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser Murhariyanto.

Di masa pandemi Covid-19 yang mana pembelajaran dilakukan secara daring dengan jarak jauh, kata Murhariyanto, menuntut guru harus kreatif dalam memberikan pengajaran. Oleh karena itu, media pembelajaran haruslah kreatif dan menyenangkan.

“Semakin baik dan menarik media yang digunakan dalam proses belajar semakin mudah mencapai tujuan pembelajaran,” imbuhnya.

Murhariyanto berharap dengan media pembelajaran yang kreatif, dapat mengimbangi keterbatasan jarak selama pembalajaran di masa pandemi ini.

“Artinya dengan video yang kreatif, materi bisa dicerna siswa. Dengan demikian, kualitas pendidikan kita selama pandemi tetap baik,” ujarnya.

Untuk peningkatan kompetensi guru, dalam hal ini ini pembuatan video pembelajaran, Disdikbud Paser telah menyiapkan fasilitas dan sarana penunjang.

“Kita sudah ada studio mini. Di situ untuk kegiatan pembuatan video bisa, dan juga kedepan untuk kegiatan kreativitas lainnya guna menunjang proses pendidikan,” ucap Murhariyanto.

Ketua Komunitas Guru Kreatif Kabupaten Paser Saparuddin mengatakan pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi yang mudah digunakan guru.

“Kami pakai kinemaster, aplikasi yang mudah untuk membuat video pembelajaran. Alhamdulilah semua guru bisa menggunakan dan langsung bisa dipraktekan,” ujarnya.

Saparuddin mengatakan diklat ini diikuti 663 guru SD dan 237 guru SMP. Ia berharap para guru mampu mengaplikasikan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Para peserta akan mendapat sertifikat. Apabila mencapai 30 jam pelajaran atau selama mengikuti diklat ini,” ujar Saparuddin. (*/rop)

Sebanyak 93 Persen Desa di Paser Teraliri Listrik

August 20, 2021 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser menargetkan 93 persen dari 139 desa dan 5 kelurahan telah tealiri listrik pada tahun 2021.

“Tahun ini rasio listrik di Kabupaten paser 93,58 persen, dan insya Allah di tahun 2022 naik menjadi 100 persen,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Paser Ina Rosana kegiatan peresmian listrik pedesaan wilayah Kaltim-Kaltara, yang digelar secara virtual di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/08/2021).

Ina menerangkan pada tahun 2021 ada 9 desa yang teraliri listrik, 5 diantaranya telah menikmati fasilitas listrik negara tersebut bertepatan dengan HUT ke-76 RI 17 Agustus 2021 lalu. Kelima desa tersebut antara lain Desa Riwang, Sungai Langir, Prepat, Sunge Batu, dan Desa Lomu. Peresmian lima desa teraliri listrik dilakukan Bupati Paser dr. Fahmi Fadli di Desa Lomu.

“Empat desa lainnya yang menyusul Desa Pengguren, Swan Slutung, Muara Andeh, dan Desa Muara Lambakan,” ujar Ina.

Pada tahun 2022 Pemerintah Daerah berkomitmen menuntaskan penyalaan listrik di desa lainnya dan tahun depan ditargetkan semua teraliri listrik.

Pemerintah Daerah, kata Ina, mengapresiasi upaya PLN dalam membebaskan desa-desa di Paser dari kegelapan dengan semangat “Merdeka dari Kegelapan Menuju Paser Maju, Adil dan Sejahtera”.

“Bupati Paser mengucapkan terimakasih atas kinerja PLN dalam menerangi dan memerdekakan desa-desa dari kegelapan,” ucapnya.

Peresmian penyalaan listrik ini dibuka perwakilan Gubernur Kaltim dan Kaltara, jajaran PLN wilayah Sulawesi dan Kalimantan, dan Direktur Bisinis Regional Sumatera Kalimantan PT PLN Muhammad Ikbal Nur.

Turut hadir Bupati Paser dr. Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf, Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Usma, Camat Tanah Grogot HM Guntur dan Camat Batu Engau Faulus Margita. (*/hutja)

Hasil Penjualan Bibit Sawit, Disbunak Paser Setor Rp192 juta

August 20, 2021 by  
Filed under Nusantara

Bibit sawit

TANA PASER – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser menyetorkan retribusi sebesar Rp192 juta ke kas daerah dari hasil penjualan 5.498 bibit sawit varietas Simalungun PPKS.

“Kami setor Rp.192 juta ke kas daerah untuk penjualan tahap pertama,” kata Kepala UPTD Pembibitan pada Disbunak Paser, Kartini, di Tanah Grogot, Kamis (19/08/2021).

Pada tahap kedua, lanjut Kartini, UPTD Pembibitan Disbunak Paser akan kembali menjual 3.302 bibit dan saat ini tinggal menunggu proses sertifikasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. Bibit sawit yang dijual tersebut merupakan bibit berumur 1 tahun lebih yang per pokok bibitnya dihargai Rp35 ribu.

Dikemukakan Kartini, kebutuhan bibit kelapa sawit di Kabupaten Paser akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Di sisi lain, petani swadaya mengalami kendala untuk membeli bibit sawit unggul dan bersertifikat.

“Peluang inilah yang kami manfaatkan untuk mengembangkan bibit sawit berkualitas,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Disbunak Paser Djoko Bawono mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Bupati Paser untuk perubahan harga jual bibit kelapa sawit yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Bupati Paser Nomor 15 Tahun 2015 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah.

“Hal ini didasarkan pada perkembangan harga bibit sawit yang saat ini di tingkat penangkar sudah mencapai Rp.40 ribu sampai Rp45 ribu per bibitnya,” ucap Djoko.

Disbunak Paser, kata Djoko, sebenarnya bisa memproduksi bibit kelapa sawit hingga 20.000 bibit, mengingat masih luasnya lahan UPTD yang bisa dimanfaatkan.

“Luas lahan UPTD itu 2 hektar, masih bisa untuk digunakan pembibitan sawit. Tentunya diiringi dengan penambahan alokasi anggaran untuk UPTD. Dengan demikian retribusi yang kami setor pun semkain besar,” pungkas Djoko. (*/hutja)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1110432
    Users Today : 2492
    Users Yesterday : 4305
    This Year : 46942
    Total Users : 1110432
    Total views : 10851550
    Who's Online : 74
    Your IP Address : 216.73.216.63
    Server Time : 2026-01-11