Ciptakan Inovasi, Dua Pekerja Pertamina Dapat Anugerah Satyalancana Wira Karya

August 19, 2021 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Sebagai kado Ulang Tahun ke 76 Republik Indonesia, dua pekerja Pertamina menorehkan prestasi membanggakan dalam inovasi teknologi tepat guna, sehingga terpilih mendapatkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 52/TK/Tahun 2021.

Kedua pekerja Pertamina penerima penghargaan ini bertugas pada Subholding Upstream dan telah berhasil menciptakan inovasi teknologi yang mendukung optimalisasi produktivitas di industri migas nasional sekaligus mendorong kemajuan industri dalam negeri.

Ardian Fandika, tercatat sebagai Senior Engineer Project Engineering di Pertamina Hulu Mahakam (PHM), berhasil memberikan dukungan teknis dalam industri pipa melalui pendekatan fitness for service sehingga meningkatkan kualitas produk pipa baja dalam negeri dan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dalam operasi migas. Inovasi tersebut sudah digunakan pada proyek PHM seperti South Mahakam Gas Supply ke Kilang Balikpapan (SMGS RU-V), Jumelai dan Sisi Nubi (JSN) serta Well Connection untuk pengembangan Lapangan Tunu.

Kedua, Irawan Josodipuro yang bekerja sebagai Piping Valve Pressure Vessel Reference Specialist di PHM juga mampu menciptakan inovasi yakni metode penilaian dan kualifikasi pengujian peralatan migas berupa bejana tekan (static equipment) dan katup yang berhasil meningkatkan kualitas produk dalam negeri yang memenuhi standar internasional kompleksitas tinggi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan apresiasi yang tinggi pada kedua pekerja tersebut karena telah bekerja tulus dan berdedikasi tinggi meningkatkan efektivitas kerja dan kemajuan perusahaan. Lingkungan kerja Pertamina juga mendorong kreativitas dan inovasi, melalui berbagai program inovasi dari para pekerja. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir agar BUMN terus menumbuhkan lingkungan kerja yang dapat mendorong lahirnya inovasi dan teknologi.

“Kami bangga, karena inovasi pekerja ini tidak hanya berguna untuk pencapaian kinerja perusahaan, namun juga berdampak positif bagi kemajuan industri migas dan juga mendorong peningkatan komponen dalam negeri yang menjadi target pemerintah,” ujarnya.

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama juga turut berbangga dengan capaian perwira tersebut. “Selamat kepada Saudara Ardian dan Saudara Irawan atas penghargaan dari Presiden RI karena telah berhasil membuat produk dalam negeri yang bisa dimanfaatkan dalam seluruh proses pekerjaan di Pertamina. Ini sangat luar biasa,” tuturnya dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang diadakan Pertamina.

Ardian Fandika menuturkan dengan hasil analisa kualitas produk yang ia lakukan, ia lantas merekomendasikan kepada pabrikan dalam negeri untuk terus melakukan perbaikan. Keberhasilan ini dinilai Direktorat Jenderal Migas ESDM sebagai terobosan dalam proses pembinaan industri lokal.

“Kami mengarahkan pabrikan dalam negeri untuk memproduksi barang sesuai dengan penggunaan dan secara bertahap kemudian bisa ditingkatkan pada produk yang lebih tinggi persyaratan teknisnya yang dapat memenuhi kebutuhan operasi migas di seluruh Indonesia bahkan global,” ungkap Ardian.

Ardian melanjutkan, Pemerintah telah menargetkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (TKDN) dan Pertamina merespons target ini dengan membuat program assessment dan pembinaan terhadap industri nasional.

“Saat menjalani penugasan di luar negeri, saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman serta terbiasa untuk melakukan kolaborasi dengan manufaktur/pabrikan yang memproduksi kebutuhan operasi perusahaan. Pengalaman ini saya implementasikan saat melakukan pembinaan terhadap industri dalam negeri dan alhamdulillah hal tersebut membuahkan hasil yang positif,” ujar Ardian.

Satyalancana Wira Karya adalah tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepada para warganya yang telah memberikan darma bakti yang besar kepada negara dan bangsa Indonesia sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain. Pemerintah memberikan penghargaan ini kepada 16 warga Indonesia berprestasi. (**/adv)

Jasa Raharja Serahkan Santunan Kecelakaan Beruntun di Suryanata

August 19, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Samarinda, A. A. N. Agung Abimanyu menyerahkan santunan bagi keluarga korban meninggal pada kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan P Suryanata.

SAMARINDA – Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Samarinda, A. A. N. Agung Abimanyu menyerahkan santunan bagi keluarga korban meninggal pada kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan P Suryanata. Kecelakaan yang terjadi pada Senin (16/08/2021) melibatkan 7 kendaraan, di antaranya 2 buah truk, 4 mobil dan 1 sepeda motor. Sementara itu, korban meninggal dunia pada kecelakaan itu adalah 1 orang pengendara motor yang merupakan dosen di salah satu perguruan tinggi di Samarinda.

Petugas Jasa Raharja bersama Satlantas Polresta Samarinda meninjau langsung TKP pada Senin malam setelah kejadian. Setelah mendapatkan informasi mengenai identitas korban dan kronologis kejadian, proses penyerahan santunan segera dilakukan.

“Kami turut berduka cita atas musibah kecelakaan ini, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan marilah kita selalu melakukan tindakan preventif terhadap kendaraan yang kita kendarai guna mencegah risiko kecelakaan dengan tetap mematuhi tata tertib berlalu lintas” kata Agung di rumah duka, Rabu (18/08/2021).
Agung Abimanyu mengatakan, santunan dari Jasa Raharja tersebut merupakan bentuk kehadiran negara kepada masyarakat korban kecelekaan lalu lintas dan angkutan jalan berikut keluarga korban.

Ahli waris korban meninggal dunia mendapat santunan sebesar Rp 50.000.000,00 sesuai dengan UU Nomor 34 tahun 1964. (**)

 

 

Jamaah Masjid Ramadhan Griya Santa Malang Gelar Upacara Bendera

August 18, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

MALANG – Beragam cara dilakukan masyarakat Kota Malang, Jawa Timur dalam memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia. Pengurus Masjid Ramadhan Griya Santa Malang, misalnya melaksanakan upacara bendera di halaman Masjid sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan. H.Noerhudan memimpin upacara dengan memberi penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan mengheningkan cipta. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu- lagu Perjuangan , seperti Hari Merdeka, Berkibarlah Benderaku dan Padamu Negeri, Selasa (17/8/2021).

Pengawas Masjid Ramadhan Griya Santa H Sugiharso mengatakan, upacara bendera dilaksnakan dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami menyadari, meski posisi saat ini sedang diuji pandemi Covid-19, namun ini tidak melunturkan kecintaan kami terhadap bangsa dan negara ini,” kata H.Sugiharso yang tampil sebagai Pembina upacara.

Ia menegaskan, mengisi kemerdekaan merupakan tugas bersama. Berbagai kegiatan boleh saja terhambat di tengah pandemi covid 19, akan tetapi semangat dalam memaknai dan mengisi kemerdekaan tetap berkobar.

Dalam pesan kebangsaannya Sugiharso menyebutkan momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke 76 Republik Indonesia ini dijadikan pembelajaran dan semangat kebersamaan . gotong royong, berjuang dan bangkit bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

“Upacara bendera ini sebagai bentuk wujud rasa syukur atas kemerdekaan RI. Meski baru pertama kali, momen ini tentu sangat spesial bagi kami,” ujar Noerhudan , yang didapuk sebagai komandan upacara.

Meski tidak diikuti seluruh Jama’ah Masjid Ramadhan hanya diwakili pengurus dan pengawas serta Satpam, namun semangat kemerdekaan sebagai wujud nasionalisme.

Selepas upacara bendera, mereka melanjutkan dengan keliling perumahan dan Kota untuk menyaksikan kondisi kota Malang yang sepi dan banyak pertokoan yang tutup, akibat terdampak Pandemi covid 19.

“Kita memang sudah merdeka, lepas dari penjajahan Belanda. Tapi yang juga tidak kalah penting adalah, bagaimana kita harus terus berusaha merdeka dari serangan virus Corona yang banyak merengut nyawa saudara-saudara kita dari kalangan tokoh agama, masyarakat, tenaga kesehatan dan tentara,” ujar H.Sugiharso sambil berlinang saat menyaksikan penderitaan warga terdampak pendemi covid 19. (buang supeno)

Satgas Covid-19 Berikan Penghargaan Pejuang Penanganan Covid-19

August 18, 2021 by  
Filed under Kesehatan

JAKARTA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memberikan penghargaan kepada para pejuang penanganan Covid-19 yang telah 17 bulan terakhir berjibaku melawan pandemi. Pemberian penghargaan itu dilakukan bersamaan dengan momentum peringatan kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia.

Penghargaan diberikan kepada komponen masyarakat meliputi seluruh tenaga kesehatan, relawan, duta perubahan perilaku dan tenaga pendukung lain sebagai simbol rasa bangga, hormat dan terima kasih atas kerja keras dan pantang menyerah mengatasi pandemi Covid-19.

“Atas nama BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19, saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas peran aktif dan kerja keras yang diberikan para pejuang kemanusiaan,” tutur Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Letjen TNI Ganip Warsito, dalam sambutan pemberian penghargaan di Lantai 15 Graha BNPB Jakarta dengan protokol kesehatan ketat, seperti dikutip dari keterangan pers, Selasa (17/08/2021).

Dikatakan, perjuangan melawan Covid-19 belum selesai. Oleh karena itu, dia meminta semua elemen masyarakat untuk memperkuat dan meningkatkan soliditas serta dedikasi nyata dalam perjuangan melawan pandemi Covid-19 sesuai peran dan fungsi masing-masing dan menjadi contoh dalam menjaga disiplin melaksanakan protokol kesehatan di masyarakat.

Mantan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma – Kaltim ini berpesan, penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan strategi perang semesta melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dia menyerukan perlunya seluruh elemen bangsa bersatu padu sebagaimana para pejuang merebut kemerdekaan Indonesia.

“Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momen yang tepat untuk kita semua menghargai jasa para pahlawan, dan di masa sekarang menghargai para pejuang penanganan Covid-19 yang berjuang membebaskan kita semua dari pandemi,” ujar mantan Danrem 091/ASN ini.

Penghargaan diberikan secara simbolis kepada perwakilan profesi tenaga kesehatan baik itu dokter, perawat, radiologi, ahli teknologi laboratorium medis (ATLM), dan apoteker yang selama ini berjuang menjadi benteng terakhir penanganan Covid-19.

Kesepuluh perwakilan tenaga kesehatan tersebut yakni dr Fathiyah Isbaniah SpP, dr Mariya Mubarika, Ilona Veronika Munte & Suwandi (perawat), Firdha Adila Syuhada & Rizky Kahar (radiologi), Agung Prasetyo & Mujitahid Muhadli (ATLM), serta Sevty Sera & Gina Arifah (apoteker) yang mendapatkan sertifikat dan pin Pejuang Penanganan Covid-19.

Acara pemberiaan penghargaan secara simbolis tersebut juga dihadiri oleh pada ketua asosiasi profesi tenaga kesehatan, perwakilan relawan dan duta perubahan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. (*/hel)

Wabah Covid-19 di Kaltim, Ujian Kekompakan Elemen Bumi Etam

August 18, 2021 by  
Filed under Opini

Catatan Aji Mirni Mawarni

HINGGA 15 Agustus 2021, Provinsi Kaltim berada di peringkat kelima total kasus Covid-19 di Indonesia. Jumlah akumulatif pasien positif di Kaltim tercatat 140.240 orang; berada di bawah DKI Jakarta (840.442), Jawa Barat (688.040), Jawa Tengah (447.123), dan Jawa Timur (358.038).

Aji Mirni Mawarni

Tanggal 15 Agustus 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Kaltim bertambah 776. Jumlah pasien wafat 63 orang dan pasien sembuh 1.707 orang. Sedangkan di Indonesia, kasus bertambah 20.813. Total kasus RI mencapai 3.854.354, sembuh 3.351.959, dan meninggal 117.588 orang.

Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama. Namun juga menjadi ujian kekompakan semua pihak; mulai dari pemerintah, TNI/Polri, tenaga medis dan tenaga kesehatan, masyarakat, hingga dunia usaha dan dunia industri.

Semua elemen memiliki peran penting dan strategis. Terlebih situasi ini melanda ketika momentum HUT ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia; sebuah momentum yang mengandung optimisme, semangat juang, kegigihan, juga kebersamaan. Dengan mengharapkan pertolongan Allah, semoga ujian pandemi ini bisa kita atasi bersama.

Melonjaknya kasus Covid-19 adalah ujian kekompakan kolektif bagi semua elemen, termasuk di Kaltim. Pemerintah sudah bergerak, dengan segala plus minusnya, demikian pula elemen lain. Namun dengan lonjakan kasus, segala daya dan upaya harus dikerahkan, bahkan dilipatgandakan.

Dalam catatan ini, secara khusus saya melihat ada peluang besar yang masih bisa digarap serius. Yakni sinergi pengelolaan CSR dalam mengatasi pandemi. Sejumlah perusahaan telah menyalurkan CSR “masing-masing” untuk penanganan pandemi. Langkah yang baik ini masih bisa dioptimalkan.

“Pengerahan” APBN dan APBD dalam penanganan pandemi tentu masih meninggalkan lubang, celah, atau keterbatasan. Celah inilah yang potensial perlu ditutup dengan CSR.

Apakah mungkin diberlakukan di Kaltim? Tentu saja. Selama ini Pemprov telah menggaungkan rencana sinergi dan “penyeragaman” program CSR berupa Pembangunan Rumah Layak Huni (PRLH). Sebagaimana telah dijalankan Gubernur Isran Noor ketika menjabat Bupati Kutai Timur.

Dalam masa pandemi, tentu lebih mendesak mensinergikan dan “menyeragamkan” program CSR berupa percepatan penanganan wabah Covid-19 di seluruh wilayah Kaltim.

Catatan pentingnya, karena CSR bukan uang negara, maka harus ada mekanisme pengelolaan yang amanah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan (auditabel dan akuntabel).

Agar tak tumpang tindih, tentu perlu dikoordinasikan secara matang dan cermat, misalnya oleh Forum CSR Kaltim, agar daftar kebutuhan bisa dipenuhi. Kontribusi swasta sangat diperlukan.

Hampir 1,5 tahun melanda, kita belum berhasil melalui pandemi ini. Dana APBN dan APBD sudah terlalu besar digunakan untuk program-program penanggulangan wabah.

PR bersama selanjutnya, bagaimana dana jumbo yang digelontorkan bisa benar-benar efektif dan tepat sasaran. Hemat, cermat, dan tidak mubazir. Termasuk realisasi titah Presiden RI yang meminta penyaluran bansos dipercepat dan biaya tes PCR diturunkan menjadi Rp450.000-Rp550.000.

Warga juga harus terus meningkatkan disiplin prokes, meskipun 18% masyarakat Kaltim sudah divaksin. Karena sudah divaksin tidak berarti kebal. Angka 18% pun masih terlalu kecil untuk daerah yang masuk lima besar jumlah kasus nasional.

* Aji Mirni Mawarni, ST, MM adalah anggota MPR RI / DPD RI Perawakilan Kaltim

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1533641
    Users Today : 2224
    Users Yesterday : 4407
    This Year : 470151
    Total Users : 1533641
    Total views : 13380492
    Who's Online : 45
    Your IP Address : 216.73.216.123
    Server Time : 2026-03-25