Perumdam Tirta Kencana Lakukan Pengujian Dan Pengecekan Perdana Peralatan IPA Sungai Kapih

September 27, 2021 by  
Filed under PDAM Samarinda

SAMARINDA – Guna memastikan kelayakan operasional peralatan pada Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Sungai Kapih, Jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda melakukan kunjungan dan melakukan kegiatan Pra Commisioning Test atau Pengujian perdana secara menyeluruh alat peralatan dan segala fungsinya.

Direktur Teknik Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Ali Rachman menyebutkan hal itu dilakukan lantaran bangunan dari IPA Sungai Kapih itu merupakan bangunan lama yang pada pengerjaannya sempat mangkrak pada periodesasi sebelumnya, sehingga sebelum dilakukan Commisioning Test pihaknya perlu melakukan percobaan terlebih dahulu.

“Jadi ini dalam rangka percobaan seluruh peralatan yang ada di IPA ini,” ucapnya, Minggu (26/9/2021).

Pada Pra Commisioning ersebut ternyata terdapat beberapa titik rembesan air ketika air sudah sempat mengaliri IPA tersebut, ia berkomitmen dalam waktu dekat beberapa titik rembesan yang ada akan dilakukan perbaikan.

“Mudahan dalam minggu ini kami selesaikan perbaikannya, kira-kira di tanggal 6 atau 8 Oktober kita lakukan Commisioning, dan dalam waktu dekat airnya bisa kita distribusikan kepada masyarakat,” bebernya.

Harapannya dalam waktu dekat ini sejumlah persoalan yang ada dapat ia selesaikan, tak hanya itu ia juga meminta doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat agar IPA tersebut dapat segera beroperasi dengan baik kedepannya sehingga mengurangi titik permasalahan distribusi air di Samarinda khususnya Kecamatan Sambutan dan sekitarnya.(Luk)

Pertama Kali Naik Pesawat

September 27, 2021 by  
Filed under Profile

“Wal, ikam mau kah naik pesawat?” tanya saya melalui telepon seluler kala itu. Nokia 5110, sebuah telepon yang sudah tergolong mewah bagi wartawan yang masih ingusan seperti saya. “Mau, mau, mau,” kata suara pemilik HP di ujung sana antusias.

Ya, kawan saya ini memang belum pernah naik pesawat. Sebagai wartawan yang masih baru, dia pun sangat berharap diberi kesempatan liputan naik pesawat. Wartawati ini mengendarai Honda Astrea bututnya. Mengenakan jaket bahan jins warna cokelat dan kaca mata hitam yang berfungsi jadi bando, terlihat trendi dan sedikit tomboy. Hanya dalam hitungan menit, dia sudah berada di Bandara Temindung Samarinda.

“Mana pesawatnya?” tanyanya antusias. “Itu, pesawatnya. Ikam aja yang naik. Aku sudah beberapa kali naik,” kata saya. Ya, pesawat yang akan terbang itu adalah pesawat Airvan GA 8 milik Pemprov Kaltim yang kala itu dioperasikan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS).

Masih belum musim drone seperti sekarang. Saat itu, pesawat berbahan fiber buatan Australia itu disewa pihak lain untuk foto udara di atas Samarinda. Nah, ketimbang penumpang kosong, Dirut Perusda MBS kala itu, Nurcahyo, yang sekarang sudah almarhum, mengajak wartawan termasuk saya.

Karena saya sudah pernah merasakan naik Airvan, saya alihkan ke wartawati ini. Dia pun antusias naik pesawat untuk enjoy flight di atas Samarinda. Saya menunggu saja di hanggar pesawat sambil ngobrol santai dengan petugas bandara.

Tak lama kemudian, pesawat bermesin tunggal itu kembali mendarat. Wartawati ini sempoyongan. Badannya terhuyung. “Kurang sambal ikam ini. Pintu pesawatnya kada ditutup. Mabuk aku. Pantas ikam bari aku,” kata wanita ini ngomel-ngomel.

Saya tertawa melihat responsnya. Saya tahu, pintu pesawat memang tidak ditutup agar leluasa bagi fotografer mengambil objek foto dari udara. Walau kesal, dia merasa senang. Itulah kali pertamanya naik pesawat.

Esoknya, pas 1 April, momen April Mop, saya telpon lagi. “Mau kah naik pesawat lebih besar. Pesawat ATR punya Kalstar,” tanya saya.

Tanpa pikir panjang, wartawati yang logat Banjarnya kental ini langsung menjawab “mau”.
Dengan segera, sore itu sudah pukul 17.00 Wita, dia sudah di Bandara Temindung. Suasana bandara sepi. Penerbangan sudah berakhir. Semua pegawai bandara juga sudah pulang.

“Wal, aku sudah di bandara ini. Kok sepi?” tanyanya.

“Di dalam bandara ada pesawat ngga, pesawat Kalstar?” tanya saya.

“Ada,” jawabnya.

“Ya, itu ada pesawatnya. Naik saja ke pesawatnya, kalau pintunya dibuka,” kata saya sembari tertawa lebar.

“Kuraang ajaaar.. awas ikam lah,” ujarnya sembari tertawa juga. Sadar kalau dia sedang dikerjain.

Malam hari, begitu ketemu di kantor, dia pun mengomel dan mengeluarkan sumpah serapah. Tapi tidak marah. Dia melakukan itu sembari menertawakan dirinya sendiri yang jadi korban April mop. Hebatnya lagi, kisah itu ia tulis pula jadi cerita lucu di Kaltim Post, tempat kami berdua bekerja sebagai wartawan.

Terlalu banyak kisah lucu, kisah kebersamaan dan keakraban bersama wanita yang terakhir menduduki jabatan Senior Manajer Kaltim Post ini. Walau sering dikerjain rekan sesamanya, dia hanya tertawa dan tersenyum. Tak pernah benar-benar marah. Apalagi belakangan, dia beberapa kali dapat tugas kantor untuk liputan ke luar negeri, ke Korea Selatan hingga Turki.

Sebagai sahabat, tak segan dia memberikan saran dan nasihat. Termasuk, dia yang menyarankan saya untuk tetap bertahan di perusahaan sekarang ini, walau kondisi perusahaan di tengah badai pandemi.

Selamat jalan sahabatku. Tunai sudah tugasmu. Hilang pula rasa sakit yang selama ini bersarang di tubuhmu. Jika kelak berada di surga, ingat untuk mencari kami semua, rekan kerjamu. Insya Allah, bu Henny binti Amir Jafar Thalib, husnul khotimah. Aamiin. (Endro)

Kenangan Bersama Heni

September 27, 2021 by  
Filed under Profile

Heni celana putih di belakang. Jalan kaki di kawasan air mancur singa

SUATU malam lima tahun silam. Dengan tersedu sedan Heni, dari rumahnya di Samarinda, menelpon saya yang sedang berada di Balikpapan.

Dia mengisahkan baru saja pulang dari dokter. “Ulun kena kanker payudara pak. Sudah stadium 4. Harus rutin kemo. Itu gin kadada jaminan sehat lagi,” ujarnya.

Saya katakan kepadanya, coba kita cari second oponi. Paspormu ada kan. Kita besok ke Penang Malaysia. Disana ada rumah sakit khusus kanker yang sangat terkenal. Namanya Mount Miriam Hospital. Ikam bawai kawal binian, supaya ada kawal bapandiran di jalan. Saya biasa berbahasa Banjar, setiap berkomunikasi dengan Heni.

“Ada paspor ulun. Ulun akan minta Ibu Ludia mengawali,” sahut Heni.

Saya tau Heni punya paspor. Karena kami sebelumnya pernah jalan-jalan ke Turki mengawal beberapa menejer Biro Iklan Jakarta.

Maka besoknya kami pun berangkat ke Penang. Terbang dari Balikpapan lewat Jakarta. Sepanjang perjalanan saya perhatikan ibu Ludia selalu menyemangati Heni. Ludia memang bagai “ibu” bagi semua kawan kerjanya di Samarinda. Meskipun sikapnya selalu tegas.

Setelah terbang kurang 3 jam, kami tiba di Penang dan menginap di hotel yang berada di tepi pantai. Kawan saya yang bekerja di salah satu bank di Penang membantu mendaftarkan Heni di RS Mt Miriam. Besoknya, pagi-pagi, kami sudah menuju ke RS itu. Disana kami bertemu beberapa pasien yang mengaku dari Indonesia.

Setelah seharian menjalani pemeriksaan, Heni tampak cerah. “Jar dokternya cukup besar peluangnya sehat lagi,” ujar Heni sambil mengembangkan senyum. Tentu peran ibu Ludia sangat besar menhidupkan semangat Heni.

Heni masih harus melanjutkan pemeriksaan besoknya. Saya harus kembali ke Surabaya ngurus gawian. Heni dan Ludia dua hari kemudian kembali ke Samarinda.

TIGA BULAN kemudian saya dapat telpon lagi dari Heni. “Lapor pak. Ulun sudah sehat walafiat. Ulun dangar pian handak bajalanan ke Singapura wan kakawalan. Ulun umpat lah pak,” ujarnya.

Selalu sulit menolak permintaan Heni. Karena dia pekerja yang handal, pintar dan sangat bertanggung jawab.

Maka Heni pun ikut ke Singapura. Untuk menikmati perjalanan, kami lebih banyak berjalan kaki. Tampak di aplikasi HP saya, dalam sehari kami telah berjalan kaki sebanyak 20 ribu langkah. “Begh ternyata kuat jua ulun jalan batis sejauh itu pak lah. Rasanya ini rekor ulun terjauh jalan batis,” ujar Heni bungah.

20 ribu langkah itu setara 10 Km. Kira-kira jaraknya dari kantor PWI Kaltim ke Bigmall. “Ulun akan rajin jalan batis kaina di Samarinda,” janji Heni.

Sepulang dari Singapura itu Heni jadi sering ngirim selfienya di Samarinda.

Heni sudah melanjutkan perjalanannya ke alam keabadian. Itu bukan marga kanker, atau operasi kista. Memang sudah habis umur Hen. Kaitu jar urang Banjar.

Semoga lapang jalan Heni menuju surga-Nya Allah SWT. Dan bila kelak kada mendapati di surga, tolong cari kami lah Hen. Bawai jua kami ke surga lah Hen…(Zainal Muttaqin)

Kalangan Pers Berduka, Bendahara Umum PWI dan SMSI Kaltim Tutup Usia

September 27, 2021 by  
Filed under Profile

Henny

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Provinsi Kalimantan Timur dan kalangan pers di seluruh provinsi di Tanah Air berduka.

Henny binti Amir Jafar Thalib, bendahara umum PWI dan SMSI Kaltim meninggal dalam usia 45 tahun di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC), Minggu, (26/9/2021) karena penyakit yang dideritanya belakangan ini.

Almarhumah lahir di Samarinda 7 Maret 1976. Selain menjabat sebagai bendahara umum PWI Kaltim, juga menjabat sebagai Senior Manager Kaltim Post. Ia juga dipercaya sebagai bendahara umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur.

Ketua PWI Kaltim Endro S. Efendimengucapkan belasungkawa dan ikut berduka cita atas wafatnya pengurus terbaik PWI Kaltim ini. “Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan memberi tempat terbaik,” ujarnya.

Tersebarnya kabar meninggalnya Henny melalui jaringan komunikasi organisasi WhatsApp PWI Pusat dan PWI Peduli, diwarnai pernyataan duka cita serta doa untuk Henny, mulai dari Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi hingga jajaran pengurus lainnya.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Semoga almarhumah mendapat tempat di sisiNya. Aamiin,” demikian Atal S. Depari turut mendoakan Henny.

Bagi Endro, almarhumah sosok yang sangat bertanggung jawab. Di sela-sela kesibukannya sebagai direktur Senior di Kaltim Post, almarhumah masih menyempatkan diri membantu jalannya organisasi PWI Kaltim.

Abdurrahman Amin, Ketua SMSI Kaltim juga merasa kehilangan sosok yang memiliki integritas tinggi dan loyal terhadap organisasi.

“Dalam menjalankan tugas pekerjaan di perusahaan dan organisasi selalu dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh,” kata Abdurrahman.

Berita duka itu juga menyebar di jaringan komunikasi online organisasi SMSI. Pengurus SMSI dari berbagai provinsi juga menyatakan kehilangan atas meninggalnya Henny.

“Keluarga Besar SMSI Sumatera Utara Turut Berdukacita. Semoga Keluarga yang ditinggalkan tetap kuat dan tabah,” tulis sekretaris SMSI Sumatera Utara, Erris Julietta Napitupulu.

“Insya Allah almarhumah husnul khotimah,” sambung Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus.

Sementara sekretaris PWI Kaltim, WIwid Marhaendra Wijaya sangat berduka dan kehilangan rekan kerja di organisasi. Henny menjabat bendahara umum PWI periode 2009-2014 dan periode 2019-2024 di bawah kepemimpinan Endro S. Efendi.

Pada periode sebelumnya, Henny menjabat sebagai wakil bendahara dan menggantikan menggantikan bendahara umum yang juga wafat.

Beberapa minggu terakhir, Henny sempat disibukkan dengan kegiatan vaksinasi massal yang melibatkan 4 ribu orang.

“Henny juga mengkoordinir wartawan dan keluarganya yang belum mendapatkan vaksin,” kata Wiwid.

Aktivitas Henny dalam bidang sosial dan organisasi seperti di PWI dan SMSI, yang menjadi jalan ibadah sosial baginya, semoga menjadi bekal yang meneranginya. Selamat jalan Henny. Doa semua rekan-rekan pers menyertaimu. (*)

Ratusan Kontingen Kaltim sudah di Vaksin, Siap Berlaga di PON Papua

September 27, 2021 by  
Filed under Olahraga Lain

SAMARINDA – Vaksin menjadi syarat mutlak di perhelatan PON XX Papua. Seluruh kontingen yang akan berlaga, diwajibkan telah memiliki kartu vaksin. KONI Kaltim pun jauh-jauh hari sudah mengantisipasi persoalan itu. Dalam rangka PON Koni Kaltim berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Samarinda dan Satgas COVID-19COVID-19 Samarinda.

“Kegiatan ini dalam rangka untuk memberikan bantuan kesehatan dan dukungan untuk atlit Kaltim yang akan membawa nama Kaltim di PON XX di Papua,” Kata Sekretaris Puslatda Ahmad Albert

Lebih lanjut, seluruh kontingen Kaltim, baik atlit, pelatih, offisial dan tim KONI Kaltim yang akan diberangkat ke Papua semuanya wajib vaksin.

“Karena salah satu syarat mengikuti PON XX di Papua adalah sudah di vaksin,” jelasnya

Informasi yang dihimpun media ini, Kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) yang berangkat ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, sebanyak 720 orang dengan mengikuti 36 cabang olahraga.

Kontingen Benua Etam tersebut, terdiri dari 370 orang atlet, 99 orang pelatih, 15 orang ofisial teknik, 36 orang manager, serta 200 orang ofisial kontingen. (Man)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1455208
    Users Today : 2114
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 391718
    Total Users : 1455208
    Total views : 12820364
    Who's Online : 60
    Your IP Address : 216.73.216.167
    Server Time : 2026-03-10