Wali Kota Batu Larang Mobil Dinas Dipakai Mudik

April 25, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Walikota Batu pimpin apel jelang libur lebaran Idul Fitri 1443 H

BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan ASN tidak dilarang mudik tahun ini. Namun, dengan catatan harus ada yang piket setiap hari sepanjang liburan. Selain itu ia juga menekankan mobil dinas tidak diperkenankan untuk dibawa mudik.

“Waspada dan berhati-hati dalam menjaga keselamatan diri masing-masing saat mudik,” pesan Dewanti saat meminpin apel pagi  jelang  mempersiapan ASN  libur hari Raya Idul Fitri 2022,di halaman Kantor Pemkot Batu, Senin(25/3/2022).

Dewanti menyampaikan arus mudik untuk tahun 2022 akan mempengaruhi jumlah kunjungan ke Kota Batu.  Prediksi lebaran 2022 Batu akan menerima kunjungan wisatawan dengan kendaraan naik 20 persen dibandingkan lebaran 2019 yang mencapai 1,5 juta kendaraan

“Akan lebih baik untuk mempersiapkan obat-obatan sebagai persiapan di Hari Raya,” ujar Dewanti.

Dewanti juga berharap ekonomi di Batu  bisa pulih kembali. Target PAD sampai bulan ke-4 2022 sudah mulai mencapai target. Hal ini menunjukkan ekonomi tumbuh kembali.

“Semoga semua pendapatan yang turun karena pandemi pulih kembali di 2022,” katanya.

Ia juga mengingatkan dalam menjalani liburan  terus waspada dan jangan lengah, serta menjaga kesehatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Lurah, Camat, Kepala Desa untuk memberikan vaksinasi, terutama untuk lansia,” ujar Dewanti. (Buang Supeno)

Krisdayanti Bagi Seribu Paket Beras Dari Puan Maharani

April 25, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Krisdayanti menyerahkan beras untuk wong cilik, diterima ketua DPC PDIP Batu Punjul Santoso

BATU – Politisi PDI Perjuangan, Krisdayanti (KD) menyalurkan bantuan seribu paket beras dari Ketua DPR Puan Maharani kepada warga Kota Batu, berlangsung di kantor DPC PDIP Batu Oro-Oro Ombo Kota Batu,Senin( 25/4/2022).

Paket beras tersebut disalurkan kepada simpatisan partai dan masyarakat yang kurang mampu. Bantuan tersebut sebagai bentuk rasa kasih Puan Maharani kepada masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat terdampak pandemi.

“Ini sebagai wujud kepedulian dan perhatian dari Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani kepada masyarakat wong cilik yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar KD.

Krisdayanti mewakili fraksi partai PDI Perjuangan di Batu yang merupakan Dapilnya dalam Pemilu ,  menyampaikan pesan salam sekaligus doa dari Puan Maharani kepada seluruh masyarakat Kota Batu agar dapat beraktivitas dengan baik.

Dikatakan Krisdayanti, pandemi Covid-19 telah membawa dampak penurunan kesejahteraan masyarakat. Datangnya bulan  suci Ramadhan menjadi salah satu momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama. Pada bulan penuh keberkahan ini, berbagai aktivitas berbagi kepada masyarakat harus terus dilakukan.

“Kepedulian dari Ketua DPR RI/Pembina Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani terhadap nasib wong cilik anggota Fraksi PDI Perjuangan diinstruksikan untuk terus bergotong royong bekerja membantu rakyat, hadir di tengah rakyat dan menyelami problematika kehidupan rakyat, ” tegas Krisdayanti yang mengenakan baju putih lengan oanjang yang berlogo Banteng mocong putih didada kiri

Salah satu aksi konkrit yang diinstruksikan Puan Maharani adalah pembagian beras secara langsung kepada masyarakat.  Sesuai kebijakan dari pimpinan Fraksi, sudah diatur ketentuan terkait pembagian beras untuk rakyat yaitu setiap anggota Fraksi membagikan minimal 2 ribu paket beras masing-masing  5 kilogram, setara Rp100 juta. Setiap Ketua Kelompok Komisi membagikan minimal 4 ribu paket beras masing- masing 5 kilogram, setara Rp 200 juta setiap Pimpinan Komisi/AKD yang levelnya Wakil membagikan minimal 5 ribu paket beras masing-masing 5 kilogram, setara Rp 250 juta. Setiap Pimpinan Komisi/AKD yang levelnya Ketua membagikan minimal 10 ribu paket beras masing-masing 5 kilogram, setara Rp 500 juta

KD menjelaskan pendistribusian beras untuk rakyat yang dilakukan saat masa reses DPR ini melibatkan jajaran pengurus DPC, PAC, dan Ranting PDI Perjuangan dan relawan di wilayah.

“Merekalah kawan-kawan kita di wilayah, yang akan mendistribusikan kepada warga yang membutuhkan sehingga tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC  PDIP Batu Punjul  Santoso mengatakan siap menjalankan instruksi partai dan membagikan bantuan ini kepada warga.

“Ini langkah nyata Mbak Puan dan Krisdayanti  yang patut didukung. Kami siap membantu membagikan ke warga yang membutuhkan di seluruh desa yang tersebar 3 kecamatan kota Batu ,” katanya.

Punjul Santoso menyebutkan program gotong royong berskala besar (PGRBB) yang digagas dan dijalankan PDIP ini diakui sebagai bentuk solidaritas partai untuk rakyat. Apalagi, Puan Maharani yang menjabat Ketua DPR juga terus menyerukan kepada para anggota DPR, khususnya yang berasal dari PDIP, untuk membantu dan menyatu dengan rakyat di saat masa reses sekarang ini. (Buang Supeno)

Emak-Emak Mandi Minyak Goreng

April 25, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rizal Effendi

BEBERAPA hari lagi emak-emak tak perlu antre minyak goreng (migor). Migor bakal berlimpah ruah. Ibaratnya emak-emak mau mandi migor juga bisa. Bayangkan atas keputusan Presiden Jokowi yang diucapkan di Istana tak lebih satu menit atau tepatnya 42 detik, Jumat (22/4) lalu, maka seluruh produksi CPO (crude palm oil) Indonesia tidak boleh lagi ada yang diekspor. Semuanya diolah untuk kebutuhan dalam negeri. Artinya, bahan baku pabrik migor itu sungguh berlimpah-limpah.  Keputusan ini mulai berlaku Kamis nanti, 28 April 2022 dengan masa berlaku yang belum ditentukan.

Selama ini produksi CPO kita sekitar 50 juta ton per tahun. Sebanyak 18 juta dipakai untuk kebutuhan domestik yang terbagi 10 juta untuk campuran BBM dalam rangka program biodiesel, satu juta untuk keperluan  berbagai industri turunan(downstreamproducts) dan 7 jutanya lagi untuk bahan baku minyak goreng. Jadi sisanya sekitar 32 juta ton dijual ke luar alias ekspor ke luar negeri.

Nah, gara-gara emak-emak antre berbulan-bulan dan bahkan sampai ada 2 orang yang meninggal dunia di Kaltim. Kemudian ada 1 dirjen dan 3 pengusaha migor jadi tersangka, Presiden Jokowi gusar dan akhirnya mengeluarkan jurus pamungkas yang disebut Pak Dahlan Iskan “keputusan sapu jagat” dengan menyetop sama sekali ekspor CPO dan migor ke negara lain dengan durasi waktu yang belum ditentukan lamanya.

Dengan keputusan yang luar biasa itu, ada beberapa catatan yang kita bisa ikuti dari beragam ulasan dan komentar di berbagai media.

Sebagian  memang memuji keberanian Jokowi mengeluarkan jurus maut ini. Karena Presiden bosan melihat sendiri keluhan emak-emak di lapangan. Sudah diberi BLT Migor juga tidak menyelesaikan masalah. Kebijakan DMO (Domestic Market Obligation) tidak jalan. Pak Menteri Perdagangan juga sudah keok dan jadi bulan-bulanan, ya sudah potong kompas habisi ekspor CPO kita.Niscaya tak ada lagi alasan kekurangan bahan baku.Bayangkan kalau 32 juta ton itu semuanya digelontor ke dalam negeri, sampai di pelosok manapun ada migor berlimpah ruah. Harganya pundapat dikendalikan lagi sesuai dengan harapan rakyat.

Sementara itu ada juga yang mencermati dan masih menyimpan tanda tanya besar bagaimana kesudahan episode ini. Ada kesan “keputusan sapu jagat” itu, ibarat membunuh seekor tikus, tapi seluruh gudang yang dibakar. Jadi tidak sepenuhnya efektif. Seperti memencet balon. Sebab ada dampak lain yang juga bisa terjadi sangat luar biasa, yang bisa sangat merugikan berbagai pihak termasuk Negara.

Catatannya sebagai berikut :

Pertama, tidak mungkin yang 32 juta ton itu dipakai semuanya untuk kebutuhan dalam negeri, karena demand yang ada tidak sebanyak itu. Nah, kalau tidak dipakai sebanyak itu, maka produsen dipastikan menurunkan produksi. Dampak lanjutannya kemungkinan ada pabrik yang tutup atau dikurangi produksinya, maka ada kemungkinan lagi terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau setidak-tidaknya merumahkan sementara pekerjanya.

Kedua, karena ada penurunan produksi, maka juga berimbas pada suplai kebutuhan sawitnya. Data dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2020, luas total perkebunan kelapa sawit kita mencapai 16,38 juta hektare. Sekitar 53% dikelola oleh perusahaan perkebunan besar, 6% dikelola oleh perusahaan perkebunan negara (BUMN) dan sisanya 41% milik petani kelapa sawit termasuk petani sawit swadaya. Sedangkan jumlah petani kelapa sawit Indonesia diperkirakan 2,67 juta kepala keluarga (KK). Berkaitan dengan penurunan produksi CPO, bisa jadi pengusaha migor sementara ini  hanya memakai produksi sawit dari kebun sendiri. Kecuali pabrik migor yang tidak punya kebun, baru menyerap milik petani.

Kalau ini yang terjadi, maka akan muncul pemandangan yang paradoks. Sementara emak-emak sudah bisa tersenyum karena banjir migor, akan tetapi petani kelapa sawit menangis menjerit-jerit. Harapan Lebaran tahun ini adalah Lebaran yang paling ceria bakal berubah  menjadi duka nestapa. Petani dihadapkan pada situasi yang serba salah, buah sawit harus dipanen kalau sudah waktunya. Kalau tidak akan merusak kebun dan buah busuk. Padahal kalau dipanen, harganya lagi terjun bebas. Itu pun belum tentu  ada yang mau membeli. Karena produsen migor cukup menggunakan bahan bakunya dari kebun sendiri. Jadi sawit dari petani bakal merana dan bergelimpangan.

Ketiga, penderitaan  petani akan datang bertubi-tubi. Biasanya mereka sudah terutang harga pupuk dan upah tenaga pemelihara atau pemetik. Belum lagi kalau sudah mengambil atau ngutang barang-barang konsumtif menjelang Lebaran karena tadinya membayangkan uang berlimpah didapat karena harga sawit dunia lagi naik-naiknya luar biasa. Tapi faktanya mereka kecele.

Keempat, keuangan negara juga terpukul. Negara bisa kehilangan devisa yang nilainya tidak tanggung-tanggung. Pada tahun 2021, devisa yang dihasilkan ekspor CPO  mencapai 30 miliar US dolar atau setara Rp 430 triliun.  Data GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) menunjukkan dari devisa bisa mencapai Rp 510 triliun, pajak ekspor Kemenkeu Rp 85 triliun dan pungutan ekspor Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Rp 71 triliun. “Indonesia bisa kehilangan pendapatan sekitar 3 miliar dolar atau Rp 42,9 triliun sebulan, selain Rp 4 triliun dari pendapatan pajak ekspor,” ujar Putera Satria Sambijantoro, ekonom Bahana Sekuritas.

Kelima, upaya penyelundupan kelapa sawit ke negara tetangga Malaysia bakal meningkat terutama dari perkebunan kelapa sawit di kawasan dekat perbatasan. Malaysia bakal bersorak luar biasa. Dia produsen minyak sawit terbesar kedua setelah Indonesia, menikmati harga CPO dunia makin melambung karena tidak adanya pasokan dari Indonesia.  Padahal pasokan Indonesia untuk dunia sekitar 58% dari ekspor dunia. Kemudian dia dapat tambahan lagi bahan baku murah hasil penyelundupan dari Indonesia. Apa Malaysia tidak bersorak- sorai, Hore, Hore…!

Moratorium larangan ekspor sudah memberi reaksi negatif. Kabarnya harga buah sawitlangsung melorot dari Rp 3.500 per kg TBS (Tandan Buah Segar) jadi Rp 2.400 per kg TBS di pabrik kelapa sawit (PKS). Bahkan dari catatan Wayan Supadmo, salah seorang petani pengepul, harga sudah terjun ke Rp 1.300 per kg. Untuk sementara dia juga memutuskan untuk tidak membeli meski petani merengek-rengek. “Sama saja saya memegang bara panas. Mau jual ke mana, jadi pasti rugi,” katanya.

Sementara itu pasar dunia juga sudah bergolak. India sebagai pembeli utama sangat menyayangkan dan sama sekali tidak menduga terbitnya keputusan Presiden Jokowi.  Sementara produksi minyak nabati dari bahan baku lain seperti minyak kedelai dan bunga matahari juga terguncang akibat invasi Rusia ke Ukraina. Akibatnya harga melambung tinggi. Indonesia bisa berhadapan dengan perang dagang. Indonesia bisa dibalas oleh negara yang dirugikan.

Dr Ir Harris Turino, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan menilai, sebagai shock therapy ia memahami keputusan Presiden Jokowi itu. Tapi ia mengingatkan jika terlalu lama akan membunuh semua industri termasuk terjadi gelombang PHK yang besar-besaran. Wayan Supadmo mengusulkan agar Pemerintah mengkaji ulang keputusan itu.

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mengapresiasi langkah Presiden. Tapi, menurut Sekjen SPKS, Mansuetus Darto, harus ada pencatatan nama-nama petani yang menyuplai ke pabrik. Juga alokasikan dana sawit di BPDPKS dalam program subsidi pupuk. Sebab, kalau harga turun petani tidak bisa membeli pupuk. Apalagi harga pupuk sudah naik dua kali lipat.

“Jika kebijakan ini membawa dampak negatif kepada keberlanjutan usaha sektor kelapa sawit, kami akan memohon kepada pemerintah untuk mengevaluasi,” kata Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai keputusan itu tidak menyelesaikan masalah. Malah  mengulang kesalahan pemerintah ketika memberhentikan ekspor komoditas batu bara pada Januari lalu. Harusnya, kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, pemerintah cukup membatasi dan bukan melarang ekspor.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi juga menilai kebijakan ini cenderung mubazir. Lebih banyak dampak negatif daripada positifnya. “Sebenarnya larangan ekspor 20 persen saja sudah cukup, yang penting pengawasan,” katanya.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF Jakarta, Andre Vincent Wenas melihat kebijakan ini dalam rangka Jokowi memerangi mafia migor. “Jokowi lagi membakar semak agar ular beludak yang mengkhianati Presiden keluar. Jokowi sedang gantian ‘menggoreng’ mereka pelan-pelan,” kata Vincent dalam tulisannya.

Lalu berapa lama moratorium ini berjalan? Presiden belum memberi isyarat. “Pokoknya saya akan mengawasi dan mengevaluasi sampai ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah dengan harga terjangkau,” katanya tegas. Ada yang bilang belajar dari moratorium batubara yang tadinya dibilang sebulan, tahu-tahunya bisa lebih cepat dicabut. Pak Dahlan Iskan berharap sebelum gong larangan dipukul hari Kamis (28/4), kebijakan itu tak jadi dilaksanakan. ”Jangan-jangan dalam tiga hari ke depan ketersediaan minyak goreng tiba-tiba melimpah,” katanya. Kalau melimpah harga sangat memungkinkan normal kembali.  “Kalau itu yang terjadi, Ramadan kita tahun ini memang berkah,” kata seorang emak tersenyum.@@@@@

Fazzio Owners Club Indonesia (FOCI) Wadah Komunitas Pecinta Fazzio, Chapter Samarinda Dideklrasikan

April 25, 2022 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Tahun 2022 ini merupakan tahun fantastis bagi Yamaha, terutama dengan hadirnya produk terbaru mereka yakni Fazzio Hybrid Connected. Kehadirannya bukan hanya sekadar menjadi opsi bagi customer khususnya di kalangan milenial, namun kehadiran Fazzio benar-benar fenomenal dengan tinggi permintaan pasar akan motor tersebut.

Fenomenalnya Fazzio Hybrid Connected itu rupanya masih terus berlanjut. Seiring tingginya permintaan, saat ini juga komunitas pecinta retro klasik Fazzio Hybrid Connected ini mulai ramai di seluruh Indonesia. Nah di Kaltim pun deklarasi-deklarasi komunitas Fazzio sudah terealisasi. Seperti Komunitas Fazzio di Kota Samarinda pun mendeklarasikan diri, Sabtu (23/4/2022). Adalah Fazzio Owners Club Indonesia (FOCI) Chapter Samarinda, yang mengawali deklarasi di daratan Kaltim.

“Kami komunitas Fazzio yang tergabung dalam Fazzio Owners Club Indonesia (FOCI) Chapter Samarinda baru saja melakukan deklrasi,” kata Aji, ketua FOCI Chapter Samarinda, Sabtu (23/4/2022).

Deklarasi Fazzio Owners Club Indonesia Chapter Samarinda sendiri bertempat di D’Orange Coffee Jalan Sirad Salman Samarinda dihadiri 15 orang member.

Sejatinya menurut Ketua FOCI Samarinda, AJI menimpali, deklarasi di Samarinda bisa dikatakan yang awal dari daerah lainnya.

“FOCI Samarinda termasuk yang awal deklarasinya setelah Surabaya dan Jakarta,” ujarnya.

Dengan dideklarasikannya komunitas Fazzio di Samarinda, bisa dikatakan animo masyarakat akan keberadaan motor tersebut sangat tinggi. Hal ini juga diakui oleh Iwan sebagai penasehat FOCI Samarinda.

“Antusias masyarakat Samarinda sangat bagus akan kehadiran Fazzio ini. Bahkan mereka rela indent berbulan-bulan demi mendapatkan Yamaha Fazzio,” terangnya.

Komunitas Fazzio Hybrid Connected bukan hanya di Kota Tepian Samarinda. Komunitas binaan PT. Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku main dealer Yamaha Kaltim. juga akan hadir di daerah lain di kaltim. Khusus untuk masyarakat samarinda & sekitarnya yang ingin join bisa datang setiap hari sabtu dan minggu di D’Orange Coffee Jalan Sirad Salman Samarinda. (*/adv)

Ikageo Berbagi Kebahagian Dengan Anak Panti Asuhan

April 25, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Ikatan Keluarga Alumni Geologi (Ikageo) berbagi kebahagian dengan mengundang anak-anak panti Al Walidaturrahmah yang terletak di Jalan Siradj Salman Samarinda berbuka puasa bersama di  Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Minggu (24/4/2022).

“Saya sebagai pengasuh sangat bersyukur mendapat undangan dan menjadi bagian dari kebahagiaan dan berkah Ramadan,” ucap Emiyati, pengasuh Panti Asuhan yang saat ini menampung 74 anak yatim piatu, yatim, anak dari keluarga kurang mampu.

Ia juga berterima kasih kepada Komunitas Driver Bambong Elite Community (BEC) dan ambulance PWI Kaltim yang menjemput anak-anak panti asuhan sehingga dapat menghadiri undangan Ikageo.

Eko Sujarwadi Perwakilan Ikageo Kaltim sangat senang bisa berkumpul nersama alumni geologi di Kaltim  dan anak-anak panti asuhan Al Walidaturrahmah.

“Kami berharap keberadaan Ikageo bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Eko.

Sementara itu Pratama Musdianto yang menjadi dosen di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) merasa gembira bisa bertemu dengan alumni.

Dulu waktu sangat mengajar mahasiswa saya ini masih muda-muda. Setelah sekian tahun kok malah saya disalip tuanya,” ucapnya sambil berseloroh.

Musdianto juga memberikan semangat kepada anak-anak panti yang hadir agar terus memiliki semangat belajar. Banyak yang hadir di acara ini dulu hidupnya susah dan penuh perjuangan.

“Contoh keberhasilan kakak-kakak ini,” pesannya.

Musdianto berharap acara ini menjadi berkah dan pemersatu serta mempererat silaturami Ikageo terhadap sesama maupun dengan anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar.

Sambutan juga disampaikan Perwakilan dari ikatan Ikageo Pusat, Taufik Airlangga yang mengatakan acara ini luar biasa. Biasanya acara hanya dilakukan dengan berkumpul dan makan saja.

“Alhamdulillah ini ada kemajuan bisa bersama-sama dengan anak panti asuhan,” ucapnya.

Menurut Taufik, Alumni Ikageo ini jarang berkumpul karena  masing-masing sibuk dengan rutinitasnya.  Kesempatan untuk bisa kumpul bersama ada pada bulan Ramadan yang  penuh berkah ini.

“Ini buka puasa pertama kali mengundang anak-anak kita dari panti asuhan, semoga kedepan lebih meriah dan lebih banyak yang ikut,” harap Taufik.

Acara ini juga diisi hikmah Ramadhan disampaikan Ustadz Muhammad Iwan Abdi serta penyeraha santunan kepada anak-anak  panti asuhan Al Walidaturrahmah. (mun)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1188606
    Users Today : 4304
    Users Yesterday : 5952
    This Year : 125115
    Total Users : 1188605
    Total views : 11298071
    Who's Online : 47
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-01-23